Connect with us

Inspirasi

Dari Ajudan Menteri Hingga Menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota

Published

on

Afandy Dwi Takdir adalah sosok perwira polisi muda yang inspiratif, lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 28 Desember 1991. Afandy tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, keberanian dan semangat, yang menjadi dasar kuat dalam kariernya di Kepolisian Republik Indonesia.

Afandy awalnya tidak bercita – cita menjadi polisi, tapi menjadi pedagang sukses seperti orang tuannya yakni Haji Takdir dan ibunya Hajah Harjunah. Warisan jiwa pedagang ini lahir dari dari darah kakeknya Haji Salam, tentara di era kemerdekaan yang juga seorang pedangang dan pejuang.

Lalu mengapa Afandy Dwi Takdir anak kedua dari lima bersaudara ini menjadi polisi dan saat ini apa yang tidak pernah ia bayangkan itu di tahun 2024 membawannya menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kota ?

“Pedagang itu adalah yang turun temurun, dalam keluarga kami pedagang itu bukan pekerjaan. Maka harus mencari pekerjaan yang pasti contoh menjadi polisi. Polisi bisa berdagang tapi pedagang belum tentu bisa menjadi polisi. Saya juga sempat ingin menjadi dokter , karena ibu saya dulu bercita-cita menjadi dokter tapi tidak kesampaian. Eh saya malah mendapat istri dokter,” kata suami dokter Harli Pramitasari Nasution.

Prinsip Hidup dan Keteguhan

Lahir di Bumi Arung Palakka julukan untuk Kota Bone, Afandy Dwi Takdir telah digembleng  banyak hal sedari kecil  . Haji Takdir dan Hajah Harjunah orang tuanya yang memegang semboyan seperti kebanyakan orang Bone, yakni Mali’ siparappe, tallang sipahua yang artinya jika dihanyutkan oleh air, maka akan diselamatkan atau dibantu untuk mencapai tepian , jika tenggelam, maka akan diangkat atau diselamatkan. Menjadikannya seperti sekarang menjadi Pasukan Bhayangkara militan.

Moto ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang sangat kuat dalam masyarakat Bone. Dalam kehidupan masyarakat Bone, filosofi ini mengajarkan bahwa dalam situasi apapun, terutama dalam kesulitan, masyarakat Bone harus selalu siap membantu dan menyelamatkan sesama yang sedang menghadapi kesulitan. Nilai ini menunjukkan semangat persatuan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Hal ini pula yang membawa Haji Takdir menjadi pedagang sukses yang pantang menyerah sejak ia menikah  1989 hingga saat ini. Jatuh bangun dalam proses tersebut menggembleng pula sifat dan keteguhan Afandy dan keempat saudaranya yang lain.

Selain itu, semangat orang Bone juga erat kaitannya dengan nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, yang merupakan falsafah Bugis-Makassar untuk menghormati, menghargai, dan saling mengingatkan satu sama lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar perilaku sehari-hari dan hubungan sosial masyarakat Bone.

Semangat perjuangan masyarakat Bone juga terinspirasi dari para raja dan pahlawan Bone yang terkenal, seperti Arung Palakka, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Sulawesi Selatan. Keberanian, keteguhan hati, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan menjadikan semangat Bone sebagai warisan yang dihormati dan dijaga turun-temurun.

Perjalanan Pendidikan dan Karier

Perjalanan Afandy dalam dunia pendidikan dimulai dari sekolah dasar di SD Negeri Lalowosula, yang kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 1 Lappariaja. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Ulaweng, yang menjadi fondasi akademis dan karakter untuk karier gemilangnya di kepolisian. Afandy  adalah Alumni SMAN 1 Ulaweng yang juga alumni kali pertama yang masuk AKPOL. Hal ini terbukti pada tahun 2015, ia berhasil masuk Akademi Kepolisian (Akpol), salah satu pencapaian besar dalam hidupnya.

