Connect with us

Uncategorized

Kapolda Jatim Lantik 971 Bintara Remaja Lulusan SPN Polda Jatim

Published

on

MOJOKERTO – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., secara resmi melantik 971 Bintara Remaja Polri pada upacara penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (04/06/2026).

Turut hadir mendampingi Kapolda Jatim dalam agenda tersebut, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., Kepala SPN Polda Jatim Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, S.I.K., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta jajaran unsur Forkopimda.

Pelantikan ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan intensif selama lima bulan yang telah dilewati oleh para siswa dan resmi menjadi anggota Polri.

Mereka menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) dengan kualifikasi khusus kemampuan Brigade Mobil (Brimob).

Dalam prosesi upacara tersebut, Kapolda Jatim bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis dari Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.

Melalui amanatnya, Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa momentum pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial belaka, melainkan langkah awal dari sebuah perjalanan panjang pengabdian.

Para bintara remaja ini diproyeksikan menjadi tulang punggung (backbone) pelaksana tugas kepolisian yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan.

Terdapat beberapa poin strategis yang menjadi sorotan utama dalam amanat tersebut diantaranya Anggota Polri harus peka terhadap pengaruh dinamika global yang berdampak pada kehidupan sosial, seperti menurunnya kohesi sosial akibat disrupsi teknologi dan dampak ekonomi dari konflik antarnegara.

Sebagai anggota Polri, mereka juga dituntut peka terhadap perubahan struktur demografi masyarakat yang memunculkan potensi kerawanan baru, baik berupa kejahatan dimensi baru maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selain itu Institusi berpesan agar para bintara memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya, serta mengingatkan filosofi penting bahwa “Polisi yang profesional belum tentu menjadi Polisi yang baik, namun Polisi yang baik sudah tentu akan profesional”.

“Sebagai abdi utama nusa dan bangsa, maka tugas mulia ini harus dijalankan dengan tulus dan ikhlas, tanpa pernah mencederai hati masyarakat dan organisasi Polri,” tegas Kapolda Jatim.

Setelah rangkaian pelantikan dan pengambilan sumpah usai, suasana upacara yang tadinya kaku seketika diwarnai oleh tepuk tangan meriah.

Sebanyak 971 bintara remaja yang baru saja dilantik menyuguhkan peragaan ketangkasan sebagai bukti hasil tempaan fisik dan mental di “Kawah Candradimuka” SPN Polda Jatim.

Peragaan dimulai dengan Kidung doa bersama, dilanjutkan dengan formasi ketangkasan Beladiri Polri bersamaan dengan peragaan keahlian bongkar pasang senjata dalam keadaan mata tertutup, yang menunjukkan insting dan penguasaan persenjataan yang matang.

Tidak berhenti di situ, mereka juga memperagakan teknik Penindakan Huru Hara (PHH) serta simulasi penanganan aksi massa anarkis.

Kemampuan taktis kualifikasi Brimob ini menjadi bekal krusial bagi para bintara baru dalam menghadapi situasi eskalasi tinggi di lapangan kelak.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, S.I.K., menyatakan bahwa institusinya telah berupaya maksimal mencetak personel yang tidak hanya tangkas secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kebhayangkaraan yang kuat.

“Para bintara remaja ini diharapkan segera beradaptasi dan siap diterjunkan untuk memperkuat barisan pengamanan serta pelayanan kepolisian di berbagai wilayah penugasan,” ujarnya. (*)

Continue Reading

Peristiwa

Pengaturan Lalu Lintas Dilakukan di Sejumlah Simpang Strategis untuk Urai Kepadatan Imbas Pengerjaan Jembatan Kaliombo 1 Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota kembali melakukan rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat penutupan Jalan Urip Sumoharjo yang tengah digunakan untuk pengerjaan Jembatan Kaliombo 1.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meminimalkan dampak pengalihan arus kendaraan di wilayah Kota Kediri.

Kegiatan pengaturan lalu lintas dilaksanakan, pada Kamis (4/6/2026) dalam dua sesi, yakni pukul 06.00 hingga 08.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Sejumlah personel Satlantas Polres Kediri Kota diterjunkan ke lapangan di bawah koordinasi langsung Kasatlantas bersama Kanit Turjagwali Satlantas.

