Inspirasi
Dari Ajudan Menteri Hingga Menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota

Afandy Dwi Takdir adalah sosok perwira polisi muda yang inspiratif, lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 28 Desember 1991. Afandy tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, keberanian dan semangat, yang menjadi dasar kuat dalam kariernya di Kepolisian Republik Indonesia.
Afandy awalnya tidak bercita – cita menjadi polisi, tapi menjadi pedagang sukses seperti orang tuannya yakni Haji Takdir dan ibunya Hajah Harjunah. Warisan jiwa pedagang ini lahir dari dari darah kakeknya Haji Salam, tentara di era kemerdekaan yang juga seorang pedangang dan pejuang.
Lalu mengapa Afandy Dwi Takdir anak kedua dari lima bersaudara ini menjadi polisi dan saat ini apa yang tidak pernah ia bayangkan itu di tahun 2024 membawannya menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kota ?
“Pedagang itu adalah yang turun temurun, dalam keluarga kami pedagang itu bukan pekerjaan. Maka harus mencari pekerjaan yang pasti contoh menjadi polisi. Polisi bisa berdagang tapi pedagang belum tentu bisa menjadi polisi. Saya juga sempat ingin menjadi dokter , karena ibu saya dulu bercita-cita menjadi dokter tapi tidak kesampaian. Eh saya malah mendapat istri dokter,” kata suami dokter Harli Pramitasari Nasution.
Prinsip Hidup dan Keteguhan

Lahir di Bumi Arung Palakka julukan untuk Kota Bone, Afandy Dwi Takdir telah digembleng banyak hal sedari kecil . Haji Takdir dan Hajah Harjunah orang tuanya yang memegang semboyan seperti kebanyakan orang Bone, yakni Mali’ siparappe, tallang sipahua yang artinya jika dihanyutkan oleh air, maka akan diselamatkan atau dibantu untuk mencapai tepian , jika tenggelam, maka akan diangkat atau diselamatkan. Menjadikannya seperti sekarang menjadi Pasukan Bhayangkara militan.
Moto ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang sangat kuat dalam masyarakat Bone. Dalam kehidupan masyarakat Bone, filosofi ini mengajarkan bahwa dalam situasi apapun, terutama dalam kesulitan, masyarakat Bone harus selalu siap membantu dan menyelamatkan sesama yang sedang menghadapi kesulitan. Nilai ini menunjukkan semangat persatuan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Hal ini pula yang membawa Haji Takdir menjadi pedagang sukses yang pantang menyerah sejak ia menikah 1989 hingga saat ini. Jatuh bangun dalam proses tersebut menggembleng pula sifat dan keteguhan Afandy dan keempat saudaranya yang lain.
Selain itu, semangat orang Bone juga erat kaitannya dengan nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, yang merupakan falsafah Bugis-Makassar untuk menghormati, menghargai, dan saling mengingatkan satu sama lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar perilaku sehari-hari dan hubungan sosial masyarakat Bone.
Semangat perjuangan masyarakat Bone juga terinspirasi dari para raja dan pahlawan Bone yang terkenal, seperti Arung Palakka, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Sulawesi Selatan. Keberanian, keteguhan hati, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan menjadikan semangat Bone sebagai warisan yang dihormati dan dijaga turun-temurun.
Perjalanan Pendidikan dan Karier

Perjalanan Afandy dalam dunia pendidikan dimulai dari sekolah dasar di SD Negeri Lalowosula, yang kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 1 Lappariaja. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Ulaweng, yang menjadi fondasi akademis dan karakter untuk karier gemilangnya di kepolisian. Afandy adalah Alumni SMAN 1 Ulaweng yang juga alumni kali pertama yang masuk AKPOL. Hal ini terbukti pada tahun 2015, ia berhasil masuk Akademi Kepolisian (Akpol), salah satu pencapaian besar dalam hidupnya.
