Uncategorized
Kepala Staf Kepresidenan RI Apresiasi Kinerja Forkopimda Kabupaten Sampang Dalam Penanganan Covid-19
Sampang – Rabu (15/09) Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sampang Madura – Jawa Timur.
Ada dua agenda utama Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam kunjungan kerja di Kabupaten Sampang yaitu melakukan pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Gersempal Kecamatan Omben KH. Syafiudin Abdul Wahid dan pertemuan dengan Forkopimda Kabupaten Sampang di Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang.
Setelah melakukan kunjungan kerja di kedua tempat tersebut, KSP RI memberikan keterangan pers kepada puluhan wartawan yang meliput kegiatan Jenderal TNI (Purn) selama di kota bahari Sampang.
Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si bersama Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Dandim 0828 Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum, dan Ketua DPRD Sampang Fadol mendampingi Kepala Staf Kepresidenan RI saat memberikan keterangan kepada wartawan.
KSP RI selain mengapresiasi kinerja Forkopimda Kabupaten Sampang dalam penanganan resolosi konflik atas penyelesaian konflik yang pernah terjadi di beberapa tahun yang lalu di sampang Madura juga mengapresiasi kinerja Forkopimda Kabupaten Sampang dalam penanganan Pandemi covid-19.
“Saya mengapresiasi kepada Bupati Sampang, Kapolres Sampang, Dandim 0828 Sampang dan seluruh jajaran yang kita ikuti dari pusat telah bekerja sangat baik sehingga Covid-19 di Sampang bisa menurun” Terang KSP RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan selalu mengikuti secara disiplin protokol kesehatan dengan baik khususnya pemakaian masker.
“Masker bisa dikatakan salah satu alat yang bisa menghadapi varian-varian baru Covid-19” pungkas KSP RI Jenderal (Purn) Moeldoko.
Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Moeldoko langsung meninggalkan pendopo trunojoyo Bupati Sampang untuk melanjutkan kunjungan kerja berikutnya di Jawa Timur.
Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si selesai melepas Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia juga mengatakan kepada media bahwa dalam percepatan penanganan Pandemi Covid-19 dibutuhkan kerjasama antara stakeholder dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si juga mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti ucapan KSP RI dalam konferensi pers di pendopo bupati Sampang.
“Masyarakat kami harapkan membantu pemerintah dengan selalu menerapkan kepatuhan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Istilah 5M sekarang berupah menjadi 6M yaitu Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas dan yang terakhir yaitu Mengingatkan orang lain untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan Vaksinasi guna terciptanya herd immunity di Kabupaten Sampang” tutur Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si.
Peristiwa
Temui Petani di Lahan Tebu Tamanan Kediri, Bhabinkamtibmas Minta Pembakaran Sisa Panen Tak Dilakukan Sekaligus
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota mendatangi aktivitas pembakaran daduk atau sisa daun tebu di area persawahan RT 07 RW 01, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Kamis (17/9/2026) pagi. Petugas memberikan edukasi kepada warga setelah menilai pembakaran perlu dilakukan secara hati-hati karena api berpotensi merambat ke lahan lain dan asapnya dapat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan Aipda Sigit Sutanto tiba di area lahan tebu sekitar pukul 07.15 WIB. Ia kemudian menemui warga yang melakukan pembakaran daduk tebu.
Perhatian utama diarahkan pada pengendalian api. Sisa daun tebu yang kering dapat terbakar dengan cepat sehingga warga diminta tidak meninggalkan lokasi ketika pembakaran masih berlangsung.
Sigit juga mengingatkan bahwa persoalan tidak hanya berasal dari api. Asap yang dihasilkan dari pembakaran daduk dapat terbawa angin dan mengganggu warga di sekitar lahan.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan, melalui kegiatan Bhabinkamtibmas pihaknya mengingatkan agar pembakaran sisa tanaman tidak dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lahan dan lingkungan di sekitarnya.q
“Pembakaran harus dilakukan dengan hati-hati karena api bisa merambat ke tempat lain dan asapnya dapat mengganggu kesehatan,” kata Rudi, merujuk pada edukasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas kepada warga.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan alternatif apabila warga tetap melakukan pembakaran daduk tebu. Sisa tanaman disarankan tidak dibakar seluruhnya dalam satu waktu.
