Connect with us

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Mojoroto Imbau Anggota Piket KPU Kota Kediri Jaga Keamanan dan Ketertiban

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Mojoroto Kec. Mojoroto.
Aiptu Andri Jatmiko melaksanakan patroli sambang.

BKTM Mojoroto datang ke Kantor KPU Kel Mojoroto Kota Kediri, pada Hari Selasa 28 Nopember 2023 pukul 12.00 WIB. s/d selesai.

Bhabinkamtibmas sambang anggota piket KPU dan koordinasi dengan anggota KPU terkait kegiatan menjelang kampanye pilpres 2024 dan menghimbau ikut tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan masih berlangsung situasi aman lancar terkendali,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Antisipasi Kepadatan dan Gangguan di Jalan, Patwal Satlantas Polres Kediri Kota Perkuat Pengawasan Dua Persimpangan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menempatkan personel Blue Light dan Tim Urai di sejumlah titik, pada Minggu (13/9/2026) malam. Pengawasan difokuskan di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng untuk memantau pergerakan kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan di jalan.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan melibatkan anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota di bawah pengendalian Kanit Turjawali.

Dua persimpangan tersebut menjadi titik pemantauan personel. Menggunakan kendaraan roda empat kepolisian dengan lampu rotator biru, petugas melakukan pengawasan terhadap perkembangan arus kendaraan dan bersiap melakukan penguraian apabila terjadi peningkatan kepadatan.

Pola Blue Light mengedepankan kehadiran polisi secara terbuka di jalan. Lampu biru pada kendaraan patroli menjadi penanda keberadaan petugas sekaligus bagian dari langkah preventif terhadap potensi pelanggaran maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara keberadaan Tim Urai diarahkan untuk merespons dinamika arus kendaraan. Ketika terjadi penumpukan pada titik tertentu, personel dapat melakukan pengaturan agar antrean tidak berkembang dan memengaruhi ruas lainnya.

Pengawasan pada Minggu malam memiliki karakter tersendiri. Pergerakan masyarakat setelah menjalani aktivitas akhir pekan dapat bertemu dengan arus kendaraan reguler, terutama pada persimpangan yang menghubungkan sejumlah ruas jalan.

Karena itu, pemantauan tidak hanya berorientasi pada kepadatan. Satlantas juga menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai bagian dari perhatian selama kegiatan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali terus mendorong pola pengawasan yang bersifat preventif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah persoalan lalu lintas sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Namun upaya menjaga jalan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas. Disiplin pengendara tetap menjadi faktor utama, mulai mematuhi rambu dan lampu lalu lintas, menjaga kecepatan hingga tidak melakukan manuver yang membahayakan pengguna jalan lain.

Blue Light dan Tim Urai pada akhirnya menjalankan dua fungsi yang saling melengkapi: polisi hadir untuk mencegah dan mengawasi, sekaligus siap bergerak ketika arus kendaraan membutuhkan penanganan.

Bagi pengguna jalan, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat kendaraan terus bergerak, melainkan memastikan mobilitas pada malam hari dapat berlangsung dengan lebih tertib dan mengurangi risiko bagi siapa pun yang berbagi ruang di jalan raya. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

AKBP Wisnu dan Bhayangkari Kunjungi Dua Anggota Polres Kediri Kota, “Jangan Kehilangan Semangat”

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota melakukan anjangsana kepada dua anggota Polres Kediri Kota yang tengah menjalani pengobatan karena sakit menahun, Senin (14/9/2026).

Dua anggota yang dikunjungi adalah Aipda Hendri Santoso di kediamannya di kawasan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, serta Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Anjangsana dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasi Propam Iptu Bambang Heri Muljono, S.H., Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., Kasi Dokkes Ipda Habib serta perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo Aiptu Arifin dan Bhabinkamtibmas Desa Jabon Aipda Gaguk juga mendampingi kegiatan tersebut.
Rumah Aipda Hendri Santoso menjadi tujuan pertama rombongan. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi kunjungan formal antara pimpinan dengan anggota. AKBP Wisnu secara langsung menanyakan kondisi kesehatan serta perkembangan penanganan medis yang tengah dijalani Aipda Hendri.

