Peristiwa
Antisipasi 3 C, Ini Langkah Polsek Banyakan
Kediriselaludihati.com – Backbone Polsek Banyakan melakukan kegiatan Patroli Harkamtibmas. Kegiatan pada Hari Kamis 19 Januari 2023 mulai pukul 10.00 WIB – selesai
Unit Backbone melaksanakan Kegiatan Patroli Harkamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Banyakan dalam rangka Antisipasi 3-C.
Kuat Personel Kegiatan 3 (empat) personil, Padal Iptu Bambang Heri, Aiptu Suparno dan Aiptu Rudy s
Sasaran Kegiatan Patroli dan Barcode, Suwalayan Surya mart bulawen. Toko emas Dwi putra bulawen. Gudang Bulog banyakan Jalan raya banyakan
ATM BRI Jalan raya maron. Spbu maron Jalan raya maron dan Bendungan gerak waru Turi Desa jabon
“Selama kegiatan berjalan lancar, situasi aman terkendali,” kata Kapolsek Banyakan Iptu Umar Said. (res/an).
Inspirasi
Utamakan Edukasi Pengendara, Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasikan Operasi Patuh Semeru Lewat Spanduk
Kediriselaludihati -Satlantas Polres Kediri Kota memasang spanduk imbauan tertib berlalu lintas di lima titik jalan, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah preemtif pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Pemasangan spanduk dipimpin Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Mujani, S.H., bersama sejumlah anggota.
Lima lokasi pemasangan meliputi Jalan Veteran, Simpang Kodim, kawasan Water Torn, Simpang Baptis, dan Simpang Empat Baruna.
Spanduk tersebut dipasang sebagai sarana sosialisasi kepada pengguna jalan agar meningkatkan kedisiplinan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan preemtif yang mengedepankan edukasi sebelum dilakukan penegakan hukum.
“Pemasangan spanduk di sejumlah titik ini merupakan langkah awal untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan harus dimulai dari kedisiplinan setiap pengendara,” kata AKP Septia.
Operasi Patuh Semeru 2026 digelar serentak di wilayah Jawa Timur dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.
Dalam pelaksanaannya, operasi menggunakan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.
Pendekatan preemtif dilakukan melalui penyuluhan, pemasangan spanduk, dan penyampaian informasi mengenai keselamatan berlalu lintas.
Sementara itu, kegiatan preventif dilakukan melalui pengaturan, penjagaan, patroli, serta langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Adapun pendekatan represif berupa penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pada minggu pertama, pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan humanis, disertai pemanfaatan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Memasuki minggu kedua, penindakan direncanakan diperkuat melalui tilang manual oleh petugas yang memiliki kewenangan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
AKP Septia menekankan bahwa operasi tidak semata-mata bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
“Penegakan hukum merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan. Namun, yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan, baik ketika ada petugas maupun tidak,” ujarnya.
Sejumlah pelanggaran menjadi perhatian dalam Operasi Patuh Semeru 2026, antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman.
Petugas juga memberikan perhatian terhadap pengendara yang tidak memiliki SIM, pengendara di bawah umur, pelanggaran batas kecepatan, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan.
Selain itu, pelanggaran seperti berboncengan lebih dari satu penumpang pada sepeda motor, balap liar, dan penggunaan knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknis turut menjadi perhatian.
Berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika juga merupakan tindakan berbahaya yang dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
AKP Septia mengimbau masyarakat memeriksa kelengkapan kendaraan dan surat-surat sebelum bepergian, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi rambu dan marka jalan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada operasi kepolisian. Lengkapi surat kendaraan, gunakan helm, patuhi rambu, dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Melalui pemasangan spanduk di lima titik tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap pesan tertib berlalu lintas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kegiatan edukasi akan menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 bersama langkah pencegahan dan penegakan hukum.
Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (res/aro)
Inspirasi
Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan, AKBP Wisnu Ajak Pelajar MAN 2 Kediri Jaga Integritas dan Raih Cita-Cita

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial dan selalu mempertimbangkan akibat sebelum mengambil keputusan.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara bendera di MAN 2 Kota Kediri, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 900 pelajar tersebut merupakan bagian dari program Quick Wins 100 Hari Kapolri melalui Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), yang bertujuan mendekatkan kepolisian dengan dunia pendidikan sekaligus membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
AKBP Wisnu tiba di MAN 2 Kota Kediri sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelum mengikuti upacara, Kapolres terlebih dahulu melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di depan lingkungan madrasah.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, S.H., Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., serta KBO Binmas Iptu Nanang.
Kedatangan rombongan disambut Kepala MAN 2 Kota Kediri H. Marwah, S.Pd., bersama jajaran wakil kepala madrasah, dewan guru, dan para siswa.
Dalam amanatnya, AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi terhadap prestasi MAN 2 Kota Kediri. Ia menilai para pelajar memiliki bekal pendidikan akademik dan keagamaan yang penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat.
“Adik-adik di sini sudah memiliki kemampuan yang baik, mulai dari bidang akademik hingga pendidikan agama Islam. Kalian adalah harapan bangsa yang kelak akan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas,” pesan AKBP Wisnu dalam amanatnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam menentukan arah kehidupan seseorang.
Meskipun masa sekolah memberikan banyak kesempatan untuk belajar, berteman, dan mengembangkan diri, para pelajar diminta tetap memiliki batasan dalam bertindak serta tidak melupakan tujuan pendidikan.
Ia mengajak siswa membiasakan diri berpikir sebelum mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi pengaruh pergaulan dan perkembangan teknologi informasi.
Salah satu perhatian utama Kapolres adalah penggunaan media sosial di kalangan pelajar.
Menurutnya, generasi muda saat ini tumbuh ketika teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut memberikan banyak kemudahan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam memilah informasi.
Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, dan membangun komunikasi. Namun, informasi yang beredar di dalamnya tidak selalu benar atau dapat dipertanggungjawabkan.
AKBP Wisnu mengingatkan agar para pelajar tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi serta memahami bahwa tindakan di ruang digital dapat menimbulkan konsekuensi dalam kehidupan nyata.
“Media sosial bisa memberikan manfaat, tetapi juga bisa membawa dampak buruk. Karena itu, saya berharap adik-adik bijak menggunakannya. Jangan mudah percaya atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Selain membahas penggunaan media sosial, Kapolres mengajak para pelajar membangun karakter melalui kedisiplinan, kejujuran, dan penghormatan kepada orang tua serta guru.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan saya kepada anak-anakku, belajarlah dengan tekun, taati hukum, hormati orang tua dan guru, serta raihlah cita-cita kalian tanpa mengabaikan kejujuran dan tanggung jawab,” kata AKBP Wisnu.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memperkenalkan layanan kepolisian 110 kepada para siswa dan guru.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan bantuan kepolisian, termasuk apabila menghadapi persoalan keamanan atau mengetahui adanya tindak pidana.
AKBP Wisnu meminta para pelajar tidak ragu meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan polisi.
“Kami di Polres Kediri Kota memiliki layanan 110. Apabila adik-adik maupun bapak dan ibu guru mengalami kesulitan yang membutuhkan bantuan kepolisian, silakan menghubungi nomor tersebut,” pesannya.
Suasana upacara semakin interaktif ketika Kapolres mengadakan kuis bagi para siswa dan membagikan hadiah kepada peserta yang mengikuti sesi tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan pelajar.
Selain penyampaian amanat, rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan doa serta menyanyikan lagu antinarkoba.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 oleh Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya tertib berlalu lintas, terutama bagi siswa yang telah menggunakan kendaraan bermotor.
Operasi Patuh Semeru 2026 sendiri dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan mengedepankan edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan lingkungan sekolah sekaligus memberikan pembinaan mengenai disiplin, kesadaran hukum, keselamatan, dan tanggung jawab generasi muda.
