Lalu Lintas
Gelar Dakgar Lantas, Polsek Mojoroto Tilang 18 Pengendara
Kediriselaludihati.com – Anggota Lantas Polsek Mojoroto, Polresta Kediri mengadakan kegiatan Dakgar Lantas di jalan Tidar Tamanan, pada Senin 9 Maret 2020, pukul 08.00 Wib – 09.00 WIB.
Kuat personil sebanyak 8 orang, dipimpin oleh Kanit Lantas Polsek Mojoroto . Petugas menghentikan setiap pengendara yang melintas untuk dilakukan pemeriksaan surat-surat kelengkapan berkendara.
Hasil penindakan berupa, tilang 18 dan teguran 3. Adapun jenis pelanggaran, tidak memakai helm:9, melanggar traffic light:4, tidak punya SIM:: 3 dan tidak bawa STNK :2
“Penindakan yg dilakukan dengan menggunakan Aplikasi E-Tilang 18,” Kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi. (res/an).
Lalu Lintas
Polisi Datangi Bengkel di Balowerti Kediri, Tekankan Keselamatan dan Kepatuhan Aturan Lalu Lintas
Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota mengingatkan pemilik bengkel kendaraan bermotor agar tidak melakukan modifikasi yang bertentangan dengan standar dan ketentuan keselamatan. Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan edukasi langsung kepada pemilik bengkel di kawasan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota itu berlangsung di sebuah bengkel di Gang I, Kelurahan Balowerti, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Kanit Kamsel bersama sejumlah anggota mendatangi bengkel untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kendaraan tetap memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas, termasuk melalui pelaku usaha jasa perbaikan dan modifikasi kendaraan.
“Unit Kamsel melaksanakan imbauan kepada pemilik bengkel mengenai larangan modifikasi kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar, sekaligus mengingatkan pentingnya berkendara dengan mematuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas,” demikian keterangan kegiatan Satlantas Polres Kediri Kota yang disampaikan melalui laporan Kasat Lantas.
Modifikasi Kendaraan Harus Memenuhi Standar
Modifikasi kendaraan bermotor menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena perubahan pada komponen kendaraan dapat memengaruhi aspek keselamatan apabila dilakukan tanpa memperhatikan persyaratan teknis.
Tidak semua bentuk modifikasi kendaraan dilarang. Namun, perubahan yang menyebabkan kendaraan tidak memenuhi ketentuan teknis maupun persyaratan laik jalan dapat menimbulkan persoalan keselamatan serta konsekuensi hukum.
Karena itu, pemilik bengkel memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan yang dilakukan tidak mengabaikan standar keselamatan kendaraan.
Melalui sosialisasi tersebut, kepolisian mengingatkan agar kegiatan perbaikan maupun modifikasi tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Edukasi langsung kepada pemilik bengkel juga menjadi salah satu pendekatan pencegahan. Bengkel merupakan tempat pemilik kendaraan berkonsultasi mengenai perbaikan, penggantian komponen maupun perubahan pada kendaraannya.
Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha bengkel diharapkan dapat membantu mengingatkan pelanggan mengenai pentingnya menjaga kendaraan tetap aman digunakan di jalan.
Pengendara Diingatkan Patuhi Rambu Lalu Lintas
Selain membahas modifikasi kendaraan, personel Unit Kamsel juga menyampaikan pesan keselamatan berkendara.
Pengguna kendaraan bermotor diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu, menaati peraturan lalu lintas serta memperhatikan kondisi kendaraan sebelum digunakan.
Keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada perilaku pengemudi, tetapi juga kondisi teknis kendaraan yang digunakan.
Kendaraan yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan risiko bagi pengendaranya maupun pengguna jalan lainnya.
Karena itu, upaya meningkatkan keselamatan perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk pemilik kendaraan, pengemudi dan pelaku usaha bengkel.
Mengedepankan Edukasi dan Pencegahan
Dalam kegiatan di Balowerti tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota mengedepankan pendekatan edukatif melalui penyampaian imbauan secara langsung.
Laporan kegiatan tidak menyebutkan adanya temuan pelanggaran, pemeriksaan kendaraan tertentu maupun tindakan penegakan hukum terhadap pemilik bengkel.
Dengan demikian, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi mengenai larangan modifikasi yang tidak sesuai standar, bukan operasi penindakan.
Satlantas Polres Kediri Kota berharap pemilik bengkel dapat ikut berperan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dengan memperhatikan aspek keselamatan pada setiap pekerjaan perbaikan maupun modifikasi kendaraan.
Edukasi kepada pelaku usaha bengkel menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kendaraan yang digunakan masyarakat tetap memenuhi persyaratan keselamatan dan tidak membahayakan pengguna jalan. (res/aro)
Lalu Lintas
Habib Syech Hadir di Puncak Festival Santri Nusantara Kediri, 503 Personel Internal Disebar di 47 Titik

Kediriselaludihati – Sekitar 50.000 jemaah diperkirakan menghadiri Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (8/10/2026) malam. Mengantisipasi besarnya massa, pengamanan, rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi hingga larangan konvoi mulai dipersiapkan.
