Connect with us

Peristiwa

Ada Penampakan Buaya di Sungai Brantas Petugas Rutin Lakukan Patroli

Published

on

Untuk menghindari risiko dan bahaya di Sungai Brantas, Polresta Kediri rutin lakukan patrol sedang pihak Pemkot Kediri  membuat perangkap jebakan buaya, Senin (10/02).

Petugas dari Polresta Kediri  secara bergiliran para relawan dan personel BPBD Kota Kediri terus bersiaga menjaga umpan dan alat jebakan, termasuk di sekitar lokasi penampakan buaya telah dipasang bener himbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada karena berkeliaran buaya putih muara di Sungai Brantas.

Menyusul penampakan buaya bantaran Sungai Brantas di Kelurahan Ringinanam mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Beberapa penampakan buaya  selain di Kelurahan Ringinanom juga pernah dipergoki di belakang kelenteng serta selatan Jembatan Lama Kota Kediri. Keberadaan buaya  telah menarik perhatian masyarakat dan pemerhati lingkungan. Malahan petugas dari BKSDA Jatim telah melihat langsung di lokasi penampakan buaya putih.

Dilihat dari tangkapan foto yang dibuat warga yang pernah memergoki buaya putih diperkirakan dari jenis buaya muara. Patut diduga buaya muara ini merupakan peliharaan seseorang yang sengaja dilepas liar oleh pemiliknya ke Sungai Brantas.

Karena buaya sudah beberapa kali muncul ke permukaan di bantaran Sungai Brantas Kelurahan Ringinanom.

Sementara Sulaiman (29) salah satu pemerhati reptil di Kediri menyebutkan, warga yang sengaja melepasliarkan buaya muara di Sungai Brantas bisa dipidanakan.

Masalahnya untuk melepasliarkan hewan sejenis buaya tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Ada ketentuan yang mengatur dan lokasinya sesuai dengan habitat aslinya. Sungai Brantas kurang cocok untuk melepasliarkan buaya, selain bukan habitatnya juga bisa membahayakan masyarakat. Mengingat banyak masyarakat yang beraktifitad di kawasan sungai,” tandas Kasubag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi.

Continue Reading

Peristiwa

Kasat Lantas Polres Kediri Kota Pimpin Survei Andalalin Pembangunan Puskesmas Grogol Bersama Instansi Terkait

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota terus mengintensifkan berbagai program edukasi keselamatan berlalu lintas dan pengawasan pembangunan infrastruktur publik. Kamis (11/6/2026), Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yakni latihan persiapan Gebyar Polisi Cilik Tahun 2026 serta survei dan rapat Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) pembangunan Puskesmas Grogol, Kabupaten Kediri.

Kegiatan pertama dilaksanakan di SDS Pawyatan Daha Kota Kediri mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota dan tim koreografi CK Dance memberikan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada para siswa yang akan menjadi peserta Gebyar Polisi Cilik Tahun 2026.

Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Gebyar Polisi Cilik yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026. Kegiatan diikuti Kepala Sekolah SDS Pawyatan Daha, para guru pendamping, pelatih koreografi, serta puluhan siswa yang akan mewakili sekolah dalam ajang tersebut.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan kegiatan Polisi Cilik bukan hanya bertujuan membentuk keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Program Polisi Cilik merupakan sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan karakter disiplin, kepemimpinan, serta budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Selain kegiatan pembinaan generasi muda, Satlantas Polres Kediri Kota juga melaksanakan survei dan rapat Andalalin pembangunan Puskesmas Grogol yang berlokasi di Jalan Raya Banyakan – Winongsari Kulon, Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Kediri Kota bersama Kanit Kamsel dan anggota Satlantas dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi LLA UPT P3 LLAJ Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Kediri, Kepala Puskesmas Grogol, serta konsultan penyusun dokumen andalalin.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan mengenai potensi dampak lalu lintas yang timbul akibat pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, termasuk akses keluar masuk kendaraan, kapasitas jalan, hingga aspek keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi pembangunan.

AKP Tutud menjelaskan bahwa kajian andalalin menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan fasilitas publik tidak menimbulkan gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

“Pembangunan fasilitas pelayanan masyarakat harus diimbangi dengan perencanaan lalu lintas yang baik. Melalui kajian andalalin ini, kami ingin memastikan keberadaan Puskesmas Grogol nantinya tetap mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan keamanan bagi pengguna jalan,” katanya.

Hasil pembahasan dan survei lapangan kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai dasar rekomendasi teknis terkait pengelolaan dampak lalu lintas di kawasan pembangunan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan kondusif. Satlantas Polres Kediri Kota menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi pembinaan masyarakat melalui program edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pengawasan aspek keselamatan transportasi dan rekayasa lalu lintas yang berkelanjutan. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Dash Cam Satlantas Polres Kediri Kota Dimanfaatkan untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Ciptakan Lalu Lintas Aman

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota menggelar Patroli Mahameru Quick Response (MQR), pada Kamis (11/6/2026) pagi guna mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau kondisi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Kediri.

