Connect with us

Peristiwa

Inilah Kegiatan Ops Bina Waspada Tangkal Intoleransi Dan Radikalisme

Published

on

Kegiatan Operasi Bina Waspada 2023 hari ini BKTM Singonegaran bersama babinsa Serda Yoyok Agus.,melassakaan Binluh pencegahan terkait isu-isu Sara, anti-Pancasila, dan paham-paham radikalisme  kepada Komunitas Seniman jaranan Putro bandil budoyo di rt 20 Rw 04, Minggu (25/6)

Dalam operasi ini,  BRIPKA MOHAMAD RIFAI melaksanakan penggalangan terhadap Komunitas Seniman jaranan Putro bandil budoyo di rt 20 Rw 04, untuk berperan bersama dalam upaya pencegahan terkait isu-isu Sara, anti-Pancasila, dan paham-paham radikalisme yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif di wilayah Kabupaten Flotim.

Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto, S. sos.  i mengungkapkan, “Melalui Operasi Bina Waspada  2023, kami ingin melibatkan masyarakat dalam menjaga keutuhan dan kedamaian wilayah kita. Isu-isu radikalisme dan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila merupakan ancaman serius bagi kerukunan umat beragama. Kami berharap nelayan dapat berperan aktif dalam mendeteksi dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwenang.”

Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan di Tirtayasa Park Kediri Diperkuat Personel Satlantas, Antisipasi Kepadatan Kendaraan Saat Festival Berlangsung

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menerjunkan personel untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dalam kegiatan Festival Teknik 2026 yang diselenggarakan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri di Lapangan Tirtayasa Park, pada Sabtu (13/6/2026).

Pengamanan dimulai sejak pukul 16.30 WIB dengan melibatkan anggota Satlantas Polres Kediri Kota di bawah kendali Kanit Turjawali Satlantas. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Selama pelaksanaan pengamanan, petugas melakukan pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik, membantu penyeberangan masyarakat pada simpul-simpul ploting, serta melakukan penguraian arus apabila terjadi kepadatan kendaraan akibat meningkatnya mobilitas pengunjung.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Personel kami melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, membantu penyeberangan masyarakat, serta melakukan langkah-langkah penguraian apabila terjadi kepadatan kendaraan sehingga aktivitas Festival Teknik 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Tutud Yudho Prastyawan.

Ia menambahkan, pengamanan pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan pengunjung merupakan bagian dari komitmen Satlantas Polres Kediri Kota dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Satlantas Polres Kediri Kota akan terus hadir di setiap kegiatan masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” tambahnya.

Dengan adanya pengaturan lalu lintas dan kehadiran personel di lapangan, arus kendaraan di sekitar kawasan Tirtayasa Park tetap terpantau lancar. Masyarakat yang menghadiri Festival Teknik 2026 juga dapat mengikuti kegiatan dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan berarti terhadap mobilitas di sekitar lokasi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas maupun kondisi lalu lintas di wilayah sekitar Tirtayasa Park dilaporkan aman, lancar, dan terkendali. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Brigjen Pol Langgeng Purnomo: Kembali pada Jati Diri Bangsa Menjadi Kunci Sukses Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Published

on


Kediriselaludihati – Momentum bersejarah pergantian nama Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dari Koesno menjadi Soekarno diperingati melalui kegiatan budaya bertajuk Ruwat Agung Soekarno yang digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah sekaligus menghidupkan kembali jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. Situs Ndalem Pojok sendiri diyakini sebagai tempat bersejarah ketika nama Koesno diganti menjadi Soekarno semasa kecil.

Acara diinisiasi oleh pengelola Situs Ndalem Pojok bersama Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) dan dihadiri Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, para Kapolres jajaran Polda Jawa Timur eks Polwil Kediri, tokoh lintas agama, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, R.M. Kushartono, mengatakan Ndalem Pojok memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Bung Karno karena di tempat itulah nama Soekarno diberikan oleh Raden Mas Mendung atas restu sesepuh Raden Mas Panji Somohatmojo.

