Connect with us

Peristiwa

Ini Aturan PPKM Darurat yang Harus Diketahui Masyarakat Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Zoom Meeting Forkopimda Kota Kediri terkait dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Darurat Corona Virus Diese 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, Jumat mulai pukukl 10.30 –  11.45 WIB.

Kegiatan diikuti Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar SE , Kapolres Kediri Kota ( AKBP Wahyudi, S.I.K, MH ) , Dandim 0809 Kediri , Kajari Kota Kediri , Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri dan PJU Polres Kediri Kota

Periode Penerapan PPKM Darurat: 3-20 Juli 2021 dengan target penambahan kasus konfirmasi harian  kurang dari 10 ribu / hari . Area cakupan 45 kabupaten / kota dengan nilai assesment 4 dan 76 kabupaten / kota dengan nilai assesment 3 di pulau Jawa dan Bali. 

Cakupan Pengetatan Aktivitas 100% Work from Home untuk sektor non essential . Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online

Untuk sektor essential diberlakukan 50 persen  staf maksimum Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan dan kesehatan diizinkan 100 persen maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan. 

Cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan, serta orientasi industri ekspor.

Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategi dan han industri, koniliut strategi tas nasional, koniliut strategi nas nasional, air strategi nasional, penanganan bencana. pokok-pokok masyarakat sehari-hari.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasional terbatas sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Kegiatan pada pusat kegiatan / mal / pusat perdagangan ditutup . Restoran dan rumah makan menerima pengiriman / take away.

Pelaksanaan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) boleh beroperasi dengan penerapan protocol kesehatan . Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah di tutup sementara.

Transportasi umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/sewa) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen  dengan menerapkan protokol kesehatan.

Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperbolehkan makan di tempat resepsi.  Makanan tetap dapat disediakan dengan penutup untuk dibawa pulang. 

Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis 1) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi lain jarak jauh .

Satpol PP Pemerintah Daerah, TNI, Polri agar melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemberlakuan pengetatan aktivitas masyarakat di atas terutama pada poin 3 -14 antra lain penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Dari Polres Kediri Kota nantinya akan berkolaborasi dengan Kejaksaan , Pengadilan Negeri serta Sat Pol PP Kota Kediri akan melaksanakan ops Yustisi gabungan di wilayah Kota Kediri. (res|aro)

Continue Reading

Inspirasi

Kunjungan ke Pospam dan Posyan Disertai Pemberian Bingkisan untuk Petugas di Lapangan

Published

on

Kediriselaludihati – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 pada malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB tersebut diawali dari rumah dinas Wali Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat. Rombongan kemudian bergerak menggunakan dua unit bus menuju sejumlah titik pengamanan yang telah disiapkan oleh Polres Kediri Kota.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, unsur TNI, DPRD, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Kediri dan Polres Kediri Kota.

Adapun sasaran peninjauan meliputi Pospam Jalan Ahmad Yani, Pospam Jalan Dhoho, serta Pos Pelayanan Alun-alun Kota Kediri. Di setiap titik, rombongan melakukan pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana pendukung pengamanan malam takbir dan Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H, S.IK,M.H didamping Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Ny Yani Anggi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pengamanan secara optimal.

“Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan anggota di lapangan dalam mengamankan malam takbir dan perayaan Idul Fitri, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Anggi.

Selain melakukan pengecekan, Forkopimda juga memberikan bingkisan kepada personel yang tengah bertugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ramah tamah di Balai Kota Kediri, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke Pospam Ahmad Yani, Pospam Dhoho, dan Pos Pelayanan Alun-alun sebelum kembali ke Balai Kota.

Selama peninjauan berlangsung, situasi di seluruh titik terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran Forkopimda di lapangan diharapkan dapat meningkatkan semangat personel sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Polres Kediri Kota bersama unsur terkait menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perayaan Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat merayakan dengan aman dan nyaman. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Polres Kediri Kota Lakukan Pengamanan Takbir Keliling Yayasan Perjuangan Wahidiyah

Published

on

Kediriselaludihati – Kegiatan takbir keliling yang digelar Yayasan Perjuangan Wahidiyah Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh berlangsung khidmat dan tertib di Kota Kediri, Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan ini mendapat pengamanan dari jajaran Polres Kediri Kota bersama Polsek Mojoroto.

Takbir keliling dimulai sekitar pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari lingkungan pondok pesantren. Kegiatan diawali dari Masjid Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh dan menempuh rute panjang mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Kediri sebelum kembali ke titik awal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Romo KH Abdul Madjid Ali Fikri bersama pengurus Yayasan Perjuangan Wahidiyah. Dalam amanatnya, ia mengingatkan agar momentum takbir keliling dimaknai sebagai bentuk syukur dan syiar Islam.

“Takbir keliling ini harus diniatkan sebagai bentuk rasa syukur dan ibadah. Jangan sampai kegiatan ini justru menimbulkan citra negatif di masyarakat. Mari kita niatkan lillah sebagai bagian dari syiar Islam,” pesannya di hadapan peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, muqodimah, serta penyampaian amanat dan doa restu sebelum peserta diberangkatkan. Pawai takbir kemudian bergerak melalui sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya Jalan KH Wachid Hasyim, Jalan KH Agus Salim, Jalan Semeru, hingga melintasi kawasan pusat kota dan kembali ke Kedunglo.

Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda pancal, sepeda motor, hingga kendaraan roda empat yang dilengkapi sound system. Kehadiran kendaraan pengawal turut membantu menjaga ketertiban jalannya rombongan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Kami melaksanakan pengamanan dan pengawalan guna memastikan takbir keliling berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kemacetan lalu lintas,” ujar Anggi.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib serta mematuhi aturan selama di jalan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di sepanjang rute juga tetap terkendali berkat pengaturan yang dilakukan petugas di lapangan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk syiar Islam sekaligus tradisi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, dengan tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Wali Kota Ajak Jadikan Tradisi Patrol sebagai Simbol Persatuan dan Identitas Budaya

Published

on

Kediriselaludihati – Pemerintah Kota Kediri menggelar Festival Musik Patrol dalam rangka menyambut malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Balai Kota Kediri tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai kelurahan dan pelajar.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Ketua DPRD Kota Kediri, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan organisasi perangkat daerah.

Sebanyak 46 perwakilan kelurahan turut ambil bagian dalam festival tersebut, ditambah 16 peserta dari tingkat SMA dan MA. Setiap kelompok menampilkan kreativitas musik patrol sebagai bagian dari tradisi malam takbiran yang telah mengakar di masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa musik patrol tidak sekadar hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan identitas budaya masyarakat.

“Musik patrol takbir bukan sekadar hiburan, melainkan wujud kebersamaan, kreativitas, dan semangat religius masyarakat Kediri. Tradisi ini telah menjadi identitas budaya kita yang mengajarkan nilai gotong royong dan kekompakan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan tradisi tersebut sebagai simbol persatuan serta ungkapan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

“Mari kita jadikan musik patrol takbir sebagai simbol persatuan, semangat kebersamaan, dan rasa syukur atas kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa,” katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan doa. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta oleh Wali Kota Kediri bersama Forkopimda.

Peserta kemudian melaksanakan pawai musik patrol dengan rute mengelilingi sejumlah ruas jalan utama kota, mulai dari Balai Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Brawijaya, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, hingga kembali ke titik awal.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim memastikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan selama kegiatan berlangsung, termasuk pengaturan arus lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui peserta.

“Kami melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar kegiatan festival musik patrol ini berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Anggi.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif.

Selama pelaksanaan festival, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page