Connect with us

Peristiwa

Cegah Covid-19, Polsek Pesantren Operasi Yustisi ke Pasar Tradisional

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren kembali melaksanakan Operasi Yustisi Pamor Keris. Kegiatan ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Operasi Yustisi diadakan pada Hari Rabu 10 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB – selesai. Tempat di Wilayah Hukum Polres Kediri Kota, Kecamatan Pesantren.

Operasi berdasarkan INMENDAGRI NOMOR 18 tahun 2022, tentang Pelaksanaan PPKM. Level Level 1. PERDA PROV JATIM NOMOR 2 tahun 2020.

Kemudian PERWALIKOTA KEDIRI NOMOR 32 tahun 2020. KEPUTUSAN WALIKOTA KEDIRI
No : 188.45/ 60 /419.033/2022 tentang Perpanjngan PPKM (PEMBATASAN PELAKSANAAN KEGIATAN MASYARAKAT)

Kegiatan Operasi Yustisi dilaksanakan secara Stasioner maupun mobile, untuk Polsek Pesantren. Tempat giat operasi yustisi Pasar Tradisional Pesantren di Kel. / Kecamatan Pesantren.

Dalam operasi ini, petugas membagikan 10 masker gratis. “Selama kegiatan pelaksanaan Operasi Yustisi berlangsung berjalan dengan lancar dan aman,” kata KAPOLSEK PESANTREN KOMPOL SUGIANTO. S.Sos. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Kapolsek Beri Kejutan dalam HUT TNI Ke-77 kepada Koramil Semen

Published

on

Kediriselaludihati.com – Tasyakuran memperingati HUT TNI ke 77 di Koramil Semen. Kegiatan pada hari Rabu tgl 05 Oktober 2022 pukul 09.30 WIB.

Kegiatan bertempat di Kantor Koramil Semen telah berlangsung kegiatan Tasyakuran Hari Jadi TNI ke 77.

Yang hadir dalam giat tersebut AKP Siswandi S.H Kapolsek Semen. Kapten Inf.Arif nurwahyudi Danramil Semen. Sukemi Camat Semen. Para Kanit Polsek semen. Anggota Koramil Semen dan Anggota Polsek Semen

Rangkaian kegiatan diawali Pembukaan. Sambutan sambutan. Kapolsek semen AKP Siswandi SH.

“Puji syukur kita Bisa hadir dalam rangka HUT TNI Ke 77. TNI Adalah Kita. Kami Forkompimcam akan selalu hadir sebagai wujud harkamtibmas tugas kita agar wilayah tercipta dalam keadaan kondusif,” katanya.

“Pergerakan waktu ditahun 2024 adalah pesta demokrasi semoga harkamtibmas selama ini aman kondusif dan semoga bisa menjalankan tugas sesuai harapan. Dan kami mengucapkan HUT TNI ke 77 semoga TNI tetap dicintai masyarakat dan TNI adalah kita,” tambahnya.

Sambutan Danramil semen Kapten Inf Arief Nurwahyudi.

“Puji syukur kita bisa hadir dalam kegiatan ini dan acara ini adalah dadakan surprise dan terimakasih atas perhatiannya dan ini wujud solidaritas tiga pilar selalu terjaga di setiap wilayah. Ucapan terima kasih kepada muspika semen yang telah meluangkan waktu khusus berupa ucapan dan membuat hubungan kita semakin kuat erat sehingga dikalangan dapat tercipta bersama,” katanya.

“Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyediaan tempat dan acara ini sesuai instruksi dilaksanakan dalam keadaan sederhana saja dan kegiatan ini akan menjadi perhatian khusus dan dalam hut ini kita bersama sama melaksanakan tugas di wilayah. Dengan kegiatan ini kita merasa hubungan kita lebih terjalin erat dengan muspika ini. Sinergi para Babinsa dan Bhabinkamtibmas tetap terjalin di lapangan,” katanya.

Lalu diteruskan Doa. Potong tumpeng. “Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib,” kata Kapolsek Semen AKP Siswandi. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

HUT Ke-77 TNI, Polsek Kediri Kota Beri Kejutan kepada Danramil

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kegiatan sinergitas TNI-POLRI dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-77. Kegiatan pada Hari Rabu 5 Oktober 2022 Jam 10.00 Wib s.d selesai.

Lokasinya di Mako Koramil Kota Kediri. Hadir, Kapolsek Kediri Kota Akp Mustakim, SH, Danramil Kota Kediri Kapten inf Sunarjo beserta Staf dan anggota dan Wakapolsek Kediri Kota Akp Irawan Brahmono beserta PJU Polsek dan anggota

Sinergitas TNI- POLRI dengan kegiatan anjangsana sekaligus memberikan ucapan selamat ulang tahun dilanjut ramah tamah. Kegiatan berjalan aman

“Kegiatan berlangsung Tertib, Lancar dan terkendali Aman,” ujar Kapolsek Kediri Kota AKP Mustakim, SH. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Inilah Pendapat Guru Besar Hukum Pidana UI Perihal Tragedi Kanjuruhan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polreskedirikota.com – Guru Besar Hukum Pidana/Pengajar PPS Bidang Sthdi Ilmu Hukum UI Prof. DR. Indriyanto Seno Adji. SH, MA  menyampaikan pendapat pendapatnya soal insiden di Stadion Kanjuruhan. Menurutnya tindakan Polri adalah Preventive Force yang Lawful Bukan Excessive Force.