“Melalui Ruwat Agung ini kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar. Kami berharap dapat membangkitkan kembali jiwa Soekarno di dalam sanubari generasi muda demi menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mengantarkan bangsa ini sebagai Imam Perdamaian Dunia,” ujar Kushartono.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pangruwatan bangsa yang dipimpin tokoh lintas agama, dilanjutkan Kirab Jati Diri yang mengarak Tumpeng Keselamatan, prosesi panglukatan atau penyucian patung Soekarno, peresmian monumen perubahan nama Koesno menjadi Soekarno, penandatanganan prasasti, hingga pementasan teatrikal bertajuk Kembang Jagad.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo menyampaikan orasi kebangsaan mengenai pentingnya menghidupkan kembali jati diri bangsa sebagai fondasi menghadapi dinamika global.

Menurut Karobinkar SSDM Polri yang juga menyandang sertifikasi Master Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa dari BNSP itu, konsep Tri Sakti Bung Karno yang meliputi berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Saat ini kita berada di tengah tarik menarik geopolitik internasional, di mana setiap negara mengutamakan kepentingan nasionalnya agar bebas dari pengaruh asing. Untuk mewujudkan kedaulatan politik, pekerjaan rumah seluruh komponen bangsa Indonesia adalah mau dan mampu bergotong royong nasional dalam mewujudkan kemandirian ekonomi terlebih dahulu,” ujar Brigjen Langgeng.

Ia menilai semangat tersebut kini sejalan dengan pelaksanaan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada upaya swasembada pangan, energi, air, teknologi, hingga hilirisasi industri nasional.

Namun demikian, menurutnya keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup hanya ditopang aspek ekonomi, melainkan harus dibarengi penguatan karakter bangsa melalui kebudayaan.

“Kita sedang menghadapi dampak negatif globalisasi dan pengaruh budaya kapitalisme yang tanpa disadari menyuburkan pohon khabitsah dalam diri manusia berupa keserakahan, iri hati, kedengkian, dan berbagai penyakit hati lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meluluhlantakkan moral, hukum, budaya, bahkan keamanan nasional. Solusinya adalah kembali kepada jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Brigjen Langgeng juga mengutip filosofi lagu Indonesia Raya yang menurutnya mengandung pesan mendalam tentang “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Baginya, pembangunan karakter menjadi pondasi utama sebelum membangun berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kembali kepada jati diri bangsa adalah kunci utama. Dengan kebudayaan yang berkepribadian, ekonomi yang berdikari melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta politik yang berdaulat, Indonesia akan siap melangkah menjadi mercusuar imam perdamaian dunia yang abadi,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Ruwat Agung Soekarno, Situs Ndalem Pojok tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah, tetapi juga menjadi media refleksi kebangsaan yang mengajak masyarakat untuk kembali menggali nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa sebagai bekal menghadapi masa depan Indonesia. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Salurkan Bantuan untuk Warga, Kapolres Kediri Kota: Polri Harus Selalu Hadir dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Published

on


Kediriselaludihati – Semangat Hari Bhayangkara ke-80 bertajuk “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” diwujudkan Polres Kediri Kota melalui kegiatan bakti sosial di Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Polri sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Bakti sosial dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., para pejabat utama Polres Kediri Kota, serta Taruna Akademi Kepolisian Tingkat III Batalyon 58 Ksatriya Hawin Sarwahita yang sedang menjalani latihan kerja di Polres Kediri Kota.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan implementasi nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Kehadiran Kapolres beserta jajaran dan para taruna disambut antusias oleh warga Desa Kanyoran yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan aparat kepolisian.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan bakti sosial menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema ‘80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat’, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang semakin baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kapolres juga menegaskan keikutsertaan Taruna Akademi Kepolisian dalam kegiatan sosial tersebut memiliki nilai strategis sebagai bagian dari proses pembentukan karakter calon perwira Polri.

“Melalui kegiatan seperti ini, para taruna dapat belajar langsung memahami kehidupan masyarakat, memiliki kepekaan sosial, serta menanamkan jiwa pengabdian sejak dini. Harapannya, ketika nanti bertugas sebagai perwira Polri, mereka mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi turut berpartisipasi menyerahkan bantuan kepada warga dan berdialog secara langsung dengan para penerima manfaat. Keterlibatan Bhayangkari menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan dan sosial yang dijalankan Polres Kediri Kota.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Kediri Kota dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui bakti sosial tersebut, Polres Kediri Kota kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta mengimplementasikan semangat Hari Bhayangkara ke-80 sebagai institusi yang mengedepankan pelayanan, kepedulian, dan pengabdian demi terciptanya keamanan serta kesejahteraan masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page