Peristiwa
Kapolsek Pesantren Pastikan Keamanan Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan Banaran
Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota melaksanakan pengamanan kegiatan pagelaran wayang kulit kidalang Kiminto Darsono dari Retjo tangan Tulung agung dengan lakon ” Wahyu Pamomong “.
Kegiatan berlangsung, pada hari Sabtu 5 Oktober 2024 pukul 20.00 WIB s/d selesai.
“Telah dilaksanakan pengamanan kegiatan wayang kulit kidalang Kiminto Darsono dari Retjo tangan Tulung agung dengan lakon ” Wahyu Pamomong ” di lapangan Banaran Kel. Banaran Kec. Pesantren Kota Kediri,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H.
Personil yang melaksanakan pengamanan antara lain, AKP Dedy Sukirno, Iptu Sugito, Ipda Suwondo, Ipda Setyo H , SH, Aiptu Gunawan R, Aiptu Wahyu, Aipda Edy H ,SH .Mh, Aipda Fery, Aipda Jaka Wira, Serka Barojo ( Babinsa ) dan 10 linmas.
Waka Polsek , Pawas bersama anggota Polsek Pesantren melaksanakan pengamanan kegiatan kesenian pagelaran wayang kulit kidalang Kiminto Darsono dari Retjo tangan Tulung agung dengan lakon ” Wahyu Pamomong ” di lapangan Banaran Kel. Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
Penanggung jawab Sdr. Gaguk. Pengunjung kurang lebih 500 orang. “Kegiatan masih berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” tutup Kompol Siswandi, S.H. (res/an).
Peristiwa
Tasyakuran Dian Kemala Jadi Ruang Silaturahmi Polisi dan Purnawirawan, Kapolres Kediri Kota Minta Tak Segan Beri Masukan
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara anggota Polri yang masih aktif dengan para purnawirawan beserta keluarga.
Pengalaman para pendahulu dinilai tetap dibutuhkan sebagai sumber masukan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Pesan itu disampaikan AKBP Wisnu saat menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dian Kemala di Rupatama Wichaksana Laghawa Mapolres Kediri Kota, pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut mengusung tema “Dilandasi Semangat Kebersamaan dan Kepedulian, Dian Kemala PP Polri Komitmen dan Konsisten dalam Menjalankan Pengabdiannya yang Tiada Akhir.”
Sekitar 100 anggota Dian Kemala, Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dan undangan menghadiri tasyakuran tersebut.
Selain AKBP Wisnu, hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag SDM Kompol Riko Saksono, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono serta Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono.
Pertemuan itu tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Momentum HUT ke-27 juga digunakan untuk memperkuat komunikasi antara keluarga besar purnawirawan dengan jajaran Polres Kediri Kota.
Dalam sambutannya, AKBP Wisnu menyampaikan selamat kepada Dian Kemala. Ia berharap organisasi yang mewadahi para istri purnawirawan Polri tersebut tetap memiliki ruang pengabdian setelah para suami menyelesaikan masa dinas di kepolisian.
“Semoga dengan bertambahnya usia, Dian Kemala tetap selalu berkarya dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata AKBP Wisnu.
Menurut Wisnu, berakhirnya masa dinas seorang anggota Polri tidak serta-merta memutus hubungan dengan institusi. Pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan justru dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anggota yang saat ini masih menjalankan tugas.
AKBP Wisnu bahkan secara terbuka meminta para senior dan keluarga purnawirawan untuk tidak sungkan memberikan kritik maupun masukan kepada generasi yang lebih muda.
“Kami sebagai generasi muda masih membutuhkan masukan dari bapak-bapak dan ibu-ibu semua dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia mengakui anggota Polri yang masih aktif tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu, pengalaman para senior dibutuhkan sebagai pengingat agar tugas kepolisian tetap berada pada jalur pengabdian kepada masyarakat.
“Tolong kami diberi masukan karena kami bukan orang yang sempurna. Kami adalah anak-anak muda, di mana terkadang kami melenceng dari jalur dan jalan yang sudah ada,” kata AKBP Wisnu.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam tasyakuran. Relasi antara polisi aktif dan purnawirawan tidak ditempatkan hanya sebagai hubungan seremonial, tetapi sebagai kesinambungan pengalaman antargenerasi.
