Connect with us

Lalu Lintas

Anggota Lantas Polsek kediri Kota Tilang 10 Pelanggar Lalin

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota mengadakan Patroli Hunting System, Senin 16 Maret 2020 pukul 10.00 s/d 11.00 WIB.  Kegiatan dalam rangka menciptakan Harkamtibmas dan  kamseltibcar lantas wilayah kota.

Patroli ini melibatkan Anggota Unit Lantas Polsek Kediri Kota di jln , PK Bangsa ,Jln Imam Bonjol, di jln A. Yani Kota Kediri pada hari dengan  kuat personil  4 orang di pimpin Kota  91, dengan  hasil sbb :

“Hasilnya kami melakukan tindakan tilang 10 kali terhadap para pelanggar. Mereka melanggar rambu rambu lalu lintas / Apil  trafic light lampu merah,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi.

Adapun Patroli Hunting System dlm rangka Kamseltibcar  lantas dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat pemakai jalan tertib , mentaati rambu rambu lalu lintas yang sudah terpasang di jalan dan  mencegah kecelakaan lalu lintas serta terciptanya Kamseltibcar lantas. Keselamatan Untuk Kemanusiaan. Selama kegiatan berjalan, tertib, lancar dan aman, kondusif. (res/an).

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari Apel Besar hingga Potong Tumpeng, Satlantas Kediri Kota Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Published

on

Kediriselaludihati – Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Polres Kediri Kota berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kebersamaan, Selasa (22/9/2026).

Seusai apel besar, jajaran Satlantas menggelar tasyakuran dengan pemotongan tumpeng dan kue yang diberikan kepada anggota tertua dan termuda.

Tasyakuran berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WIB dan dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Kediri Kota, Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., para perwira, anggota serta ASN Satlantas.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan apel besar Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang digelar mulai pukul 07.30 WIB.

Dalam apel sebelumnya, AKBP Wisnu bertindak sebagai pemimpin apel sekaligus membacakan sambutan Kepala Korps Lalu Lintas Polri kepada jajaran Satlantas Polres Kediri Kota.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri mengatakan rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan di internal Satlantas.

“Setelah apel besar, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diikuti pimpinan, perwira, anggota dan ASN Satlantas Polres Kediri Kota,” kata Septia.

Salah satu bagian menarik dalam tasyakuran adalah pemotongan tumpeng dan kue. Potongan tersebut kemudian diberikan kepada anggota tertua dan termuda.

Tradisi itu menjadi simbol pertemuan antargenerasi dalam satu kesatuan tugas lalu lintas, dari personel yang telah memiliki pengalaman panjang hingga anggota yang lebih muda.

Suasana tasyakuran juga dibuat lebih cair melalui pemberian kuisioner kepada personel. Sejumlah hadiah doorprize disiapkan untuk memeriahkan kegiatan sebelum rangkaian acara ditutup dengan foto bersama.

“Pemotongan tumpeng dan kue diberikan kepada anggota tertua dan termuda. Kami juga mengadakan kuisioner dan memberikan doorprize kepada personel,” ujar Septia.

Peringatan ke-71 tahun Lalu Lintas Bhayangkara di Kediri sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Satlantas Polres Kediri Kota menggelar donor darah dan kegiatan sosial serta berinteraksi dengan kelompok masyarakat, termasuk pengemudi ojek online.

Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda.

Sehari sebelum puncak peringatan, jajaran Satlantas secara serentak masuk ke 11 SMP di Kota Kediri untuk menjadi pembina upacara sekaligus memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas.

Pelajar mendapatkan materi safety riding dan etika berlalu lintas. Polisi secara khusus mengingatkan siswa yang masih berusia di bawah 17 tahun untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor.

“Pesan kepada pelajar adalah membentuk kedisiplinan dan ketaatan berlalu lintas, menjadi pelopor keselamatan serta tidak berkendara karena usia mereka masih di bawah 17 tahun,” kata Septia, merujuk pada materi edukasi yang diberikan Satlantas.

Rangkaian kegiatan sosial dan edukasi tersebut berjalan bersamaan dengan tugas rutin personel di jalan. Pada malam hari, Satlantas tetap melakukan Sapa Malam, Blue Light Patrol hingga cipta kondisi untuk mengantisipasi kepadatan, balap liar dan potensi gangguan di jalan.

