Connect with us

Lalu Lintas

Anggota Lantas Polsek kediri Kota Tilang 10 Pelanggar Lalin

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota mengadakan Patroli Hunting System, Senin 16 Maret 2020 pukul 10.00 s/d 11.00 WIB.  Kegiatan dalam rangka menciptakan Harkamtibmas dan  kamseltibcar lantas wilayah kota.

Patroli ini melibatkan Anggota Unit Lantas Polsek Kediri Kota di jln , PK Bangsa ,Jln Imam Bonjol, di jln A. Yani Kota Kediri pada hari dengan  kuat personil  4 orang di pimpin Kota  91, dengan  hasil sbb :

“Hasilnya kami melakukan tindakan tilang 10 kali terhadap para pelanggar. Mereka melanggar rambu rambu lalu lintas / Apil  trafic light lampu merah,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi.

Adapun Patroli Hunting System dlm rangka Kamseltibcar  lantas dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat pemakai jalan tertib , mentaati rambu rambu lalu lintas yang sudah terpasang di jalan dan  mencegah kecelakaan lalu lintas serta terciptanya Kamseltibcar lantas. Keselamatan Untuk Kemanusiaan. Selama kegiatan berjalan, tertib, lancar dan aman, kondusif. (res/an).

Continue Reading

Lalu Lintas

Dua Pekan Operasi Patuh Semeru, Polres Kediri Kota Catat 12.545 Teguran dan 559 Tilang Elektronik

Published

on

Kediriselaludihati – Kepolisian Resor Kediri Kota merampungkan Operasi Patuh Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari, 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selama operasi, jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Kediri turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penindakan pelanggaran pun bergeser dari tilang manual ke tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE).

Berdasarkan rekapitulasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota, selama operasi terjadi 9 kecelakaan lalu lintas. Angka ini turun 18,2 persen dibandingkan Operasi Patuh Semeru 2025 yang mencatat 11 kecelakaan. Jumlah korban luka ringan turun dari 20 orang menjadi 13 orang atau berkurang 35 persen. Seperti tahun lalu, tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat.

Kerugian materiil akibat kecelakaan juga menurun dari Rp 10,4 juta menjadi Rp 7,7 juta. Polisi menyita barang bukti berupa 5 surat izin mengemudi (SIM), 16 surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan 16 kendaraan.

“Kami bersyukur selama dua pekan operasi tidak ada korban jiwa. Jumlah kecelakaan dan korban luka juga turun dibandingkan tahun lalu. Ini hasil kerja bersama antara petugas di lapangan dan masyarakat yang mulai lebih tertib,” kata Kepala Satlantas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Septia Intan Putri, Minggu (8/11/2026).

Tilang manual turun drastis

Dari sisi penegakan hukum, Satlantas mencatat 13.305 penindakan selama operasi. Jumlah ini naik 25,6 persen dari tahun lalu yang sebanyak 10.596 penindakan. Sebagian besar penindakan berupa teguran, yakni 12.545 kali. Jumlah teguran ini naik 60,7 persen dari 7.806 teguran pada 2025.

Perubahan paling mencolok terlihat pada jenis tilang. Tilang melalui ETLE melonjak dari hanya 6 perkara pada 2025 menjadi 559 perkara tahun ini. Sebaliknya, tilang manual atau non-ETLE anjlok 92,8 persen, dari 2.784 perkara menjadi 201 perkara.

“Operasi Patuh tahun ini kami arahkan untuk mengedepankan teguran dan edukasi. Penindakan lebih banyak kami lakukan melalui ETLE agar lebih transparan dan mengurangi interaksi langsung di jalan. Namun, pelanggar yang membahayakan keselamatan tetap kami tindak tegas,” ujar Septia.

Edukasi dan patroli digenjot

Selain penindakan, Polres Kediri Kota memperbanyak kegiatan edukasi atau preemtif.

Kegiatan itu antara lain kampanye penggunaan helm berstandar SNI, sabuk pengaman, larangan bermain telepon seluler saat berkendara, serta larangan melawan arus. Polisi juga membagikan eksemplar leaflet, stiker, dan brosur keselamatan. Ada pula penyuluhan bagi pelajar dan orangtua, pelatihan safety riding dan safety driving, serta dialog keselamatan dengan pengemudi ojek daring, kurir, dan komunitas roda dua.

Di media sosial, Satlantas memproduksi konten² edukasi keselamatan dan publikasi informasi titik rawan kecelakaan.

Kegiatan pencegahan atau preventif meningkat lebih tajam lagi. Kegiatan tersebut mencakup pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di jam serta titik rawan. Personel juga ditempatkan di titik rawan, seperti depan sekolah, simpang, dan pasar.

Bersama Dinas Perhubungan, polisi melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan orang dan barang. Petugas juga menyurvei titik² untuk memeriksa kondisi rambu, marka, penerangan, dan kerusakan jalan, serta memperbarui peta titik rawan kecelakaan.

Banyak korban tanpa SIM

Meski jumlah kecelakaan turun, data operasi menunjukkan rendahnya kepemilikan SIM di kalangan pengendara. Sebanyak 10 dari 13 korban kecelakaan tidak memiliki SIM. Di pihak penyebab kecelakaan, 4 dari 9 pengendara juga tidak mengantongi SIM.