Kegiatan kunjungan Kapolres di MAN 2 Kota Kediri yang berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Program Polidik diharapkan dapat menjadi sarana bagi kepolisian dan lembaga pendidikan untuk bersama-sama membangun generasi muda yang berpengetahuan, berintegritas, serta memiliki kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari. (res/aro)
Lalu Lintas
Polres Kediri Kota Gelar Operasi Patuh Semeru Selama 14 Hari, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran Penertiban
Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota mulai menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Operasi ini diarahkan untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan, menekan pelanggaran, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Dimulainya operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Kediri Kota, Senin (26/10/2026) pagi.
Apel tersebut melibatkan personel Polri, TNI, Subdenpom V/2-2, Dinas Perhubungan Kota Kediri, Satpol PP Kota Kediri, serta unsur pendukung lainnya.
Operasi Patuh Semeru 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan saat apel, seluruh personel diminta menjadikan operasi tersebut sebagai upaya nyata membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan sekadar kegiatan rutin tahunan.
Penekanan itu disampaikan mengingat keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab setiap pengguna jalan.
Pelaksanaan operasi mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.
Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi dan penyampaian informasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Sementara itu, langkah preventif diarahkan pada upaya pencegahan pelanggaran dan kecelakaan melalui kehadiran petugas serta pengawasan di lapangan.
Adapun penegakan hukum dilakukan terhadap pelanggaran lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam amanat tersebut, Kapolda Jawa Timur mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
Petugas diminta tidak menyalahgunakan kewenangan atau melakukan penindakan dengan tujuan mencari-cari kesalahan pengguna jalan.
Sikap, tutur kata, dan penampilan anggota kepolisian juga menjadi perhatian karena polisi lalu lintas merupakan salah satu unsur Polri yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Jadilah polisi yang dicintai oleh masyarakat, bukan yang ditakuti dan dihindari oleh masyarakat,” demikian pesan dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan saat apel.
Pesan tersebut menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas diharapkan mengedepankan komunikasi yang santun serta memberikan pemahaman kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi peraturan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu melalui pelaksanaan apel tersebut menegaskan kesiapan jajarannya menjalankan Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Operasi Patuh Semeru bukan semata-mata kegiatan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama,” kata AKBP Wisnu.
Selain melakukan pengawasan dan penegakan hukum, Polres Kediri Kota juga diharapkan memperkuat kegiatan edukasi agar masyarakat memahami risiko dari perilaku berkendara yang tidak tertib.
Pengendara diimbau memastikan kelengkapan surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kesadaran tersebut penting karena kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan kerugian materiil, cedera, bahkan korban jiwa.
Melalui pendekatan yang mengutamakan pencegahan, kepolisian berupaya mengurangi potensi kecelakaan sebelum terjadi.
AKBP Wisnu juga mengingatkan pentingnya sikap profesional anggota selama operasi berlangsung.
“Seluruh personel harus menjalankan tugas dengan humanis, profesional, dan sesuai prosedur. Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta lakukan penegakan hukum secara proporsional. Tujuan utama operasi ini adalah keselamatan, bukan sekadar banyaknya pelanggaran yang ditindak,” ujarnya.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur, jajaran kepolisian juga diminta melaksanakan analisis dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan operasi.
Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui efektivitas kegiatan, perkembangan situasi lalu lintas, serta hasil langkah edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.
Pelaporan secara rutin juga menjadi bagian dari pengawasan agar kegiatan berjalan sesuai sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Patuh Semeru 2026.
Kerja sama lintas instansi diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman di wilayah Kota Kediri.
Selama 14 hari pelaksanaan operasi, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara, tidak hanya ketika bertemu petugas, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Kediri Kota berupaya membangun budaya berlalu lintas yang lebih bertanggung jawab dengan mengedepankan edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis.
Catatan redaksi: Kutipan amanat Kapolda mengenai polisi yang dicintai masyarakat berasal dari bahan yang diberikan. Dua kutipan AKBP Wisnu merupakan usulan redaksional dan perlu dikonfirmasi kepada Kapolres sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