“Alhamdulillah saya adalah alumni SMAN 1 Ulaweng yang kali pertama masuk dan lolos AKPOL. Untuk lolos di AKPOL pun penuh perjuangan yang berat. Saya daftar  Akpol 2009,  gagal pantukhir daerah, daftar Bintara 2010, gagal di perankingan. Terus daftar AKPOL  2010, gagal di parade pantukhir. Tidak putus asa saya daftar lagi  Bintara 2011, tapi tidak melanjutkan tes. Dan yang terakhir daftar AKPOL  2011 akhirnya terpilih dan lolos,” kata bapak dua anak ini.

Afandy tak pernah berhenti mengembangkan diri. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2020, membekali dirinya dengan ilmu dan strategi kepolisian yang lebih mendalam. Berkat disiplin dan ketekunannya, Afandy mendapatkan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada tahun 2015, yang menjadi awal kariernya sebagai perwira polisi.

Dedikasi dalam Setiap Penugasan

Afandy tidak hanya dikenal sebagai perwira yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai penugasan. Selama bertugas di berbagai unit kepolisian, ia menunjukkan ketangguhan dan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa. Mulai dari Brimob, Danki Kompi, hingga PAURPROGAR URREN MEN II, Afandy selalu menunjukkan integritas tinggi dan keberanian dalam menjalankan tugas-tugas berat.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia diamanahkan menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota pada Agustus 2024. Posisi ini bukan hanya tentang memimpin pengelolaan lalu lintas, tetapi juga berperan dalam memastikan keamanan masyarakat melalui operasi-operasi strategis. Afandy membawa pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, yang menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi bagian dari penegak hukum.

Penghargaan dan Tanda Kehormatan

Karier gemilang Afandy diwarnai dengan berbagai penghargaan yang membuktikan betapa besarnya pengabdian yang ia berikan. Pada tahun 2019, ia dianugerahi Satyalancana Operasi Kepolisian, sebuah tanda kehormatan atas dedikasinya dalam berbagai operasi kepolisian yang ia jalani sebelumnya. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian pribadi, tetapi juga pengakuan dari negara atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Perjalanan Karier dan Kontribusi:

Sebagai seorang anggota intelijen dan kepolisian, perjalanan Afandy Dwi Takdir tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan nasional. Dalam penugasannya sebagai Agen Intelijen Ahli Madya di BIN, Afandy berperan penting dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi intelijen di bidang pertanian, pertanahan, dan kelautan. Penugasannya mencakup analisis mendalam dan penilaian situasi yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan keamanan negara.

Di lapangan, Afandy dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi dan tantangan. Pengalamannya sebagai ajudan Menteri Pertanian RI menunjukkan kepercayaannya dalam mengelola dan memberikan dukungan strategis di tingkat pemerintahan. Kemampuannya untuk bekerja di lingkungan yang dinamis dan sering kali penuh tekanan adalah cerminan dari dedikasinya dan kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan keamanan.

Kontribusi Afandy dalam berbagai pelatihan dan pendidikan, seperti di BRIMOB dan STIK Lemdiklat Polri, memperkuat kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen operasional. Keterampilannya dalam bahasa Inggris dan Bugis juga memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, dan memperluas jaringan kerjanya.

Kepemimpinan yang Menginspirasi

Afandy adalah sosok yang sangat inspiratif, terutama bagi generasi muda. Sebagai seorang Bugis, ia menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kerja keras. Afandy selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya, tidak pernah setengah hati, dan selalu siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di hadapannya.

Kisah hidup Afandy mengajarkan bahwa dengan tekad dan disiplin, seseorang bisa meraih impian dan memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Afandy bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di lingkungannya. Melalui kisahnya, ia menginspirasi banyak anak muda untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berjuang, apa pun tantangan yang dihadapi.

Masa Depan dan Harapan:

Dengan rekam jejak yang mengesankan dan berbagai pencapaian yang telah diraih, masa depan Afandy Dwi Takdir dalam dunia kepolisian dan intelijen tampak sangat cerah. Dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab, serta kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi, menjadikannya salah satu aset berharga bagi institusi kepolisian dan BIN.