Pengaturan difokuskan pada beberapa simpang yang menjadi jalur utama dan jalur alternatif pengguna jalan, yakni Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Tirtoudan, Simpang Tiga Jetis, Simpang Empat Baruna, Simpang Tiga Kaliombo Timur, Simpang Tiga Corekan, serta Simpang Tiga Bumi Asri.

Penutupan Jalan Urip Sumoharjo untuk sementara waktu menyebabkan perubahan pola pergerakan kendaraan di sejumlah ruas jalan sekitar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan peningkatan volume kendaraan pada jam-jam sibuk sehingga diperlukan langkah antisipatif melalui rekayasa lalu lintas dan kehadiran petugas di lapangan.

Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama proses pembangunan infrastruktur berlangsung.

“Kami melakukan rekayasa arus lalu lintas dan menempatkan personel di sejumlah simpang strategis guna mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan akibat penutupan Jalan Urip Sumoharjo. Tujuannya agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar Yudho.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Kaliombo 1 merupakan proyek penting yang memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pengaturan lalu lintas agar dampaknya terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan.

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, petugas juga memberikan arahan kepada pengguna jalan terkait jalur alternatif yang dapat digunakan selama proses pengerjaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menyesuaikan rute perjalanan sehingga tidak terjebak kemacetan maupun hambatan lalu lintas lainnya.

Yudho menjelaskan bahwa kehadiran anggota Satlantas di lapangan tidak hanya bertujuan mengurai kepadatan kendaraan, tetapi juga memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang. Dengan kerja sama yang baik antara pengguna jalan dan petugas, kelancaran arus lalu lintas dapat tetap terjaga,” katanya.

Selama pelaksanaan kegiatan, arus kendaraan di sejumlah titik terpantau dapat dikendalikan dengan baik. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan akibat pengalihan jalur, kepadatan yang muncul dapat diurai melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan yang dilakukan personel Satlantas.

Masyarakat pengguna jalan juga terlihat mengikuti arahan petugas sehingga proses pengalihan arus berjalan relatif tertib. Kondisi tersebut membantu menjaga kelancaran aktivitas warga, khususnya pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja.

Satlantas Polres Kediri Kota menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan situasi lalu lintas selama pengerjaan Jembatan Kaliombo 1 berlangsung. Penyesuaian pola pengaturan akan dilakukan apabila diperlukan guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak secara optimal.

Hingga kegiatan berakhir, situasi lalu lintas di wilayah terdampak penutupan Jalan Urip Sumoharjo terpantau aman, tertib, dan lancar. Upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Kendaraan Dash Cam Polres Kediri Kota Diterjunkan, Pantau Arus Lalu Lintas dan Wujudkan Kamseltibcar Lantas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota terus meningkatkan upaya preventif dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat melalui pelaksanaan Patroli Mahameru Quick Response (MQR).

Kegiatan tersebut digelar, pada Kamis (4/6/2026) sejak pukul 06.00 WIB dengan memanfaatkan kendaraan patroli roda empat yang dilengkapi teknologi Dash Cam untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli dilaksanakan di sejumlah ruas jalan utama di wilayah hukum Polres Kediri Kota, meliputi Jalan Brawijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dhoho, hingga Jalan Yos Sudarso.

Kegiatan dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan personel Patwal Satlantas Kediri Kota.

Sejak pagi hari, petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas lalu lintas yang mulai meningkat seiring dimulainya berbagai kegiatan masyarakat. Selain memastikan arus kendaraan berjalan lancar, personel juga melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran lalu lintas serta berbagai gangguan kamtibmas yang berpotensi menghambat mobilitas warga.

Penggunaan kendaraan patroli yang dilengkapi Dash Cam menjadi salah satu langkah modernisasi pelayanan kepolisian dalam mendukung pengawasan situasi lalu lintas secara lebih efektif. Teknologi tersebut memungkinkan petugas memperoleh dokumentasi visual secara langsung sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli MQR merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kota Kediri.