Karena itu, tasyakuran selama satu jam pada Selasa pagi menjadi bagian kecil dari rangkaian panjang peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.
Jika apel besar menjadi ruang untuk melihat kembali tugas dan tanggung jawab organisasi, tasyakuran menjadi kesempatan membangun kebersamaan antarpersonel.

Setelah tumpeng dipotong dan foto bersama selesai, pekerjaan jajaran lalu lintas kembali berada di ruang yang setiap hari mereka hadapi: jalan raya dan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari Sapa Malam hingga Cipta Kondisi, Polisi Jaga Arus dan Cegah Balap Liar di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar rangkaian pengamanan lalu lintas sejak Minggu (20/9/2026) petang hingga menjelang tengah malam. Personel disebar di sejumlah persimpangan dan kawasan aktivitas masyarakat untuk mengurai potensi kepadatan, kemudian dilanjutkan patroli Blue Light serta cipta kondisi guna mengantisipasi balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB melalui Sapa Malam. Personel piket staf Satlantas ditempatkan pada tujuh titik yang dinilai membutuhkan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan.

Titik tersebut meliputi depan Grand Surya, depan Kediri Town Square, Simpang Tiga Patiunus, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Panglima Polim serta Simpang Tiga sebelah selatan Rumah Sakit Bhayangkara.

Di bawah pengendalian Kanit Turjawali, personel melakukan pengaturan dan penguraian kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan pada Minggu malam.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyebut penempatan anggota dilakukan untuk menjaga pergerakan kendaraan pada sejumlah titik aktivitas masyarakat.

“Sapa Malam dilakukan melalui pengaturan dan penguraian arus untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik Kota Kediri,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 19.00 WIB, pengawasan dilanjutkan melalui Blue Light Patrol di Simpang Empat Lonceng.

Anggota Patwal Satlantas menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pemantauan arus sekaligus mengantisipasi gangguan kamtibmas. Patroli tersebut juga berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali.

Blue Light menjadi bagian dari pengawasan bergerak pada malam hari. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator sekaligus digunakan untuk menunjukkan keberadaan petugas pada ruas yang dipantau.

Menurut Septia, patroli diarahkan untuk menggabungkan pemantauan lalu lintas dengan langkah preventif terhadap gangguan keamanan di jalan.

“Blue Light dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan sasaran kegiatan.

Pengawasan kemudian berlanjut menjelang tengah malam dengan sasaran yang berbeda.

Mulai pukul 23.30 WIB, Satlantas menggelar apel cipta kondisi harkamtibmas yang dilanjutkan pengaturan dan pemantauan di Simpang Tiga Kodim Selatan serta Simpang Tiga Water Torn.

Kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat.

Personel Satlantas ditempatkan pada dua titik tersebut untuk memantau aktivitas pengguna jalan sekaligus melakukan pengaturan apabila muncul konsentrasi kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Pada malam hingga menjelang dini hari, kegiatan difokuskan untuk mengantisipasi balap liar maupun potensi konflik perguruan silat dengan tetap melakukan pengaturan dan penguraian arus,” kata Septia, merujuk pada sasaran cipta kondisi.

Tiga kegiatan dalam satu malam tersebut memiliki fokus berbeda. Sapa Malam diarahkan pada tujuh titik untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Blue Light memperkuat pengawasan di Simpang Empat Lonceng, sedangkan cipta kondisi menjelang tengah malam memberi perhatian pada balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Pola pengamanan itu membuat pengawasan lalu lintas menyesuaikan perubahan aktivitas masyarakat berdasarkan waktu. Pada petang hari perhatian diberikan pada titik keramaian dan persimpangan, sedangkan menjelang tengah malam fokus bergeser pada aktivitas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna lainnya.

Satlantas menempatkan pengaturan lalu lintas sebagai bagian dari pencegahan. Balap liar, misalnya, bukan sekadar pelanggaran lalu lintas karena penggunaan jalan untuk adu kecepatan juga dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang melintas.

Karena itu, keberadaan personel pada malam hingga menjelang dini hari diarahkan untuk mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal sekaligus menjaga ruas jalan tetap dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Ribuan Pengunjung Berpotensi Padati Mojo, Satlantas Petakan Jalur dan Kantong Parkir Teras Gubuk Fest 2

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk rangkaian Harlah Teras Gubuk ke-2 di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi di Lapangan Teras Gubuk, Senin (21/9/2026), menyusul dua agenda besar pada 26 dan 30 September 2026, termasuk pertunjukan musik yang menghadirkan Letto dan Dewa 19.