“Alhamdulillah saya adalah alumni SMAN 1 Ulaweng yang kali pertama masuk dan lolos AKPOL. Untuk lolos di AKPOL pun penuh perjuangan yang berat. Saya daftar Akpol 2009, gagal pantukhir daerah, daftar Bintara 2010, gagal di perankingan. Terus daftar AKPOL 2010, gagal di parade pantukhir. Tidak putus asa saya daftar lagi Bintara 2011, tapi tidak melanjutkan tes. Dan yang terakhir daftar AKPOL 2011 akhirnya terpilih dan lolos,” kata bapak dua anak ini.
Afandy tak pernah berhenti mengembangkan diri. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2020, membekali dirinya dengan ilmu dan strategi kepolisian yang lebih mendalam. Berkat disiplin dan ketekunannya, Afandy mendapatkan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada tahun 2015, yang menjadi awal kariernya sebagai perwira polisi.
Dedikasi dalam Setiap Penugasan
Afandy tidak hanya dikenal sebagai perwira yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai penugasan. Selama bertugas di berbagai unit kepolisian, ia menunjukkan ketangguhan dan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa. Mulai dari Brimob, Danki Kompi, hingga PAURPROGAR URREN MEN II, Afandy selalu menunjukkan integritas tinggi dan keberanian dalam menjalankan tugas-tugas berat.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia diamanahkan menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota pada Agustus 2024. Posisi ini bukan hanya tentang memimpin pengelolaan lalu lintas, tetapi juga berperan dalam memastikan keamanan masyarakat melalui operasi-operasi strategis. Afandy membawa pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, yang menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi bagian dari penegak hukum.
Penghargaan dan Tanda Kehormatan
Karier gemilang Afandy diwarnai dengan berbagai penghargaan yang membuktikan betapa besarnya pengabdian yang ia berikan. Pada tahun 2019, ia dianugerahi Satyalancana Operasi Kepolisian, sebuah tanda kehormatan atas dedikasinya dalam berbagai operasi kepolisian yang ia jalani sebelumnya. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian pribadi, tetapi juga pengakuan dari negara atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Perjalanan Karier dan Kontribusi:
Sebagai seorang anggota intelijen dan kepolisian, perjalanan Afandy Dwi Takdir tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan nasional. Dalam penugasannya sebagai Agen Intelijen Ahli Madya di BIN, Afandy berperan penting dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi intelijen di bidang pertanian, pertanahan, dan kelautan. Penugasannya mencakup analisis mendalam dan penilaian situasi yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan keamanan negara.
Di lapangan, Afandy dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi dan tantangan. Pengalamannya sebagai ajudan Menteri Pertanian RI menunjukkan kepercayaannya dalam mengelola dan memberikan dukungan strategis di tingkat pemerintahan. Kemampuannya untuk bekerja di lingkungan yang dinamis dan sering kali penuh tekanan adalah cerminan dari dedikasinya dan kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
Kontribusi Afandy dalam berbagai pelatihan dan pendidikan, seperti di BRIMOB dan STIK Lemdiklat Polri, memperkuat kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen operasional. Keterampilannya dalam bahasa Inggris dan Bugis juga memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, dan memperluas jaringan kerjanya.
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Afandy adalah sosok yang sangat inspiratif, terutama bagi generasi muda. Sebagai seorang Bugis, ia menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kerja keras. Afandy selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya, tidak pernah setengah hati, dan selalu siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di hadapannya.
Kisah hidup Afandy mengajarkan bahwa dengan tekad dan disiplin, seseorang bisa meraih impian dan memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Afandy bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di lingkungannya. Melalui kisahnya, ia menginspirasi banyak anak muda untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berjuang, apa pun tantangan yang dihadapi.
Masa Depan dan Harapan:

Dengan rekam jejak yang mengesankan dan berbagai pencapaian yang telah diraih, masa depan Afandy Dwi Takdir dalam dunia kepolisian dan intelijen tampak sangat cerah. Dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab, serta kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi, menjadikannya salah satu aset berharga bagi institusi kepolisian dan BIN.