“Kita semua berduka tentang musibah Kematian sekitar 130 menjadi tragedi nasional dibidang olah raga, betapa tidak, karena musibah ini baru sekali terjadi pada olahraga Indonesia dan musibah kematian no 2 didunia pada olahraga sepakbola,” kata Prof. DR. Indriyanto Seno Adji. SH, MA.

Mengapa Polri dituding bertanggungjawab atas musibah ini? . Mengenai musibah ini  dari sisi Hukum Pidana belum memberikan argumentasi yang utuh,  jelas dan tegas antara makna.

 “Excessive Force” dengan  kondisi darurat chaos dilapangan penyelenggaraan sepak bola ini yg dikategorikan sebagai abnormaal tijden  (kondisi darurat), bahkan kalau dikaitkan dengan suasana chaos.

Dengan kategori kondisi force majeur, sehingga penggunaan gas air mata yang dilakukan oleh Penegak Hukum Polri yang dianggap sebagai pemicu tragedi Kanjuruhan, bahkan penggunaan gas air mata dianggap melanggar aturan internal FIFA.

“Ada polemik mengenai legitimasi dan levelitas  antara regulasi FIFA dan Hukum Nasional mengenai dampak picuan penggunaan gas air mata.Kedua aturan ini, FIFA dan Hukum Nasional memiliki relasi dan integritas yg saling mengisi, namun haruslah dipahami bahwa “the sovereignty of national law is the supreme law”.  Haruslah diakui bahwa Kedaulatan Hukum Nasional harus diapresiasi sebagai hukum tertinggi.  Bahkan Hukum secara universal mengakui bahwa dalam kondisi darurat chaos kebutuhan tindakan preventive force adalah lawful dan legitimatif untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap kondisi dan lingkungan yang membahayakan saat itu,” tambahnya.

Ditambahkan, Keadaan darurat chaos menggunakan senjata gas air mata, yang justru harus dilakukan karena adanya picuan serangan atau ancaman yang variatif, yaitu serangan seketika itu yang melawan hukum terhadap petugas penegak hukum Polri dan para pemain/official Persebaya.

Kericuhan diantara para supporter (pembakaran kendaraan Polri dan pribadi) yang karenanya tindakan preventive force yang proporsionalitas dan subsidaritas adalah  tindakan yang justru dibenarkan secara hukum (Lawfull) .

“Salah satu penyebab musibah kematian diperkirakan karena masih terkuncinya beberapa pintu gerbang utama keluar stadion tersebut,  karena itu pemeriksaan obyektif  atas musibah ini harus dilakukan secara utuh dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yaitu pemeriksaan sebatas dugaan excessive force penggunaan gas air mata, karena kasus ini memiliki Relatie Causaliteit dengan pendekatan preventive force.  Yaitu polemik tanggung jawab tidak terhadap penggunaan gas air, tetapi kondisi chaos tertutupnya beberapa gerbang keluar yang masih terkunci sehingga terkadi desak-desakan  terjepit dan terinjak sesama penonton tersebut ,” ungkapnya.

Padahal  perlu diketahui bahwa musibah ini sebagai dampak atau akibat chaos dari kegaulaan serangan dan ancaman serangan terlebih dahulu yang dilakukan oleh penonton/suporter terhadap penegak hukum/pemain Persebaya/official . 

Pemeriksaan yang dibuat secara parsial atas dugaan tuduhan kepada Polri bisa menimbulkan kesan adanya Pemahaman sesat kepada publik .

Pola dan karakter chaos pada saat selesaianya sepak bola itu memang sangat kuat diduga  melakukan aksinya secara anarkis dan telah menimbulkan chaos, baik limitatif maupun ekstensif masif, dan apalagi sudah melakukan perlawanan terhadap Polisi sebagai aparatur kekuasaan dibidang keamanan dan ketertiban umum.

“ Polri memiliki kewenangan maupun diskresi (wetmatigheid dan Doelmatigheid) untuk melakukan tindakan hukum dengan berbasis dan bernilai secara proporsionalitas dan subsidiaritas, yang dalam pemahaman implementatif adalah tindakan tegas dan terukur.   Tindakan Polisi masih dalam batas-batas kewenangan yang dimiliki dan sama sekali tidak mengandung perbuatan yang dikategorikan unlawful, baik SOP sebagai Internal Rules maupun Hukum Nasional (Pidana),” tandasnya.

Prof. DR. Indriyanto Seno Adji. SH, MA meneruskan adamya  tindakan pencopotan jabatan Kapolres dan beberapa perwira Brimob adalah terkait tindakan administratif disiplin (disciplinary administrative rules) yang tentunya tidak terkait pelanggaran hukum, tidak terkait adanya excessive force yang unlawful . (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com