Inspirasi
Ikuti Serangkaian Test, Duta Lalu Lintas Polres Kediri Kota Diterima Menjadi Anggota Polri
Kediriselaludihati – – Masih ingat dengan Heylin Erlingga Duta Lalu Lintas Polres Kediri Kota 2023. Gadis asal Banjaran Kota Kediri yang lahir 2005 lalu dan punya cita-cita menjadi Polwan akhirnya terwujud. Heylin dinyatakan lulus terpilih sebagai calon anggota Polri 2024 setelah mengikuti serangkaian test.
Sebelum menjadi duta lantas lulusan SMAN 4 Kota Kediri ini adalah juara favorit Panji Galuh 2022. Putri kedua pasangan Erwin Priyono dan Hetty Dwi W ini ternyata banyak belajar tentang ilmu kepolisian dan persiapan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjadi polisi wanita.
“Alhamdulillah atas restu bapak dan ibu dan pengalaman menjadi duta lalu lintas di Polres Kediri Kota serta bimbingan anggota Polres Kediri Kota, akhirnya setelah mengikuti serangkaian test saya lolos menjadi anggota Polri T.A 2024,” kata Heylin yang punya hobi modelling dan olah raga ini.
Prestasi lain Heylin selain juara favorit Panji Galuh 2022, adalah top 3 Smaawads Jawa Timur Modelling dan juara 2 Perbasicub 2018 Kota Kediri.
Sebagai duta lalu linta Heylin yang kini menjadi anggota Polwan juga memiliki visi kedepan yakni menjadi tauladan generasi muda dalam berkendara aman dan tertib.
“Kalau misi saya yakni mengunakan sarana media sosial sebagai wadah mempromosikan tertib berlalulintas dengan poster, brosur, vidio dan juga ikut terjun langsung ke masyarakat. Kedua turut mendukung polda jawa timur dalam menjalankan program-program yang dilaksanakan tentang tertib berlalulintas,” pungkasnya. (res|aro)
Inspirasi
Jelang Habib Syech di Lirboyo, Gus Bidin dan Kapolres Kediri Kota Soroti Konvoi serta Flyer Perguruan

Kediriselaludihati- Potensi konvoi dan gesekan antarkelompok setelah kegiatan besar di kawasan Lirboyo menjadi pembicaraan serius dalam pertemuan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. dengan KH Badrul Huda Zainal Abidin atau Gus Bidin di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan berlangsung di kediaman Gus Bidin di Jalan Abdul Karim, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, mulai pukul 11.05 hingga 12.20 WIB.
Dalam silaturahmi tersebut, Gus Bidin yang merupakan Dewan Khos Pagar Nusa Pusat berbicara panjang mengenai dinamika kegiatan pesantren, tradisi pencak dor hingga munculnya ajakan melalui flyer di media sosial yang terkadang mengaitkan kegiatan Lirboyo dengan kelompok perguruan silat tertentu.
Gus Bidin menegaskan kegiatan pengajian maupun sholawatan yang diselenggarakan di Lirboyo pada dasarnya bukan kegiatan perguruan silat.
“Dalam kegiatan pondok seperti pengajian maupun sholawatan sudah ada imbauan untuk tidak mengundang perguruan mana pun dan dalam kegiatan dilarang memakai atribut perguruan,” kata Gus Bidin.
Persoalan justru kerap muncul ketika sebuah kegiatan di Lirboyo kemudian beredar di media sosial dengan narasi atau flyer yang mengajak kelompok tertentu untuk hadir.
Menurut Gus Bidin, kondisi semacam itu berpotensi mendorong konvoi di jalan dan membuka kemungkinan terjadinya perselisihan setelah kegiatan selesai.
Ia mencontohkan kegiatan sholawatan yang menghadirkan Habib Syech. Kegiatan keagamaan semacam itu, menurutnya, terkadang ikut dikaitkan dengan perguruan tertentu sehingga berpotensi memunculkan konvoi.