Kapolres mengingatkan agar setiap tahapan pengobatan dijalani dengan mengikuti anjuran dokter. Di tengah proses yang tidak selalu singkat, ia juga meminta anggotanya mempertahankan semangat dan optimisme.

AKBP Wisnu berharap Aipda Hendri mendapatkan kesembuhan sehingga pada waktunya dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama rekan-rekannya di Polres Kediri Kota.

“Selalu semangat dan optimistis dalam menjalani ujian yang diberikan,” pesan AKBP Wisnu.

Dukungan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata oleh Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan meninggalkan kediaman Aipda Hendri dan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Banyakan.

Lima belas menit kemudian, sekitar pukul 10.45 WIB, rombongan tiba di kediaman Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan.

Pesan yang dibawa tetap sama: anggota yang sedang menjalani pengobatan tidak menghadapi proses tersebut sendirian.

Di hadapan Aiptu Diah Soraya dan keluarga, AKBP Wisnu kembali memberikan motivasi agar tetap berpikir positif serta tidak kehilangan harapan selama menjalani pengobatan.

“Jangan kehilangan semangat. Kami semua mendoakan agar segera diberikan kesembuhan,” kata AKBP Wisnu.

Ia juga mendoakan agar Aiptu Diah diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melewati kondisi yang tengah dihadapi.

“Semoga Allah tetap memberikan kekuatan dan kesabaran untuk melewati cobaan kondisi seperti ini. Mudah-mudahan Allah lekas memberikan kesembuhan dan dapat segera bergabung bersama rekan-rekan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut kembali ditutup dengan pemberian cenderamata dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Sekitar pukul 11.30 WIB, rangkaian anjangsana berakhir.

Kunjungan kepada anggota yang sedang sakit memiliki dimensi berbeda dibandingkan aktivitas kepolisian yang sehari-hari lebih banyak terlihat masyarakat melalui patroli, pengaturan lalu lintas, pelayanan maupun penegakan hukum.

Di balik organisasi kepolisian terdapat hubungan antarpersonel yang juga membutuhkan perhatian ketika salah seorang anggotanya menghadapi kondisi kesehatan dalam waktu panjang.

Dukungan psikologis dari lingkungan kerja dan keluarga menjadi bagian penting dalam menemani seseorang menjalani proses pengobatan. Karena itu, kehadiran pimpinan, rekan kerja dan Bhayangkari melalui anjangsana menjadi bentuk perhatian kepada anggota sekaligus keluarganya.

Keterlibatan unsur Dokkes dalam rombongan juga memperkuat perhatian terhadap aspek kesehatan, sementara Bag SDM dan jajaran lainnya hadir sebagai bagian dari dukungan institusi kepada personel.

Bagi AKBP Wisnu, pesan yang disampaikan di dua rumah tersebut sederhana tetapi penting: tetap mengikuti penanganan medis, menjaga optimisme dan tidak merasa sendiri ketika harus melewati masa pengobatan.

Anjangsana itu pada akhirnya bukan semata tentang cenderamata yang dibawa. Kehadiran dan dukungan menjadi pesan bahwa ikatan dalam sebuah institusi tetap diperlukan ketika seorang anggota untuk sementara harus berada jauh dari rutinitas tugasnya.

Harapannya pun sama ketika rombongan meninggalkan rumah kedua anggota tersebut: proses pengobatan dapat berjalan baik dan keduanya kelak kembali berada di tengah keluarga serta rekan-rekannya. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Satlantas Kediri Kota Masuk Sekolah, Cegah “Jumat Gaul” dan Bekali Pelajar Melawan Hoaks Berbasis AI

Published

on

Kediriselaludihati – Tantangan keselamatan generasi muda kini tidak hanya berada di jalan raya. Telepon pintar yang setiap hari berada di tangan pelajar juga membuka ruang risiko baru: informasi palsu, manipulasi foto dan video, hingga konten berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan.

