Connect with us

Lalu Lintas

Dari Larangan Balap Liar hingga Imbauan Keamanan Keluarga Disampaikan ke Jamaah Masjid Setonogedong

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa yang dikemas dalam himbauan lalu lintas tertib dan selamat (HALAL–TULUS) kepada jamaah pengajian di Masjid Setono Gedong, Kota Kediri, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, khususnya terkait keselamatan berlalu lintas dan situasi kamtibmas.


Kasat Lantas Polres Kediri Kota Tutud Yudho Prastyawan, S.H., melalui Unit Kamsel Satlantas menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada jamaah pengajian putri Istikomah Qolbu Wahid Masjid Setono Gedong.


Dalam kegiatan tersebut, Polantas mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa di bulan Ramadhan, sekaligus mengingatkan agar menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan, seperti perang sarung, balap liar, serta kebut-kebutan di jalan raya.


Selain itu, jamaah juga dihimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta tidak melakukan kegiatan sahur on the road dengan penggunaan sound system berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban umum.


Kegiatan Polantas Menyapa ini turut dihadiri oleh Ning Aina selaku pengasuh Pondok Pesantren Ar Risalah Lirboyo, Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota beserta anggota, serta jamaah pengajian putri Masjid Setono Gedong.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Seluruh materi himbauan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh jamaah.


Satlantas Polres Kediri Kota menegaskan bahwa kegiatan edukatif semacam ini akan terus dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan humanis kepada masyarakat, guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama bulan Ramadhan. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Kawal Aktivitas Senin Pagi, AKP Septia Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan di Jalan

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota menempatkan personel di 40 titik pengaturan lalu lintas untuk membantu kelancaran mobilitas masyarakat pada Senin (2/11/2026) pagi.

Kegiatan ini berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang mengedepankan peningkatan disiplin dan keselamatan pengguna jalan.

Pengaturan lalu lintas dilakukan mulai pukul 05.45 hingga 07.15 WIB, bertepatan dengan aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja, sekolah, dan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Sebelum menempati titik pengaturan, seluruh personel mengikuti pengarahan yang dipimpin Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H.

Dalam pengarahan tersebut, AKP Septia menyampaikan petunjuk pelaksanaan tugas serta menekankan pentingnya kehadiran polisi untuk membantu masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.

Sebanyak 40 titik pengaturan telah ditentukan berdasarkan pembagian tugas personel. Pengawasan di lapangan juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pelayanan lalu lintas sesuai arahan.

AKP Septia mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas pagi merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya untuk mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan pada awal pekan.

“Pada pagi hari, aktivitas masyarakat meningkat karena banyak yang berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah. Kehadiran anggota di 40 titik pengaturan diharapkan dapat membantu kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman kepada pengguna jalan,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, keberadaan personel di persimpangan dan titik pengaturan juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas serta membantu pengguna jalan yang membutuhkan pelayanan.

Di sisi lain, AKP Septia mengingatkan bahwa kelancaran lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kedisiplinan pengendara.

Pesan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan Operasi Patuh Semeru sebagai momentum meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Jangan hanya patuh ketika melihat petugas, tetapi biasakan disiplin dalam setiap perjalanan,” katanya.

Pengendara sepeda motor diingatkan agar mengenakan helm berstandar SNI, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.

Sementara itu, pengemudi mobil diminta selalu menggunakan sabuk keselamatan, mematuhi rambu lalu lintas, dan tidak berkendara melebihi batas kecepatan.

AKP Septia juga menyoroti pentingnya keselamatan anak-anak yang berangkat ke sekolah. Orang tua diminta memastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan ketika dibonceng dan tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor.

“Keselamatan anak-anak menjadi perhatian bersama. Kami mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor. Jangan sampai perjalanan menuju sekolah justru menimbulkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Menurut AKP Septia, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan menjadi faktor penting dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Karena itu, kepolisian terus mendorong pendekatan pelayanan dan edukasi agar masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi seluruh pengguna jalan.

“Harapan kami, masyarakat semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan disiplin bersama, risiko kecelakaan dapat ditekan dan perjalanan menjadi lebih aman,” katanya.(res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Patroli Malam di Ringin Sirah dan Lonceng, Polisi Ingatkan Pengendara Tertib Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pemantauan arus lalu lintas melalui patroli Blue Light di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, Minggu (1/11/2026) malam.

Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang menitikberatkan pada peningkatan disiplin dan keselamatan pengguna jalan.

Patroli yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dilaksanakan anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kediri Kota menggunakan kendaraan dinas roda empat, di bawah pengendalian Kanit Turjawali.

Selain memantau pergerakan kendaraan, petugas mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat memengaruhi keselamatan serta kelancaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran polisi di jalan raya pada malam hari merupakan langkah pencegahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli Blue Light menjadi bagian dari upaya kami menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Terlebih selama Operasi Patuh Semeru 2026, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi perhatian utama,” ujar AKP Septia.

Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menjadi momentum bagi kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan pada peraturan lalu lintas.

Menurut AKP Septia, perilaku berkendara yang tidak disiplin dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, terutama ketika aktivitas kendaraan berlangsung pada malam hari.

Pengendara sepeda motor diingatkan agar selalu mengenakan helm berstandar SNI, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.

Sementara itu, pengemudi mobil diminta menggunakan sabuk keselamatan, mematuhi batas kecepatan, dan memperhatikan kondisi jalan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Jangan menerobos lampu merah, jangan berkendara dengan kecepatan berlebihan, dan selalu patuhi rambu lalu lintas,” katanya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki surat izin mengemudi untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas seharusnya menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika kepolisian menggelar operasi.

“Tujuan utama Operasi Patuh Semeru bukan sekadar penindakan, tetapi membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin disiplin, baik saat ada petugas maupun tidak,” ujarnya.

AKP Septia menambahkan, patroli di kawasan Ringin Sirah dan Lonceng juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Dengan pemantauan langsung di lapangan, petugas dapat mengamati kondisi lalu lintas dan bersiap memberikan respons apabila muncul gangguan.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Sasar Pengunjung Pusat Perbelanjaan, Polisi Bagikan Brosur Keselamatan Berlalu Lintas di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota memperluas sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mendatangi kawasan pusat perbelanjaan. Kali ini, petugas membagikan brosur keselamatan berlalu lintas di Samudra Supermarket Dhoho Plaza, Jalan PB Sudirman, Kota Kediri, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan informasi mengenai sembilan sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian kepolisian selama operasi berlangsung.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan agar masyarakat semakin memahami aturan lalu lintas dan risiko kecelakaan akibat perilaku berkendara yang tidak tertib.

“Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kami mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga di tempat-tempat aktivitas masyarakat agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak orang,” ujar AKP Septia.

Sembilan sasaran pelanggaran yang disosialisasikan meliputi penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) tidak sesuai standar, melawan arus lalu lintas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta menggunakan helm yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

Menurut AKP Septia, sejumlah pelanggaran tersebut memiliki potensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengetahui jenis pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, tetapi juga memahami pentingnya mengubah kebiasaan berkendara.

“Jangan menggunakan ponsel ketika mengemudi, hindari melawan arus, dan selalu gunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Kami juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai kendaraan bermotor,” katanya.

Pembagian brosur di kawasan Dhoho Plaza menjadi kelanjutan dari kegiatan edukasi yang sebelumnya dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota pada Selasa (27/10/2026).

Selain sosialisasi, pada Rabu (28/10/2026) Satlantas juga melaksanakan patroli preventif di sejumlah persimpangan, antara lain kawasan Jembatan Brawijaya, Jalan Veteran, Bandar Ngalim, dan Alun-Alun Kota Kediri.

Patroli dan pembagian brosur tersebut merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Kehadiran petugas di jalan ditujukan untuk mencegah pelanggaran, sementara sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

AKP Septia menegaskan bahwa tujuan utama operasi adalah membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib, bukan sekadar meningkatkan jumlah penindakan.

“Harapan kami, masyarakat tetap disiplin meskipun Operasi Patuh Semeru telah berakhir. Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebiasaan setiap hari karena satu pelanggaran dapat menimbulkan risiko bagi banyak orang,” ujarnya.

Satlantas Polres Kediri Kota mengimbau seluruh pengguna jalan untuk memeriksa kelengkapan kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan sebelum melakukan perjalanan. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page