Lalu Lintas
Kasat Lantas Muda yang Menyatukan Budaya, Teknologi, dan Humanisme di Lalu Lintas
Kediriselalidihati – Di balik berbagai operasi kepolisian, deru sirene patroli, hingga tilang elektronik yang senyap namun tegas, ada sosok perwira muda yang selama lebih dari satu tahun terakhir menjadi wajah lalu lintas di Kota Kediri: AKP Afandy Dwi Takdir, S.T.K., S.I.K. Sejak 30 Agustus 2024 hingga 2 Desember 2025, ia memimpin Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota dengan pendekatan yang memadukan disiplin, teknologi, dan sentuhan humanis.
Dan kini ia melanjutkan pengabdiannya menjadi Paur Samsat Surabaya Utara Polda Jatim.
Afandy datang ke Kediri membawa jejak panjang dari Bumi Arung Palakka, Bone, Sulawesi Selatan, tempat ia lahir pada 28 Desember 1991. Ia tumbuh dalam keluarga pedagang yang menjunjung tinggi kehormatan dan kerja keras. Ayahnya, Haji Takdir, dan ibunya, Hajah Harjunah, menanamkan nilai bahwa hidup bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga menjaga marwah keluarga dan bermanfaat bagi banyak orang. Sejak kecil, ia akrab dengan dunia perdagangan, karena di keluarganya pedagang bukan sekadar profesi, melainkan warisan.
Menariknya, cita-cita awal Afandy bukan menjadi polisi. Ia justru membayangkan dirinya sebagai pedagang sukses seperti orang tuanya, atau bahkan dokter, melanjutkan mimpi sang ibu yang dulu tak kesampaian. “Pedagang itu turun-temurun. Dalam keluarga kami, pedagang itu bukan pekerjaan, tapi tradisi. Karena itu saya mencari profesi yang berbeda dan lebih pasti, salah satunya menjadi polisi. Polisi bisa berdagang, tapi pedagang belum tentu bisa menjadi polisi,” ujarnya suatu ketika, sembari tersenyum menyebut bahwa takdir justru mempertemukannya dengan istri yang berprofesi sebagai dokter, Harli Pramitasari Nasution.
Di balik pilihan seragam cokelat itu, ada filosofi Bugis–Bone yang kuat. Sejak kecil, Afandy dibesarkan dengan semboyan Mali’ siparappe, tallang sipahua: jika dihanyutkan air, harus diupayakan sampai ke tepian; jika tenggelam, harus diangkat dan diselamatkan. Falsafah ini mengajarinya untuk tidak membiarkan siapapun “tenggelam” sendirian, entah di tengah kesulitan hidup ataupun di jalan raya yang penuh risiko. Ia juga memegang erat nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge — saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan. Nilai-nilai inilah yang kemudian mewarnai gaya kepemimpinannya sebagai Kasat Lantas: tegas menindak, tetapi tetap menghormati dan mengedukasi.
Jalan Afandy menuju Akademi Kepolisian tidak mulus. Setelah menempuh pendidikan di SD Negeri Lalowosula, SMP Negeri 1 Lappariaja, dan SMA Negeri 1 Ulaweng, ia berulang kali gagal dalam seleksi penerimaan Akpol dan Bintara. Ia mendaftar Akpol tahun 2009, gagal di pantukhir daerah. Tahun 2010 ikut seleksi Akpol dan Bintara, kembali belum berhasil. Tahun 2011 ia mencoba lagi; kali ini, pintu Akpol terbuka. Ia tercatat sebagai alumni pertama SMAN 1 Ulaweng yang berhasil masuk Akpol — sebuah tonggak penting yang mengubah arah hidupnya.
Lulus Akpol, pangkat Inspektur Polisi Dua ia sandang pada 2015. Afandy terus mengasah kapasitasnya dengan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2020. Berbagai penugasan di Brimob, satuan operasi, hingga jabatan fungsional menjadi ruang tempanya. Medan tugas yang keras mengajarkan satu hal: perintah yang paling didengar anggota adalah contoh di lapangan, bukan sekadar instruksi dari balik meja.