Dua persoalan itulah yang dibawa Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota ke SMK PGRI 2 Kota Kediri, Jalan KH Abdul Karim, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Senin (14/9/2026).

Mulai pukul 08.30 WIB, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai larangan aktivitas yang dikenal sebagai “Jumat Gaul”, disiplin berlalu lintas, serta pentingnya menghentikan penyebaran hoaks di tengah perkembangan teknologi AI.

Masuknya dua isu tersebut dalam satu ruang edukasi memperlihatkan perluasan persoalan keselamatan yang dihadapi remaja. Mereka perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan yang benar ketika berada di atas kendaraan, sekaligus bersikap kritis ketika menerima informasi melalui layar telepon genggam.

“Jumat Gaul” dan Risiko di Jalan Raya

Istilah “Jumat Gaul” bukan persoalan baru dalam pengawasan lalu lintas di Kota Kediri. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, Polres Kediri Kota menggunakan istilah tersebut untuk menyebut aktivitas Jumat malam yang berpotensi berkembang menjadi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga aktivitas kendaraan yang mengganggu ketertiban.

Pada Mei 2026, misalnya, Polres Kediri Kota menggelar patroli “Jumat Gaul” dengan sasaran balap liar dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Kodim Selatan dan Watertorn.

Pengawasan kembali dilakukan pada Juli 2026 melalui kegiatan Cipta Kondisi dan Sapa Malam. Polisi menempatkan personel di Simpang Tiga Kodim Selatan, Simpang Tiga Watertorn, Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng untuk mencegah balap liar serta aktivitas “Jumat Gaul”.

Karena itu, pendekatan kepada pelajar menjadi penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kerumunan kendaraan sudah terbentuk di jalan pada tengah malam. Edukasi perlu dilakukan lebih awal, terutama kepada kelompok usia muda yang mulai memiliki mobilitas tinggi dengan sepeda motor.

Pesan yang disampaikan Satlantas di SMK PGRI 2 pun kembali pada prinsip mendasar keselamatan jalan: mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

Slogan “Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan” dengan demikian bukan sekadar kalimat kampanye. Pesan itu menempatkan keselamatan sebagai keputusan pribadi yang harus muncul sebelum seseorang menghidupkan mesin dan memasuki jalan raya.

Ancaman Berpindah dari Jalan ke Layar

Namun sosialisasi kali ini memiliki dimensi lain yang menarik. Satlantas tidak berhenti berbicara mengenai helm, rambu, kendaraan ataupun balap liar.

Para pelajar juga diajak memahami persoalan hoaks di era AI.

Perkembangan generative AI membuat manipulasi informasi memasuki tahap baru. Foto dapat direkayasa semakin realistis, suara seseorang dapat ditiru, sementara video deepfake dapat dibuat seolah-olah memperlihatkan seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juni 2026 bahkan mengingatkan bahwa AI telah membuat konten palsu semakin sulit dibedakan dari kenyataan. Teknologi deepfake dapat meniru wajah maupun suara dan kemudian menggunakannya dalam video manipulatif.

Persoalannya menjadi lebih serius karena pelajar merupakan kelompok yang sangat dekat dengan media sosial dan arus informasi digital.

Komdigi pada Agustus 2026 menekankan bahwa pelajar seharusnya tidak hanya menjadi pengguna ruang digital, tetapi ikut membentuk ruang digital yang aman dan bertanggung jawab. Salah satu prinsip sederhananya adalah memeriksa informasi sebelum membagikannya.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan AI tidak otomatis membuat seseorang memiliki literasi AI.

Pelajar juga perlu memahami batas etika, mengetahui kemungkinan kesalahan keluaran AI, mampu mengenali manipulasi, memeriksa sumber asli serta tidak menjadikan jawaban mesin sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai sebuah informasi.