“Mohon ada shock therapy dari pihak kepolisian ke oknum perguruan saat kegiatan di Lirboyo, karena kegiatan di Lirboyo sendiri bukan kegiatan perguruan. Namun oleh oknum-oknum sering diunggah melalui flyer untuk mengajak anggota perguruan menghadiri kegiatan di Lirboyo,” ujarnya.
Perhatian tersebut semakin penting karena dalam waktu dekat Lirboyo dijadwalkan menggelar kegiatan bersama Habib Syech sekitar 8 Oktober 2026.
“Dalam acara tersebut mohon antisipasi akun-akun orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu adanya konvoi dalam kegiatan tersebut,” kata Gus Bidin.
Pencak Dor Ikut Dibahas
Selain kegiatan keagamaan, pembicaraan cukup panjang menyentuh pencak dor, tradisi pertarungan di atas panggung bambu yang memiliki hubungan panjang dengan lingkungan pesantren dan masyarakat Kediri.
Gus Bidin menjelaskan pencak dor bukan milik satu perguruan tertentu. Pesertanya bahkan tidak harus berasal dari satu kelompok pencak silat.
“Pencak dor sebenarnya bukan milik salah satu perguruan. Semua perguruan bisa ikut, bahkan bukan dari pencak silat saja,” katanya.
Ia menggambarkan pencak dor sebagai kegiatan tradisional dengan panggung yang dibuat menggunakan bambu. Menurutnya, tata pelaksanaan dan aspek keselamatan dalam kegiatan juga telah berkembang, termasuk penyediaan ambulans.
“Dalam kegiatan pencak dor yang diselamatkan dua orang, yang jatuh maupun yang menjatuhkan,” ujar Gus Bidin menggambarkan filosofi yang menyertai tradisi tersebut.
Gus Bidin juga membedakan antara situasi ketika pencak dor berlangsung dengan persoalan yang dapat muncul setelah acara.
Menurut dia, kegiatan di lokasi pada umumnya dapat berlangsung tertib. Persoalan justru berpotensi terjadi ketika massa meninggalkan lokasi dan muncul konvoi di perjalanan.
“Pencak dor baik di luar maupun di area pondok saat kegiatan sangat aman, namun pasca kegiatan sering dipakai ajang konvoi sehingga banyak ditemukan perselisihan di perjalanan,” katanya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pencak dor menurut Gus Bidin dapat berlangsung setiap satu atau dua minggu dengan lokasi berpindah-pindah.
Kini situasinya dinilai berbeda karena kegiatan pencak dor terkadang diikuti mobilisasi kelompok yang berpotensi menimbulkan persoalan di jalan.
Karena itu, Gus Bidin meminta kepolisian ikut mengantisipasi penyebaran flyer di media sosial yang berpotensi mengundang konvoi.
“Saya harapkan dari pihak kepolisian saat kegiatan pondok maupun pencak dor, tim cyber bisa mengantisipasi flyer yang beredar sehingga tidak memicu kegiatan konvoi perguruan,” ujarnya.
AKBP Wisnu: Kita Saling Komunikasi
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyatakan pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan dirinya bersilaturahmi setelah sekitar dua bulan menjalankan tugas di Kediri Kota.
“Saya merupakan orang baru di sini. Intinya mohon maaf baru bisa silaturahmi karena sudah dua bulan kami bertugas, baru bisa silaturahmi ke sini,” kata AKBP Wisnu.
Ia kemudian memperkenalkan para pejabat Polres Kediri Kota yang ikut dalam rombongan.
Hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif M., S.T.K., S.I.K., serta Kaur Regident Iptu Adnan.
AKBP Wisnu mengatakan kepolisian membutuhkan informasi mengenai agenda-agenda besar di lingkungan pesantren, termasuk pencak dor, agar langkah antisipasi dapat disiapkan sejak awal.
