Connect with us

Peristiwa

Ngopi Bareng di Sumber Banteng Kota Kediri, AKBP Wisnu Buka Ruang Kritik Pelayanan Kepolisian

Published

on

Kediriselaludihati.com – Warga Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menyampaikan sejumlah persoalan kepada Kapolres Kediri Kota dalam pertemuan di Sumber Banteng, pada Rabu (4/11/2026).

Pembahasan mencakup ketertiban kegiatan sound horeg, pembuatan surat izin mengemudi bagi warga luar daerah, pengaturan lampu lalu lintas, hingga pengurusan buku pemilik kendaraan bermotor yang hilang.

Melalui kegiatan Ngopi Bareng tersebut, Kapolres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., meminta masyarakat menyampaikan pengalaman dan masukan mereka saat mengakses layanan kepolisian. Ia mengakui pelayanan yang tersedia masih membutuhkan penyempurnaan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan, dukungan, serta masukan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk meningkatkan pelayanan kepolisian,” ujar AKBP Wisnu.

Pertemuan berlangsung dalam agenda pukul 11.00 hingga 12.50 WIB. AKBP Wisnu tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB, kemudian berdialog dengan warga bersama jajaran Polres Kediri Kota serta perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dalam dialog itu, pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi warga luar Kota Kediri menjadi salah satu pertanyaan yang dibahas. AKBP Wisnu menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui Satuan Penyelenggara Administrasi SIM atau Satpas dengan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Warga juga menyampaikan persoalan kehilangan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Menanggapi hal tersebut, AKBP Wisnu menyebut pengurusan BPKB pengganti tetap dapat dilakukan melalui prosedur dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.

Adapun usulan mengenai pemasangan lampu kuning pada lampu lalu lintas diminta dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Menurutnya, usulan tersebut memerlukan kajian teknis dari instansi terkait.

Ketertiban kegiatan sound horeg turut menjadi pembahasan dalam pertemuan. Dalam menanggapi persoalan yang disampaikan warga, AKBP Wisnu mengingatkan pentingnya mengikuti ketentuan yang berlaku serta berkoordinasi dengan instansi yang berwenang apabila diperlukan.

Selain menjawab pertanyaan, AKBP Wisnu mengenalkan layanan Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian, permasalahan keamanan, maupun bencana agar petugas dapat segera mendatangi lokasi.

Ia meminta warga ikut mengevaluasi layanan tersebut. Pengalaman masyarakat saat membutuhkan bantuan kepolisian, termasuk kekurangan yang mereka temui, dapat menjadi masukan untuk perbaikan pelayanan.

“Apabila masih terdapat kekurangan, kami mohon kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya,” kata AKBP Wisnu.

Dalam pertemuan itu, AKBP Wisnu juga mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan berkendara selama pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Ia mengingatkan pengguna jalan untuk melengkapi surat kendaraan dan mengutamakan keselamatan.

AKBP Wisnu mengatakan, komunikasi langsung dengan warga merupakan bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat. Saat memperkenalkan diri, ia menyampaikan bahwa sebelum bertugas di Kediri Kota, dirinya berdinas di Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Jakarta, dengan tugas pengawasan dan pencegahan pelanggaran anggota.

“Polri harus semakin dekat dengan masyarakat dan hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Operasi Polres Kediri Kota Komisaris Polisi Iwan Setyo Budhi, S.H., Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Achmad Elyasarif Martadinata, S.T.K., S.I.K., serta Kepala Satuan Lalu Lintas Ajun Komisaris Polisi Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H.

Hadir pula Kepala Kepolisian Sektor Pesantren Komisaris Polisi Siswandi, S.H., Sekretaris Kecamatan Pesantren Sudariono, Kepala Kelurahan Tempurejo Sri Handayani, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Grogol Kediri Hadiri Koordinasi Bantuan Keuangan Khusus untuk Infrastruktur Desa Cerme

Published

on

Kediriselaludihati.com – Pemerintah Kecamatan Grogol, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, perangkat desa, dan pekerja mengikuti rapat koordinasi bantuan keuangan khusus untuk padat karya infrastruktur Desa Cerme tahun anggaran 2026, pada Rabu (4/11/2026). Pertemuan berlangsung di Gedung Desa Cerme mulai pukul 13.15 WIB.

Bhabinkamtibmas Desa Cerme Ajun Inspektur Polisi Dua Agus Sbw turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya merupakan bagian dari kunjungan Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Grogol di wilayah desa binaan.

Kepala Kepolisian Sektor Grogol Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andang Wastiyono, S.H., M.H., menyampaikan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pertemuan yang membahas program infrastruktur desa tersebut.

“Bhabinkamtibmas Desa Cerme Aipda Agus Sbw melaksanakan giat sambang rakor bantuan keuangan khusus padat karya infrastruktur Desa Cerme anggaran tahun 2026,” kata AKP Andang.

Rapat itu dihadiri Camat Grogol serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Adi Nugroho, S.STP. Sekretaris Desa Cerme dan perangkat desa juga mengikuti pertemuan bersama para pekerja padat karya.

