Connect with us

Peristiwa

Kadiskominfo Minta Masyarakat Tak Lengah Karena PPKM Level 1 Kota Kediri Diperpanjang

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia kembali mengeluarkan instruksi tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada kondisi corona virus disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri Nomor 49 Tahun 2022 disebutkan Kota Kediri masuk ke wilayah dengan PPKM Level 1.

Mengutip dari pernyataan Dirjen Bina Adwil Kemdagri Safrizal kepada detikcom, hal ini lantaran trend kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan. Subvarian Omicron XBB disebut menjadi salah satu penyebab naiknya kembali jumlah kasus aktif di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Apip Permana Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri minta masyarakat untuk tak lengah dan tetap waspada.

“Inmendagri ini merupakan pengingat bagi kita semua untuk tak terlena dengan kelonggaran-kelonggaran yang ada dan selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Kediri”,tuturnya, Selasa, (22/11).

Perlu diketahui bahwa saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah belum menegaskan bahwa kita sudah terlepas dari pandemi Covid-19.

“Memang kita arahnya menuju endemi, namun saat ini perjuangan kita masih belum berakhir dalam menghadapi pandemi Covid-19 terlebih trend kasus Covid-19 terpantau mengalami kenaikan”,imbuh Apip.

Dalam Inmendagri nomor 49 tahun 2022 disebutkan beberapa peraturan bagi wilayah dengan PPKM Level 1. Peraturan tersebut diantaranya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka/daring/hybrid; pelaksanaan pada sektor non esensial diberlakukan 100% WFO bagi karyawan yang sudah divaksin; sedangkan untuk sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 100% bagi yang pelayanan langsung dengan masyarakat dan 75% untuk staf administrasi; wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sedangkan untuk toko, supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, swalayan dapat beroperasi 100% (wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi); sementara untuk warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, café, restoran dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan maksimal pukul 22.00 dengan kapasitas 100% (dine in), mall kapasitas 100% maksimal beroperasi pukul 22.00; bioskop beroperasi kapasitas maksimal 100% dengan protokol kesehatan; dan tempat ibadah beroperasi dengan kapasitas 100%.

“Peraturan PPKM Level 1 di Kota Kediri berlaku mulai tanggal 22 November hingga 5 Desember 2022”,kata Apip.

Diakhir wawancara Apip menegaskan kepada seluruh masyarakat Kota Kediri supaya tetap waspada dan menjaga diri sendiri serta keluarga dengan baik.

“Bagi yang belum vaksin segera vaksin, bagi yang belum lengkap vaksinasinya segera dilengkapi. Lebih baik mengantisipasi daripada mengobati”, pungkas dia. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Mojoroto Kediri Dampingi Edukasi Layanan Digital, Kapolsek Ajak Warga Dukung Operasi Patuh Semeru 2026

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto juga mendorong kesadaran warga terhadap keselamatan berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Kegiatan berlangsung di aula Kantor Kelurahan Dermo, Jalan Gunung Agung, pada Jumat (30/10/2026) malam, mulai pukul 19.30 WIB.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo Aiptu Suhartono hadir bersama unsur tiga pilar untuk mendampingi kegiatan sosialisasi yang diikuti perangkat kelurahan, pengurus RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai layanan kependudukan digital dan perlindungan sosial.

Melalui kegiatan ini, warga diharapkan semakin mengenal layanan administrasi berbasis digital serta memperoleh informasi mengenai program perlindungan sosial melalui saluran resmi pemerintah.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dan memperkuat pelayanan publik.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan. Kami juga mendukung kegiatan pemerintah kelurahan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk sosialisasi layanan administrasi dan perlindungan sosial,” ujar Kompol Rudi.

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pengurus lingkungan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan masyarakat.

Ia juga mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan program pemerintah untuk meminta data pribadi atau menawarkan bantuan melalui jalur yang tidak jelas.

“Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi melalui petugas dan instansi yang berwenang. Jangan mudah menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, terutama jika ada permintaan yang mencurigakan,” katanya.

Selain mengajak masyarakat memahami layanan pemerintah, Kompol Rudi turut menekankan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas.

Imbauan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Operasi kepolisian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Kompol Rudi mengajak warga Dermo untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, mematuhi rambu lalu lintas, tidak melawan arus, serta menghindari penggunaan telepon genggam ketika berkendara.

“Kami mengingatkan masyarakat bahwa Operasi Patuh Semeru 2026 sedang berlangsung. Namun, tertib berlalu lintas seharusnya tidak hanya dilakukan ketika ada operasi kepolisian. Keselamatan harus menjadi kebiasaan setiap hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini.

“Orang tua harus ikut mengawasi anak-anaknya. Jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi,” kata Kompol Rudi.

Lebih lanjut, ia berharap pengurus RT dan RW dapat membantu menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada warga di lingkungan masing-masing.

Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Mojoroto berupaya menjadikan kegiatan kemasyarakatan sebagai sarana memperkuat hubungan dengan warga sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan keselamatan.