Kehadirannya dalam posisi-posisi strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional, memberikan harapan besar akan kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan dan kesejahteraan negara. Melalui komitmennya yang kuat, Afandy terus membuktikan bahwa dedikasi dan keahlian adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dan membuat perbedaan dalam pelayanan publik.

Pesan Inspiratif

Afandy sering memberikan pesan kepada rekan-rekan dan generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkembang. Baginya, pendidikan bukan hanya di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman hidup dan tantangan yang dihadapi setiap hari. Ia percaya bahwa dengan pendidikan dan integritas, seseorang bisa menghadapi segala rintangan dan mencapai kesuksesan.

“Jangan pernah ragu untuk berbuat baik dan mengabdi untuk negara. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa menjadi jejak yang akan diingat oleh generasi mendatang,” kata Afandy.

Afandy Dwi Takdir adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan ketulusan, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang menginspirasi dan memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Sejarah Nenek Moyangnya

La Galigo adalah sebuah karya epik dari budaya Bugis, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai salah satu epos terpanjang di dunia, bahkan lebih panjang dari “Mahabharata” dan “Iliad.” Kisah ini ditulis dalam bentuk puisi, terdiri dari sekitar 6.000 halaman dan 300.000 baris, serta menceritakan tentang mitos penciptaan dan kehidupan awal di Bumi.

Kisah La Galigo bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Bugis, seperti keberanian, kehormatan, kesetiaan, serta hubungan erat antara manusia dengan alam dan dunia gaib. Epos ini juga mengandung banyak ajaran moral yang masih relevan bagi kehidupan masyarakat Bugis hingga saat ini.

Walaupun sebagian besar cerita La Galigo lebih dikenal secara lisan, teksnya kini telah dijaga dan dipelajari sebagai salah satu warisan budaya dunia. UNESCO mengakui naskah ini sebagai salah satu warisan dokumenter dunia pada 2011, menggarisbawahi pentingnya La Galigo dalam memperkaya khazanah sastra dan sejarah dunia.

Sebelum kehadiran Afandy Dwi Takdir di Kediri , 347 tahun sebelumnya Karaeng Galesong  seorang tokoh legendaris dari Sulawesi Selatan telah hadir di Kota Kediri. Ia merupakan salah satu pemimpin dalam perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap penjajah Belanda pada abad ke-17.

Karaeng Galesong dikenal sebagai pejuang tangguh yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan bangsanya meski harus meninggalkan tanah kelahirannya setelah kekalahan kerajaan Makassar dalam Perjanjian Bongaya tahun 1667.

Setelah kekalahan Makassar dalam perang melawan Belanda, Karaeng Galesong bersama Sultan Hasanuddin dan para bangsawan lainnya menolak tunduk pada Belanda. Ia meninggalkan Sulawesi dan bergabung dengan para pelaut Bugis dan Makassar yang beroperasi sebagai pelaut dan perompak di Laut Jawa.

Karaeng Galesong dikenal memiliki perlawanan yang gigih, bahkan bergabung dengan pasukan Trunojoyo, pemimpin pemberontakan di Jawa melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Pusat kekuasaan Trunojoyo dan Karaeng Galesong itu ada di Kompleks Masjid Setono Gedong  Jalan Dhoho Kota Kediri atau tepatnya di belakang Mako Satlantas Polres Kediri  Kota . Berkuasanya Trunojoyo dan Karaeng Galesong di Kediri yang memiliki benteng seluas 8,5 kilometer setelah sebelumnya mampu mengalahkan Amangkurat I yang berpihak kepada VOC.

“ Karaeng Galesong berasal dari keturunan bangsawan Gowa, salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan. Namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan perlawanan melawan penjajahan, khususnya dalam sejarah perjuangan melawan kekuasaan kolonial di wilayah timur Indonesia tepatnya di Kediri. Mungkin ini sudah takdir yang membawa saya kesini (Kediri) seperti yang dilakukan leluhur kami,” kata Afandy Dwi Takdir

Selain keterlibatannya dalam perlawanan, kisah Karaeng Galesong juga menyiratkan hubungan erat antara masyarakat Sulawesi dan Jawa pada masa itu, di mana banyak pejuang Sulawesi turut ambil bagian dalam perjuangan di Jawa.

