Connect with us

Peristiwa

Kapolsek Kediri Kota Pastikan Keamanan Acara Seminar Remaja Lintas Agama di Masjid Agung

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri Aipda Karji, S.H melaksanakan patroli sambang.

Kegiatan berlangsung, pada hari Selasa 9 Juli 2024 pukul 09.00 WIB s/d selesai. Petugas datang ke Aula Masjid Agung Kota Kediri Kelurahan Kampung dalem Jl Panglima Sudirman kota Kediri

Petugas sambang Masjid Agung Kota Kediri untuk melakukan monitoring kegiatan seminar Remaja lintas Agama yang dilaksanakan FKUB dan Kemenag Kota Kediri yang dihadiri oleh peserta kurang lebih 60 orang dengan Tema Tolak ujaran Kebencian dan Hoak pemuda lintas agama dalam menyongsong Pilkada 2024.

Adapun Narasumber dari Muhamad Salim Ketua FKUB Kota Kediri dan Bambang Iswahyudi Ketua PWI Kota Kediri.

“Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengisi kegiatan pekan Budaya Islam Masjid agung Kota tahun 2024. Kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujar Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara, S.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan Ketat Disiapkan Polres Kediri Kota, Munas-Konbes NU Bahas Agenda Strategis Jelang Muktamar

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polres Kediri Kota melakukan pengamanan rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (20/6/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Munas-Konbes NU 2026 diikuti jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi agenda penting organisasi dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar sekaligus membahas berbagai persoalan keagamaan dan kebangsaan.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, seluruh persiapan penyelenggaraan forum nasional tersebut terus dimatangkan. Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir pada acara penutupan Munas-Konbes NU 2026.

“Persiapan sudah terus dilakukan. Munas-Konbes insyaallah Presiden hadir pada saat penutupan,” ujar Gus Ipul, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Gus Ipul, peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Kediri sejak Jumat dan pada Sabtu siang seluruh delegasi telah berada di lokasi kegiatan.

“Mulai kemarin peserta sudah datang secara bertahap. Siang ini insyaallah seluruh peserta, baik dari PWNU maupun PBNU, sudah hadir di Kediri,” katanya.

Para peserta terlebih dahulu melakukan registrasi di sejumlah hotel yang telah disiapkan panitia sebelum diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Al Falah Ploso untuk mengikuti prosesi pembukaan Munas-Konbes.

Seiring berlangsungnya kegiatan berskala nasional tersebut, Polres Kediri Kota menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan di berbagai titik, mulai dari lokasi acara, jalur kedatangan peserta, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar kawasan pesantren. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman kepada seluruh peserta sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Selain aspek pengamanan, Munas-Konbes NU 2026 juga akan membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyusunan materi Muktamar NU, usulan lokasi penyelenggaraan muktamar, serta berbagai isu keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Forum ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Muktamar. Selain membahas materi muktamar, juga akan dibahas berbagai isu keagamaan yang menjadi perhatian NU,” jelas Gus Ipul.

Dalam pelaksanaannya, persidangan dibagi ke dalam enam komisi, yakni Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah, Bahtsul Masail Maudluiyyah, Bahtsul Masail Qanuniyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, serta Komisi Rekomendasi yang akan merumuskan berbagai keputusan strategis organisasi.

Panitia menjadwalkan penutupan Munas-Konbes NU 2026 berlangsung di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura, pada Selasa (23/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto disebut oleh panitia direncanakan hadir untuk menutup secara resmi rangkaian kegiatan Munas-Konbes NU 2026. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Tasyakuran Bersih Dusun Goliman Kediri Berlangsung Meriah, Polisi Titip Pesan Persatuan dan Nasionalisme kepada Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Tradisi Bersih Dusun yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri kembali digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Parang Polsek Banyakan, Aiptu Sumarlan, S.H., bersama unsur tiga pilar menghadiri tasyakuran Bersih Dusun Goliman yang dipusatkan di Pendopo Dusun Goliman, pada Jumat (19/6/2026) malam.

Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB itu juga dihadiri perangkat desa, ketua RT dan RW, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat. Sebagai bentuk pelestarian budaya lokal, kegiatan ditutup dengan hiburan kesenian campursari Panji Laras yang disaksikan antusias oleh warga.

Di sela kegiatan, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada seluruh peserta. Warga diajak terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menjadikan tradisi bersih dusun sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.

Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., mengatakan kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus upaya membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat.

“Kegiatan bersih dusun merupakan tradisi yang lahir dari kesepakatan dan kebersamaan warga. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat rasa persaudaraan, serta bersama-sama memelihara situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Joko Purwantono.

Ia menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, terutama saat berlangsungnya kegiatan yang melibatkan banyak warga.

Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis di tengah keberagaman.

