Uncategorized
Kapolda Jatim Menerima Kunker Tim Kompolnas RI di Polda Jatim
SURABAYA, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Wakapolda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo didampingi pejabat utama Polda Jatim, Senin (8/8/2022) menerima kunjungan kerja Tim Kompolnas RI.
Tim Kompolnas RI yang diketuai oleh Sekertaris Kompolnas RI Beny Jozua Mamoto dan didampingi anggota Kompolnas Poengky Indarti serta Kepala sekerteriat Kompolnas Brigjen Pol Musa Tampubolon melakukan kunjungan kerja ke polda jatim dengan agenda melaksanakan Penelitian dan Sosialisasi tentang Penanganan Penyalahgunaan Narkoba oleh Polri di Polda Jatim.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dalam sambutannya menyampaikan, situasi Kamtibmas Polda Jatim sangat kondusif, demikian juga dengan situasi perkembangan Covid-19 di Jatim saat ini masih terkendali dengan baik.
“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan masukan dan membantu pimpinan dalam menyusun arah dan kebijakan Polri di masa mendatang, serta memberikan motivasi kepada seluruh Personel Polda Jatim dalam melaksanakan tugas,” kata Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Jatim, Senin (8/8/2022) dalam sambutannya.
Sementara itu Ketua Tim dari Kompolnas Beny Jozua Mamoto, memberikan ucapan terimakasih dan apresiasi secara langsung kepada Polda Jatim atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugasnya.
Kegiatan ini untuk mendukung Polri, harapannya inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan Polda Jatim dapat membantu dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Semoga penelitian dapat berjalan lancar sehingga ke depan dapat menentukan arah dan kebijakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lapangan,” tutup Beny J Mamoto.
Uncategorized
Polri Dorong Pendekatan Spatio Temporal untuk Cegah Karhutla Sejak Dini
*PALEMBANG* – Polri mendorong perubahan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari yang selama ini berfokus pada pemadaman menjadi pencegahan berbasis data dan ilmu pengetahuan. Salah satunya melalui pendekatan spasio-temporal untuk memetakan potensi kebakaran berdasarkan lokasi, waktu kejadian, kondisi iklim, dan karakteristik lahan.Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan mengatakan, pendekatan tersebut memungkinkan kepolisian mengidentifikasi wilayah rawan dan pola berulang kebakaran sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum api muncul dan meluas.Hal itu disampaikan Herry dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi Penanganan Karhutla bersama Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana Tarigan dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Bambang Hero Saharjo.“Penanganan karhutla tidak boleh hanya menunggu api muncul. Kita harus mampu membaca pola kebakaran, mengetahui wilayah yang paling rawan, dan melakukan langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas,” ujar Herry.Dalam paparannya, Herry menjelaskan hasil simulasi pola karhutla selama 20 tahun di Kabupaten Pelalawan, Riau. Analisis tersebut menunjukkan titik panas atau hotspot cenderung berulang di lokasi yang sama, sementara fenomena El Nino meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi gambut semakin kering.Dalam simulasi tersebut, rata-rata hotspot pada tahun El Nino mencapai 362 titik, jauh lebih tinggi dibandingkan 42 titik pada tahun lainnya. Analisis juga mengidentifikasi sejumlah kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, di antaranya Kerumutan, Teluk Meranti Timur, Teluk Meranti Barat, dan Bandar Petalangan.Menurut Herry, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan pemadaman. Pengelolaan ekosistem gambut, termasuk menjaga tinggi muka air tanah, menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran berulang.“El Nino memang memperbesar risiko, tetapi kondisi gambut menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, menjaga tinggi muka air tanah dan memperbaiki tata kelola gambut harus menjadi bagian utama dari strategi pencegahan,” jelasnya.Sejalan dengan pendekatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie memaparkan evaluasi penanganan karhutla secara nasional, termasuk pemetaan wilayah rawan berdasarkan pola kejadian dalam beberapa tahun terakhir.Di Sumatera Selatan, pemetaan memprioritaskan sejumlah wilayah rawan, yakni Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Timur. Polri juga memperkuat kesiapan operasional melalui pengerahan personel, pengembangan sistem pemantauan, serta optimalisasi posko