Peristiwa
Kapolres Kediri Kota Mediasi Kasus di Pura Joyo Amijoyo, Pelaku Tidak Sengaja, Sudah Meminta Maaf dan Dimaafkan
Kediriselaludihati.com – Misteri siapa “pelaku” atas rusaknya Arca Dwarapala di Pura Joyo Amijoyo di Dusun Kalinanas Desa Kalipang Kecamatan Grogol pada Kamis malam (17/2) akhirnya terkuak pada Sabtu malam (19/2). Hartoni atau biasa dipanggil Toni (20) pemuda setempat adalah pelaku yang secara tidak sengaja menyenggol arca itu hingga pecah karena mencari sinyal HP.

“Peristiwannya pada Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB, kebetelan rumah saya dekat dengan Pura. Saat itu saya mencari sinyal, karena memang di daerah Kalinanas sulit sekali sinyal. Saya berjalan kesana kemari dan akhirnya menyenggol arca di depan Pura hingga pecah. Saya ketakutan dan kemudian mengambil pecahan arca dan menatanya tapi tidak bisa seperti sedia kala . Kemudian saya masuk kerumah dan tidak keluar rumah hingga akhirnya saya jujur pada orang tua saya pada Sabtu sore (19/2) dan diantarkan melapor ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas ,” kata Toni dihadapan Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, S.IK , M.H di Polsek Grogol pada Sabtu malam sekitar pukul 23.45 WIB.
Atas laporan Toni yang diantarkan Tukimin orang tuannya sebagai bentuk pertanggungjawaban , kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolsek Grogol AKP Sokhib Dimyati melapor Kapolres Kediri Kota dan diteruskan mediasi di Polsek Grogol. Pengakuan Toni dihadapan Kapolres Kediri Kota juga disaksikan Muspika Grogol dan Pengurus PHDI se-Kecamatan Grogol.
“Alhamdulillah saya telah memimpin mediasi antara Mas Toni dengan pihak Pura, PHDI dan Muspika Grogol pada Sabtu 19 Februari 2022 pukul 23.45 WIB. Bahwa kejadian rusaknya Arca Dwarapala adalah perbuatan yang tidak disengaja. Dan ini memang seperti dugaan awal kita dari kepolisian bukan dirusak. Jadi pada saat kejadian Mas Toni main HP karena mencari sinyal dan secara tidak sengaja jatuh ke kenan dan mengenai arca dwarapala. Kemudian Mas Toni kembali menyusun namun gagal akhirnya masuk ke rumah. Hingga akhirnya diketahui pihak Pura pada Jumat pagi. Dan yang baik disini adalah Mas Toni mengakui kesalahannyaya dan Alhamdulillah pihak Pura Joyo Amijoyo dan PHDI telah memaafkan yang bersangkutan,” kata AKBP Wahyudi, S.IK, M.H
Ditambahkan AKBP Wahyudi, pasca mediasi ini pihak Pura Joyo Amijoyo dan PHDI menjamin terciptannya kehidupan normal seperti biasannya,” Dan memang di Kalipang ini sejak dulu kehidupan beragama cukup harmonis dan menjunjung tinggi toleransi antara umat beragama,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Polres Kediri Kota menindaklanjuti laporan peristiwa rusaknya Arca Dwarapala di Pura Joyo Amijoyo, Dusun Kalinanas RT. 02 RW. 01, Desa Kalipang Kecamatan Grogol, yang diketahui pada Kamis pagi 18 Februari 2022.
Tindaklanjut tersebut yakni Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, S.IK, M.H mengajak dialog yang melibatkan berbagai unsur Forkopimda dan Forkopimcam Kecamatan Grogol, FKUB, PHDI dan DK4.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Rully Eko Suryawan, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Kapolsek Grogol AKP Sokhib Dimyati, S.H.
Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Drs.Murtaji, Ketua FKUB Kediri KH David Fuadi dan Gus Imam Mubarok, Ketua Dewan Kesenian Kebudayaan Kabupaten Kediri.