Program padat karya infrastruktur menjadi pokok koordinasi pada siang itu. Pertemuan mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, dinas terkait, pemerintah desa, dan pekerja dalam satu forum pembahasan bantuan keuangan khusus tahun anggaran 2026.

Kehadiran pekerja menempatkan mereka sebagai peserta dalam koordinasi program yang berkaitan dengan pekerjaan infrastruktur desa. Sementara itu, pemerintah desa mengikuti rapat melalui sekretaris desa beserta perangkatnya.

Agus hadir sebagai Bhabinkamtibmas Desa Cerme dalam rangkaian kunjungan tersebut. Pertemuan di gedung desa menjadi bagian dari kegiatan Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Grogol pada Rabu siang. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Kediri Kota Terima Pengaduan Kehilangan Barang di Pasar Setonobetek

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polisi berkoordinasi dengan pengelola Pasar Setonobetek setelah menerima pengaduan warga mengenai hilangnya besi rosok dari sebuah lapak yang sudah lama tutup. Koordinasi berlangsung, pada Rabu (4/11/2026) itu membahas pengurangan akses keluar pasar pada malam hari agar petugas keamanan lebih mudah mengawasi lapak.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Ajun Inspektur Polisi Satu Syaifudin Yuri menerima pengaduan tersebut di Pasar Setonobetek, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, sekitar pukul 10.30 WIB.

Kehilangan besi rosok itu diketahui warga dua hari sebelum pengaduan diterima. Barang tersebut sebelumnya berada di dalam lapak yang telah lama tidak beroperasi. Waktu pasti barang hilang belum diketahui.

Kepala Kepolisian Sektor Kediri Kota Komisaris Polisi (Kompol) Bowo Wicaksono, S.Sos., menyampaikan bahwa kepolisian telah berkomunikasi dengan pengelola pasar untuk memperkuat pengawasan pada malam hari.

“Selanjutnya telah dilakukan koordinasi dengan pengelola pasar untuk mengurangi akses jalan keluar ketika malam hari sehingga untuk memudahkan petugas satpam kontrol lapak guna meminimalisir barang hilang,” kata Kompol Bowo.

Pengurangan akses keluar menjadi langkah yang dibahas agar petugas satuan pengamanan lebih mudah melakukan pemeriksaan di sekitar lapak. Koordinasi tersebut berfokus pada pengawasan kawasan pasar ketika malam hari.

Lapak yang menjadi lokasi kehilangan sudah lama tutup. Adapun jumlah besi rosok yang hilang dan nilai kerugian pemilik belum diperinci. Pengaduan yang diterima Bhabinkamtibmas juga belum memuat keterangan mengenai pihak yang diduga mengambil barang tersebut.

Setelah menerima informasi dari warga, Syaifudin berkoordinasi dengan pengelola pasar mengenai kondisi keamanan lapak. Pengawasan oleh petugas satpam menjadi perhatian agar kejadian kehilangan barang dapat diminimalkan.

Pembatasan akses yang dibahas ditujukan untuk waktu malam. Koordinasi dengan pengelola pasar menjadi tindak lanjut awal atas pengaduan warga, dengan perhatian pada kemudahan petugas keamanan mengontrol lapak dan jalur keluar pasar. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Mojo Kediri dan Polisi Lalu Lintas Berkolaborasi dalam SIM Goes to Pondok di Al Falah Ploso

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojo, Polres Kediri Kota mendampingi kegiatan SIM Goes to Pondok di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan satuan lalu lintas dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur.

Pendampingan berlangsung mulai pukul 10.30 WIB di dua lokasi, yakni Madrasah Barat Pondok Pesantren Al Falah Ploso dan halaman SMK Queen Al Falah Ploso.

Bhabinkamtibmas Desa Ploso Brigadir Polisi Kepala R. Rahardian hadir bersama Kepala Unit Provos Polsek Mojo Ajun Inspektur Polisi Satu Budi. Keduanya mendampingi pelaksanaan kegiatan sekaligus melakukan kunjungan ke lingkungan pesantren.

Keterlibatan Polsek Mojo dalam kegiatan tersebut mempertemukan petugas yang bertugas di wilayah Desa Ploso dengan unsur kepolisian lalu lintas. Pendampingan dilakukan di lokasi penyelenggaraan program yang berkaitan dengan surat izin mengemudi itu.

“Kami mendampingi pelaksanaan SIM Goes to Pondok bersama petugas lalu lintas. Melalui kegiatan ini, kami berharap komunikasi dengan warga pesantren semakin baik dan kesadaran terhadap keselamatan berkendara terus meningkat,” kata Iptu Mahmud Satriawan Kapolsek Mojo.

Pelaksanaan SIM Goes to Pondok menjadi bagian dari kegiatan kepolisian di lingkungan Al Falah Ploso pada hari itu. Rahardian dan Budi mendampingi kegiatan di kawasan pendidikan pesantren yang mencakup madrasah serta SMK Queen Al Falah. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page