“Kita mintakan data terkait kegiatan pondok, terutama kegiatan pencak dor, karena pasca kegiatan tersebut sering banyak kejadian,” katanya.
Menurut Wisnu, pola pengamanan juga perlu melihat perbedaan antara pencak dor yang digelar di lingkungan pesantren dan kegiatan serupa di luar pondok.
“Kita nanti saling komunikasi dan koordinasi bila memang ada kegiatan di Lirboyo maupun kegiatan pencak dor, baik di Lirboyo maupun di luar Ponpes Lirboyo, untuk antisipasi adanya kegiatan konvoi dalam acara tersebut,” ujar AKBP Wisnu.
Kapolres juga menggali pandangan Gus Bidin mengenai kemungkinan adanya aturan yang lebih baku dalam penyelenggaraan pencak dor, khususnya terkait keselamatan peserta dan pengelolaan massa.
Pertemuan turut membahas rencana kegiatan pencak dor yang disebut akan diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri. AKBP Wisnu meminta pandangan Gus Bidin sebagai salah satu bahan pertimbangan kepolisian terkait rekomendasi kegiatan tersebut.
“Kita di sini juga sharing kepada Gus Bidin terkait kegiatan di Lirboyo maupun rencana pencak dor yang diselenggarakan oleh Pemkot sebagai bahan untuk pertimbangan pemberian izin rekomendasi dalam kegiatan tersebut,” kata Wisnu.
Gus Bidin menyampaikan pihaknya bukan panitia resmi dalam rencana tersebut. Jika kegiatan benar-benar dilaksanakan, ia berharap aturan mengenai atribut perguruan dan pembatasan peserta dibuat secara jelas.
Menurutnya, pengaturan semacam itu penting agar pencak dor tetap ditempatkan sebagai tradisi, bukan berubah menjadi ruang untuk menunjukkan rivalitas kelompok.
AKBP Wisnu menutup pembicaraan dengan menekankan pentingnya jalur komunikasi antara kepolisian dan lingkungan Lirboyo.
“Saya harapkan kita bisa saling koordinasi dan bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri KH Muhtadi Makmun atau Gus Muh serta Gus Ali, Ketua Yayasan Gus Maksum Jauhari Lirboyo.
Silaturahmi kemudian ditutup dengan foto bersama. Pembicaraan selama lebih dari satu jam itu menghasilkan satu perhatian yang sama: kegiatan pesantren maupun tradisi pencak dor perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi pemicu mobilisasi dan perselisihan di jalan akibat tindakan segelintir orang. (res/aro)
Inspirasi
AKBP Wisnu Tinjau SPPG dan TK Kemala Bhayangkari, Pengawasan MBG Diperketat dari Dapur hingga Siswa

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua TK Kemala Bhayangkari di Kota Kediri, Rabu (16/9/2026).
Kunjungan sejak pukul 07.00 hingga 10.10 WIB itu dilakukan untuk mengecek fasilitas sekaligus mengawasi proses penyediaan dan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) agar makanan yang diterima siswa memenuhi standar kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi.
Empat lokasi yang dikunjungi masing-masing SPPG Polri Semampir 1, TK Kemala Bhayangkari 42, TK Kemala Bhayangkari 41 serta SPPG 3 Polres Kediri Kota.
AKBP Wisnu didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Prastyaka Ratsuko, S.I.K., M.I.K., pejabat utama Polres Kediri Kota, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Kunjungan pertama dilakukan di SPPG Polri Semampir 1. Rombongan tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan diterima Kepala SPPG Semampir 1 Polres Kediri Kota Anastasya Sukma Kundhalini bersama karyawan.
Di lokasi tersebut, AKBP Wisnu mengecek fasilitas yang digunakan dalam pelayanan pemenuhan gizi sebelum rombongan melanjutkan kunjungan ke TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.30 WIB.