Penugasan-penugasannya tak hanya berputar pada lapangan, tetapi juga pada ranah strategi. Pengalaman sebagai perwira di berbagai lini, termasuk tugas intelijen dan peran strategis lain, membentuknya sebagai figur yang terbiasa berpikir sistemik, melihat keamanan bukan hanya dari hilir, tetapi juga dari hulu: budaya, kebijakan, dan perilaku masyarakat.
Ketika dipercaya menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kota pada Agustus 2024, Afandy datang membawa satu gagasan utama: lalu lintas bukan sekadar urusan tilang dan kemacetan, melainkan ekosistem keselamatan manusia. Di bawah kepemimpinannya, Satlantas Polres Kediri Kota menjalankan program unggulan “Polantas Menyapa Kediri Tertib Berlalu Lintas”, sebuah payung besar yang memadukan edukasi, penegakan hukum berbasis teknologi, dan pendekatan humanis.
Di sekolah-sekolah, Afandy dan anggotanya hadir lewat program Police Goes to School, Duta Lalu Lintas, dan Polisi Sahabat Anak. Pelajar diajak memahami bahwa helm bukan aksesori, bahwa larangan berkendara di bawah umur bukan sekadar aturan kaku, melainkan perlindungan bagi mereka sendiri. “Kami ingin keberhasilan itu hadir ketika masyarakat patuh bukan karena diawasi, tetapi karena peduli pada keselamatan bersama,” demikian garis besar pandangannya.
Di sisi lain, penegakan hukum ia dorong lebih modern dan transparan. ETLE statis dan mobile dimanfaatkan secara optimal, dipadukan dengan layanan publik yang diperkuat seperti SIM online, Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Samsat Payment Point, Samsat Corner, hingga layanan di mal pelayanan publik. Baginya, pelayanan yang cepat, jelas, dan manusiawi adalah pintu masuk kepercayaan publik. “Masyarakat berhak mendapat layanan yang modern dan akuntabel. Polisi lalu lintas bukan hanya hadir ketika menindak, tetapi juga ketika melayani dan membantu,” begitu ia sering menekankan kepada anggotanya.
Pemanfaatan teknologi tidak berhenti di ETLE. Melalui Road Traffic Management Center (RTMC), Satlantas Polres Kediri Kota aktif mendukung terwujudnya konsep kota cerdas dan kota aman (smart city dan safe city). Jaringan CCTV di titik-titik strategis digunakan untuk memantau arus lalu lintas secara real time, mengurai kemacetan, dan merespons cepat insiden di jalan. Bagi Afandy, layar-layar RTMC bukan sekadar medium kontrol, tetapi jendela untuk membaca denyut kota.
Sinergi lintas sektor juga menjadi ciri kepemimpinannya. Bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan komunitas otomotif, Afandy mendorong penataan lalu lintas, penanganan korban kecelakaan, hingga kampanye keselamatan berkendara di berbagai ruang publik. Ia meyakini keselamatan jalan adalah tanggung jawab bersama; Satlantas hanya salah satu aktornya. “Budaya tertib berlalu lintas harus lahir dari kesadaran bersama, bukan semata-mata dari penegakan hukum,” begitu prinsip yang ia pegang.
Tantangan besar datang ketika Kota Kediri menghadapi situasi pasca kerusuhan 30 Agustus 2025. Tekanan tugas meningkat, situasi psikologis masyarakat dan anggota di lapangan ikut terpengaruh. Di tengah situasi itu, Afandy memilih lebih banyak berdiri di garis depan. Ia mendampingi anggota di lapangan, mengatur pengamanan, dan menjaga ritme pengendalian lalu lintas di titik-titik rawan. “Tantangan terberat adalah menjaga semangat anggota di tengah tekanan tugas yang tinggi. Bagi saya, kepemimpinan bukan hanya memberi perintah, tetapi ikut merasakan apa yang dirasakan anggota,” refleksinya.
Di internal, ia mengelola soliditas Satlantas dengan pola kepemimpinan yang dekat, terbuka, dan menumbuhkan rasa dipercaya. Ia mendorong anggotanya melihat setiap tugas bukan sekadar kewajiban struktural, tetapi bentuk pengabdian. Ketika anggota merasa didengar, dihargai, dan didukung, mereka cenderung bekerja dengan hati dan menjaga integritas. Di sisi lain, pelanggaran disiplin tetap ditindak, sebagai pesan bahwa profesionalisme dan kejujuran adalah garis merah yang tidak bisa ditawar.