AI Bukan Musuh, Hoaks yang Harus Dilawan

Edukasi mengenai hoaks berbasis AI juga perlu ditempatkan secara proporsional. AI sendiri bukan teknologi yang harus ditakuti atau dijauhi.

Teknologi tersebut dapat membantu pembelajaran, kreativitas dan produktivitas. Yang menjadi persoalan adalah ketika AI digunakan untuk memanipulasi informasi, menciptakan deepfake, melakukan penipuan atau ketika hasil yang belum terverifikasi langsung disebarluaskan sebagai fakta.

Kepolisian di sejumlah daerah juga mulai memasukkan pemahaman AI dalam edukasi kepada pelajar. Polresta Yogyakarta, misalnya, memberikan pemahaman mengenai manfaat AI untuk pembelajaran sekaligus risikonya, termasuk deepfake, hoaks dan persoalan etika.

Di Jawa Timur, Polres Bojonegoro pada Agustus 2026 memberikan edukasi AI kepada sekitar 200 pelajar. Polresta Banyuwangi juga membekali 300 pelajar MAN 1 Banyuwangi dengan materi antara lain Fighting Hoax with AI, pengenalan AI, penggunaan AI secara etis dan dasar penyusunan prompt.

Satlantas Polres Kediri Kota sendiri sebelumnya telah membawa isu literasi digital kepada masyarakat. Pada Agustus 2026, Unit Kamsel memberikan edukasi pencegahan hoaks kepada pemohon SIM, termasuk pentingnya memeriksa sumber informasi serta keaslian foto dan video sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Kegiatan di SMK PGRI 2 Kediri dengan demikian mempertemukan dua bentuk literasi yang semakin dibutuhkan generasi muda: literasi keselamatan jalan dan literasi digital.

Keduanya memiliki prinsip yang sebenarnya hampir sama.Di jalan raya, seseorang tidak boleh bertindak gegabah karena satu keputusan dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Di ruang digital, seseorang juga tidak seharusnya menekan tombol “bagikan” secara gegabah karena informasi palsu dapat menyebar kepada ratusan bahkan ribuan orang dalam waktu singkat.

Di jalan, pelajar harus membaca rambu sebelum bergerak. Di dunia digital, mereka perlu “membaca rambu” informasi sebelum mempercayainya.

Kemampuan berpikir kritis menjadi benteng penting. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut kemampuan memilah, menganalisis dan memverifikasi informasi sebagai keterampilan penting ketika anak berhadapan dengan hoaks dan konten buatan AI.

Karena itu, langkah sederhana dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari: jangan langsung percaya pada potongan video, periksa siapa sumber pertama informasi, lihat konteks waktu dan tempat, bandingkan dengan sumber resmi atau media kredibel, serta tahan keinginan membagikan informasi ketika kebenarannya belum diketahui.

Komdigi juga mengingatkan bahwa bahkan foto atau video asli dapat menghasilkan informasi menyesatkan ketika merupakan dokumentasi lama yang disebarkan kembali tanpa konteks waktu dan lokasi yang benar.

Edukasi di SMK PGRI 2 Kota Kediri akhirnya membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar larangan.

Generasi muda hidup dalam dua ruang sekaligus: jalan raya yang menuntut disiplin dan ruang digital yang menuntut daya kritis. Kecerobohan pada keduanya sama-sama dapat membawa konsekuensi.

Karena itu, mencegah “Jumat Gaul” dan menghentikan hoaks berbasis AI memiliki satu benang merah: membangun kemampuan anak muda untuk berpikir sebelum bertindak.

Di jalan raya, mereka perlu memastikan tindakannya tidak mempertaruhkan keselamatan. Di ruang digital, mereka perlu memastikan informasi yang dibagikan tidak mempertaruhkan kebenaran dan merugikan orang lain.

Menjadi pelopor keselamatan hari ini, dengan demikian, bukan hanya soal bagaimana seseorang berkendara. Bagi generasi yang tumbuh bersama AI, keselamatan juga berarti mampu menjaga dirinya dan orang lain dari bahaya yang melaju sama cepatnya di ruang digital. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page