Kapolres dan rombongan tiba di TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.45 WIB. Selain memeriksa fasilitas sekolah, AKBP Wisnu mengikuti senam bersama anak-anak dan menyaksikan pembagian MBG kepada siswa.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap makanan yang disalurkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari kepada peserta didik.
AKBP Wisnu menekankan bahwa proses penyediaan dan penyaluran MBG perlu mendapat perhatian agar manfaat program benar-benar diterima peserta didik secara optimal.
“Pelayanan, penyediaan dan penyaluran harus semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik,” kata AKBP Wisnu, merujuk pada penekanan dalam kegiatan tersebut.
Menurut Wisnu, pengawasan langsung diperlukan untuk mengantisipasi persoalan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan kepada siswa.
Perhatian tidak hanya diarahkan pada kelancaran distribusi, tetapi juga kualitas dan higienitas makanan sebelum dikonsumsi anak-anak.
Dalam laporan kegiatan disebutkan, menu MBG yang disiapkan SPPG Polri Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota melalui proses pemeriksaan dan standar operasional prosedur (SOP) sebelum didistribusikan.
Setiap paket makanan diperiksa sebelum disalurkan kepada siswa untuk memastikan kelayakannya.
“Setiap paket makanan dicek sebelum didistribusikan kepada para siswa untuk memastikan kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi,” kata Wisnu, berdasarkan penekanan dalam pengawasan MBG tersebut.
Setelah menyelesaikan kunjungan di TK Kemala Bhayangkari 42, rombongan bergerak menuju TK Kemala Bhayangkari 41 sekitar pukul 08.40 WIB.
Rombongan tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima Kepala TK Kemala Bhayangkari 41 Erwin Pujiana, S.Pd., bersama para guru.
AKBP Wisnu kembali memeriksa fasilitas sekolah. Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pembagian suvenir sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke SPPG 3 Polres Kediri Kota.
Sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolres bersama rombongan tiba di SPPG 3 Polres Kediri Kota dan diterima Kepala SPPG Billy Walfa Fitrada bersama karyawan.
Pengecekan kembali difokuskan pada fasilitas SPPG yang menjadi bagian dari mata rantai penyediaan makanan bagi peserta didik.
Pengawasan terhadap SPPG menjadi perhatian karena kualitas makanan harus dijaga sejak tahap penyediaan hingga diterima siswa. Pemeriksaan sebelum distribusi menjadi salah satu tahapan untuk mencegah makanan yang tidak memenuhi standar sampai kepada penerima.
Selain kesiapan fasilitas, proses kerja di SPPG juga berkaitan langsung dengan kemampuan layanan menyediakan makanan dalam kondisi layak konsumsi.
Kunjungan ke sekolah kemudian menjadi bagian untuk melihat sisi akhir dari proses tersebut, yakni ketika makanan didistribusikan kepada peserta didik.
Rangkaian pengecekan empat lokasi berakhir sekitar pukul 10.10 WIB setelah rombongan meninggalkan SPPG 3 Polres Kediri Kota.
Kunjungan tersebut menempatkan pengawasan MBG tidak hanya pada jumlah makanan yang dapat disalurkan, tetapi juga pada proses sebelum makanan sampai ke tangan siswa.
Pemeriksaan fasilitas, penerapan SOP, pengecekan makanan dan pemantauan distribusi menjadi tahapan yang harus berjalan beriringan agar pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik dapat diberikan sesuai standar. (res/aro)
Inspirasi
AKBP Wisnu dan Bhayangkari Kunjungi Dua Anggota Polres Kediri Kota, “Jangan Kehilangan Semangat”

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota melakukan anjangsana kepada dua anggota Polres Kediri Kota yang tengah menjalani pengobatan karena sakit menahun, Senin (14/9/2026).
Dua anggota yang dikunjungi adalah Aipda Hendri Santoso di kediamannya di kawasan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, serta Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Anjangsana dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasi Propam Iptu Bambang Heri Muljono, S.H., Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., Kasi Dokkes Ipda Habib serta perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo Aiptu Arifin dan Bhabinkamtibmas Desa Jabon Aipda Gaguk juga mendampingi kegiatan tersebut.