Wisnu juga menekankan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk membawa institusi menjadi lebih baik dibandingkan masa sebelumnya.
“Kita juga harus lebih baik dari pendahulu kita karena kita adalah generasi muda untuk perubahan,” ujarnya.
Menurut Wisnu, ukuran dari perubahan tersebut pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Setiap tindakan kepolisian diharapkan memberikan manfaat dan tidak justru melukai kepercayaan publik.
“Semoga apa yang kita lakukan dapat membantu masyarakat, tidak mencederai masyarakat. Oleh karena itu, kita juga membutuhkan arahan dari bapak-bapak dan ibu sekalian,” tutur AKBP Wisnu.
Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga menyinggung peran keluarga dalam perjalanan pengabdian seorang anggota kepolisian. Dukungan istri dan keluarga disebut memiliki kontribusi tersendiri terhadap pelaksanaan tugas anggota Polri hingga memasuki masa purnatugas.
Karena itu, ia berharap Dian Kemala tetap menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian meskipun para suami telah menyelesaikan masa dinas.
“Semoga Dian Kemala tetap bersinar, tetap setia mengabdi dan tetap setia kepada Tribrata Polri,” kata AKBP Wisnu.
Pesan mengenai kesinambungan pengabdian juga disampaikan Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono. Ia berharap usia ke-27 menjadi momentum bagi Dian Kemala untuk mempertahankan semangat berkarya dan memberikan kontribusi nyata.
“Kami selaku PP Polri Cabang Kediri Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-27. Semoga diberi kemudahan dan rezeki yang berkah,” ujar Suyono.
Ia berharap Dian Kemala tetap membangun komunikasi, baik antarsesama anggota organisasi maupun dengan personel Polri yang masih aktif.
“Semoga Dian Kemala berkomitmen untuk selalu semangat berkarya, memberikan kontribusi yang nyata kepada organisasi dan Polri,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono mengatakan peringatan HUT menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kebersamaan.
Menurut Marsiyanti, Dian Kemala tumbuh dari semangat dan kepedulian bersama para istri purnawirawan Polri. Memasuki usia 27 tahun, organisasi tersebut diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya sebagai wadah bagi keluarga purnawirawan.
“Acara ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kami masih diberi kesehatan sehingga bisa berkumpul dalam acara ini,” kata Marsiyanti.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan dan perjalanan organisasi.
Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu menilai peringatan HUT Dian Kemala juga menjadi kesempatan untuk menjaga silaturahmi antara Bhayangkari, Dian Kemala dan PP Polri.
“Kita berkumpul dalam acara ini selain merayakan HUT Dian Kemala, juga untuk menyambung tali silaturahmi dengan PP Polri,” ujarnya.
Menurut dia, perjalanan selama 27 tahun menjadi modal bagi Dian Kemala untuk terus mempertahankan aktivitas dan pengabdian setelah memasuki masa purna.
“Tak terasa Dian Kemala sudah memasuki usia ke-27. Semoga memasuki usia ini Dian Kemala dapat selalu menjadi cahaya untuk terus berkarya di usia yang sudah memasuki masa purna,” katanya.
Rangkaian tasyakuran juga diisi dengan pemberian tali asih kepada perwakilan Dian Kemala dan PP Polri. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, pemotongan tumpeng, foto bersama serta gerak dan lagu yang dibawakan anggota Dian Kemala dan PP Polri.
Di balik rangkaian perayaan tersebut, pertemuan antara polisi aktif dan purnawirawan membawa pesan mengenai kesinambungan institusi. Masa tugas memang memiliki batas, tetapi pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun dapat tetap menjadi sumber pengetahuan bagi mereka yang melanjutkan tanggung jawab.
Pesan AKBP Wisnu agar para senior tidak segan mengingatkan generasi yang masih aktif sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antargenerasi dapat ditempatkan sebagai mekanisme pembelajaran. Pengalaman masa lalu tidak harus sekadar dikenang, tetapi dapat digunakan untuk menilai apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki maupun ditinggalkan.
