Connect with us

Peristiwa

Kapolsek Mojoroto Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa LSM Gerak ke Kantor BPN

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto melaksanakan pengamanan kegiatan Unjukrasa dari Elemen Masyarakat Gerak Indonesia (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) di Kantor BPN Kabupaten Kediri Jl. Veteran No.11 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri

Aksi itu, pada hari ini Kamis 11 Januari 2024 dimulai Pkl 10.05 s/d 11.15 Wib. Untuk massa berjumlah 30 orang.

Tuntutan Pengunjuk rasa sebagai berikut. Periksa pengelolaan Anggara hibah TRIJUANG tahun 2021, 2022, 2023 sebesar 4 Milyard digunakan untuk apa. Periksa Pokmas PTSL Se- Kab. Kediri tahun 2022.

Periksa Pokmas PTSL Se- Kab. Kediri tahun 2023. Stop Pungutan Liar yang Mengatasnamakan Program PTSL. Dukung Bupati Kediri bersihkan Pungli, korupsi di Kediri.

Pukul 10.05 WIB, Peserta aksi tiba di Kantor BPN Kabupaten Kediri di Jl. Veteran No. kecamatan Mojoroto Kediri Kota. Pukul 10.10 WIB, Peserta aksi melakukan orasi.

Pukul 10.30 WIB, Peserta aksi melakukan Audiensi dengan pihak BPN Kabupaten Kediri. Pukul 10.55 WIB, Kegiatan Audiensi telah selesai.

Pukul 11.10 WIB, Kegiatan Unjukrasa selesai, selanjutnya peserta aksi mengarah ke Pemerintah Kabupaten Kediri.

Selanjutnya 5 (lima) orang perwakilan peserta ditemui perwakilan kantor BPN Kab. Kediri Kasubbag Tata usaha Bapak Suharno.

Tuntutan

  1. Meminta ketegasan dari BPN Kab. Kediri terkait biaya PTSL jangan sampai BPN Kab. Kediri tutup mata.
  2. Seharusnya BPN memberi masukan kepada Pokmas PTSL Kab. Kediri terkait biaya PTSL
  3. Untuk mensikapi penyalahgunaan biaya PTSL yang ada di Kab. Kediri
  4. Meminta kepada BPN Kab. Kediri agar pokmas yang mengurusi PTSL untuk RAB berada di depan.

Sebenarnya BPN Kab. Kediri dengan instansi lain sudah melakukan penyuluhan diawal terkait biaya PTSL. Monggo untuk kedepan dari rekan2 semua apabila nanti ada penyuluhan kembali bisa ikut. Terkait biaya PTSL Pokmas yang tahu.

Bahwa Program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dimulai sejak tahun 2017, dan sampai dengan tahun 2022 sudah 165 desa dari 343 desa dan 1 kelurahan di wilayah Kabupaten Kediri yang sudah mengikuti PTSL, dan pada tahun 2023 ada 67 lokasi desa baru program PTSL diwilayah Kab. Kediri. Dengan demikian masih menyisakan kurang lebih 112 desa sebagai lokasi PTSL baru.

Untuk program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tersebut Pemerintah Kabupaten Kediri telah menganggarkan dana hibah pola TRIJUANG yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2023 bulan Desember ini namun waktu nya masih tentative tapi yang pastinya di bulan Januari 2023 kami bisa mengutus perwakilan ke Cabang Kediri dan Tulungagung.

Adapun rencana Kegiatan Aksi oleh LSM Gerak Indonesia tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti adanya dugaan kurang transparansinya pengelolaan Anggaran Hibah TRIJUANG tahun 2021, 2022, 2023 yang dikelola oleh BPN Kab. Kediri serta adanya pungutan liar dalam pengurusan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

“Selama kegiatan aksi berlangsung situasi aman dan kondusif,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Tiga Pilar Pesantren Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang Muktamar NU Ke-35 di Jombang

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berbagai elemen masyarakat mulai menyampaikan dukungan dan doa agar agenda besar organisasi keagamaan tersebut berjalan lancar.

Di Kota Kediri, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren bersama tiga pilar memasang banner ucapan selamat dan sukses pelaksanaan Muktamar NU di halaman Masjid Besar Al Falah, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, pada Jumat (29/8/2026).