Rumah Aipda Hendri Santoso menjadi tujuan pertama rombongan. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi kunjungan formal antara pimpinan dengan anggota. AKBP Wisnu secara langsung menanyakan kondisi kesehatan serta perkembangan penanganan medis yang tengah dijalani Aipda Hendri.
Kapolres mengingatkan agar setiap tahapan pengobatan dijalani dengan mengikuti anjuran dokter. Di tengah proses yang tidak selalu singkat, ia juga meminta anggotanya mempertahankan semangat dan optimisme.
AKBP Wisnu berharap Aipda Hendri mendapatkan kesembuhan sehingga pada waktunya dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama rekan-rekannya di Polres Kediri Kota.
“Selalu semangat dan optimistis dalam menjalani ujian yang diberikan,” pesan AKBP Wisnu.
Dukungan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata oleh Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan meninggalkan kediaman Aipda Hendri dan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Banyakan.
Lima belas menit kemudian, sekitar pukul 10.45 WIB, rombongan tiba di kediaman Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan.
Pesan yang dibawa tetap sama: anggota yang sedang menjalani pengobatan tidak menghadapi proses tersebut sendirian.
Di hadapan Aiptu Diah Soraya dan keluarga, AKBP Wisnu kembali memberikan motivasi agar tetap berpikir positif serta tidak kehilangan harapan selama menjalani pengobatan.
“Jangan kehilangan semangat. Kami semua mendoakan agar segera diberikan kesembuhan,” kata AKBP Wisnu.
Ia juga mendoakan agar Aiptu Diah diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melewati kondisi yang tengah dihadapi.
“Semoga Allah tetap memberikan kekuatan dan kesabaran untuk melewati cobaan kondisi seperti ini. Mudah-mudahan Allah lekas memberikan kesembuhan dan dapat segera bergabung bersama rekan-rekan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut kembali ditutup dengan pemberian cenderamata dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Sekitar pukul 11.30 WIB, rangkaian anjangsana berakhir.
Kunjungan kepada anggota yang sedang sakit memiliki dimensi berbeda dibandingkan aktivitas kepolisian yang sehari-hari lebih banyak terlihat masyarakat melalui patroli, pengaturan lalu lintas, pelayanan maupun penegakan hukum.
Di balik organisasi kepolisian terdapat hubungan antarpersonel yang juga membutuhkan perhatian ketika salah seorang anggotanya menghadapi kondisi kesehatan dalam waktu panjang.
Dukungan psikologis dari lingkungan kerja dan keluarga menjadi bagian penting dalam menemani seseorang menjalani proses pengobatan. Karena itu, kehadiran pimpinan, rekan kerja dan Bhayangkari melalui anjangsana menjadi bentuk perhatian kepada anggota sekaligus keluarganya.
Keterlibatan unsur Dokkes dalam rombongan juga memperkuat perhatian terhadap aspek kesehatan, sementara Bag SDM dan jajaran lainnya hadir sebagai bagian dari dukungan institusi kepada personel.
Bagi AKBP Wisnu, pesan yang disampaikan di dua rumah tersebut sederhana tetapi penting: tetap mengikuti penanganan medis, menjaga optimisme dan tidak merasa sendiri ketika harus melewati masa pengobatan.
Anjangsana itu pada akhirnya bukan semata tentang cenderamata yang dibawa. Kehadiran dan dukungan menjadi pesan bahwa ikatan dalam sebuah institusi tetap diperlukan ketika seorang anggota untuk sementara harus berada jauh dari rutinitas tugasnya.
Harapannya pun sama ketika rombongan meninggalkan rumah kedua anggota tersebut: proses pengobatan dapat berjalan baik dan keduanya kelak kembali berada di tengah keluarga serta rekan-rekannya. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