Bagi jajaran Polres Kediri Kota, tantangannya adalah menerjemahkan masukan tersebut dalam pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Sebab sebagaimana disampaikan Wisnu, perubahan tidak cukup diukur dari pergantian generasi di dalam institusi, tetapi dari sejauh mana kehadiran polisi memberikan manfaat dan tidak mencederai masyarakat. (res/an).
Peristiwa
Dari Ringinsirah hingga Jalan Dhoho, Patroli Satlantas Polres Kediri Kota Jaga Mobilitas Warga pada Malam dan Pagi Hari
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota memperkuat pengawasan jalan melalui dua pola patroli yang dilaksanakan pada waktu berbeda. Blue Light digelar di sejumlah persimpangan, pada Senin (14/9/2026) malam, sedangkan patroli Mahameru Quick Response (MQR) menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi dash cam menyusuri sejumlah ruas utama Kota Kediri pada pagi berikutnya.
Dua kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda. Blue Light menempatkan personel pada titik tertentu untuk memperkuat kehadiran polisi dan memantau perkembangan lalu lintas, sementara MQR bergerak menyusuri sejumlah koridor jalan sehingga pengawasan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan Blue Light di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng.
Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan menggunakan kendaraan roda empat kepolisian.
Personel melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas pengguna jalan.
Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator biru yang mudah terlihat merupakan bagian dari pola preventif. Polisi tidak hanya bergerak ketika muncul persoalan, tetapi ditempatkan di ruang publik sebagai bentuk pencegahan.
Persimpangan menjadi salah satu ruang penting dalam pengawasan lalu lintas karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah. Perubahan volume kendaraan pada salah satu ruas dapat memengaruhi pergerakan kendaraan dari ruas lainnya.
Karena itu, pemantauan memungkinkan petugas mengetahui lebih cepat ketika mulai terjadi penumpukan dan melakukan langkah pengaturan apabila dibutuhkan.
Pengawasan tersebut tidak berhenti pada malam hari.
Pada pagi berikutnya, Satlantas Polres Kediri Kota melanjutkan pengawasan melalui patroli Mahameru Quick Response atau MQR.
Patroli dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan anggota Patwal dan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Berbeda dengan Blue Light yang berfokus pada titik persimpangan, MQR bergerak melintasi sejumlah jalan utama. Rute patroli meliputi Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Brawijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Dhoho hingga Jalan Monginsidi.
Koridor tersebut merupakan bagian dari ruang mobilitas masyarakat Kota Kediri. Pada pagi hari, pergerakan kendaraan beririsan dengan aktivitas warga menuju tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan maupun berbagai kegiatan lainnya.
Patroli bergerak memungkinkan personel melihat kondisi lalu lintas dari satu ruas ke ruas lainnya, tidak hanya dari satu titik pengamatan.
Kendaraan patroli MQR juga dilengkapi dash cam. Penggunaan perangkat tersebut memberikan dukungan dokumentasi visual selama kendaraan bergerak di jalan.
Dalam konteks patroli modern, kamera pada kendaraan dapat menjadi bagian dari pencatatan kondisi yang ditemui petugas selama perjalanan. Namun teknologi tetap berfungsi sebagai perangkat pendukung, sementara keputusan dan tindakan di lapangan berada pada personel yang melakukan patroli.
Rangkaian Blue Light dan MQR memperlihatkan bagaimana karakter pengawasan dapat disesuaikan dengan ruang dan waktu.
Pada malam hari, kehadiran polisi secara terbuka diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus memberikan rasa kehadiran petugas di jalan. Ketika pagi tiba dan mobilitas masyarakat meningkat, patroli bergerak diperlukan untuk menjangkau lebih banyak ruas dan memonitor perubahan arus kendaraan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali terus mendorong kegiatan preventif untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pengawasan semacam itu juga memiliki kaitan langsung dengan kecepatan respons. Semakin cepat kondisi di jalan diketahui, semakin cepat pula petugas dapat menentukan penanganan ketika menemukan kepadatan, hambatan maupun persoalan lain yang membutuhkan kehadiran polisi.
Namun patroli bukan satu-satunya unsur yang menentukan keselamatan jalan.
