Connect with us

Uncategorized

Kapolda Jatim Pastikan Isu Penculikan Anak di Jawa Timur adalah Berita Hoax

Published

on

SURABAYA – Banyak beredar kabar adanya kasus penculikan anak pelajar SD (Sekolah Dasar) di Medsos (Media Sosial).

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr.Toni Harmanto,MH angkat bicara mengenai kabar penculikan anak yang beredar luas di tengah masyarakat. Jenderal dua bintang dipundaknya ini menegaskan kalau itu hanya kabar bohong.

“Penculikan anak itu ada berita hoaks di beberapa tempat di Jawa Timur,” jelas Irjen Pol Toni Harmanto, usai meresmikan rumah rembuh di Mapolda Jatim, Selasa (31/1/2023) siang.

Irjen Toni pun meminta tim Siber Polda Jatim yang dalam hal ini dalam naungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk berperan aktif menangkis berita hoaks yang beredar.

“Kita juga melakukan takedown berita hoax,” katanya.

Menurut Toni, berita hoax tidak bisa dibiarkan begitu saja. Terlebih, kabar itu menyangkut dengan keselamatan anak. (*)

Continue Reading

Peristiwa

Kapolsek Kediri Kota: Fokus Pengamanan Obyek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota menggelar apel pagi personel di halaman Mapolsek Kediri Kota, pada Jumat (6/2/2026) pagi. Apel rutin ini menjadi sarana pengecekan kesiapan personel sekaligus evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Kediri Kota.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh personel Polsek Kediri Kota dan dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Kanit Lantas Polsek Kediri Kota AKP Cham Sunarko. Dalam arahannya, pimpinan apel menyampaikan apresiasi atas situasi kamtibmas wilayah Kediri Kota yang terpantau aman dan kondusif selama 1×24 jam terakhir, dengan laporan polisi maupun laporan kejadian nihil.

AKP Cham Sunarko menekankan pentingnya menjaga konsistensi patroli harkamtibmas, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan tindak kriminalitas. Fokus pengamanan diarahkan pada pusat perbelanjaan, objek vital perbankan, serta lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah hukum Polsek Kediri Kota.

Selain itu, personel yang telah menerima surat perintah (sprin) pengamanan kegiatan di wilayah Tirtoyoso diminta segera melaksanakan apel persiapan pengamanan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti (korvey) di sekitar Mapolsek Kediri Kota dan Masjid Al-Ikhlas Polsek Kediri Kota sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kedisiplinan anggota dalam menjalankan tugas.

“Apel pagi menjadi sarana pengecekan kesiapan personel sekaligus evaluasi situasi kamtibmas. Kami tekankan agar seluruh anggota tetap fokus pada patroli preventif dan pelayanan kepada masyarakat, terutama di titik-titik rawan dan obyek vital,” ujar Kompol Bowo Wicaksono.

Ia menambahkan, seluruh personel diharapkan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai ladang amal serta pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan data kehadiran apel, jumlah personel Polsek Kediri Kota tercatat sebanyak 69 orang. Dari jumlah tersebut, 38 personel hadir dan 31 personel tidak hadir dengan keterangan dinas sebanyak 17 orang, libur dinas 12 orang, serta sakit 2 orang. Sementara itu, tidak terdapat personel dengan keterangan izin, tanpa keterangan, pendidikan, maupun cuti.

Selama kegiatan apel berlangsung, situasi terpantau tertib, lancar, dan aman. Polsek Kediri Kota memastikan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Kota Kediri. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Kapolsek Kediri Kota: Kegiatan Sosial Perkuat Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande, Kota Kediri bersama unsur tiga pilar, mahasiswa, dan warga masyarakat melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di Masjid An Nur, RW 01 Kelurahan Setonopande, pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Aiptu Syaifudin Yuri, perangkat kelurahan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, serta warga RW 01. Para peserta bergotong royong membersihkan area dalam masjid, halaman, tempat wudu, hingga lingkungan sekitar masjid.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Aiptu Syaifudin Yuri mengatakan, kegiatan Jumat Bersih merupakan sarana untuk membangun kepedulian bersama sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Menurut dia, kebersihan lingkungan ibadah menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat saat menjalankan ibadah.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menegaskan bahwa, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan Jumat Bersih ini adalah bentuk sinergi dan kepedulian bersama. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” ujar Kompol Bowo Wicaksono.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan nilai positif yang perlu terus didorong. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus teladan dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Warga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan positif lainnya.

Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, Polres Kediri Kota kembali menegaskan komitmennya untuk terus menebar kebaikan serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan harmonis. (res/an).

Continue Reading

Uncategorized

Polri Prihatin Tragedi NTT, Wakapolri Perintahkan Jajaran Turun Langsung Kawal Program Apbn 2026 Agar Bantuan Tepat Sasaran

Published

on

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang anak diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga dan tidak mampu membeli alat tulis sekolah.Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi di NTT dan menegaskan Polri tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali.“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk semakin mengoptimalkan berbagai program kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.Wakapolri menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menyiapkan skema APBN 2026 yang sangat komprehensif untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.“pemerintah punya program, siapkan anggaran, dan kita punya semangat gotong royong. Yang harus kita pastikan adalah implementasinya benar-benar menyentuh keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.Ia menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja bersama dan pengawalan yang kuat, target nasional menuju 0% kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan.Wakapolri menjelaskan bahwa langkah Polri mengawal program kesejahteraan ini sejalan dengan masukan yang disampaikan oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, yang menilai Polri memiliki potensi besar untuk membantu menyukseskan kebijakan Presiden melalui jaringan kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat desa.“Arah kebijakan Presiden yang tertuang dalam APBN 2026 sangat relevan untuk disosialisasikan melalui Polri, karena telah menyiapkan program yang sangat lengkap guna membantu masyarakat terhindar dari kemiskinan ekstrem. Tugas Polri adalah memastikan seluruh kebijakan tersebut benar-benar sampai kepada rakyat, tepat sasaran, dan berjalan efektif di lapangan,” tegas Wakapolri.Masukan tersebut menjadi landasan penting bagi Polri untuk bergerak lebih proaktif dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh IndonesiaSebagai langkah nyata, Wakapolri memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat.“Saya instruksikan kepada para Kapolres bersama pemerintah daerah agar lebih banyak turun melihat kondisi objektif di lapangan. Lakukan pendataan keluarga miskin ekstrem secara langsung, bantu verifikasi data, dan dampingi masyarakat agar bisa mengakses seluruh program bantuan pemerintah,” ujarnya.“Polri harus menjadi jembatan kehadiran negara. Jangan sampai ada warga yang berhak menerima bantuan tetapi tidak mengetahui caranya atau kesulitan mengaksesnya,” tegas Wakapolri.Program-Program yang Akan Dikawal PolriUntuk memastikan masyarakat memahami haknya, Polri akan membantu menyosialisasikan dan mengawal berbagai program pemerintah, antara lain:• Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta keluarga;• Bantuan Sembako Rp200 ribu per bulan bagi 18,3 juta keluarga;• Beasiswa PIP, KIP Kuliah, dan Beasiswa Sekolah Rakyat Berasrama;• Bantuan Permakanan bagi lansia dan disabilitas;• Bantuan Anak Yatim Piatu (YAPI);• PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta masyarakat;• Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST);• Subsidi listrik, LPG, BBM, pupuk, dan KUR;• Sertifikat halal gratis bagi UMK;• Uang saku magang bagi fresh graduate;• Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 82,9 juta penerima manfaat;• Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 130,3 juta masyarakat.“Semua program ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Tugas Polri memastikan masyarakat mengetahui, mengakses, dan menerima haknya dengan mudah,” jelas Wakapolri.Wakapolri menegaskan bahwa pengawalan program pemerintah harus nyata hingga ke lapangan.“Pendataan harus akurat, verifikasi harus nyata di lapangan, dan bantuan harus benar-benar diterima oleh yang berhak. Itulah ukuran keberhasilan kita,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPS, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan setiap rupiah APBN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.Menutup arahannya, Wakapolri menyampaikan pesan optimisme kepada seluruh jajaran Polri dan masyarakat.“Kami yakin, dengan kerja keras, kepedulian, dan gotong royong, kemiskinan ekstrem bisa kita atasi bersama. Polri berkomitmen penuh mendukung kebijakan Presiden dan memastikan negara hadir untuk rakyatnya,” pungkas Wakapolri.“Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Dan Polri akan berada di garis depan untuk memastikan itu.”

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page