pengendalian karhutla.Sementara itu, Prof. Bambang Hero Saharjo menekankan pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah dan teknologi dalam penanganan kebakaran gambut. Pemantauan titik panas, pergerakan asap, dan arah angin dinilai dapat membantu menentukan langkah penanganan secara lebih tepat, sekaligus memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.Herry menambahkan, Polri mendorong penguatan pemantauan kondisi gambut melalui skema satu Polsek satu titik pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT). Langkah tersebut juga didukung optimalisasi sekat kanal, sumur bor, embung, serta patroli terpadu di kawasan rawan kebakaran.Untuk memperkuat deteksi dini, Polri turut mengembangkan Dashboard Green Policing yang mengintegrasikan informasi titik panas, kondisi gambut, cuaca, dan tingkat kerawanan wilayah. Melalui prinsip “Dari Deteksi Menuju Aksi”, setiap indikasi peningkatan risiko diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan di lapangan.Herry menegaskan, karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kabut asap dapat memicu gangguan pernapasan, menghambat kegiatan pendidikan, hingga mengganggu transportasi udara.Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari Polri, pemerintah daerah, BMKG, instansi kehutanan, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Selain memperkuat deteksi dini, upaya pemulihan ekosistem gambut dan pengembangan paludikultur juga menjadi bagian dari strategi mengurangi risiko kebakaran berulang.Herry menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang mengedepankan pencegahan dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan.“Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari seberapa banyak kebakaran yang berhasil dicegah. Karena yang kita lindungi bukan hanya hutan dan lahan, tetapi juga keselamatan dan masa depan masyarakat,” pungkasnya.
Uncategorized
Polri Dalami Keluhan Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kadiv Humas Tegaskan Komitmen Evaluasi
*JAKARTA* – Polri menyampaikan keprihatinan atas keresahan yang dirasakan para santri, orang tua, pengasuh, dan keluarga besar Pondok Pesantren Hamalatul Quran menyusul penggeledahan di Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah, pada 27 Oktober 2026. Polri memastikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan tindakan tersebut akan didalami secara objektif dan profesional melalui mekanisme yang berlaku.Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri memahami peristiwa tersebut menimbulkan rasa takut, terutama bagi anak-anak dan perempuan yang berada di lokasi. Ia menyampaikan empati kepada keluarga santri sekaligus menegaskan bahwa penegakan hukum tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma terhadap lembaga pendidikan keagamaan.“Pertama-tama, kami menyampaikan empati yang tulus kepada para santri, orang tua, dan seluruh keluarga yang merasa terdampak. Polri menghormati pesantren sebagai lembaga yang membina akhlak dan keilmuan umat. Penegakan hukum tersebut tentu bukan untuk memberikan stigma,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).Johnny menjelaskan, berdasarkan keterangan Polda Jawa Tengah, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus pembakaran, ancaman, dan perusakan di Desa Parangjoro, Kabupaten Sukoharjo, pada 12 September 2026. Dalam perkara itu, penyidik telah mengamankan seorang tersangka berinisial S dan kemudian melakukan pencarian terhadap seorang lainnya berinisial I yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.Terkait keluhan masyarakat mengenai pelaksanaan penggeledahan, Polri memastikan laporan dan informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk oleh fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam). Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memberikan perhatian khusus.“Kami mendengar kritik dan keluhan yang disampaikan masyarakat, dan kami memandangnya sebagai bahan perbaikan dan evaluasi. Pendalaman tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tahapan tindakan kepolisian dapat dipertanggungjawabkan,” kata Johnny.Dalam pelaksanaan tindak lanjut, Polda Jawa Tengah menyampaikan bahwa personel Polisi Wanita (Polwan) telah dilibatkan dalam kegiatan di lokasi yang ditempati sejumlah santri perempuan, disertai pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sukoharjo. Setelah proses selesai, para santri dipulangkan kepada orang tua atau wali masing-masing pada hari yang sama. Polda Jawa Tengah juga menyiapkan pendampingan psikologis dengan melibatkan