( Penulis : Imam Mubarok)

Continue Reading

Inspirasi

Sholat Idul Fitri di Stadion Brawijaya Satgas Preventif Lakukan Pengecekan Menyeluruh Bersama Panitia dan Personel Gabungan

Published

on

Kediriselaludihati – Satgas Preventif Polres Kediri Kota melakukan pengecekan sekaligus sterilisasi Stadion Brawijaya yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh jamaah Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilakukan pada Kamis (19/3/2026) sore untuk memastikan lokasi benar-benar aman sebelum digunakan untuk ibadah.

Pengecekan dilaksanakan mulai pukul 15.30 WIB di Stadion Brawijaya, Jalan A. Yani, Kota Kediri, dengan dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Kediri Kota selaku Kasatgas Preventif, AKP Priyo Hadistyo. Kegiatan ini melibatkan anggota Sub Satgas Pengamanan Tempat Ibadah, personel Humas sebagai Satgas Ban Ops, serta gabungan bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Kota.

Selain itu, pengecekan juga dilakukan bersama panitia pelaksana Sholat Idul Fitri dari pihak Muhammadiyah. Panitia yang hadir di antaranya Hanif selaku takmir Masjid Al Ikhlas Muhammadiyah Jalan Pemuda Kediri, yang turut memastikan kesiapan lokasi sebelum digunakan oleh jamaah.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di area stadion, termasuk titik-titik yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan ibadah. Sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang berbahaya maupun benda terlarang yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.

Kasatgas Preventif Ops Ketupat Semeru 2026 AKP Priyo Hadistyo mengatakan bahwa kegiatan sterilisasi merupakan langkah standar yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan berskala besar, khususnya kegiatan keagamaan.

“Kami melakukan pengecekan dan sterilisasi secara menyeluruh untuk memastikan lokasi benar-benar aman sebelum digunakan untuk Sholat Idul Fitri. Alhamdulillah, selama kegiatan tidak ditemukan barang berbahaya maupun benda terlarang,” ujar AKP Priyo, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan panitia pelaksana agar seluruh rangkaian kegiatan ibadah dapat berjalan dengan aman dan tertib.

“Kami juga berkoordinasi langsung dengan panitia agar seluruh persiapan berjalan maksimal. Tujuan kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri di Stadion Brawijaya,” katanya.

Dari hasil kegiatan pengecekan dan sterilisasi tersebut, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya temuan mencurigakan yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.

Polres Kediri Kota memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung, sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Operasi Ketupat Semeru 2026. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Satgas Preventif Pastikan Keamanan Tempat Ibadah, Nihil Temuan Barang Berbahaya

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Tugas (Satgas) Preventif Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Kediri Kota melakukan patroli dan pengecekan sejumlah masjid yang akan digunakan untuk pelaksanaan Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Kediri Kota selaku Kasatgas Preventif, AKP Priyo Hadistyo, bersama anggota Sub Satgas Pengamanan Tempat Ibadah serta didukung anggota Humas sebagai bagian dari Satgas Bantuan Operasi.

Sejumlah masjid yang menjadi sasaran patroli dan sterilisasi meliputi Masjid NU Semampir di Jalan Mayor Bismo, Masjid Muhammadiyah di Jalan Pemuda, Masjid NU Setono Gedong di Jalan Dhoho, serta Masjid Agung di Jalan PB Sudirman, Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh di area dalam dan sekitar masjid guna memastikan tidak terdapat barang berbahaya maupun benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Selain itu, dilakukan pula sterilisasi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan.

Tak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan pengurus takmir masjid setempat guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah. Koordinasi ini meliputi kesiapan pengamanan, pengawasan lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi apabila terjadi potensi gangguan.

Sebagai bagian dari prosedur, setiap kegiatan pengecekan dan sterilisasi didokumentasikan dalam berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan kepada pimpinan. Hasil kegiatan juga dilaporkan secara real-time melalui sistem Siaga 2.0 guna memastikan monitoring berjalan optimal.

