Connect with us

Lalu Lintas

Gelar Dakgar Lantas, Polsek Mojoroto Tilang 18 Pengendara

Published

on

Kediriselaludihati.com – Anggota Lantas Polsek Mojoroto, Polresta Kediri mengadakan kegiatan Dakgar Lantas di jalan Tidar Tamanan, pada Senin 9 Maret 2020, pukul 08.00 Wib –  09.00 WIB.

Kuat personil sebanyak  8 orang, dipimpin oleh  Kanit Lantas Polsek Mojoroto .  Petugas menghentikan setiap pengendara yang melintas untuk dilakukan pemeriksaan surat-surat kelengkapan berkendara.

Hasil penindakan berupa, tilang  18 dan teguran  3. Adapun jenis pelanggaran, tidak memakai helm:9, melanggar traffic light:4, tidak punya SIM:: 3 dan tidak bawa STNK :2

“Penindakan yg dilakukan dengan menggunakan Aplikasi E-Tilang 18,” Kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi. (res/an).

Continue Reading

Lalu Lintas

Edukasi Keselamatan Berkendara, Satlantas Kediri Kota Gelar Pelatihan PKS dan Pasang Banner Operasi Patuh Semeru 2026

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota memberikan pelatihan keselamatan berlalu lintas kepada anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di MAN 2 Kota Kediri, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mendukung ketertiban lalu lintas di lingkungan sekolah.

Pelatihan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota bersama pembina PKS dan para siswa anggota PKS.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan tiga materi utama, yakni keselamatan berkendara (safety riding), pengenalan 12 gerakan pengaturan lalu lintas, serta praktik gerakan pengaturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa pembinaan PKS merupakan salah satu upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.

“Melalui pembinaan PKS, kami ingin membekali para siswa dengan pengetahuan keselamatan berlalu lintas sekaligus membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Harapannya, mereka dapat menjadi contoh bagi teman-temannya dalam menerapkan perilaku tertib di jalan,” kata AKP Septia.

Materi safety riding diberikan untuk memperkenalkan prinsip berkendara yang aman, termasuk pentingnya memahami aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, pengenalan 12 gerakan pengaturan lalu lintas bertujuan menambah pemahaman siswa mengenai isyarat yang digunakan petugas ketika mengatur pergerakan kendaraan.

Para anggota PKS juga mengikuti praktik agar dapat memahami gerakan tersebut secara langsung, tidak hanya melalui penjelasan teori.

Pembinaan ini diharapkan membantu siswa mengenali situasi lalu lintas di sekitar sekolah dan memahami pentingnya menjaga keselamatan diri maupun orang lain.

Meski demikian, keterlibatan PKS dalam kegiatan ketertiban sekolah tetap harus berada dalam pengawasan pembina dan tidak menggantikan kewenangan petugas kepolisian dalam mengatur lalu lintas di jalan umum.

AKP Septia menekankan bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada pelajar yang setiap hari beraktivitas di lingkungan jalan raya.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar pengetahuan. Kami berharap anggota PKS mampu menjadi pelopor keselamatan dengan memberikan contoh kedisiplinan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain melaksanakan pembinaan PKS, Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota juga melakukan pemasangan banner Operasi Patuh Semeru 2026 di sejumlah titik jalan pada hari yang sama.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dilakukan di empat lokasi, yakni Simpang Empat Baruna, Simpang Tiga Kodim, Simpang Tiga Water Torn, dan Simpang Empat RS Baptis Kota Kediri.

Pemasangan banner dilaksanakan Kanit Kamsel bersama anggota sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Melalui media informasi yang ditempatkan di sejumlah persimpangan, pengguna jalan diharapkan semakin menyadari pentingnya keselamatan dan ketertiban saat berkendara.

AKP Septia mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas, serta tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kesadaran bersama menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib,” katanya.

Pembinaan pelajar dan sosialisasi melalui pemasangan banner menjadi dua pendekatan edukasi yang dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Pembinaan di sekolah menyasar pembentukan perilaku tertib sejak dini, sedangkan pemasangan banner ditujukan untuk mengingatkan masyarakat secara lebih luas.

Berdasarkan laporan Satlantas Polres Kediri Kota, kedua kegiatan tersebut berlangsung lancar, terkendali, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kediri Kota terus mendorong keterlibatan pelajar dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri.(res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Utamakan Edukasi Pengendara, Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasikan Operasi Patuh Semeru Lewat Spanduk

Published

on

Kediriselaludihati -Satlantas Polres Kediri Kota memasang spanduk imbauan tertib berlalu lintas di lima titik jalan, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah preemtif pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Pemasangan spanduk dipimpin Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Mujani, S.H., bersama sejumlah anggota.

Lima lokasi pemasangan meliputi Jalan Veteran, Simpang Kodim, kawasan Water Torn, Simpang Baptis, dan Simpang Empat Baruna.

Spanduk tersebut dipasang sebagai sarana sosialisasi kepada pengguna jalan agar meningkatkan kedisiplinan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan preemtif yang mengedepankan edukasi sebelum dilakukan penegakan hukum.

“Pemasangan spanduk di sejumlah titik ini merupakan langkah awal untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan harus dimulai dari kedisiplinan setiap pengendara,” kata AKP Septia.

Operasi Patuh Semeru 2026 digelar serentak di wilayah Jawa Timur dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

Dalam pelaksanaannya, operasi menggunakan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.