Pembakaran, menurut arahan petugas, dapat dilakukan sedikit demi sedikit dan bertahap dalam beberapa kali pelaksanaan untuk mengurangi risiko api berkembang tidak terkendali.
“Jika daduk tebu dibakar, kami mengingatkan agar dilakukan sedikit demi sedikit dan bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar,” ujar Rudi, berdasarkan pesan yang disampaikan di lokasi.
Langkah tersebut terutama ditujukan untuk mencegah api menjalar keluar dari area yang sedang dibersihkan. Warga juga diminta memperhatikan arah asap agar aktivitas pembersihan lahan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan sekitar.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi merupakan langkah pencegahan setelah menemukan adanya aktivitas pembakaran sisa tanaman di area pertanian.
Petugas tidak hanya mengingatkan potensi kebakaran, tetapi juga dampak asap terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, pengelolaan sisa tanaman di lahan pertanian diminta dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan lahan sekaligus keberadaan permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pemantauan di Tamanan tersebut menjadi pengingat bahwa pembersihan lahan dengan cara membakar membutuhkan pengawasan. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan sisa daun tebu dapat menjadi persoalan ketika merambat ke area lain atau menghasilkan asap yang mengganggu warga. (res/an)
Peristiwa
Lahan Dandangan Kediri Jadi Lokasi Penerapan Advanced Agriculture System, Petani dan PPL Kota Kediri Terlibat
Kediriselaludihati.com – Kelompok Tani (Poktan) Adil Makmur mulai menerapkan sistem pertanian modern atau Advanced Agriculture System di lahan persawahan Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan penyuluh pertanian, petani, mahasiswa, serta unsur TNI-Polri untuk memantau penerapan pola pertanian dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan.
Kegiatan tersebut diikuti penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kota Kediri bersama anggota Poktan Adil Makmur. Hadir pula Badrun selaku Katim Ker Kota Kediri, Robi dari BRMP Tas Malang, PPL Kelurahan Dandangan Rifka, Ketua Poktan Adil Makmur Tukimen, mahasiswa PKL UNIK Kota Kediri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan.
Penerapan sistem tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pola pertanian yang lebih modern kepada petani. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada tahap penanaman, tetapi juga mencakup perawatan tanaman hingga proses pemanenan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan Aipda Heppy Endra melakukan sambang sekaligus memantau kegiatan Poktan Adil Makmur bersama para penyuluh pertanian.
Dalam pertemuan dengan petani, Heppy mendorong kelompok tani untuk terus meningkatkan pola penanaman, perawatan dan pemanenan, sekaligus mempertahankan kebersamaan antarpetani dalam mengelola kegiatan pertanian.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan pendampingan Bhabinkamtibmas dilakukan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat di wilayah binaan.
“Poktan didorong terus meningkatkan pola penanaman, perawatan hingga pemanenan, sekaligus tetap menjaga keguyuban antarpetani,” kata Bowo, merujuk pesan yang disampaikan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran seluruh PPL se-Kota Kediri membuat kegiatan di lahan Poktan Adil Makmur tidak hanya menjadi aktivitas kelompok tani setempat. Lahan pertanian tersebut sekaligus menjadi ruang praktik dan pertukaran pengetahuan mengenai penerapan sistem pertanian modern.
Petani dapat melihat langsung penerapan pola tanam sekaligus berdiskusi dengan tenaga penyuluh mengenai pengelolaan tanaman pada setiap tahap produksi.
Keterlibatan mahasiswa PKL juga membuka ruang pembelajaran langsung di lahan pertanian. Mereka dapat mengamati bagaimana pendekatan pertanian modern diterapkan bersama petani dan tenaga penyuluh.