Rapat koordinasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan melibatkan Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kapolsek Mojo dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.

Pembahasan difokuskan pada pengamanan jalur, rekayasa lalu lintas, penempatan personel hingga penyiapan kantong parkir untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan selama rangkaian kegiatan.

Agenda pertama berlangsung 26 September melalui TG Riding Rihlah Wali. Rombongan dijadwalkan menempuh perjalanan dari Makam Syekh Ihsan Jampes menuju sejumlah titik sebelum kembali ke Teras Gubuk.

Rute yang disiapkan melintasi Jong Biru, Simpang Empat Semampir, Kantor Pos, Simpang Empat Nabatiyasa, Simpang Empat Lonceng, Pos Sumur Bor, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Jetis, Simpang Empat Branggahan dan Simpang Tiga JWK.

Rombongan kemudian menuju Pondok Induk untuk melaksanakan ziarah sebelum kembali ke Teras Gubuk.

Satlantas merencanakan penempatan personel pada persimpangan utama, sedangkan personel Polsek dapat ditempatkan pada titik yang lebih kecil. Panitia juga mengajukan pengawalan menggunakan dua kendaraan roda empat dan satu sepeda motor besar.

Perhatian khusus diberikan saat rombongan melakukan ziarah di Pondok Induk. Rekayasa lalu lintas direncanakan pada Simpang Tiga Indomaret dan Simpang Empat Maesan untuk menjaga pergerakan kendaraan di sekitar lokasi.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui hasil rapat koordinasi menyebut pengamanan lalu lintas dipersiapkan sejak sebelum acara karena rangkaian kegiatan menggunakan sejumlah ruas jalan.

“Anggota Satlantas diprioritaskan pada titik-titik besar, sedangkan personel Polsek dapat menempati titik yang lebih kecil. Saat kegiatan ziarah juga diperlukan rekayasa lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada hasil koordinasi tersebut.

Pengamanan lebih besar dipersiapkan untuk Ceremony TG Fest 2 pada 30 September 2026. Dua grup musik nasional, Letto dan Dewa 19, dijadwalkan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut.

Potensi meningkatnya jumlah kendaraan membuat polisi menyiapkan pengalihan arus pada dua titik. Simpang Tiga Indomaret/Bondo Yudo direncanakan dijaga empat personel, demikian pula Simpang Empat Maesan dengan empat personel.

Sementara pengamanan jalur disiapkan di Simpang Tiga Teras Gubuk, Simpang Empat Ploso Mart, Simpang Empat Ploso dan Simpang Tiga Jalan Baru. Masing-masing titik direncanakan ditempati dua personel.

Persoalan parkir turut menjadi pembahasan karena kendaraan pengunjung tidak diharapkan menumpuk di akses menuju lokasi acara.

Lahan milik warga di sekitar kawasan Teras Gubuk direncanakan menjadi kantong parkir dengan pengelolaan melibatkan Karang Taruna.

Akses jalan aspal baru dari jalan raya menuju Teras Gubuk juga harus steril dari kendaraan yang parkir maupun pedagang kaki lima. Langkah tersebut diperlukan agar jalur menuju lokasi tetap dapat digunakan untuk pergerakan kendaraan selama kegiatan.

“Area dan lahan milik warga sekitar akan dimanfaatkan sebagai kantong parkir dan dikelola Karang Taruna. Akses jalan aspal baru menuju Teras Gubuk harus dipastikan bebas dari kendaraan parkir dan pedagang kaki lima,” ujar Septia, berdasarkan hasil rapat koordinasi.

Rencana tersebut membuat pengamanan Harlah Teras Gubuk tidak hanya terpusat di lokasi pertunjukan. Polisi harus mengelola pergerakan kendaraan sejak persimpangan menuju lokasi, jalur yang digunakan rombongan Riding Rihlah Wali, titik ziarah hingga kawasan parkir.

Pemetaan sejak sembilan hari sebelum Ceremony TG Fest 2 menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan personel dan pola pengalihan arus. Rekayasa lalu lintas nantinya terutama diarahkan agar aktivitas masyarakat di sekitar Mojo tetap dapat berjalan ketika arus kendaraan menuju Teras Gubuk meningkat. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page