“Patroli MQR dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan memantau perkembangan arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Yudho.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan memiliki peran penting dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi yang memerlukan penanganan kepolisian. Dengan mobilitas patroli yang tinggi, petugas dapat segera bertindak apabila ditemukan hambatan lalu lintas, kecelakaan, maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, patroli rutin juga menjadi sarana untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kehadiran petugas secara langsung di jalan raya diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran maupun tindak kriminalitas.

Yudho menambahkan bahwa terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar Lantas memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga ketertiban berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan merupakan salah satu faktor penting dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Selama pelaksanaan patroli, kondisi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Kediri terpantau relatif lancar. Aktivitas masyarakat berjalan normal dan tidak ditemukan gangguan menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maupun kelancaran lalu lintas.

Kegiatan Patroli Mahameru Quick Response menjadi salah satu bentuk komitmen Satlantas Polres Kediri Kota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui pemantauan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan situasi kamtibmas tetap terjaga serta tercipta lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh pengguna jalan.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polres Kediri Kota dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran patroli MQR diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Kediri. (res/an).

Continue Reading

Uncategorized

Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik Predikat Cendekia Bintara Kemampuan Brimob di SPN Polda Jatim

Published

on

MOJOKERTO – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur pada Kamis pagi (04/06/2026).

Di atas tanah Bumi Kandung Majapahit, sejarah baru kembali terukir bagi 971 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri dengan kualifikasi kemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026.

Setelah Lima bulan penuh ditempa secara fisik dan mental dalam “Kawah Candradimuka”, ratusan pemuda ini resmi menanggalkan status siswa dan melangkah tegap menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., hadir langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kehadiran pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Timur ini turut didampingi oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, menegaskan pentingnya momen regenerasi garda depan keamanan negara ini.

Lebih dari sekadar seremonial kelulusan, pelantikan ini menjadi panggung pembuktian bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi keluarga.

Diantara ratusan Bintara Polri yang dilantik, terdapat salah satunya adalah putra seorang buruh tani yang berhasil meraih nilai akademik tertinggi.

Ia adalah Bripda I Kadek Juniarta Utama (Lahir di Denpasar, 12 Juni 2006), putra dari Wayan Suyasa yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian.

Bripda I Kadek Juniarta Utama dinobatkan sebagai lulusan siswa Terbaik Predikat CENDEKIA yang membuktikan kecerdasannya dengan nilai akhir akademik tertinggi, yakni 82,878.

Bripda Kadek mengungkapkan bahwa cita – citanya menjadi anggota Polri sudah sejak dari kecil.

Meskipun orang tuanya bekerja sebagai buruh harian, ia tidak patah semangat.

“Puji Syukur, cita – cita saya tercapai berkat dukungan orang tua dan seluruh pendidik di SPN Polda Jatim,” ungkapnya.

Sementara itu Wayan Suyasa,ayah dari Bripda Kadek mengaku bahwa ia hanya bermodal doa untuk kesuksesan anaknya.

“Kami tidak ada biaya, hanya tekad yang bulat diiringi doa untuk anak kami bisa mencapai cita – citanya sebagai anggota Polri,” ungkap Wayan.

Ditemui usai upacara pelantikan, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho didampingi Waka SPN AKBP Dody Indra Eka Putra tampak tak dapat menyembunyikan senyum kebanggaannya melihat anak didiknya lulus dengan predikat memuaskan.

Kombes Pol Agung Setyo Nugroho menyampaikan apresiasi sekaligus instruksi moral bagi para bintara yang baru dilantik.

“Kami selaku pendidik dan pengasuh merasa sangat bangga melihat transformasi luar biasa dari 971 bintara remaja ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan I Kadek Juniarta yang berasal dari keluarga buruh harian namun mampu menjadi lulusan terbaik akademik, adalah bukti nyata bahwa siapapun yang gigih bisa menjadi yang terbaik.

“Pesan saya untuk para bintara remaja, jadikan latihan dan ilmu yang diperoleh selama di SPN ini sebagai bekal turun ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page