Selama menjabat, Afandy juga tak menutup mata terhadap fungsi sosial Satlantas. Kegiatan sosial, bakti sosial, donor darah, santunan korban kecelakaan, hingga kampanye keselamatan jalan ia rangkai sebagai bagian dari strategi pembinaan masyarakat. Dalam banyak kesempatan, ia mengingatkan bahwa polisi lalu lintas bukan hanya hadir saat ada pelanggaran, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Puncak ujian kepemimpinannya sebagai Kasat Lantas terlihat jelas dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, yang digelar pada 17–30 November 2025. Di bawah komandonya, Operasi Zebra di Kota Kediri bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi dirancang sebagai gerakan besar penyelamatan pengguna jalan. Selama 14 hari, puluhan ribu pelanggaran berhasil ditindak melalui kombinasi ETLE statis, ETLE mobile, teguran, dan tilang manual. Data analisa menunjukkan bahwa pelanggaran tidak memakai helm berstandar SNI, pengendara di bawah umur, pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, melawan arus, serta pelanggaran lain-lain yang bersifat administratif dan teknis mendominasi catatan pelanggaran.
Afandy berulang kali menegaskan bahwa fokus penindakan diarahkan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Penertiban balap liar, misalnya, menjadi salah satu prioritas. Dalam satu rangkaian kegiatan, puluhan remaja yang terlibat balap liar diamankan, puluhan sepeda motor disita, dan orang tua mereka dipanggil untuk mengikuti pembinaan bersama. “Kami tidak ingin ada korban jiwa karena balap liar. Anak-anak yang terlibat kami bina, kami edukasi bersama orang tuanya. Penindakan harus diiringi pembinaan, agar mereka benar-benar jera dan berubah,” tegasnya.
Di sisi lain, kegiatan preemtif dan preventif selama Operasi Zebra juga diperkuat. Himbauan dan pembagian brosur di simpang-simpang utama, edukasi di sekolah, pemasangan banner di titik strategis, hingga kegiatan Police Goes to School dan Polsanak digelar hampir setiap hari. Satlantas berupaya hadir bukan hanya sebagai penindak, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang mengingatkan.
Rekap kecelakaan selama periode Operasi Zebra menunjukkan penurunan angka korban meninggal dibanding 14 hari sebelumnya. Meski kecelakaan masih tercatat, tren tersebut menjadi indikator bahwa kombinasi edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum memberi dampak nyata. “Operasi Zebra Semeru kami jalankan sebagai langkah menyelamatkan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah keselamatan, bukan sekadar angka penindakan,” ujar Afandy dalam evaluasi operasi.
Di balik semua itu, ada narasi panjang tentang identitas budaya yang ia bawa. Sebagai putra Bone, ia tumbuh dalam tradisi yang menjunjung keberanian, kehormatan, dan solidaritas. Ia mengenal kisah La Galigo sebagai epos panjang yang memuat nilai kesetiaan, keberanian, dan hubungan manusia dengan alam dan Yang Ilahi. Ia juga paham betul figur Karaeng Galesong, bangsawan Gowa yang pada abad ke-17 meninggalkan kampung halaman dan ikut berjuang bersama Trunojoyo di tanah Jawa — termasuk di Kediri, dengan pusat kekuasaan yang kala itu berada di kawasan Setono Gedong, tak jauh dari lokasi Mako Satlantas Polres Kediri Kota sekarang.
Bagi Afandy, kisah Karaeng Galesong bukan sekadar catatan sejarah, tetapi semacam cermin takdir. “Karaeng Galesong berasal dari keturunan bangsawan Gowa dan namanya diabadikan sebagai simbol keberanian melawan penjajahan, salah satunya di Kediri. Mungkin ini sudah takdir yang membawa saya ke sini, melanjutkan jejak leluhur kami dalam bentuk pengabdian yang berbeda,” ujarnya suatu ketika.