Lirboyo Bersholawat menjadi acara puncak Festival Santri Nusantara 2026 yang berlangsung pada 4-8 Oktober 2026. Acara puncak dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB di lapangan sebelah barat Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.
Persiapan pengamanan dibahas dalam rapat koordinasi di Rupatama Polres Kediri Kota, Selasa (6/10/2026) mulai pukul 13.00 WIB.
Rapat dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. dan diikuti unsur kepolisian dari sejumlah daerah, TNI, Brimob, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, panitia serta unsur Pagar Nusa dan GASMI.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto meminta panitia menyampaikan secara rinci seluruh rencana kegiatan agar potensi persoalan dapat dipetakan sebelum acara berlangsung.
“Panitia agar memaparkan pelaksanaan kegiatan apa adanya dan secara detail sehingga kita bisa bekerja sama menyiapkan pengamanan,” kata Wisnu dalam rapat koordinasi.
Diperkirakan 50.000 Jemaah
Panitia memperkirakan sekitar 50.000 jemaah akan menghadiri Lirboyo Bersholawat. Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum.
Sejumlah tamu dari tingkat Provinsi Jawa Timur juga masuk dalam daftar undangan panitia. Untuk mengatur pergerakan massa, jalur tamu VVIP dan VIP direncanakan melalui sisi timur, sedangkan masyarakat umum disiapkan dua akses masuk dari arah barat.
Panitia juga menyiapkan sejumlah layar di beberapa lokasi untuk memecah konsentrasi jemaah.
Untuk pengamanan internal, Pondok Pesantren Lirboyo menyiapkan 503 personel yang akan ditempatkan di 47 titik, baik di dalam maupun sekitar kawasan pesantren.
Wisnu meminta petugas internal yang telah ditunjuk benar-benar dimaksimalkan untuk membantu aparat di lapangan.
“Orang-orang yang ditunjuk untuk pengamanan di titik internal pondok agar dimaksimalkan sehingga bisa membantu petugas pengamanan,” ujarnya.
Sementara Polres Kediri Kota akan lebih memfokuskan pengamanan pada sektor luar kawasan pesantren, terutama ruas dan persimpangan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. mengatakan personel akan ditempatkan pada titik-titik yang telah dipetakan agar aktivitas masyarakat di sekitar Lirboyo tetap dapat dikelola.
“Kami memfokuskan pengamanan sektor luar dan beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Personel akan diploting pada titik pengamanan agar kegiatan tidak mengganggu masyarakat,” kata Iwan.
Jalan Ditutup Mulai Pukul 17.00 WIB
Dalam rakor, panitia menyampaikan penutupan jalan di sekitar lokasi direncanakan mulai pukul 17.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum Lirboyo Bersholawat dimulai.
Jemaah yang menggunakan kendaraan roda empat akan diarahkan menuju kantong-kantong parkir yang telah disiapkan.
Pengelolaan parkir selama kegiatan akan dikoordinasikan dengan Karang Taruna setempat.
Pedagang juga menjadi perhatian karena keberadaannya di badan jalan berpotensi mempersempit ruang lalu lintas ketika puluhan ribu jemaah datang.
“Terkait pedagang yang biasanya memakan jalur lalu lintas, ini harus diperhatikan karena nantinya dapat menimbulkan kemacetan,” kata Wisnu.
Panitia menyatakan telah berkoordinasi dengan Karang Taruna agar pedagang tidak menggunakan badan jalan.
Selain pengaturan lalu lintas, jalur evakuasi menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian khusus.
“Jalur evakuasi harus steril dari kendaraan,” kata Iwan.
Panitia memastikan jalur tersebut akan dijaga tetap steril selama kegiatan.
Tiga ambulans juga disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Selain itu, panitia menyiapkan tenda darurat dan fasilitas UKS.
Larangan Konvoi Jadi Perhatian
Potensi konvoi menuju lokasi acara turut dibahas secara khusus.Wisnu meminta pengurus Pagar Nusa mengingatkan anggotanya agar tidak melakukan konvoi menuju Pondok Pesantren Lirboyo.
“Kami mengimbau kepada panitia dan pengurus cabang Pagar Nusa agar mengingatkan adik-adiknya untuk tidak melakukan konvoi,” kata Wisnu.
Kabag Ops juga meminta dilakukan langkah penggalangan serta penyekatan untuk mencegah konvoi.
Pengurus Pagar Nusa menyatakan telah memberikan imbauan kepada anggotanya. Dalam rakor juga dibahas rencana pembuatan video instruksi dari pimpinan cabang agar larangan tersebut tersampaikan hingga tingkat ranting.
Perhatian terhadap konvoi menguat setelah beredar sejumlah flyer di media sosial yang mencantumkan ajakan terkait kehadiran kelompok pencak silat.
Panitia menegaskan tidak mengundang perguruan pencak silat secara khusus dalam kegiatan tersebut.