Kehadirannya dalam posisi-posisi strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional, memberikan harapan besar akan kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan dan kesejahteraan negara. Melalui komitmennya yang kuat, Afandy terus membuktikan bahwa dedikasi dan keahlian adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dan membuat perbedaan dalam pelayanan publik.
Pesan Inspiratif

Afandy sering memberikan pesan kepada rekan-rekan dan generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkembang. Baginya, pendidikan bukan hanya di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman hidup dan tantangan yang dihadapi setiap hari. Ia percaya bahwa dengan pendidikan dan integritas, seseorang bisa menghadapi segala rintangan dan mencapai kesuksesan.
“Jangan pernah ragu untuk berbuat baik dan mengabdi untuk negara. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa menjadi jejak yang akan diingat oleh generasi mendatang,” kata Afandy.
Afandy Dwi Takdir adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan ketulusan, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang menginspirasi dan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Sejarah Nenek Moyangnya
La Galigo adalah sebuah karya epik dari budaya Bugis, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai salah satu epos terpanjang di dunia, bahkan lebih panjang dari “Mahabharata” dan “Iliad.” Kisah ini ditulis dalam bentuk puisi, terdiri dari sekitar 6.000 halaman dan 300.000 baris, serta menceritakan tentang mitos penciptaan dan kehidupan awal di Bumi.
Kisah La Galigo bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Bugis, seperti keberanian, kehormatan, kesetiaan, serta hubungan erat antara manusia dengan alam dan dunia gaib. Epos ini juga mengandung banyak ajaran moral yang masih relevan bagi kehidupan masyarakat Bugis hingga saat ini.
Walaupun sebagian besar cerita La Galigo lebih dikenal secara lisan, teksnya kini telah dijaga dan dipelajari sebagai salah satu warisan budaya dunia. UNESCO mengakui naskah ini sebagai salah satu warisan dokumenter dunia pada 2011, menggarisbawahi pentingnya La Galigo dalam memperkaya khazanah sastra dan sejarah dunia.
Sebelum kehadiran Afandy Dwi Takdir di Kediri , 347 tahun sebelumnya Karaeng Galesong seorang tokoh legendaris dari Sulawesi Selatan telah hadir di Kota Kediri. Ia merupakan salah satu pemimpin dalam perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap penjajah Belanda pada abad ke-17.
Karaeng Galesong dikenal sebagai pejuang tangguh yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan bangsanya meski harus meninggalkan tanah kelahirannya setelah kekalahan kerajaan Makassar dalam Perjanjian Bongaya tahun 1667.
Setelah kekalahan Makassar dalam perang melawan Belanda, Karaeng Galesong bersama Sultan Hasanuddin dan para bangsawan lainnya menolak tunduk pada Belanda. Ia meninggalkan Sulawesi dan bergabung dengan para pelaut Bugis dan Makassar yang beroperasi sebagai pelaut dan perompak di Laut Jawa.
Karaeng Galesong dikenal memiliki perlawanan yang gigih, bahkan bergabung dengan pasukan Trunojoyo, pemimpin pemberontakan di Jawa melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Pusat kekuasaan Trunojoyo dan Karaeng Galesong itu ada di Kompleks Masjid Setono Gedong Jalan Dhoho Kota Kediri atau tepatnya di belakang Mako Satlantas Polres Kediri Kota . Berkuasanya Trunojoyo dan Karaeng Galesong di Kediri yang memiliki benteng seluas 8,5 kilometer setelah sebelumnya mampu mengalahkan Amangkurat I yang berpihak kepada VOC.
“ Karaeng Galesong berasal dari keturunan bangsawan Gowa, salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan. Namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan perlawanan melawan penjajahan, khususnya dalam sejarah perjuangan melawan kekuasaan kolonial di wilayah timur Indonesia tepatnya di Kediri. Mungkin ini sudah takdir yang membawa saya kesini (Kediri) seperti yang dilakukan leluhur kami,” kata Afandy Dwi Takdir
Selain keterlibatannya dalam perlawanan, kisah Karaeng Galesong juga menyiratkan hubungan erat antara masyarakat Sulawesi dan Jawa pada masa itu, di mana banyak pejuang Sulawesi turut ambil bagian dalam perjuangan di Jawa.