Dari Bone ke Kediri, dari cita-cita sebagai pedagang menjadi perwira polisi, dari kegagalan seleksi berulang hingga memimpin operasi lalu lintas dalam skala kota, garis hidup Afandy Dwi Takdir memperlihatkan bahwa ketekunan dan nilai-nilai yang dipegang teguh dapat mengubah kegagalan menjadi pijakan. Di penghujung masa tugasnya sebagai Kasat Lantas Polres Kediri Kota, 2 Desember 2025, ia meninggalkan jejak berupa program-program yang masih bisa dilanjutkan, budaya kerja yang menekankan humanisme dan teknologi, serta pesan sederhana yang terus ia ulang: keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
Ia kerap menitipkan pesan kepada warga Kediri: patuhi aturan bukan karena takut petugas, melainkan karena sayang pada diri sendiri dan orang lain. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan, peluit, dan sorot kamera CCTV, Afandy ingin Kota Kediri dikenang sebagai kota yang tak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga dewasa dalam budaya tertib berlalu lintas — kota yang benar-benar Sekartaji: selaras, berkaromah, tangguh, dan terpuji. (res/aro)
Inspirasi
Ton Siaga Susuri Titik Rawan hingga Perbatasan Jabon-Prambon, Situasi Wilayah Tetap Kondusif
Kediriselaludihati — Polres Kediri Kota kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar pada Sabtu (6/6/2026) malam hingga Minggu dini hari.
Kegiatan yang diawali dengan apel kesiapan personel di halaman Mapolres Kediri Kota tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk aksi balap liar, konvoi perguruan, hingga tindak kriminalitas jalanan.
Patroli dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya pada akhir pekan yang kerap diwarnai meningkatnya aktivitas masyarakat.
Sejumlah pejabat dan personel hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Samapta, Kasi Propam, KBO Sat Samapta, personel Sat Samapta, Satlantas, Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba, Provost, Humas, Dokkes, serta personel gabungan staf Polres Kediri Kota.
Usai pelaksanaan apel, personel langsung bergerak melaksanakan patroli dengan menyusuri sejumlah ruas jalan dan kawasan yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.
Rute patroli dimulai dari Mako Polres Kediri Kota menuju Bundaran Sekartaji, Jalan Jaksa Agung Suprapto, kawasan Mataram Barat, Jalan Gatot Subroto, Simpang Empat Mrican, area PG Mrican, hingga perbatasan Jabon yang berbatasan dengan wilayah Prambon.
Patroli dilakukan secara mobile dan dialogis dengan menyasar titik-titik keramaian, jalur utama perkotaan, kawasan perbatasan, serta lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda pada malam hari.
Petugas juga melakukan pemantauan situasi lalu lintas serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat yang dijumpai selama kegiatan berlangsung.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan patroli skala besar merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Patroli ini kami laksanakan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Selain mengantisipasi balap liar dan konvoi perguruan, kegiatan ini juga bertujuan mencegah potensi tindak kriminalitas serta gangguan ketertiban lainnya yang dapat meresahkan masyarakat,” ujar Kompol Iwan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan merupakan bentuk komitmen Polres Kediri Kota dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan kehadiran anggota di lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan rasa aman, sementara potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Selama pelaksanaan patroli, petugas tidak menemukan adanya aktivitas balap liar maupun konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Situasi di sepanjang rute patroli terpantau aman, tertib, dan terkendali. Arus lalu lintas juga berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Kegiatan patroli skala besar tersebut sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan Polres Kediri Kota dalam merespons dinamika situasi kamtibmas yang berkembang di masyarakat.
Sinergi antar satuan fungsi yang terlibat diharapkan mampu menciptakan efek pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum maupun gangguan keamanan.
Dengan pelaksanaan KRYD secara berkelanjutan, Polres Kediri Kota berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, dan kondusif sesuai semangat Kediri Kota Sekartaji yang Selaras, Karomah, Tangguh, dan Terpuji. (res/aro)
Lalu Lintas
Ratusan Warga Ikuti Pawai Obor Idul Adha di Desa Kraton dan Sukoanyar
Kediriselaludihati – Perayaan malam takbir Idul Adha 1447 Hijriah di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri berlangsung meriah dan kondusif. Jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Mojo bersama aparat terkait turun langsung melakukan pengamanan kegiatan takbir keliling yang digelar masyarakat di sejumlah desa, Selasa (26/5/2026) malam.