Pemasangan banner tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral terhadap pelaksanaan Muktamar NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 14-18 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto bersama unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan pemasangan banner sebagai bagian dari upaya menjaga suasana kondusif serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan penghormatan terhadap pelaksanaan Muktamar NU sebagai forum penting bagi perjalanan organisasi dan kemaslahatan umat,” ujar Aiptu Siswanto.

Menurutnya, keberadaan tempat ibadah seperti Masjid Besar Al Falah juga menjadi ruang yang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kebersamaan dan menjaga hubungan harmonis antarwarga.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan, kegiatan yang melibatkan unsur tiga pilar merupakan bagian dari pendekatan kemasyarakatan dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang rukun dan kondusif,” kata Kompol Siswandi.

Pemasangan banner tersebut disaksikan oleh jamaah Masjid Besar Al Falah. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan menjadi bagian dari dukungan masyarakat Kota Kediri terhadap pelaksanaan Muktamar NU 2026. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Sinergi Tiga Pilar Pesantren Kota Kediri Kawal Kegiatan Sosial, 700 Porsi Makan Dibagikan untuk Jamaah

Published

on

Kediriselaludihati.com – Semangat berbagi kepada masyarakat kembali mewarnai suasana Jumat di Masjid Besar Al Falah, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Melalui kegiatan Jumat Berkah, Yayasan Berkah Sholawat/YAM membagikan sekitar 700 porsi makan siang gratis kepada jamaah dan masyarakat yang hadir, pada Jumat (29/8/2026).

Kegiatan sosial tersebut mendapat pemantauan dan pengamanan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto bersama unsur tiga pilar Kelurahan Pesantren serta piket fungsi Polsek Pesantren.

Pembagian makanan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung motto “Maksiat Minggat, Kambing Domba Sehati” sebagai bagian dari pesan kebersamaan dan kepedulian sosial.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto mengatakan, kehadiran aparat dalam kegiatan masyarakat bertujuan memberikan rasa nyaman sekaligus memastikan kegiatan sosial berjalan tertib.

“Kami bersama tiga pilar hadir untuk mendukung kegiatan positif masyarakat serta menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain jamaah Masjid Besar Al Falah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, dan berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat perlu terus didukung karena menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan warga.

“Kegiatan positif seperti ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian antarwarga,” kata Kompol Siswandi.

Kegiatan Jumat Berkah tersebut berlangsung di Masjid Besar Al Falah Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dengan diikuti jamaah masjid dan masyarakat sekitar. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Sinergi Tiga Pilar Desa Sidomulyo Kediri Perkuat Pencegahan Stunting Melalui Musyawarah Desa

Published

on

Kediriselaludihati.com – Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping masyarakat, dan unsur keamanan. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, berbagai pihak menggelar Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026 sebagai forum untuk membahas persoalan kesehatan masyarakat secara partisipatif.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/8/2026) di Balai Desa Sidomulyo tersebut dihadiri unsur tiga pilar desa, perangkat desa, kader kesehatan, serta sejumlah pihak terkait bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo Bripka Adhityatama Kurniawan bersama Babinsa dan pemerintah desa turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting.

Dalam forum tersebut, peserta melakukan musyawarah untuk menggali berbagai persoalan yang menjadi faktor penyebab stunting di wilayah Desa Sidomulyo. Selain itu, sejumlah usulan masyarakat juga dihimpun sebagai bahan penyusunan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.

Kepala Desa Sidomulyo Damam Hidayat mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah desa tetapi juga keluarga dan masyarakat.

“Permasalahan stunting harus ditangani bersama dengan melihat akar persoalannya, mulai dari pola asuh, kesehatan ibu dan anak, hingga pemenuhan kebutuhan gizi,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo Bripka Adhityatama Kurniawan menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial masyarakat merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga.

“Kami hadir untuk mendukung kegiatan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui sinergi bersama pemerintah desa dan unsur terkait,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sidomulyo Damam Hidayat, Bhabinkamtibmas Bripka Adhityatama Kurniawan, Babinsa Serka Endro Sutanto, Bidan Desa Sidomulyo Erni, Koordinator PLKB Kecamatan Semen Untari, perwakilan Puskesmas Semen Cintya, perwakilan BPD Desa Sidomulyo, pendamping kecamatan dan desa, perangkat desa, serta kader kesehatan.

Melalui forum rembug stunting ini, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat menyusun langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan stunting sehingga kualitas kesehatan generasi mendatang dapat terus ditingkatkan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page