( Penulis : Imam Mubarok)
Inspirasi
Polres Kediri Kota Siap Kawal Distribusi Tebu dan Antisipasi Kepadatan Arus Lalu Lintas Selama Giling

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan dan silaturahmi manajemen Pabrik Gula (PG) Mrican dan PG Pesantren di Ruang Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini membahas kesiapan operasional musim giling 2026 sekaligus penguatan koordinasi pengamanan dan kelancaran distribusi tebu.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dalam suasana hangat dan penuh koordinasi lintas sektor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PG Mrican Tites Agung Triyono, General Manager PG Pesantren Sugondo, Kapolsek Mojoroto KOMPOL Rudy Purwanto, SH, Kapolsek Pesantren KOMPOL Siswandi, SH, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, SH, MH, serta Kanit Pidsus Satreskrim Polres Kediri Kota.
Dalam sambutannya, General Manager PG Pesantren Sugondo menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkoordinasi langsung dengan jajaran Polres Kediri Kota menjelang musim giling 2026.
Menurut dia, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis maupun nonteknis untuk memastikan operasional berjalan optimal. Namun demikian, peningkatan mobilitas armada pengangkut tebu diperkirakan menjadi tantangan utama selama musim panen.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Bapak Kapolres Kediri Kota. Saat ini kami tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional giling 2026. Tantangan terbesar kami adalah pengelolaan kepadatan armada truk tebu agar distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Sugondo.
Ia menjelaskan, operasional giling PG Pesantren Baru dijadwalkan mulai berjalan pada 19 Mei 2026.
Pada musim giling tahun ini, PG Pesantren Baru menargetkan capaian produksi cukup tinggi, yakni tebu giling sebesar 873.299,6 ton dengan target rendemen 7,26 persen serta produksi gula mencapai 63.597,32 ton.
Sugondo menilai kelancaran jalur distribusi menjadi faktor vital bagi keberhasilan operasional industri gula, terutama pada masa puncak panen.
“Akses mobilitas yang lancar menjadi kunci efisiensi industri gula selama musim giling. Karena itu, sinergi dengan kepolisian dan seluruh stakeholder sangat kami harapkan untuk meminimalkan potensi kemacetan maupun hambatan distribusi,” katanya.
Ia juga meminta dukungan seluruh pihak agar operasional musim giling tahun ini berjalan aman dan produktif.
“Kami mohon doa restu seluruh masyarakat dan stakeholder agar musim giling tahun ini berjalan lancar dan seluruh karyawan diberikan keselamatan dalam bekerja,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim menegaskan kesiapan Polres Kediri Kota dalam mendukung kelancaran operasional industri gula yang memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah.
Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi tebu berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang signifikan.
“Kami menyambut baik silaturahmi dan koordinasi ini. Polres Kediri Kota akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi tebu berjalan lancar, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar AKBP Dr. Anggi.
Menurutnya, pengamanan musim giling bukan hanya soal pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan kawasan industri dan jalur distribusi.
“Kepolisian berkomitmen penuh melakukan pengamanan jalur distribusi serta pengaturan lalu lintas agar aktivitas industri strategis ini tetap berjalan selaras dengan ketertiban umum,” katanya.
Anggi berharap kolaborasi yang dibangun antara kepolisian dan manajemen pabrik gula dapat memberikan dampak positif bagi keberhasilan operasional musim giling tahun ini.
“Melalui kolaborasi yang solid, kami berharap operasional PG Pesantren Baru dan PG Mrican pada 2026 mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” ucapnya.
Setelah sesi diskusi dan koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.