Pada akhirnya, ribuan keputusan kecil yang dibuat pengendara setiap hari jauh lebih menentukan: berhenti ketika lampu menunjukkan merah, tidak melawan arus, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon saat berkendara, memberikan ruang kepada pengguna jalan lain dan tidak memaksakan kendaraan ketika persimpangan telah padat.
Di titik itulah pengawasan polisi dan disiplin masyarakat bertemu.
Blue Light di Ringinsirah dan Lonceng maupun MQR yang bergerak dari Mayor Bismo hingga Monginsidi bukan sekadar perjalanan kendaraan patroli. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga ruang jalan tetap dapat digunakan bersama secara tertib dan aman. (res/an).
Peristiwa
Dari Ringinanom, Semampir, Campurejo hingga Betet Kota Kediri, Polisi Dekatkan Akses Pelayanan ke Ruang Aktivitas Warga
Kediriselaludihati.com – Upaya mendekatkan akses pelayanan kepolisian kepada masyarakat dilakukan serentak di sejumlah wilayah Kota Kediri, pada Senin (14/9/2026). Bhabinkamtibmas mendatangi kantor kelurahan, poskamling, masjid, warung kopi, SPBU hingga pos keamanan pusat perbelanjaan untuk mengenalkan layanan Polri 110 dan Super App Polri.
Kegiatan berlangsung di sedikitnya empat kelurahan, yakni Ringinanom dan Semampir di wilayah Polsek Kediri Kota, Campurejo di wilayah Polsek Mojoroto, serta Betet di wilayah Polsek Pesantren.
Pola sosialisasinya dibuat dekat dengan keseharian masyarakat. Informasi pelayanan kepolisian tidak hanya ditempatkan di kantor pemerintahan, tetapi dibawa ke lokasi yang menjadi tempat warga bekerja, berbelanja, beribadah, berkumpul maupun menjaga keamanan lingkungan.
Di Kelurahan Campurejo, misalnya, Bhabinkamtibmas Aiptu Dwi Kiswanto memilih SPBU Campurejo sebagai salah satu ruang sosialisasi.
Sekitar pukul 10.10 WIB, ia bertemu karyawan SPBU dan warga untuk mengenalkan Call Center Polri 110 serta Super App Polri.
Warga mendapatkan informasi bahwa layanan 110 dapat digunakan tanpa pulsa untuk mengakses bantuan kepolisian. Sementara Super App Polri diperkenalkan sebagai kanal digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mengakses berbagai layanan kepolisian.
Sosialisasi juga menyinggung pelayanan administrasi kepolisian seperti SKCK, SIM dan STNK yang informasinya dapat diakses melalui ekosistem layanan digital Polri.
Pemilihan SPBU sebagai tempat sosialisasi memiliki jangkauan tersendiri. Tempat tersebut tidak hanya didatangi warga sekitar, tetapi menjadi titik persinggahan masyarakat dengan mobilitas yang beragam.
Dari Campurejo, kegiatan serupa berlangsung di Ringinanom.
Mulai pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ringinanom memasang informasi layanan 110 dan Super App Polri di lima titik dengan karakter berbeda.
Lokasinya meliputi Kantor Kelurahan Ringinanom di Jalan Panglima Sudirman Nomor 17, Warung Kopi Mbah Bedjo di Jalan Panglima Sudirman Gang 1, Poskamling RT 01 RW 02, Poskamling RT 03 RW 02 serta Pos Security Mall Ramayana di Jalan Panglima Sudirman Nomor 50.
Penyebaran informasi hingga poskamling menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Poskamling merupakan salah satu simpul pengamanan berbasis masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal.
Ketika warga yang menjaga lingkungan mengetahui akses 110, jalur penyampaian informasi kepada kepolisian menjadi lebih mudah dikenali.
Hal yang sama berlaku pada pos keamanan pusat perbelanjaan. Petugas keamanan merupakan pihak yang sehari-hari berhadapan langsung dengan aktivitas masyarakat sehingga keberadaan informasi akses kepolisian dapat membantu ketika membutuhkan koordinasi lebih lanjut.
Pada waktu yang sama, sosialisasi bergerak di Kelurahan Semampir.