Selama rangkaian tasyakuran Bersih Dusun Goliman berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur tiga pilar mendapat sambutan positif dari masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Banyakan. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Seruan Masyayikh NU Jelang Munas-Konbes 2026: Tolak Perubahan Syarat AHWA, Minta Muktamar Tetap Digelar di Pesantren

Published

on

Kediriselaludihati – Sejumlah masyayikh, alim ulama, dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan seruan bersama menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026).

Seruan tersebut disampaikan dalam forum Ramah Tamah Masyayikh Nahdlatul Ulama yang berlangsung menjelang pembukaan Munas-Konbes NU dan memuat sejumlah pandangan strategis terkait Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), posisi pesantren dalam tubuh organisasi, hingga pentingnya menjaga persatuan menjelang Muktamar NU.

Juru bicara masyayikh, KH Abdurrohman Al-Katsar atau Gus Kautsar, mengatakan dokumen tersebut merupakan hasil kesepahaman para ulama senior dari berbagai daerah yang memiliki perhatian terhadap arah perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.

“Dalam dokumen yang ditandatangani sejumlah ulama senior NU dari berbagai daerah itu, para masyayikh menyampaikan sejumlah pandangan terkait Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), posisi pesantren dalam tubuh NU, hingga pentingnya menjaga persatuan organisasi menjelang Muktamar NU,” ujar Gus Kautsar.

Salah satu poin utama dalam seruan tersebut adalah penolakan terhadap wacana perubahan syarat anggota AHWA. Menurut para masyayikh, AHWA merupakan forum keulamaan yang memiliki posisi strategis dalam mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU sehingga harus tetap berpijak pada kedalaman ilmu, keteladanan akhlak, keluasan pengabdian, serta pengakuan keulamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, mereka meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota AHWA yang mewajibkan berasal dari unsur pengurus syuriyah serta berbasis representasi kewilayahan tidak dilanjutkan dalam pembahasan Munas-Konbes.

“Karena itu, para masyayikh secara tegas meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota AHWA yang mewajibkan berasal dari unsur pengurus syuriyah dan berbasis representasi kewilayahan dibatalkan,” kata Gus Kautsar.

Selain menyoroti AHWA, para ulama juga meminta agar usulan perubahan aturan mengenai larangan rangkap jabatan politik tidak diteruskan dalam forum Munas-Konbes.

Dalam seruan tersebut, para masyayikh menegaskan bahwa pesantren merupakan fondasi utama Nahdlatul Ulama sejak organisasi itu didirikan. Pesantren dinilai menjadi pusat transmisi ilmu, pembentukan akhlak, pelestarian tradisi, sekaligus tempat kaderisasi kepemimpinan ulama yang menjaga keberlangsungan jam’iyah.

Atas dasar itu, mereka berharap pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 tetap diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang organisasi.

“Pesantren merupakan rumah besar Nahdlatul Ulama, pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan yang menjadi fondasi utama jam’iyah,” tegas Gus Kautsar menyampaikan isi seruan tersebut.

Poin lain yang disampaikan para masyayikh adalah ajakan kepada seluruh peserta, panitia, pimpinan, dan unsur organisasi yang terlibat dalam Munas-Konbes agar menjaga adab bermusyawarah serta mengedepankan ukhuwah dan kepentingan organisasi di atas berbagai perbedaan pandangan.

Mereka menilai penghormatan terhadap ulama dan pesantren merupakan modal utama bagi Nahdlatul Ulama dalam menjalankan peran keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Menurut para kiai, marwah organisasi tidak hanya ditentukan oleh keputusan yang dihasilkan dalam forum, tetapi juga oleh proses musyawarah yang berlangsung secara santun, penuh tanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Seruan tersebut ditandatangani oleh sejumlah tokoh dan masyayikh senior Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah Indonesia. Di antaranya KH Nurul Huda Jazuli dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, KH A. Kafabihi Mahrus, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Ali Kholil, KH Ahmad Syatibi Hambali, KH Mas’ud Masduqi, serta sejumlah tokoh nasional NU seperti KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, dan KH Asep Saifuddin Chalim.

Kehadiran nama-nama tersebut dinilai menunjukkan besarnya perhatian kalangan ulama pesantren terhadap dinamika yang berkembang menjelang Munas-Konbes dan Muktamar NU.

Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama setelah Muktamar. Forum yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso tersebut membahas berbagai isu strategis organisasi, rekomendasi keagamaan, serta sejumlah usulan yang akan menjadi bahan menuju pelaksanaan Muktamar NU mendatang.

Menutup seruan tersebut, para masyayikh memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama, membimbing para pemimpinnya, serta melimpahkan keberkahan kepada para ulama, santri, dan seluruh pengabdi organisasi demi keberlangsungan jam’iyah yang berakar kuat pada tradisi pesantren.(res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page