Menurut Bowo, peran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif.
“Bhabinkamtibmas melakukan sambang dan monitoring kegiatan Poktan Adil Makmur bersama penyuluh pertanian. Komunikasi dengan petani juga terus dibangun di wilayah binaan,” ujarnya, berdasarkan laporan kegiatan tersebut.
Penerapan Advanced Agriculture System di Dandangan menjadi bagian dari upaya penyuluh pertanian memperkenalkan pengelolaan budidaya yang lebih modern kepada kelompok tani. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada penerapan di lapangan, mulai pola penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses panen.
Bagi Poktan Adil Makmur, kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi anggotanya untuk mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh sekaligus mengembangkan cara pengelolaan lahan tanpa meninggalkan kerja bersama yang selama ini menjadi kekuatan kelompok tani. (res/an)
Peristiwa
Orkes Melayu Meriahkan Plasemen PG Pesantren Baru Kediri, Tiga Pilar Pantau Kegiatan Komunitas Tebang Angkut
Kediriselaludihati.com – Komunitas tebang angkut, pengusaha tebu dan sopir menggelar pertunjukan orkes melayu dangdut di Plasemen Timur PG Pesantren Baru, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia itu mendapat pengamanan dari Polsek Pesantren bersama Koramil dan tiga pilar Kelurahan Pesantren.
Sejumlah personel ditempatkan di lokasi untuk memantau jalannya pertunjukan dan aktivitas masyarakat di lingkungan pabrik gula. Pengamanan dipimpin Wakapolsek Pesantren bersama Pawas yang dijabat Kanit Intel Polsek Pesantren.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto turut berada di lokasi bersama Babinsa dan personel Polsek Pesantren yang telah ditugaskan dalam pengamanan.
Pertunjukan tersebut dihadiri jajaran manajemen PG Pesantren Baru, komunitas tebang angkut, pengusaha tebu, sopir serta sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan di lingkungan pabrik.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., mengatakan personel diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pengamanan selama pertunjukan berlangsung.
“Personel Polsek Pesantren Kediri bersama tiga pilar dan anggota Koramil melakukan pemantauan serta pengamanan pertunjukan orkes melayu dangdut di Plasemen PG Pesantren Baru,” kata Siswandi, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
Keterlibatan komunitas tebang angkut, pengusaha tebu dan sopir membuat peringatan kemerdekaan kali ini juga menjadi ruang pertemuan bagi kelompok yang sehari-hari berkaitan dengan aktivitas pengangkutan tebu dan operasional pabrik gula.
Di sisi pengamanan, personel melakukan pemantauan pada area pertunjukan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat muncul ketika kegiatan hiburan menghadirkan banyak peserta dalam satu lokasi.
Menurut Siswandi, koordinasi antara kepolisian, TNI dan unsur kelurahan dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
“Pengamanan dilakukan bersama unsur terkait sebagai bagian dari pelayanan terhadap kegiatan masyarakat di wilayah Kecamatan Pesantren,” ujar Siswandi, berdasarkan laporan kegiatan Bhabinkamtibmas.
Selain personel kepolisian dan TNI, unsur PG Pesantren Baru turut berada di lokasi. Kehadiran manajemen pabrik diperlukan karena pertunjukan dilaksanakan di kawasan Plasemen Timur PG Pesantren Baru.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81 yang digelar komunitas di lingkungan pabrik gula. Berbeda dengan peringatan yang berlangsung pada Agustus, agenda komunitas tebang angkut ini digelar pada pertengahan September dengan hiburan orkes melayu dangdut sebagai kegiatan utama.
Bagi komunitas tebang angkut dan sopir, acara tersebut juga menjadi momentum berkumpul di tengah aktivitas yang berkaitan dengan industri gula. Sementara aparat memusatkan perhatian pada pengamanan lokasi agar pertunjukan dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