asosiasi psikologi bagi santri yang terdampak.Selain itu, keluhan mengenai barang-barang yang dibawa dari lokasi penggeledahan turut ditindaklanjuti. Pada 31 Oktober 2026, sejumlah barang telah dikembalikan kepada pihak kuasa hukum. Sementara barang yang tidak berkaitan dengan pembuktian perkara akan ditangani sesuai ketentuan berdasarkan hasil pemeriksaan inventarisasi.Pada tanggal yang sama, Polda Jawa Tengah juga menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh agama dan pengurus Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki untuk mendengarkan aspirasi serta menjaga komunikasi dengan para tokoh agama.Johnny menegaskan, penegakan hukum dan keterbukaan terhadap evaluasi harus berjalan beriringan. Menurutnya, setiap perkara pidana harus ditangani berdasarkan bukti, sementara kritik dan keluhan masyarakat perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.“Polri berkomitmen penegakan hukum secara profesional akan terbuka terhadap evaluasi. Kami juga memastikan perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” tuturnya.Polri mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung proses penyidikan. Masyarakat juga diharapkan memberikan ruang bagi proses hukum berjalan secara transparan, dengan tetap mengedepankan perlindungan hak dan pelayanan sesuai prosedur.
Peristiwa
Lewat Rejomulyo Bersholawat, Polsek Kediri Kota Dorong Perempuan Berperan Aktif Cegah Kejahatan
Kediriselaludihati.com – Kegiatan lomba Rejomulyo Bersholawat yang diikuti ibu-ibu Muslimat di kawasan Sumber Jiput, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, pada Minggu (1/11/2026), menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo, Polsek Kediri Kota, hadir memantau kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut. Selain menjalin silaturahmi dengan warga, petugas menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada peserta.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya membangun kesadaran untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Masyarakat diajak lebih peduli terhadap situasi di sekelilingnya, mengenali potensi gangguan keamanan, serta melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi tindak kejahatan.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., menilai kegiatan keagamaan seperti Rejomulyo Bersholawat memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan selawat bukan hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian antarsesama. Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kompol Bowo.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan yang memiliki peran besar dalam keluarga dan kehidupan sosial.
Ibu-ibu Muslimat diharapkan dapat menjadi penggerak kepedulian terhadap keamanan, dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang lebih luas.
“Kami mengajak masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, setiap orang memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan, tidak memberikan kesempatan terjadinya tindak kejahatan, dan peduli terhadap keamanan lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.
Kompol Bowo menjelaskan, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memastikan rumah terkunci saat ditinggalkan, menjaga barang berharga, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap orang atau aktivitas yang mencurigakan.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh apabila mengetahui adanya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Peran warga sangat penting, karena masyarakatlah yang paling mengetahui kondisi lingkungannya. Jika ada persoalan atau potensi gangguan, segera komunikasikan dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian setempat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kegiatan keagamaan yang mampu mempertemukan warga dalam suasana positif dan mempererat hubungan sosial.
Menurutnya, hubungan yang baik antartetangga dapat membantu membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kami berharap kegiatan seperti Rejomulyo Bersholawat terus menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial. Ketika masyarakat saling mengenal, saling menjaga, dan saling membantu, keamanan lingkungan akan lebih mudah diwujudkan,” kata Kompol Bowo.
Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Kediri Kota terus mendorong komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Kehadiran kepolisian dalam lomba Rejomulyo Bersholawat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran pencegahan tindak pidana. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
