Connect with us

Peristiwa

Forkopimcam Grogol Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan

Published

on

Kediriselaludihati.com – – Pada hari  Kamis tanggal 06 Mei 2021 pukul 16.00 Wib s/d selesai, Kapolsek Grogol AKP Shokhib Dimyati S.H menghadiri kegiatan Santunan Anak Yatim Forkopimcam Grogol di Pendopo Kecamatan Grogol.

Hadir dalam kegiatan antara lain,. Camat Grogol Zaenal Mustofa S.E. Danramil 0809/05 Grogol, Kapten Chb Tommy Wibisono. Anak Yatim wil Kec Grogol 58 anak. Kades 9 Desa se Kec. Grogol. Perwakilan Ibu Fatayat 12 orang dan. Perwakilan Yayasan Darul Aitam 2 orang

Pukul 16.00 wib Menyaksikan sambutan Bupati Kediri dan Tausiyah dari Mubaligh yang disiarkan dari Pendopo Kab Kediri melalui Zoom meeting.

Pukul 16.40 wib Memberikan santunan kepada anak Yatim wil Kec Grogol sebanyak 58 anak. Pukul 16.50 wib sambutan2   

Sambutan Camat bahwa sosialisasi pembukaan Posko Kejaksaan di Kantor Kec Grogol.  Sosialisasi dan petunjuk yanmas 1 hari jadi.

Kapolsek mengumpulkan Forkopim, Rencana hari Sabtu Pagi 3 Pilar akan melaksnakan Ops Masker, diharap Desa melakukan kegiatan imbangan.

Sambutan Kapolsek  Menyampaikan himbauan larangan menyelenggarakan Sholat id berjamaah karena wil Jatim saat ini dalam zona kuning, Meminta Kades agar menyampaikan kepada warga mengenai himbauan larangan untuk tidak berkunjung ke rumah tetangga pada saat hari raya.

” Menyampaikan agar Kades membentuk Posko di pintu masuk lokasi wisata deng menugaskan relawan untuk cek suhu tubuh. Bagi wilayahnya yang terdapat tempat perbelanjaan agar menjaga betik penerapan prokes.  Antisipasi kerumunan pada wisata religi,” Ungkapnya.

 Masukan dari Kades, Untuk menyikapi Sholat Ied ada solusi dengan memecah jamaah dengan menambah lokasi sholat ied misal Ds. Wonoasri biasanya terpusat di Masjid, Pemerintah Desa akan menyediakan lokasi di Taman Talangsari dan Mushola untuk mengurangi kerumunan.

 Kerumunan warga bisa terjadi pada kegiatan Ziarah Kubur sebelum hari raya.

Tanggapan Kapolsek. Memberikan petunjuk  kepada Kades untuk membuat Banner masuk makam wajib pakai masker.  Menyarankan untuk memberdayakan satgas desa dibantu Bhabinkantibmas dan Babinsa agar membatasi pengunjung makam. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Puluhan Personel Diterjunkan, Pastikan Pengajian Malam Jumat di Jamsaren Kediri Berlangsung Tertib

Published

on

Kediriselaludihati.com – Aparat kepolisian dari Polsek Pesantren melakukan pengamanan kegiatan pembukaan Pengajian Malam Jumat (PMJ) yang digelar di Langgar Kulon, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Kamis (16/4/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut mendapat pengawalan langsung dari jajaran kepolisian, guna memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tertib. Pengamanan dipimpin Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi bersama sejumlah perwira dan anggota.

Selain personel kepolisian, pengamanan juga melibatkan unsur TNI melalui Babinsa setempat serta pengamanan internal dari Banser yang berjumlah sekitar 30 orang. Sinergi antar unsur ini dilakukan untuk menjaga kelancaran jalannya kegiatan keagamaan yang dihadiri masyarakat.

Petugas disiagakan di sejumlah titik di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan arus lalu lintas. Kehadiran aparat juga bertujuan memberikan rasa aman kepada jamaah yang mengikuti kegiatan.

Pengajian Malam Jumat merupakan agenda rutin yang digelar masyarakat setempat sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan. Kegiatan ini biasanya dihadiri warga dari berbagai lingkungan di sekitar Kelurahan Jamsaren.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan yang berarti, sehingga rangkaian acara dapat berjalan lancar hingga selesai.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dalam setiap kegiatan sosial maupun keagamaan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Satlantas Polres Kediri Kota Kawal Rombongan Perguruan Silat Usai Kegiatan Lirboyo, Lalu Lintas Tetap Kondusif

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah titik strategis, pada Kamis (16/4/2026). Patroli yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini difokuskan di simpang empat Lonceng dan simpang empat Ringin Sirah guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh perwira pengendali dari Unit Turjawali dengan melibatkan anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal). Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan kendaraan roda empat dengan lampu rotator biru sebagai tanda kehadiran polisi di lapangan.

Selain memantau situasi kamtibmas, petugas juga melakukan pengawasan arus lalu lintas untuk memastikan kondisi tetap aman, tertib, dan lancar. Kehadiran patroli di malam hari diharapkan mampu mencegah potensi gangguan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas.

Usai patroli, pada malam yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, Satlantas Polres Kediri Kota juga melaksanakan pengawalan dan pengamanan jalur rombongan perguruan silat yang kembali dari kegiatan keagamaan di kawasan Lirboyo.

Rombongan tersebut sebelumnya mengikuti Majelis Dzikir, Maulid Rasul, manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, serta Haul Akbar Masyayikh Lirboyo 2026. Pengawalan dilakukan untuk memastikan perjalanan rombongan berlangsung tertib serta menghindari potensi gangguan di jalan.

Sejumlah personel Satlantas diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengawal pergerakan rombongan hingga situasi dinyatakan aman. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan patroli Blue Light maupun pengawalan rombongan berjalan lancar, aman, dan terkendali. Polisi memastikan situasi tetap kondusif serta mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban di jalan raya. (res/an)

Continue Reading

kriminal

Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Anak, Dua Korban Lain Ditempatkan di Rumah Aman

Published

on

Kediriselaludihati – Kasus kekerasan terhadap anak yang berujung kematian menggemparkan warga Kota Kediri. Seorang perempuan lanjut usia berinisial S (64) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kediri Kota setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap cucunya, MAM, hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi dan pengakuan pelaku. Dalam proses penyidikan, sedikitnya tujuh orang saksi telah dimintai keterangan.

Peristiwa tragis itu bermula saat korban diminta untuk tidur siang, namun tidak menuruti perintah. Hal tersebut memicu emosi tersangka hingga melakukan tindakan kekerasan menggunakan benda tumpul.

“Tersangka memukul korban dengan menggunakan kayu dan pipa, terutama di bagian punggung,” ujarnya.

Hasil autopsi dari tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri menunjukkan adanya luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh korban, serta pendarahan di rongga perut akibat benturan benda tumpul. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kayu, pipa, pakaian korban, serta bak mandi yang berkaitan dengan kejadian.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, RI, saat pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB dan mendapati anaknya dalam kondisi tidak bernyawa. Awalnya tersangka mengaku tidak mengetahui penyebab kematian korban, namun setelah pemeriksaan intensif, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dugaan sementara mengarah pada ayah tiri korban berinisial WT, setelah ditemukan luka pada dua saudara korban yang masih berusia tujuh dan lima tahun. Namun, yang bersangkutan telah dipulangkan karena belum cukup bukti.

Sementara itu, dua anak lainnya kini telah dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk ditempatkan di rumah aman guna mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius kami. Jangan ragu melapor jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan terhadap anak,” tegasnya. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page