“Di sini kami tidak mengundang perguruan atau pencak silat, tetapi ada beberapa flyer yang beredar seolah-olah kami mengundang,” demikian penjelasan panitia dalam rakor.
Karena itu, pengurus Pagar Nusa diminta ikut menyampaikan klarifikasi dan imbauan kepada jaringan di tingkat bawah.
Bendera Besar Juga Diantisipasi
Kasat Binmas Polres Kediri Kota AKP Cahyo turut menyoroti kebiasaan membawa bendera berukuran besar dalam kegiatan sholawat.
Ia meminta bendera besar tidak dikibarkan di dalam lapangan karena berpotensi mengganggu pandangan maupun kenyamanan jemaah lainnya.
Selain Polres Kediri Kota, persiapan pengamanan melibatkan unsur Polres Tulungagung, Polres Nganjuk dan Polres Kediri. TNI juga terlibat melalui Brigif Wira Yudha dan Kodim 0809/Kediri, bersama Brimob Kediri serta Subdenpom V/2-2 Kediri.
Dari Pemerintah Kota Kediri, koordinasi melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesbangpol dan Dinas Kesehatan.
Polres Kediri Kota meminta seluruh perwira pengendali membawa alat komunikasi handy talky (HT) untuk mempermudah koordinasi ketika kegiatan berlangsung.
Dengan perkiraan puluhan ribu jemaah, pengamanan akan difokuskan pada pengendalian arus kedatangan dan kepulangan, titik rawan kemacetan, kantong parkir, pencegahan konvoi serta memastikan jalur evakuasi tetap dapat digunakan dalam kondisi darurat. (res/aro)
Lalu Lintas
Polisi Jaga Simpang RS Baptis dan Bence, Cegah Balap Liar serta Kejahatan 3C
Kediriselaludihati – -Polsek Pesantren meningkatkan patroli Harkamtibmas dan cipta kondisi di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (4/10/2026) dini hari. Delapan personel diterjunkan ke Simpang Empat RS Baptis dan Simpang Empat Bence mulai pukul 00.10 WIB untuk mengantisipasi balap liar sekaligus mencegah kejahatan 3C.
Patroli dilakukan dengan menempatkan personel pada dua persimpangan yang telah ditentukan. Polisi melakukan pemantauan terhadap aktivitas kendaraan dan situasi lingkungan ketika kondisi jalan mulai lengang.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut difokuskan pada upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hingga dini hari.
“Pelaksanaan kegiatan Harkamtibmas, cipta kondisi dan antisipasi balap liar dilakukan guna mencegah 3C serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan aman,” kata Siswandi, berdasarkan keterangan kegiatan Polsek Pesantren.
Tiga jenis kejahatan yang menjadi perhatian dalam patroli tersebut adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.
Di Simpang Empat RS Baptis, empat personel diterjunkan, yakni Iptu Andris, Aiptu Efindra, Aiptu Agus S. dan Aipda Ainul, S.H.
Sementara empat personel lainnya ditempatkan di Simpang Empat Bence, terdiri dari Aiptu M. Rofik, Aiptu Agus Karyono, Aiptu Feri dan Aiptu Aris Tri.
Personel melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang melintas sekaligus mengawasi kemungkinan munculnya aktivitas balap liar.
Pengawasan dilakukan sejak dini hari sebagai langkah preventif. Kehadiran polisi di jalan diharapkan dapat mempersempit ruang bagi kelompok yang hendak menggunakan jalan umum untuk adu kecepatan.
Balap liar menjadi salah satu sasaran pencegahan karena aktivitas tersebut berpotensi membahayakan pengendara yang terlibat maupun masyarakat lain yang masih menggunakan jalan.
Selain itu, kondisi sejumlah ruas yang semakin sepi pada dini hari membutuhkan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan jalanan.
Siswandi menegaskan bahwa patroli diarahkan untuk menjaga kondisi wilayah tetap aman sekaligus mencegah gangguan sebelum berkembang menjadi tindak kriminal maupun gangguan lalu lintas.
“Antisipasi balap liar dilakukan sekaligus untuk mencegah 3C dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut tidak dilaporkan adanya balap liar yang ditemukan ataupun kendaraan yang diamankan. Polisi juga tidak melaporkan adanya kejadian 3C selama periode pemantauan.
Dengan demikian, patroli yang dilakukan Polsek Pesantren pada Minggu dini hari tersebut lebih diarahkan sebagai langkah pencegahan.
Polsek Pesantren juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menggunakan jalan umum sebagai lokasi balapan.
Selain membahayakan diri sendiri, balap liar dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya serta mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar ruas jalan.
Patroli Harkamtibmas dan cipta kondisi akan menjadi bagian dari upaya Polsek Pesantren meningkatkan kehadiran personel pada jam-jam rawan, terutama untuk mencegah balap liar, pencurian kendaraan bermotor dan kejahatan jalanan lainnya di wilayah Kota Kediri. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