Kasatgas Preventif AKP Priyo Hadistyo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang mengedepankan langkah pencegahan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Sterilisasi dan patroli ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah Tarawih dan nantinya Sholat Idul Fitri,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di seluruh lokasi, tidak ditemukan adanya barang terlarang maupun benda berbahaya. Secara umum, situasi di seluruh masjid yang dikunjungi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadhan hingga pelaksanaan Idul Fitri sebagai bagian dari komitmen Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Dari Terminal hingga Alun-alun, Personel Dicek, Diberi Arahan, dan Disemangati Jelang Puncak Arus Mudik

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat 2026, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota guna memastikan kesiapan maksimal dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.

Kunjungan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut diikuti oleh Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kabag SDM Kompol Riko Saksono, Kabag Log Kompol Kristin Kusuma Ratih, Kasat Reskrim AKP Achad Elyasyarif Martadinata, Kasat Narkoba AKP Endro Purwandi, Kasat Lantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, Kasat Samapta AKP Priyo Hadi Setyo, serta perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Rombongan melakukan peninjauan secara berurutan ke tujuh titik pos yang menjadi bagian penting dalam pengamanan wilayah. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pos Pengamanan III Terminal, yang berada di bawah tanggung jawab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba. Di lokasi ini, Kapolres melakukan pengecekan kehadiran personel, kesiapan panel data, serta sarana pendukung operasional.

Kunjungan dilanjutkan ke Pos Pengamanan V Gringging yang menjadi tanggung jawab Polsek Banyakan. Di pos ini, Kapolres meninjau kesiapan personel gabungan serta memastikan kelengkapan fasilitas pelayanan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan bergerak ke Pos Pengamanan IV Mrican yang berada di bawah kendali Polsek Mojoroto. Di lokasi ini, dilakukan pengecekan kondisi pos, kesiapan patroli, serta kesiapan menghadapi potensi kepadatan arus kendaraan.

Tujuan berikutnya adalah Pos Terpadu di Jalan Dhoho Kota Kediri yang dikelola oleh Satuan Samapta. Pos ini menjadi salah satu titik sentral pelayanan terpadu, sehingga Kapolres memberikan perhatian khusus pada kesiapan koordinasi lintas instansi, termasuk fasilitas kesehatan, komunikasi, dan informasi.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Pos Pelayanan Alun-Alun Kota Kediri yang berada di bawah tanggung jawab Satlantas. Di lokasi ini, Kapolres memantau langsung pengaturan lalu lintas, kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, serta sistem rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

Rombongan juga mengunjungi Pos Pengamanan I di Kelurahan Bence yang menjadi tanggung jawab Polsek Pesantren, serta Pos Pengamanan II di Jalan Ahmad Yani yang berada di bawah kendali Polsek Kediri Kota. Di kedua lokasi ini, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta situasi kamtibmas di wilayah sekitar.

Dalam setiap kunjungannya, Kapolres tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Kapolres juga memastikan bahwa seluruh personel dalam kondisi sehat dan siap bertugas, mengingat intensitas kegiatan selama Operasi Ketupat cukup tinggi. Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan peralatan, kendaraan operasional, serta fasilitas pendukung lainnya.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan unsur lainnya.

“Pastikan masyarakat merasa aman dan nyaman. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan, bukan hanya sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Selain pengecekan teknis, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari juga memberikan motivasi dan semangat kepada personel yang bertugas. Sebagai bentuk perhatian, rombongan turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada anggota di masing-masing pos.

Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi langsung di lapangan terkait potensi kerawanan, baik dari sisi lalu lintas maupun gangguan kamtibmas. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain potensi kemacetan di titik rawan, peningkatan mobilitas masyarakat, serta potensi tindak kriminalitas selama periode mudik.

Sekitar pukul 17.30 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama Kapolres Kediri Kota, Ketua Bhayangkari, pejabat utama, serta pengurus Bhayangkari di Pujasera Pojok Bercakap Polres Kediri Kota.

Operasi Ketupat 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Selama kegiatan kunjungan kerja berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page