Peristiwa
Gubernur Jatim Kampanyekan Bermasker di Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Muspida Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengampanyekan gerakan bermasker serta memeberikan motivasi untuk menggerakkan perekonomian, Sabtu (3/10).
Berangkat dari Halaman Balaikota Kediri dengan bersepeda, kegiatan ini juga diikuti oleh Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, instansi vertikal, jajaran Pemprov Jawa Timur, Forkopimda Kota Kediri, serta dari kalangan perbankan. Titik lokasi yang dikunjungi di Kota Kediri yakni, Pasar Bandar, Radio Andika, dan Sentra Tenun Ikat Kota Kediri.
Dari Halaman Balaikota Kediri bergerak menuju Pasar Bandar melewati Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Sesampainya di Pasar Bandar Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Kediri membagikan 40 paket sembako kepada tukang becak. Paket sembako terdiri dari minyak 2 liter, gula 1 kilogram, beras 5 kilogram dan multivitamin. Selain itu juga dilakukan pembagian masker tenun ikat Kota Kediri kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Selepas Pasar Bandar, Gubernur Jawa Timur dan Walikota Kediri beserta rombongan kemudian melanjutkan gowes menuju rute selanjutnya ke Radio Andika FM di Jalan Semeru. Mengawali on air di Radio Andika, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa masyarakat Kota Kediri dan menjabarkan tujuan agenda kunjungannya ke Kota Kediri. Tak lupa Khofifah Indar Parawansa juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta menyampaikan perkembangan program Jatim bermasker yang dicanangkan beberapa waktu lalu. Terkait adanya warga yang belum peduli dengan protokol kesehatan tetap harus diedukasi, sosialisasi harus semakin masif. “Kita harus menyampaikan bahwa hari ini penyebaran covid-19 belum berhenti. Mari lindungi diri kita, keluarga kita, lindungi semua yang ada di lingkungan terdekat kita. Karena kalau droplet itu bisa dua meter lebih. Jadi artinya memang masker harus dipakai dengan benar dan gunakan masker yang aman. Dan Alhamdulillah Jatim bermasker progressnya Insya Allah so far so good . Proses sosialisasi ini kita juga berseiring ikut bagi-bagi masker. Secara nasional tanggal 14 September yang lalu diikuti dengan operasi yustisi. Saya ingin menyampaikan operasi yustisi itu sebetulnya bukan untuk mencari kesalahan tapi bagaimana kita ini bersama-sama patuh terhadap protokol kesehatan. Karena ekonomi kita harus gerak maka kalau kita tidak menggunakan masker yang benar dan aman itu nanti beresiko di lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, dan lainnya. Jadi kita harus menggunakan masker dengan aman dan benar. Supaya ekonomi kita gerak, kita juga sehat. Selamat masyarakatnya selamat ekonominya,” urainya.
Kemudian Walikota Kediri juga menyampaikan beberapa program yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri selama pandemi covid-19. “ Setiap harinya saya terus menyampaikan kepada masyarakat ayo pakai masker. Maskernya kain aja yang bisa dicuci lagi. Kita Alhamdulillah mulai bulan April kerjasama dengan penenun yang ada di Kota Kediri yang akan kita kunjungi. Kita coba didesain untuk digunakan masker sehingga tukang jahit dan penenun juga berjalan. Alhamdulillah disambut baik dengan instansi-instansi seperti TNI, Polri, perbankan pesannya kesitu semua. Jadi sesuai arahan Bu Gubernur kita perkuat potensi-potensi lokal yang ada di Kota Kediri termasuk kita juga membuat platform jualan online disini. Karena adanya pandemi ini kita juga percepatan. Setelah itu kita juga kerjasama dengan marketplace-marketplace besar. Di Kota Kediri ini masyarakat kita yang tinggal kampung itu 80%. Yang ada di jalan besar Cuma 20%. Kalau mereka harus punya toko sewa di pinggir jalan mahal. Jadi menurut saya yang paling tepat adalah online,” ujarnya.
Selain melakukan on air , Gubernur Jawa Timur beserta rombongan juga menyerahkan bantuan diantaranya sprayer elektrik 1 unit, disinfektan 10 liter, masker kain 500 pcs, pakaian hazmat 5 pcs, latex (pendek) 1 box, hand sanitizer 10 liter, face shield 5 pcs, safety goggles (kacamata) 5 pcs, sepatu boot 2 pasang, thermometer gun 1 unit, timba cuci tangan 2 unit, dan dudukan timba cuci tangan 2 unit.
Usai melakukan on air di radio Andika, dilanjutkan meninjau Sentra Tenun Ikat Kota Kediri. Disana Khofifah Indar Parawansa dan Abdullah Abu Bakar melihat langsung pembuatan tenun ikat khas Kota Kediri ini. Selain itu juga berdialog dengan pegiat sosial media yang tergabung dalam Kediri Instafest. Dalam dialog ini Khofifah Indar Parawansa mengajak Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Divi Ahmad Joansyah, Kepala Kantor Regional 4 OJK Bambang Mukti Riyadi, Kepala Kanwil BPN Heri Santoso, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, Sekda Provinsi Heru Tjahjono, Dirut Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu Maharani.
