Uncategorized
Forkopimda Jawa Timur Launching RRJS
Surabaya – Dinilai masih tingginya kasus tindak pidana yang melibatkan anak dan remaja, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ) Jawa Timur mendirikan Rumah Restorative Justice Sekolah (RRJS) Jenjang SMA, SMK dan SLB se Propinsi Jawa Timur.
RRJS resmi dilaunching oleh Forkopimda Jatim dalam hal ini Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto,MH dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Mia Amiati di di SMKN 5 Surabaya, Jalan Mayjend Prof, Dr. Moestopo , Rabu (1/3/23).
Dalam launching RRJS tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat pemrov Jatim dan Pejabat Utama Polda Jatim serta SMA, SMK dan SLB di 38 Kabupaten /kota di Jawa Timur, dari masing-masing daerah secara virtual.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto,MH mengatakan konsep yang dikedepankan dalam RRJS ini adalah, proses penyelesaian masalah diluar pengadilan.
Namun tetap dengan klasifikasi kasus kasus tertentu, antara lain ancaman hukumannya dibawah lima tahun.
“Contohnya kasus pelecehan seksual, itu tidak masuk kategori yang di RRJS kan. Ini yang juga menjadi ruang disana yang akhirnya juga bisa menekan angka kejahatan kita,” tuturnya.
Lanjut Kapolda Jatim menjelaskan, wilayah Jawa Timur ini angka kriminalitasnya atau angka kejahatannya tertinggi kedua secara nasional. Olehkarena itu, melalui RRJS dan Oemah Rembug ini dapat menjadi filter, untuk kasus kasus tertentu yang diselesaikan.
“Kami memiliki konsep kerjasama Oemah Rembug. di unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), tempatnya di Kepolisian. Ini sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara Kejaksaan, Kami (Kepolisian) dan juga kebijakan Ibu Gubernur,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Mia Amiati mengatakan, tujuan didirikannya RRJS ini adalah memulihkan keadaan kembali seperti semula, khususnya adalah pemulihan dan pemenuhan hak hak korban.
“Ada syaratnya, yaitu tersangka bukan sebagai residivis dan ancaman pidananya tidak boleh lebih dari lima tahun maksimalnya,” terangnya.
Kajati Jatim menambahkan. Sehingga peristiwa pidana yang masuk kategori extra ordinary crime, seperti pencabulan terhadap anak, maupun kekerasan seksual terhadap peserta didik, maka ditegaskannya tidak masuk dalam penyelesaian dalam RRJS.
“Harapan kami, ada proses pembelajaran bagi semua peserta didik khususnya, dan juga orang tua murid, apabila ada hal hal yang memang masih bisa dibicarakan kenapa harus diproses secara hukum, karena nanti akan berdampak kepada anaknya sendiri,” imbuhnya.
Diwaktu yang sama, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa keberadaan RRJS ini nantinya tidak hanya bagi pelajar SMA sederajat, nantinya juga akan didirikan mulai dari pelajar tingkat Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kalau ini akan ada pengembangan ke SMP dan SD. Tadi saya menyampaikan traficking in children di SMP di kelas yang sama, dan itu akan menjadi bagian dari proses pentingnya melakukan filterisasi pada Rumah Restorative Justice ini,” ujarnya usai melaunching RRJS.
Selain itu, lanjut Khofifah tidak semua kasus bisa diselesaikan melalui RRJS ini. Seperti contoh kasus kasus extra ordinary crime, seperti kasus narkotika.Sehingga harus dibedakan, antara pengedar, pengguna, atau yang bersangkutan dinyatakan sebagai residivis.
“Nah, tadi disampaikan Ibu Kajati, dan pak Kapolda, lihat kalau ancaman hukumannya diatas lima tahun, dia tidak masuk kategori wilayah Rumah Restorative Justice Sekolah ini,” lanjutnya.
Menurut Khofifah hal itu yang juga harus difilterisasi karena bisa saja pengedar Narkoba menggunakan anak anak untuk melakukan perdagangan gelap narkotika.
“Jadi kalau dia kategori illicit trafficking (perantara ilegal) pada proses perdagangan gelap narkotika dan psikotropika, ini kan bisa saja menggunakan anak anak untuk melakukan perdagangan gelap narkotika,” imbuhnya.
Khofifah menambahkan, dalam penyelesaian permasalahan pelajar tidak hanya diselesaikan di sekolah, melainkan di desa-desa juga bisa.
“Tidak hanya di sekolah, jadi di desa-desa sudah ada rumah Restorative Justice yang di inisiasi oleh tim Kejaksaan, ada Rumah Rembuk yang di inisiasi oleh tim Kepolisian, sama ini sebetulnya melihat bagaimana sebetulnya skala masalah itu,” paparnya.
Untuk diketahui Rumah Restorative Justice (RJ) yang telah didirikan hingga saat ini sebanyak 949, diantaranya 630 Rumah RJ di lingkungan sekolah, 4 Rumah RJ di lingkungan Kampus, dan 319 Rumah RJ di lingkungan Desa dan Kecamatan. (*)
Peristiwa
Doa Bersama Warga Datengan Kediri dan Tokoh Agama Perkuat Kebersamaan serta Kondusivitas Wilayah
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Datengan menghadiri kegiatan genduri dan doa bersama dalam rangka tradisi Bersih Dusun di Dusun Balongsari, Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Datengan Aipda Zainal Afandi bersama unsur tiga pilar, tokoh agama, serta masyarakat Dusun Balongsari.
