Uncategorized
Cegah Kahutla, Polresta Kediri Latih Satgas Penanganan Bencana
Polresta Kediri : Kebakaran melanda hutan Manyaran. Setidaknya ada lima titik si jago merah yang membakar sebagian petak 128 di Area Gunung Klotok. Tak lama kemudian, puluhan orang berusaha memadamkan. Alatnya sederhana. Hanya ranting pohon.
Gerakan cepat pun dilakukan dengan memukul-mukul kebakaran yang berada di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Tak lama kemudian, titik-titik api bisa ditangani.
Inilah yang tergambar dari simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kemarin pagi (14/10). “Simulasi ini untuk memberi gambaran warga sekitar hutan. Supaya tahu kalau terjadi kebakaran nanti tidak lagi panik,” terang Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 ini juga diikuti oleh anggota Polresta Kediri, polisi hutan, petugas pemadam kebakaran, dan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.
Miko menjelaskan bila pada bulan September 2019 lalu pada area Gunung Klotok ini terakhir kali terjadi karhutla. Luasnya lebih 20 hektare, maka dari kepolisian dan aparat terkait berusaha mencegah karhutla tersebut.
Sementara Wakil Administratur Perhutani Kediri Beni Mukti bila kebakaran hutan itu sering terjadi karena puntung rokok dan ada dugaan pembakaran liar. Dari 12.500 hektare area hutan di wilayah Perhutani Kediri, terdapat 100 hektare yang rawan kebakaran hutan.
Namun dari pihak perhutani dan kepolisian bersinergi untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat perihal pentingnya menjaga lingkungan termasuk hutan.
“Dalam penanganan karhutla ini tentu terdapat kendala peralatan karena kami tidak bisa membawa peralatan kami ke lokasi. Sehingga harus menggunakan ranting pohon yang lebih praktis,” kata Beni.
Menurut Beni, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi karhutla. Yaitu adanya sumber api, bahan bakar, dan oksigen. Dari ketiga faktor ini yang menjadi dasar perhutani untuk melakukan pencegahan karhutla. Karena pada saat ada bahan bakar dan oksigen pasti terdapat sumber api yang aktif, sehingga tidak ada karhutla yang terjadi alami.
Sementara itu pada tempat yang sama Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Perhutani Kediri Sutarno menjelaskan bila warga yang mengetahui kebakaran hutan di sekitarnya langsung menghubungi mantri hutan. Warga juga dapat menghubungi kepolisian dan TNI yang berada di wilayah tersebut untuk membantu memadamkan. Bila tidak ada yang bisa dihubungi, warga bisa langsung menangani dengan cara yang telah diajarkan oleh petugas perhutani dan petugas kepolisian.
“ Jadi kami ajarkan ke warga untuk memadamkan api dengan ranting pohon dan daun liar. Sehingga terlihat sederhana dan efektif untuk memadamkan api ,” tambah Sutarno.
Sutarno juga menjelaskan bila api membesar harus memperhatikan arah angin. Lalu dapat ditembak balik dengan ranting pohon dan air. Sehingga dengan cara seperti itu api dapat dipadamkan.
Uncategorized
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim
Lembang, Kamis (2/7/2026) – Peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Selain meresmikan revitalisasi masjid, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., juga menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim dari wilayah sekitar Lembang yang selama ini dibina melalui pengajian Yayasan Al-Khoiriyah.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud tidak hanya bertujuan menghadirkan sarana ibadah yang lebih baik, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat. Bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Dari masjid inilah kita berharap lahir insan-insan Bhayangkara yang berintegritas serta masyarakat yang saling menguatkan.”
Menurut Wakapolri, memuliakan anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai yang harus terus hidup di setiap rumah ibadah.
“Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kehadiran anak-anak yatim di tengah kita menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian senantiasa dilandasi hati yang penuh empati, keikhlasan, dan rasa syukur.”
Sebanyak 25 anak yatim yang menerima santunan berasal dari lima wilayah Rukun Warga (RW) di sekitar Sespim Lemdiklat Polri. Mereka tinggal bersama keluarga atau wali masing-masing dan secara rutin mengikuti pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah, sebuah majelis pengajian Al-Qur’an yang berdiri sejak tahun 2019 dan menjadi wadah pembinaan akhlak, pendidikan agama, serta pendampingan sosial bagi anak-anak di lingkungan tersebut.
Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, Ustaz Khaerudin, S.H.I., menyampaikan rasa syukur atas perhatian Wakapolri dan jajaran Polri kepada anak-anak yatim binaannya.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakapolri dan seluruh keluarga besar Polri atas kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim di sekitar Sespim. Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus kita muliakan dan kita jaga bersama. Perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita.”