Dalam dialog ini Khofifah Indar Parawansa mendapat pertanyaan dari salah satu pegiat sosial media Hari Agustiyo. Saya ingin menanyakan bagaimana kabar dari Jawa Timur apakah ada forum-forum seperti ini yang melibatkan semua kota atau apakah pernah ada forum kopdar atau bagaimana?,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bukan hanya sosial media, Provinsi Jawa Timur kita memiliki Millenial Job Centre (MJC) untuk menyiapkan anak muda yang memang memiliki talenta. Misalnya desainer-desainer web, programmer, dan fotografer. Kemudian tidak hanya sekedar kopdar tetapi ada pertemuan tahunan yang dilakukan selama 3 hari. Pertemuan ini diikuti kurang lebih 2900 orang. “Jadi sudah pernah itu dilakukan. Jadi kan di invite secara online juga siapa saja yang ikut. Sebagian dari mereka adalah relawan Covid. Sebagian dari mereka yang menjadi speaker untuk bisa mengedukasi masyarakat. Beberapa desainer-desainer web kita itu juga dibantu teman-teman dari East Java Super Corridor. Disini saya juga mengajak instansi vertikal. Kita ingin memberikan kesan pada masyarakat bahwa ekonomi ini harus gerak lo rek . Tapi juga tetap patuh protokol kesehatan,” pungkasnya. (res|aro)
Inspirasi
Jumat Keliling di Jamsaren, Kompol Siswandi Tegaskan Polisi Harus Hadir Mendengar Keluhan Masyarakat
Kediriselalaludihati – Kapolsek Pesantren Polres Kediri Kota, Kompol Siswandi, S.H., mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak membiarkan perbedaan pendapat menjadi penyebab perpecahan. Pesan tersebut disampaikan saat melaksanakan program Quick Win Jumat Keliling di Masjid Ar Rahmat, Lingkungan Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut, Kompol Siswandi menekankan pentingnya membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan yang terbuka, humanis, serta mengutamakan penyelesaian persoalan secara musyawarah.
Kegiatan Jumat Keliling itu dihadiri para kanit dan kasi Polsek Pesantren, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jamsaren Aiptu Rofiq, pengurus takmir masjid, serta jamaah salat Jumat.
Di hadapan jamaah, Kompol Siswandi menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lingkungan masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan tugas penegakan hukum, melainkan juga membangun hubungan sosial yang lebih dekat.
Ia menegaskan bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui komunikasi dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Polri wajib hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendengarkan keluh kesah yang dialaminya supaya bisa dipecahkan permasalahan sama-sama, rembuk mencari jalan yang mulus dan baik,” ujar Kompol Siswandi.
Menurutnya, pesan tersebut merupakan bagian dari arahan pimpinan Polri agar seluruh jajaran kepolisian semakin terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
Kapolsek menegaskan bahwa hubungan antara polisi dan masyarakat seharusnya tidak dibatasi oleh jarak maupun sekat-sekat sosial.
“Polisi Bersama Masyarakat, supaya tidak ada perbedaan antara kami dengan panjenengan semuanya,” katanya.
Kompol Siswandi menjelaskan bahwa kedatangannya ke Masjid Ar Rahmat merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus kesempatan menyampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Pesantren.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan warga.
Salah satu pesan utama yang disampaikan Kapolsek adalah pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam, sekaligus kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan sosial. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan yang merusak hubungan antarsesama.
“Mari kita semuanya menjaga ukhuwah islamiyah dan kerukunan. Jangan sampai bersaudara kita pecah gara-gara perbedaan pendapat,” tegas Kompol Siswandi.
Ia mengajak masyarakat mengutamakan dialog dan musyawarah apabila menghadapi persoalan, baik dalam lingkungan keluarga, antartetangga, maupun kehidupan sosial yang lebih luas.
“Harapan kami, carilah solusi bersama-sama sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” lanjutnya.
Selain mengingatkan pentingnya persatuan, Kompol Siswandi juga menyoroti kepedulian sosial sebagai salah satu fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia mengajak jamaah tidak hanya memperhatikan kondisi keluarga sendiri, tetapi juga peka terhadap kesulitan yang dialami tetangga, sahabat, maupun warga lainnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi tetangga yang mengalami kesulitan,” pesannya.
Kapolsek secara khusus mengajak masyarakat memberikan perhatian kepada anak yatim dan kaum duafa yang membutuhkan dukungan sosial.
Ia mengingatkan bahwa membantu orang lain tidak harus dilakukan dengan kemampuan materi yang besar, melainkan dapat dimulai dari niat baik dan keikhlasan.
“Yang paling utama kepada anak yatim dan kaum duafa, sesuai batas dan kemampuan kita masing-masing serta keikhlasan panjenengan semuanya,” ujarnya.
Melalui pesan tersebut, Kompol Siswandi mengaitkan upaya menjaga keamanan lingkungan dengan penguatan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.
Sebab, situasi masyarakat yang aman dan kondusif tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran warga untuk saling menghormati, membantu, dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Program Jumat Keliling menjadi salah satu pendekatan Polsek Pesantren untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Dengan hadir di tengah jamaah, kepolisian memiliki kesempatan menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan dengan tokoh agama dan warga setempat.
Kompol Siswandi berharap komunikasi semacam ini dapat terus terjalin sehingga masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun ketertiban lingkungan.
Di akhir penyampaiannya, Kapolsek menyampaikan terima kasih kepada pengurus masjid dan jamaah yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi.
“Matur nuwun atas waktunya yang diberikan kepada kami dan mohon maaf apabila ada salah dan khilaf kami,” ucapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Keliling di Masjid Ar Rahmat, Kelurahan Jamsaren, dilaporkan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Pesantren berupaya memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat dengan mengedepankan dialog, persaudaraan, serta kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Kediri. (res/aro)
Peristiwa
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental
Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).
Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.
Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.
“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.
Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.
Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.
Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.
Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.
Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.
Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.
Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.
Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani
Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.
Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.
Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.
Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.
Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.
“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.
Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.
“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.
Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.
Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.
Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.
Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.
Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.
Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.
Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.
Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.
Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.
Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.
Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.
Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.
Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.
Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.
Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.
Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.
Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