Sosialisasi IKD dan Perlinsos di Kelurahan Dermo berlangsung tertib dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang hadir. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Kabag Ops Polres Kediri Kota Salat Subuh Bersama Warga Setonopande, Perkuat Pesan Polisi Bersama Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polres Kediri Kota mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan Salat Subuh Keliling di Masjid Syahidin, Jalan Kilisuci, RW 03, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., bersama sejumlah pejabat utama dan anggota kepolisian.

Kehadiran jajaran Polres Kediri Kota disambut jamaah Masjid Syahidin yang melaksanakan salat Subuh berjamaah dengan imam H. Yusuf.

Usai salat, Kompol Iwan menyampaikan kuliah tujuh menit atau kultum yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman dan tenteram tidak dapat hanya mengandalkan kehadiran aparat kepolisian. Kepedulian dan keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga ketenteraman lingkungannya. Ketika warga saling peduli, saling mengingatkan, dan mau bekerja sama, berbagai persoalan dapat dicegah sejak dini,” ujar Kompol Iwan.

Ia menjelaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan Subuh Keliling, kepolisian ingin menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat tanpa harus menunggu munculnya persoalan keamanan.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika ada masalah. Melalui kegiatan seperti ini, polisi dan warga bisa saling mengenal, membangun kepercayaan, serta memperkuat kebersamaan dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Kompol Iwan juga mengajak jamaah untuk mempertahankan kerukunan antarwarga dan mengedepankan musyawarah apabila menghadapi persoalan di lingkungan tempat tinggal.

Menurutnya, hubungan sosial yang baik menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat kelurahan.

Ia berharap masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun petugas kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

“Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru mencari penyelesaian. Jika ada hal yang berpotensi mengganggu ketertiban, segera komunikasikan dengan perangkat lingkungan atau petugas kepolisian agar dapat ditangani bersama,” ujarnya.

Kegiatan Subuh Keliling tersebut juga diikuti oleh petugas piket pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat Polsek Kediri Kota yang dipimpin Iptu Mikrod, S.H., serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Aiptu Syaifudin Yuri.

Keterlibatan Bhabinkamtibmas diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara kepolisian dan warga, mengingat anggota tersebut sehari-hari bertugas melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat di wilayah kelurahan.

Kompol Iwan menegaskan bahwa pendekatan melalui kegiatan keagamaan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan semangat Polisi Bersama Masyarakat.

“Kami berharap kebersamaan yang terbangun melalui salat Subuh berjamaah tidak berhenti di masjid, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari saling menjaga, saling membantu, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama jajaran kepolisian dan jamaah Masjid Syahidin.

Melalui program Subuh Keliling, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga menjadi bagian aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Ngadirejo Perkuat Komunikasi dengan Warga, Kapolsek Kediri Kota Ingatkan Pentingnya Kepedulian Lingkungan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan menjaga kerukunan antarwarga melalui kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngadirejo, pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Bekti Purwanto dengan menemui sejumlah warga di kawasan tempat parkir Jalan Airlangga, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, sekitar pukul 14.10 WIB.

Dalam pertemuan itu, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Warga diingatkan agar tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan petugas.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan, keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada patroli kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Keamanan lingkungan akan lebih mudah terjaga apabila masyarakat saling peduli dan memiliki komunikasi yang baik. Kami mengajak warga untuk terus menjaga kerukunan, saling mengingatkan, dan tidak bersikap acuh terhadap situasi di sekitarnya,” ujar Kompol Bowo.

Menurutnya, kegiatan sambang menjadi salah satu cara kepolisian membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui komunikasi langsung, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi lingkungan sekaligus memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan informasi maupun persoalan yang dihadapi.

Kompol Bowo menilai hubungan yang harmonis antarwarga juga menjadi bagian penting dalam mencegah konflik sosial.

Persoalan kecil di lingkungan permukiman, menurutnya, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.

“Guyub rukun merupakan modal penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Jika ada persoalan, utamakan komunikasi yang baik dan penyelesaian secara musyawarah. Jangan sampai kesalahpahaman justru merusak hubungan antarwarga,” katanya.

Selain mengajak masyarakat menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas Ngadirejo juga menyosialisasikan layanan kepolisian 110.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban maupun meminta bantuan kepolisian.

Kompol Bowo mengingatkan warga agar tidak ragu menghubungi layanan tersebut apabila menemukan kejadian yang membutuhkan respons petugas.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan polisi atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, silakan menghubungi layanan 110. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa kepolisian dapat dihubungi ketika mereka membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Ia berharap informasi mengenai layanan tersebut semakin dikenal masyarakat sehingga komunikasi dengan kepolisian dapat dilakukan lebih cepat.

Melalui kegiatan sambang di Jalan Airlangga, Polsek Kediri Kota juga mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan saling menjaga lingkungan, termasuk memperhatikan keamanan kendaraan dan barang pribadi di tempat umum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai penghubung antara kepolisian dan warga di tingkat kelurahan.

Kompol Bowo berharap kedekatan antara anggota kepolisian dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan tidak sungkan berkomunikasi dengan polisi. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh warga, lingkungan Ngadirejo dapat terus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk beraktivitas,” katanya. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page