Kegiatan pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian takbir keliling berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Selain melakukan pengawalan, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Di Desa Kraton, Bhabinkamtibmas AIPDA Yunus Adi Saputro, S.H. melaksanakan pengamanan kegiatan takbir keliling yang dimulai dari Dusun Kasreman RT 01 RW 01 dan berakhir di SDN Kraton. Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB hingga selesai.
Rombongan warga berjalan mengelilingi desa sambil mengumandangkan takbir untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Petugas kepolisian tampak mengawal jalannya kegiatan sekaligus mengatur arus masyarakat agar tetap tertib.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan takbir keliling agar kegiatan berjalan lancar dan situasi tetap kondusif,” ujar Aipda Yunus Adi Saputro di sela pengamanan.
Ia mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga.
Sementara itu, pengamanan serupa juga dilakukan di Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo. Bhabinkamtibmas Aiptu Beni M.P., S.H. bersama Babinsa melaksanakan pendampingan dan pemantauan kegiatan takbir keliling yang digelar warga Dusun Tempursari RT 03 RW 01.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 20.30 WIB tersebut diikuti lebih dari 300 warga. Peserta melakukan pawai obor dengan berjalan kaki melintasi sejumlah ruas jalan desa.
Rute takbir keliling dimulai dari jalan lingkungan Dusun Tempursari menuju simpang empat Buk Gantung, kemudian melintasi Jalan Raya Mojo sebelum kembali finis di lingkungan RT 03 RW 01 Dusun Tempursari.
Suasana malam takbir berlangsung semarak dengan lantunan takbir dan cahaya obor yang dibawa peserta. Kehadiran aparat kepolisian dan TNI mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman selama kegiatan berlangsung.
Aiptu Beni M.P., S.H. mengatakan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan di jalur yang dilalui peserta takbir keliling.
“Kami bersama Babinsa melakukan pemantauan agar kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Keselamatan peserta juga menjadi prioritas selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H. menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat pada malam takbir merupakan bagian dari pelayanan kepolisian guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama momentum Idul Adha.
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana perayaan yang aman dan nyaman.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang melaksanakan takbir keliling dengan tertib. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan memastikan kegiatan berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” ujar Iptu Mahmud Satriawan.
Selama kegiatan berlangsung di Desa Kraton maupun Desa Sukoanyar, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan menonjol. (res/aro)
Inspirasi
Ton Siaga Polres Kediri Kota Sisir Sejumlah Titik Rawan Demi Jaga Kondusivitas Malam Hari

Kediriselalaludihati – Polres Kediri Kota menggelar apel dan patroli skala besar dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), balap liar, serta konvoi perguruan di wilayah hukumnya, Sabtu (23/5/2026) malam.
Kegiatan dimulai pukul 23.00 WIB dengan apel kesiapan yang berlangsung di halaman Mako Polres Kediri Kota dan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sie Propam, Humas, Dokkes, serta personel gabungan staf lainnya.
Usai apel, personel langsung bergerak melaksanakan patroli skala besar menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas dan aksi balap liar. Rute patroli dimulai dari Mako Polres Kediri Kota menuju Bundaran Sekartaji, Jembatan Brawijaya, Kantor Pos, simpang tiga Kodim, simpang tiga Water Torn, kawasan Burengan, Baptis, Terminal Lama, Alun-Alun, Bandar Ngalim, Bandar Kidul, Bandar Lor, Jalan KDP Slamet, hingga kembali ke Mapolres.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan, patroli skala besar tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan yang rawan terjadi pelanggaran maupun tindak kriminalitas.
“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi balap liar, konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kompol Iwan Setyo Budhi.
Ia menambahkan, kegiatan patroli juga bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli rutin maupun kegiatan preventif lainnya demi menjaga stabilitas keamanan wilayah,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol maupun aksi balap liar selama patroli berlangsung.
Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar maupun kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum karena selain membahayakan diri sendiri juga dapat meresahkan masyarakat. (res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