Tiga point penting dalam pertemuan tersebut setelah mendengarkanga berbagai keterangan dari berbagai unsur yang disampaikan oleh Kapolres Kediri Kota.
“Kita sudah putuskan ada tiga penting yang akan kita sampaikan setelah menggelar pertemuan. Yakni pertama semua pihak menahan diri dengan mengedepankan siskamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kedua, pihak Kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan hingga terang peristiwa tersebut. Ketiga, tidak ada pihak yang memperkeruh situasi saat ini dengan menyebarkan berita hoaks,” kata AKBP Wahyudi, S.IK, M.H
Ditambahkan AKBP Wahyudi dalam peristiwa ini patut diduga yang terjadi bukanlah perusakan, namun rusak bukan disengaja. Dasarnya yakni karena bekas-bekas dari Arca dikembalikan tempat semula.
“Ada kemungkinan truck atret atau sepeda motor yang remnya kurang maksimal mengakibatkan menabrak dan mengenai Arca dan pohon-pohon kecil / bunga yang ada dekitar Arca yang didapati rusak. Saat ini TNI – Polri melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini hingga terang. Yang jelas penyelidikan masih berlanjut dan laporan perkembangan akan terus kami kabarkan,,” tambahnya.
Bahkan Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, pada Sabtu siang (19/2) mengambil langkah cepat bersama Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto yakni mengganti dengan sepasang Arca Dwarapala di Pura Joyo Amijoyo yang terbuat dari batu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Kediri Kota dan Ketua DPRD Kabupaten Kediri atas perhatian yang diberkan dengan mengganti arca yang rusak. Masalah rusaknya patung dari peristiwa kemarin kita anggap selesai dan menjadi pembelajaran bersama. Sekali lagi atas nama warga umat Hindu Dusun Kalinanas Desa Kalipang kami ucapkan terima kasih,” kata Parmo Ketua Parisada Hndu Darma Indonesia (PHDI) Desa Kalipang Kecamatan Grogol.
langkah cepat AKBP Wahyudi, S.IK, M.H ini sebagai bentuk kepedulian dan pengayoman kepada wargannya di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
“Alhamdulillah bersama Ketua DPRD kita menyerahkan Arca Dwarapala pengganti arca yang rusak kemarin . Arca yang kita berikan adalah sepasang Arca Dwarapala terbuat dari batu. Dari penyerahan ini kami berharap suasana di Kalinanas kondusif, menciptakan siskamtibmas bersama demi kemananan dan kenyamanan di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” kata AKBP Wahyudi, S.IK, M.H
Kapolres Kediri Kota dihadapan warga Dusun Kalinanas juga menyampaikan untuk tidak terprovokasi dari pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat mengganggu situasi keamanan di Dusun Kalinanas Desa Kalipang Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri dan umumnya di wilayah Polres Kediri Kota yang sudah sangat kondusif ini. (***)
Peristiwa
Polsek Grogol Kediri Perkuat Komunikasi dengan Kader Posyandu, Dorong Kepedulian dan Keamanan Lingkungan
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Datengan, Polsek Grogol, Polres Kediri Kota Aiptu Zainal Afandi mengunjungi kader Posyandu di Dusun Semen, Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Senin (26/10/2026).
Kegiatan sambang yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Lumbung Dusun Semen tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Zainal Afandi bertemu dengan Kanah, salah seorang kader Posyandu Dusun Semen, bersama sejumlah kader lainnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana komunikasi langsung dengan warga desa binaan. Petugas mengajak para kader untuk terus menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., menjelaskan, sambang Bhabinkamtibmas merupakan salah satu bentuk pendekatan kepolisian untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat.
“Kader Posyandu memiliki kedekatan dengan masyarakat karena terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan desa. Kami berharap komunikasi yang sudah terjalin ini juga dapat mendukung upaya menjaga kerukunan dan keamanan antarwarga,” kata AKP Andang.
Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kegiatan pengamanan atau patroli. Komunikasi yang baik dan kepedulian antarwarga juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya persoalan sosial.
Kader Posyandu merupakan bagian dari masyarakat yang aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Melalui aktivitas tersebut, para kader memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan warga dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Kedekatan sosial itu dapat menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan antarwarga dan membangun lingkungan yang saling peduli.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, menghindari perselisihan, serta mengutamakan komunikasi apabila muncul persoalan di lingkungan masyarakat.
AKP Andang menekankan bahwa kerukunan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah apabila menghadapi perbedaan pendapat atau persoalan dengan sesama warga. Jangan sampai masalah kecil berkembang menjadi konflik yang mengganggu ketenteraman lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan sambang juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat yang selama ini berperan dalam kegiatan sosial di tingkat dusun.
Melalui pertemuan langsung, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan keamanan dengan pendekatan yang lebih dekat.
Komunikasi tersebut diharapkan dapat memudahkan warga menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
AKP Andang mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban merupakan bagian penting dari upaya pemeliharaan keamanan di wilayah hukum Polsek Grogol.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas apabila ada persoalan di lingkungan tempat tinggal. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.
Berdasarkan laporan Polsek Grogol, kegiatan sambang Aiptu Zainal Afandi kepada kader Posyandu di Dusun Semen berlangsung aman dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Grogol terus mendorong terjalinnya hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat serta memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga kerukunan lingkungan desa. (res/an)
Peristiwa
Rencana Penataan Pedagang Pasar Ngaglik ke Pasar Ledok Kediri Terkendala Izin, Polisi Dorong Penyelesaian Melalui Musyawarah
Kediriselaludihati.com – Rencana pengelolaan Pasar Ledok di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, menjadi pembahasan dalam pertemuan mediasi antara unsur pemerintah, kepolisian, dan perwakilan paguyuban pedagang, pada Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya konflik terkait kewenangan pengelolaan pasar dan rencana pemindahan pedagang dari kawasan Pasar Ngaglik.Mediasi yang berlangsung di Kantor Kelurahan Dandangan mulai pukul 10.30 WIB itu melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan Aipda Heppy Endra, S.H., bersama unsur tiga pilar dan perwakilan paguyuban pasar.Persoalan bermula dari adanya paguyuban baru yang berencana mengelola Pasar Ledok. Paguyuban tersebut telah menyusun aturan pengelolaan dengan tujuan menata pedagang yang selama ini berjualan di tepi jalan kawasan Pasar Ngaglik.Rencana tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Ngaglik dengan mengarahkan sebagian pedagang untuk menempati area Pasar Ledok.Namun, berdasarkan laporan Polsek Kediri Kota, rencana pengelolaan tersebut belum memperoleh izin dari pihak yang berwenang.Dalam pembahasan, muncul persoalan mengenai status dan kewenangan pengelolaan pasar yang berkaitan dengan PT Gudang Garam serta pemerintah daerah.Pihak kecamatan juga disebut memiliki kewenangan sebagai pengguna barang berdasarkan ketentuan terbaru Pemerintah Kota Kediri. Meski demikian, rincian status aset dan dasar hukum pengelolaannya masih memerlukan penjelasan dari instansi terkait.Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan pengelolaan tanpa kejelasan izin dapat memicu persoalan baru, termasuk potensi perbedaan kepentingan antara paguyuban Pasar Ledok dan paguyuban Pasar Ngaglik.Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., menjelaskan bahwa mediasi dilakukan untuk mendorong penyelesaian persoalan secara terbuka dan mencegah terjadinya konflik antarkelompok pedagang.”Pada prinsipnya, kami mendukung upaya penataan lingkungan pasar agar lebih tertib. Namun, setiap rencana pengelolaan harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk kejelasan izin dan kewenangan pihak yang berhak mengelola. Jangan sampai niat baik untuk menata pedagang justru menimbulkan persoalan baru,” kata Kompol Bowo.Dalam pertemuan tersebut, Aipda Heppy Endra memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang hadir mengenai pentingnya memastikan legalitas dan kewenangan pengelolaan sebelum menjalankan rencana penataan pasar.Ia juga mengingatkan agar setiap keputusan mempertimbangkan kepentingan seluruh pedagang sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara paguyuban.Menurut laporan kegiatan, rencana memasukkan pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan kawasan Pasar Ngaglik ke Pasar Ledok belum dapat dilaksanakan tanpa adanya kejelasan izin pengelolaan.Persoalan ini tidak hanya menyangkut penataan lokasi berdagang, tetapi juga berkaitan dengan hubungan antarpaguyuban, kewenangan pengelola, serta kepastian aturan bagi para pedagang.Karena itu, penyelesaian melalui musyawarah dinilai penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum mengambil langkah lebih lanjut.Kompol Bowo menekankan bahwa kepolisian berperan menjaga keamanan dan memfasilitasi komunikasi, sedangkan keputusan mengenai izin dan kewenangan pengelolaan berada pada pihak yang memiliki otoritas sesuai ketentuan.”Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengutamakan musyawarah. Persoalan pengelolaan pasar sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang benar, dengan melibatkan pemerintah dan pihak-pihak terkait, agar tidak terjadi gesekan di antara para pedagang,” ujarnya.Mediasi tersebut dihadiri Kepala Kelurahan Dandangan, Sekretaris Kelurahan Dandangan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan, serta perwakilan paguyuban pasar.Kehadiran unsur pemerintah kelurahan dan kecamatan menjadi bagian penting dalam pembahasan karena rencana pengelolaan pasar berkaitan dengan kewenangan administrasi dan penataan kegiatan perdagangan.Sementara itu, keterlibatan Bhabinkamtibmas dan Babinsa diarahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah persoalan berkembang menjadi konflik di lingkungan masyarakat.Melalui pendekatan problem solving, kepolisian berupaya membantu para pihak memahami duduk persoalan dan mencari penyelesaian tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.Hasil pertemuan menyepakati bahwa rencana pengelolaan Pasar Ledok masih harus menunggu kejelasan izin dari pihak kecamatan atau Pemerintah Kota Kediri.Dengan demikian, belum ada keputusan dalam pertemuan tersebut yang memberikan kewenangan kepada paguyuban baru untuk menjalankan pengelolaan pasar.Kompol Bowo berharap seluruh pihak menghormati proses administrasi yang sedang diperlukan dan tidak mengambil langkah sepihak sebelum memperoleh kepastian dari instansi berwenang.”Yang terpenting adalah menjaga hubungan baik antarpedagang dan menghindari tindakan sepihak. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara tertib sehingga penataan pasar nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.Berdasarkan laporan Polsek Kediri Kota, kegiatan mediasi di Kantor Kelurahan Dandangan berlangsung aman dan kondusif.Kepolisian bersama unsur tiga pilar akan tetap mengedepankan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses penyelesaian persoalan pengelolaan pasar berlangsung. (res/an)
Peristiwa
Tiga Titik Jadi Sasaran Pelayanan Pagi Polres Kediri Kota, Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar
Kediriselaludihati.com – Jajaran Polsek Pesantren dan Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, melaksanakan pelayanan masyarakat melalui kegiatan Sapa Pagi dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik, pada Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus membantu keselamatan pelajar yang berangkat sekolah.
Tiga lokasi menjadi sasaran kegiatan, yakni Simpang Tiga PG Pesantren Baru, Simpang Empat Pasar Pagi Kelurahan Pesantren, serta Jalan Raung di depan MTsN, wilayah Kecamatan Mojoroto.
Di Simpang Tiga PG Pesantren Baru, anggota Polsek Pesantren Bripka M. Rifai melaksanakan pelayanan pagi mulai pukul 06.30 hingga 07.15 WIB.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas di Simpang Empat Pasar Pagi Kelurahan Pesantren dilakukan Aiptu Aris Tri Hartono bersama Aiptu Siswanto sejak pukul 06.00 hingga 07.15 WIB.