Korban dari kalangan pelajar dan mahasiswa bertambah dari 3 orang menjadi 5 orang. Dua korban di antaranya masih berusia 10–14 tahun.

Sepeda motor masih mendominasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Sebanyak 7 dari 9 kecelakaan dipicu pengendara yang mendahului, berbelok, atau berpindah jalur tanpa memperhatikan kendaraan lain. Semua kecelakaan terjadi di jalan kota, sebagian besar di kawasan permukiman. Waktu paling rawan adalah petang hingga malam, pukul 18.00–21.00, dengan tiga kejadian.

“Kami mengimbau orangtua untuk tidak mengizinkan anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM mengendarai sepeda motor. Data kami menunjukkan sebagian besar korban kecelakaan tidak memiliki SIM, dan ada korban yang masih anak-anak,” kata Septia.

Ia juga meminta pengendara lebih berhati-hati saat mendahului, berbelok, atau berpindah jalur, terutama di jalan permukiman pada petang hingga malam hari. “Keselamatan di jalan bukan hanya saat ada operasi. Kami berharap kesadaran tertib berlalu lintas ini terus terjaga,” ujarnya.

Meski Operasi Patuh Semeru 2026 telah berakhir, Satlantas Polres Kediri Kota akan melanjutkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan. Penindakan melalui kamera ETLE juga tetap berjalan setiap hari. (res/aro)

Continue Reading

kriminal

Patroli Malam di Dua Persimpangan Kota Kediri, Polisi Antisipasi Balap Liar dan Pencurian

Published

on

Kediriselaludihati – Polsek Pesantren menempatkan 11 petugas di Simpang Empat Baptis dan Simpang Empat Bence, Kota Kediri, Jumat (6/11/2026) malam, untuk mencegah balap liar. Patroli Blue Light yang dimulai pukul 23.30 WIB itu juga ditujukan untuk mencegah pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Enam petugas berjaga di Simpang Empat Baptis, Jalan Brigjen Imam Bachri, Kelurahan Bangsal. Ajun Komisaris Polisi Katerina Asa Metan bertugas sebagai perwira pengendali. Ia bertugas bersama Ajun Komisaris Polisi D. Nurhidayat dan empat anggota Polsek Pesantren lainnya.

Lima petugas lainnya menempati Simpang Empat Bence di Jalan Kapten Tendean. Mereka adalah Ajun Inspektur Polisi Satu Agus Setiyana serta empat ajun inspektur polisi dua, yakni Djaka Wira, Karji, Marianto, dan Pristiwa H.

Sebelum patroli malam itu, Kepala Kepolisian Sektor Pesantren Komisaris Polisi H. Siswandi, S.H., telah menyampaikan imbauan terkait balap liar kepada warga. Saat menemui jemaah Masjid Al Muslim di Lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo, Jumat siang, ia meminta orang tua mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat balap liar, tawuran, maupun penyalahgunaan narkoba.

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Siswandi juga mengajak warga mengaktifkan kembali ronda untuk mencegah pencurian di lingkungan tempat tinggal. Ia mengingatkan jemaah bahwa warga dapat menghubungi polisi ketika mengetahui adanya gangguan keamanan.

“Segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Call Center 110 apabila ada gangguan kamtibmas di lingkungannya,” kata Kompol Siswandi kepada jemaah Masjid Al Muslim. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Jumat Gaul di Kediri Kota, Polisi Gunakan Alat Uji Kebisingan untuk Periksa Knalpot

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota mencatat 12 penindakan dalam kegiatan Jumat Gaul di Simpang Tiga Kodim Selatan, Jumat (6/11/2026) malam.

Dari empat sepeda motor yang tercatat sebagai barang bukti, dua di antaranya menggunakan knalpot brong. Petugas juga mencatat tujuh surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan satu surat izin mengemudi (SIM).

Penindakan yang dimulai pukul 23.30 WIB itu merupakan bagian dari Operasi Patuh Semeru 2026. Di persimpangan tersebut, petugas menyasar pengendara yang tidak memakai helm, menerobos lampu merah, atau menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi pabrik.

Khusus untuk pemeriksaan knalpot, petugas menggunakan alat uji kebisingan untuk mengukur tingkat suara dalam satuan desibel. Kegiatan malam itu berada di bawah kendali Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan bersama Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Satlantas Polres Kediri Kota.

Penindakan di Simpang Tiga Kodim Selatan berlangsung pada hari ke-12 Operasi Patuh Semeru 2026. Operasi selama 14 hari tersebut dimulai pada 26 Oktober dan dijadwalkan berakhir pada 8 November 2026. Tujuannya ialah menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., sebelumnya mengingatkan pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan setelah operasi berakhir. “Kepatuhan harus menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika ada operasi kepolisian,” ujar AKP Septia.

Secara keseluruhan, Operasi Patuh Semeru di wilayah Polres Kediri Kota menetapkan sembilan sasaran prioritas. Lima di antaranya adalah melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, melampaui batas kecepatan, mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, serta membawa lebih dari satu penumpang dengan sepeda motor.

Empat sasaran lainnya ialah penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai standar teknis, pengendara di bawah umur, pengemudi yang tidak memakai sabuk keselamatan, serta pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI). (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page