Pendekatan preemtif dilakukan melalui penyuluhan, pemasangan spanduk, dan penyampaian informasi mengenai keselamatan berlalu lintas.

Sementara itu, kegiatan preventif dilakukan melalui pengaturan, penjagaan, patroli, serta langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Adapun pendekatan represif berupa penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pada minggu pertama, pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan humanis, disertai pemanfaatan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Memasuki minggu kedua, penindakan direncanakan diperkuat melalui tilang manual oleh petugas yang memiliki kewenangan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.

AKP Septia menekankan bahwa operasi tidak semata-mata bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.

“Penegakan hukum merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan. Namun, yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan, baik ketika ada petugas maupun tidak,” ujarnya.

Sejumlah pelanggaran menjadi perhatian dalam Operasi Patuh Semeru 2026, antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman.

Petugas juga memberikan perhatian terhadap pengendara yang tidak memiliki SIM, pengendara di bawah umur, pelanggaran batas kecepatan, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, pelanggaran seperti berboncengan lebih dari satu penumpang pada sepeda motor, balap liar, dan penggunaan knalpot yang tidak memenuhi persyaratan teknis turut menjadi perhatian.

Berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika juga merupakan tindakan berbahaya yang dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKP Septia mengimbau masyarakat memeriksa kelengkapan kendaraan dan surat-surat sebelum bepergian, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi rambu dan marka jalan.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada operasi kepolisian. Lengkapi surat kendaraan, gunakan helm, patuhi rambu, dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Melalui pemasangan spanduk di lima titik tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap pesan tertib berlalu lintas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kegiatan edukasi akan menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 bersama langkah pencegahan dan penegakan hukum.

Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Polres Kediri Kota Gelar Operasi Patuh Semeru Selama 14 Hari, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Sasaran Penertiban

Published

on


Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota mulai menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026. 

Operasi ini diarahkan untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan, menekan pelanggaran, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Dimulainya operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Kediri Kota, Senin (26/10/2026) pagi.

Apel tersebut melibatkan personel Polri, TNI, Subdenpom V/2-2, Dinas Perhubungan Kota Kediri, Satpol PP Kota Kediri, serta unsur pendukung lainnya.

Operasi Patuh Semeru 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan saat apel, seluruh personel diminta menjadikan operasi tersebut sebagai upaya nyata membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan sekadar kegiatan rutin tahunan.

Penekanan itu disampaikan mengingat keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab setiap pengguna jalan.

Pelaksanaan operasi mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.

Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi dan penyampaian informasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Sementara itu, langkah preventif diarahkan pada upaya pencegahan pelanggaran dan kecelakaan melalui kehadiran petugas serta pengawasan di lapangan.

Adapun penegakan hukum dilakukan terhadap pelanggaran lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Jawa Timur mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Petugas diminta tidak menyalahgunakan kewenangan atau melakukan penindakan dengan tujuan mencari-cari kesalahan pengguna jalan.

Sikap, tutur kata, dan penampilan anggota kepolisian juga menjadi perhatian karena polisi lalu lintas merupakan salah satu unsur Polri yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Jadilah polisi yang dicintai oleh masyarakat, bukan yang ditakuti dan dihindari oleh masyarakat,” demikian pesan dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan saat apel.

Pesan tersebut menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan operasi, petugas diharapkan mengedepankan komunikasi yang santun serta memberikan pemahaman kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi peraturan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu melalui pelaksanaan apel tersebut menegaskan kesiapan jajarannya menjalankan Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Operasi Patuh Semeru bukan semata-mata kegiatan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga upaya membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama,” kata AKBP Wisnu.

Selain melakukan pengawasan dan penegakan hukum, Polres Kediri Kota juga diharapkan memperkuat kegiatan edukasi agar masyarakat memahami risiko dari perilaku berkendara yang tidak tertib.

Pengendara diimbau memastikan kelengkapan surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kesadaran tersebut penting karena kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan kerugian materiil, cedera, bahkan korban jiwa.

Melalui pendekatan yang mengutamakan pencegahan, kepolisian berupaya mengurangi potensi kecelakaan sebelum terjadi.

AKBP Wisnu juga mengingatkan pentingnya sikap profesional anggota selama operasi berlangsung.

“Seluruh personel harus menjalankan tugas dengan humanis, profesional, dan sesuai prosedur. Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta lakukan penegakan hukum secara proporsional. Tujuan utama operasi ini adalah keselamatan, bukan sekadar banyaknya pelanggaran yang ditindak,” ujarnya.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur, jajaran kepolisian juga diminta melaksanakan analisis dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan operasi.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui efektivitas kegiatan, perkembangan situasi lalu lintas, serta hasil langkah edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.

Pelaporan secara rutin juga menjadi bagian dari pengawasan agar kegiatan berjalan sesuai sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Patuh Semeru 2026.

Kerja sama lintas instansi diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman di wilayah Kota Kediri.

Selama 14 hari pelaksanaan operasi, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara, tidak hanya ketika bertemu petugas, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Kediri Kota berupaya membangun budaya berlalu lintas yang lebih bertanggung jawab dengan mengedepankan edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis.

Catatan redaksi: Kutipan amanat Kapolda mengenai polisi yang dicintai masyarakat berasal dari bahan yang diberikan. Dua kutipan AKBP Wisnu merupakan usulan redaksional dan perlu dikonfirmasi kepada Kapolres sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page