Bhabinkamtibmas memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App di Kantor Kelurahan Semampir, Jalan Mayor Bismo Nomor 27. Namun sosialisasi tidak berhenti pada kantor pemerintahan.
Informasi yang sama dibawa ke Masjid Baiturrohman di Jalan Mayor Bismo Nomor 23 serta Warung Kopi Pak Mustopah di kawasan Gang Makam RT 07 RW 01.
Masjid dan warung kopi memperlihatkan bagaimana informasi pelayanan publik dapat dibawa ke ruang sosial yang secara alami telah menjadi tempat pertemuan masyarakat.
Warung, misalnya, memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas daripada tempat membeli makanan atau minuman. Di lingkungan permukiman, warung sering menjadi tempat warga bertemu dan bertukar informasi.
Karena itu, menempatkan informasi layanan kepolisian di ruang seperti ini dapat memperbesar kemungkinan masyarakat melihat, mengingat dan menggunakannya ketika benar-benar membutuhkan.
Sekitar pukul 11.30 WIB, pendekatan serupa dilakukan di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet Aiptu Sulaiman mendatangi Warung Pecel Mbak Erna di RT 14 RW 06 untuk memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App.
Sekilas, pemasangan stiker di sebuah warung merupakan kegiatan sederhana. Namun pendekatan tersebut membawa pelayanan kepolisian keluar dari ruang formal.
Masyarakat tidak harus terlebih dahulu datang ke kantor polisi hanya untuk mengetahui ke mana harus menghubungi petugas ketika membutuhkan bantuan.
Nomor 110 menjadi salah satu pintu masuk komunikasi tersebut. Keberadaannya memungkinkan masyarakat mengakses layanan kepolisian melalui telepon, sementara perkembangan teknologi kemudian memperluas akses melalui Super App Polri.
Namun transformasi pelayanan tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi.
Sebuah aplikasi baru memiliki nilai ketika masyarakat mengetahui keberadaannya, memahami kegunaannya dan mampu mengaksesnya. Karena itu, peran Bhabinkamtibmas menjadi penting sebagai penghubung antara teknologi yang disediakan institusi dengan masyarakat sebagai penggunanya.
Pendekatan tatap muka juga tetap memiliki posisi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi.
Ketika Bhabinkamtibmas datang ke warung, masjid, SPBU atau poskamling, yang dibangun bukan hanya pengetahuan mengenai nomor telepon dan aplikasi. Pertemuan tersebut sekaligus membuka komunikasi antara petugas dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., dan Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas masing-masing mendorong pelayanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Gerakan sosialisasi di sejumlah kelurahan tersebut juga menunjukkan perubahan dalam cara pelayanan publik diperkenalkan.
Jika dahulu akses terhadap kepolisian lebih banyak dipahami melalui kantor polisi terdekat, kini masyarakat memiliki beberapa pilihan. Pertemuan langsung dengan Bhabinkamtibmas tetap tersedia, sementara telepon 110 dan kanal digital menambah pintu akses lainnya.
Hal terpenting kemudian adalah memastikan masyarakat mengetahui saluran mana yang tepat ketika membutuhkan bantuan.
Dalam konteks keamanan lingkungan, kecepatan komunikasi dapat menjadi faktor penting. Warga yang melihat peristiwa atau membutuhkan bantuan tidak perlu kebingungan mencari saluran untuk menghubungi kepolisian.
Di sisi lain, masyarakat tetap perlu menggunakan kanal pelayanan secara bertanggung jawab dan menyampaikan informasi secara jelas agar laporan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Rangkaian kegiatan di Ringinanom, Semampir, Campurejo dan Betet pada akhirnya memperlihatkan bahwa digitalisasi pelayanan tidak selalu dimulai dari layar telepon genggam.
Kadang ia justru dimulai dari cara yang sangat konvensional: petugas datang menemui masyarakat, menjelaskan layanan, lalu meninggalkan sebuah stiker di tempat yang mudah dilihat.
Dari warung kopi hingga poskamling, dari masjid hingga SPBU, pesan yang dibawa sama: akses kepada kepolisian semakin terbuka. Tantangannya bukan sekadar menyediakan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dikenal dan dapat digunakan masyarakat ketika dibutuhkan. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