Kehadiran anggota kepolisian di kedua persimpangan tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pada jam sibuk pagi hari.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menjelaskan bahwa pelayanan Sapa Pagi merupakan salah satu bentuk kehadiran kepolisian di tengah masyarakat, terutama saat aktivitas kendaraan mulai meningkat.
“Pada pagi hari, mobilitas masyarakat cukup tinggi karena banyak warga berangkat bekerja, berdagang, maupun mengantar anak sekolah. Kehadiran anggota di persimpangan bertujuan membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada pengguna jalan,” kata Kompol Siswandi.
Menurutnya, kegiatan pelayanan pagi juga menjadi upaya pencegahan terhadap potensi kemacetan dan gangguan keselamatan berlalu lintas.
Pengaturan di kawasan persimpangan diperlukan agar pergerakan kendaraan dapat berlangsung tertib, terutama ketika arus lalu lintas dari beberapa arah bertemu.
Kompol Siswandi mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tertib, tidak saling mendahului secara berbahaya, dan mengutamakan keselamatan. Kelancaran lalu lintas membutuhkan kerja sama antara petugas dan seluruh pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Mojoroto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjarmlati Aiptu Hendro melaksanakan pengaturan lalu lintas dan membantu penyeberangan pelajar di Jalan Raung, tepatnya di depan MTsN.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut dilakukan bersama petugas keamanan sekolah.
Petugas membantu siswa yang hendak menyeberang jalan menuju lingkungan sekolah sekaligus memantau kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa keselamatan pelajar menjadi salah satu perhatian kepolisian dalam pelaksanaan pelayanan pagi.
“Anak-anak yang berangkat sekolah membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika harus menyeberang jalan di tengah aktivitas kendaraan. Karena itu, anggota kami hadir untuk membantu penyeberangan dan memastikan para siswa dapat menuju sekolah dengan aman,” kata Kompol Rudi.
Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan kawasan yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dari para pengendara.
Pada jam masuk sekolah, aktivitas kendaraan pengantar dan pelajar yang berjalan kaki dapat berlangsung secara bersamaan sehingga diperlukan kedisiplinan seluruh pengguna jalan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama petugas keamanan sekolah menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan serta menjaga ketertiban di sekitar lingkungan pendidikan.
Kompol Rudi mengingatkan para pengendara agar mengurangi kecepatan dan memperhatikan keselamatan ketika melintasi kawasan sekolah.
“Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di depan sekolah. Berikan kesempatan kepada pelajar yang hendak menyeberang dan patuhi arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Kegiatan Sapa Pagi dan pengaturan lalu lintas menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang dilakukan secara langsung di ruang publik.
Selain membantu kelancaran kendaraan, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi anggota kepolisian untuk berinteraksi dengan masyarakat.
Pelayanan di kawasan pasar, persimpangan, dan sekolah memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan perhatian terhadap keselamatan serta ketertiban lalu lintas.
Di kawasan pasar, pergerakan kendaraan dan aktivitas masyarakat perlu berlangsung secara tertib agar tidak menimbulkan hambatan.
Sementara di lingkungan sekolah, keselamatan pejalan kaki, khususnya pelajar, menjadi perhatian utama.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Polsek Pesantren dan Polsek Mojoroto berupaya memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Berdasarkan laporan kedua polsek, kegiatan di Simpang Tiga PG Pesantren Baru, Simpang Empat Pasar Pagi, dan Jalan Raung depan MTsN berlangsung aman, tertib, dan terkendali.
Arus lalu lintas di lokasi pelayanan pagi dilaporkan lancar, sedangkan kegiatan penyeberangan pelajar dapat terlaksana dengan baik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kehadiran anggota kepolisian pada jam-jam aktivitas pagi. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