Patroli yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota bersama personel Patwal 45-101 dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi Dash Cam.

Adapun rute patroli meliputi Jalan WR Supratman, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanuddin, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Brawijaya. Ruas-ruas tersebut merupakan jalur yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi pada pagi hari.

Selain melakukan pemantauan arus kendaraan, petugas juga melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan patroli MQR menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Kediri.

“Patroli MQR kami laksanakan secara rutin untuk memantau situasi lalu lintas dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan kendaraan patroli yang dilengkapi Dash Cam membantu petugas dalam memonitor kondisi di lapangan secara real time sekaligus menjadi sarana dokumentasi apabila ditemukan pelanggaran maupun kejadian yang memerlukan penanganan cepat.

“Melalui patroli ini kami berupaya mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang aman dan lancar, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat,” tambah AKP Tutud.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di sepanjang rute patroli berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Satlantas Polres Kediri Kota akan terus mengoptimalkan patroli MQR sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (res/an).

Continue Reading

Inspirasi

Polres Kediri Kota Matangkan Pengamanan Doa Bersama dan Pengesahan 279 Calon Warga PSHT

Published

on

Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan kegiatan doa bersama dan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota dan Kabupaten Kediri Pusat Madiun di Rupatama Mako Polres Kediri Kota, Kamis (11/6/2026).

Rakor yang dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K. tersebut dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, pengurus PSHT, IPSI, Satpol PP, Dishub, hingga para kapolsek jajaran. Pertemuan ini digelar sebagai langkah antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan doa bersama dan pengesahan warga baru berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pemaparannya, panitia PSHT menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama akan dilaksanakan pada 15 Juni 2026, sedangkan pengesahan warga baru digelar pada 16 Juni 2026. Sebanyak 279 calon warga akan mengikuti prosesi pengesahan, terdiri dari 206 laki-laki dan 73 perempuan.

Ketua PSHT Cabang Kediri Pusat Madiun juga menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan, mulai dari titik kumpul peserta, jalur keberangkatan menuju padepokan, hingga pengaturan pengamanan bagi para pendamping dan pamter.

“Kami telah mengimbau seluruh calon warga, pamter, dan saudara-saudara dari luar daerah agar tidak melakukan konvoi maupun euforia saat datang ke Kota Kediri,” ujarnya dalam forum rakor.

Sejumlah titik yang berpotensi menjadi kerawanan juga dipetakan dalam rapat tersebut, di antaranya kawasan Simpang Empat Bence dan wilayah Kedungsari, Tarokan. Untuk itu, seluruh unsur pengamanan sepakat meningkatkan koordinasi dan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi menegaskan bahwa hasil Rakor Aman Suro 2026 di Polda Jawa Timur menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan PSHT tahun ini.

“Kami berharap seluruh peserta yang akan mengikuti pengesahan menggunakan kendaraan tertutup. Ketua cabang juga kami minta membuat video imbauan agar tidak ada konvoi maupun euforia dari masing-masing daerah menuju Kota Kediri,” tegasnya.

Menurutnya, kepolisian akan menyiapkan pola pengamanan dan pengawalan pada jalur-jalur yang dilalui peserta. Pengawalan akan dilakukan secara berlapis guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Masukan juga disampaikan sejumlah kapolsek wilayah. Kapolsek Tarokan mengusulkan penggunaan jalur alternatif yang lebih aman guna mengurangi potensi kerawanan. Sementara Kapolsek Banyakan meminta agar pengamanan internal PSHT diperkuat, khususnya pada wilayah yang menjadi lintasan peserta.

Dari unsur TNI, Pasi Ops Kodim 0809 Kediri Kapten CTP Laudi Hermanto menegaskan kesiapan Kodim untuk mendukung seluruh rangkaian pengamanan.

“Kodim 0809 siap membantu pengamanan kegiatan doa bersama maupun pengesahan warga baru PSHT. Kami berharap seluruh jajaran PSHT ikut membantu menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan mengapresiasi koordinasi yang selama ini dilakukan oleh pengurus PSHT dengan aparat keamanan.

“Kami mengapresiasi karena setiap kegiatan selalu dikoordinasikan dengan baik. Kami berharap imbauan kepada anggota di tingkat bawah terus diperkuat agar tidak ada konvoi dan kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” katanya.

Ketua IPSI Kota Kediri dalam kesempatan yang sama menyatakan kesiapan seluruh unsur perguruan silat yang tergabung dalam IPSI untuk turut mendukung terciptanya situasi aman selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Melalui rakor tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan koordinasi dalam rangka menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan doa bersama dan pengesahan warga baru PSHT.
Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga seluruh unsur organisasi dan masyarakat yang terlibat.

“Tujuan utama kita adalah menciptakan kegiatan yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis seluruh rangkaian doa bersama dan pengesahan warga baru PSHT dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Rakor berakhir pada pukul 11.40 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page