Tradisi Bersih Dusun menjadi agenda rutin masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, warga berkumpul bersama tokoh agama dan perangkat desa untuk mengikuti doa bersama yang berlangsung khidmat.
Aipda Zainal Afandi mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara polisi dan warga.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar sekaligus mempererat komunikasi dengan warga,” ujar Zainal.
Menurut dia, tradisi lokal seperti Bersih Dusun memiliki nilai sosial yang kuat dalam menjaga kebersamaan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga kekompakan dan harmoni lingkungan,” katanya.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang bernilai budaya, sosial, dan religius.
“Tradisi Bersih Dusun merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu dijaga. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Andang.
Ia menambahkan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam agenda masyarakat merupakan bentuk pelayanan dan penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan Bersih Dusun tersebut, diharapkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial masyarakat Desa Datengan terus terjaga seiring terciptanya lingkungan yang harmonis dan aman. (res/an)
Peristiwa
Edukasi Keamanan dan Informasi Sekolah Disampaikan Bhabinkamtibmas Campurejo Kediri kepada Wali Murid PAUD Flamboyan
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Campurejo bersama Satbinmas Polres Kediri Kota melaksanakan sosialisasi penerimaan peserta didik baru TK Kemala Bhayangkari di PAUD Flamboyan, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dengan dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Campurejo Aiptu Dwi Kiswanto bersama Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Kediri Kota Iptu Moh. Komaru Zaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bripda Anggito, Kepala PAUD Flamboyan Ibu Dyah, wali murid, serta siswa-siswi PAUD Flamboyan.
Dalam kegiatan itu, petugas menyampaikan informasi terkait penerimaan siswa baru TK Kemala Bhayangkari yang berlokasi di Jalan PK Bangsa dan Jalan KDP Slamet Kediri.
Selain sosialisasi penerimaan sekolah, petugas juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada wali murid dan tenaga pendidik.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Campurejo Aiptu Dwi Kiswanto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi pendidikan sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat.
“Kami menyampaikan informasi penerimaan peserta didik baru TK Kemala Bhayangkari sekaligus memberikan edukasi kamtibmas agar masyarakat tetap menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
“Kegiatan di sekolah dan lingkungan anak-anak penting untuk didampingi karena berkaitan dengan pendidikan karakter, keamanan, dan komunikasi yang baik dengan wali murid,” katanya.
Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Kediri Kota Iptu Moh. Komaru Zaman juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung pendidikan anak sejak usia dini.
“Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab. Kami berharap orang tua dapat memilih pendidikan terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Komaru.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan kolaboratif antara kepolisian dan lembaga pendidikan.
“Kami mendukung kegiatan edukasi yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pembinaan keamanan lingkungan. Kehadiran anggota di tengah masyarakat harus memberi manfaat nyata,” kata Rudi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi pendidikan yang memadai sekaligus semakin sadar pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. (res/an).
Peristiwa
Satlantas Polres Kediri Kota Edukasi Keamanan Barang Pribadi dan Tertib Berlalu Lintas di Ruang Publik
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) melaksanakan kegiatan edukasi dan imbauan kepada pengunjung Museum Airlangga, Kota Kediri, pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota dengan menyasar pengunjung museum sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran keamanan dan keselamatan masyarakat di ruang publik.
Dalam kegiatan itu, personel Satlantas memberikan imbauan kepada pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan terhadap barang pribadi saat berada di tempat umum.
Selain itu, petugas juga menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta disiplin dalam menerapkan aturan di jalan raya.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mengatakan edukasi keselamatan perlu dilakukan secara konsisten, termasuk di lokasi wisata dan ruang publik.
“Keselamatan bukan hanya saat berada di jalan, tetapi juga saat beraktivitas di ruang publik. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga barang pribadi dan selalu menerapkan budaya tertib berlalu lintas,” ujar Tutud.
Menurut dia, pendekatan humanis melalui dialog langsung dengan masyarakat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran publik.
“Kami ingin membangun budaya keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan disiplin dan kewaspadaan, masyarakat dapat beraktivitas lebih aman dan nyaman,” katanya.
Museum Airlangga dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena menjadi titik kunjungan masyarakat dan keluarga, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Petugas juga mengingatkan pengunjung untuk memastikan kendaraan diparkir dengan aman serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan.
Beberapa pengunjung menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengingat praktis terkait keamanan pribadi dan keselamatan berkendara.
“Kegiatan seperti ini bagus karena mengingatkan hal-hal sederhana yang sering terlupakan, seperti menjaga barang bawaan dan disiplin berkendara,” ujar salah satu pengunjung.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan edukasi di ruang publik tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan diri, barang pribadi, serta keselamatan saat berkendara maupun beraktivitas sehari-hari. (res/an)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