Ustaz Khaerudin menjelaskan bahwa Yayasan Al-Khoiriyah selama ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yatim dari lima RW di sekitar Sespim untuk belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta mempererat ukhuwah. Yayasan juga menjadi jembatan amanah berbagai pihak yang ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak tersebut.
“Kami bersyukur karena keluarga besar Sespim Lemdiklat Polri, termasuk para peserta didik, selama ini memiliki kepedulian yang tinggi kepada anak-anak yatim. Setiap amanah yang dititipkan selalu kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada mereka yang berhak menerimanya. Semoga Masjid Panggilan Sujud menjadi masjid yang makmur, menjadi pusat ibadah, majelis ilmu, pembinaan umat, sekaligus tempat tumbuhnya kepedulian sosial. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan Bapak Wakapolri beserta seluruh keluarga besar Polri dengan pahala yang berlipat ganda dan keberkahan dalam setiap pengabdiannya.”
Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kehadiran yang membawa manfaat bagi masyarakat. Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi simbol bahwa transformasi Polri dibangun di atas keseimbangan antara profesionalisme, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Peristiwa
Ratusan Relawan Dibekali Pesan Kamtibmas untuk Dukung Kelancaran dan Keamanan Mujahadah Kubro di Ponpes Kedunglo Kediri
Kediriselaludihati.com – Personel bersama unsur melaksanakan pengamanan dan pendampingan Apel Gelar Pasukan Seksi Keamanan (PAM) Mujahadah Kubro di Lapangan Pondok Pesantren Kedunglo Wahidiyah, Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Mojoroto AKP Joko Budi selaku inspektur upacara. Apel diikuti sekitar 350 relawan Seksi Keamanan Mujahadah Kubro yang dipersiapkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan keagamaan di lingkungan pondok pesantren.
Pengamanan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pojok, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto, personel Provost Polsek Mojoroto, anggota Koramil Mojoroto, serta para relawan pondok pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, petugas kepolisian tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga memberikan pembekalan kepada panitia dan relawan mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan Mujahadah Kubro.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan sinergi antara kepolisian, TNI, panitia, dan relawan menjadi faktor penting dalam menciptakan kegiatan keagamaan yang aman dan tertib.
“Kami mengajak seluruh panitia dan relawan untuk menjalankan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan koordinasi. Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan preventif melalui pembinaan dan penyampaian pesan-pesan kamtibmas merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak peserta.
“Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan memberikan edukasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Kediri,” kata Kompol Rudi Purwanto.
Selama pelaksanaan apel gelar pasukan hingga berakhirnya kegiatan, situasi di lingkungan Pondok Pesantren Kedunglo Wahidiyah berlangsung aman, lancar, dan terkendali. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota Perkuat Edukasi Kamtibmas Melalui Pendekatan Budaya dan Keagamaan Bersama Warga
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas dari sejumlah jajaran mengawal berbagai kegiatan tradisi bersih desa, tasyakuran dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar serentak di beberapa wilayah Kota Kediri, pada Kamis (2/7/2026). Selain memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, personel kepolisian juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga.
Di Kelurahan Pakelan, Bhabinkamtibmas Aiptu Hendrik menghadiri kegiatan Bersih Desa di Punden RT 07 RW 02, Jalan Trunojoyo. Pada kesempatan tersebut, ia berdialog dengan warga sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan agar situasi tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, di Kelurahan Ringinanom, Bhabinkamtibmas Aipda Eko Prayitno mengikuti tasyakuran dan doa bersama di Punden Mbah Geng dalam rangka Bersih Desa sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Melalui kegiatan tersebut, warga diajak memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto bersama unsur tiga pilar, ketua RT/RW, dan sekitar 300 warga mengikuti tradisi Merti Dusun atau Bersih Desa di RW 01 Kelurahan Pesantren. Tradisi yang digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa itu juga menjadi sarana melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat persaudaraan antarmasyarakat.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat kemitraan dengan warga melalui pendekatan humanis.
“Tradisi bersih desa maupun peringatan Tahun Baru Islam merupakan momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Kami mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menilai pelestarian tradisi lokal yang dibarengi dengan penguatan nilai kebersamaan dapat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.
“Melalui kegiatan budaya dan doa bersama, hubungan antara masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan kepolisian semakin erat. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan,” katanya.
Selain menghadiri kegiatan adat dan keagamaan, para Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Seluruh rangkaian kegiatan di Kelurahan Pakelan, Ringinanom, dan Pesantren berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif. (res/an)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