Musim giling di wilayah Kediri sendiri setiap tahun menjadi perhatian karena tingginya mobilitas kendaraan pengangkut tebu yang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama. Karena itu, koordinasi dini antara industri dan aparat keamanan dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
Dengan dimulainya musim giling dalam waktu dekat, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku industri diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (res/aro)
Inspirasi
Penghormatan Terakhir untuk Anggota Polri yang Berdedikasi dalam Tugas Kepolisian

Kediriselaludihati – – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Polri setelah kepergian Briptu Dimas Harul Septapa Hargian, anggota Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, yang meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) dini hari.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jajaran kepolisian melaksanakan upacara persemayaman dan pemakaman secara kedinasan di Kota Kediri, Senin (4/5/2026).
Upacara persemayaman dimulai sekitar pukul 11.00 WIB di rumah duka yang berlokasi di Jalan Lintasan No. 2B, RT 17 RW 05, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Setelah prosesi penghormatan di rumah duka, jenazah kemudian diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Mojoroto Gang 4 untuk dimakamkan secara kedinasan.
Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta jajaran kepolisian.
Inspektur upacara persemayaman dan pemakaman dipimpin KOMPOL Siswandi selaku Kapolsek Pesantren. Sementara Perwira Upacara dijabat AKP Wilu Swandoko selaku Wakapolsek Mojoroto, dan Komandan Upacara dipercayakan kepada AKP Henry Setiawan.
Rangkaian upacara persemayaman meliputi penghormatan pasukan kepada jenazah, amanat inspektur upacara, pembacaan apel persada, doa pemberangkatan, hingga prosesi pelepasan jenazah menuju pemakaman.
Adapun dalam prosesi pemakaman kedinasan, rangkaian acara dilanjutkan dengan penghormatan terakhir, amanat, tembakan salvo, penimbunan tanah pertama, serta peletakan karangan bunga.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H, S.IK, M.H menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum yang semasa hidup bertugas sebagai Bhayangkara Pelaksana Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri.
“Kami atas nama keluarga besar Polres Kediri Kota menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar AKBP Dr. Anggi.
Ia menambahkan, prosesi kedinasan menjadi bentuk penghormatan institusi atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Menurut informasi yang disampaikan, almarhum sebelumnya menjalani perawatan di rumah akibat sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam dari rekan-rekan sejawat. (res/aro)
Inspirasi
Perkuat Sinergi Pengamanan dan Pembinaan Warga Binaan, Kalapas Baru Kenalkan Diri ke Jajaran Polres
Kediriselaludihati – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kediri melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Polres Kediri Kota yang berlangsung di Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Senin (4/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi antarlembaga sekaligus perkenalan Kalapas baru kepada jajaran Polres Kediri Kota.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H, S.IK.M.H beserta pejabat utama Polres Kediri Kota, di antaranya Kasatreskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Kasatresnarkoba AKP Endro Purwandi, Kasatlantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, serta Kasattahti IPTU Bendo Setyo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kalapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo, Kasi Kamtib Kalapas Kelas IIA Kediri Lilik Subagyono, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Sastra Irawan.
Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Kelas IIA Kediri menyampaikan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama dengan Polres Kediri Kota, khususnya dalam mendukung keamanan dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Gatot Tri Rahardjo menegaskan keterlibatan instansi terkait dan dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif di dalam lapas.
“Kami akan terus menjalin kerja sama dengan Polres Kediri Kota karena keterlibatan masyarakat dan instansi terkait sangat penting dalam proses pembinaan warga binaan. Sinergitas ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Gatot Tri Rahardjo.
Ia juga mengapresiasi jajaran Polres Kediri Kota yang selama ini rutin melaksanakan sambang ke Lapas Kelas IIA Kediri, khususnya pada malam hari, sebagai bagian dari penguatan pengamanan.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyambut positif kunjungan dan silaturahmi tersebut. Menurutnya, koordinasi yang selama ini telah berjalan baik antara Polres dan Lapas perlu terus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Hubungan koordinasi antara Lapas dan Polres selama ini sudah berjalan dengan baik. Kami berharap sinergi ini semakin diperkuat agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban, baik di dalam maupun di luar lapas, dapat dicegah sejak dini,” kata AKBP Dr.Anggi Saputra Ibrahim.
Kapolres menambahkan, kerja sama lintas instansi menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Kediri.Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. (res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
