Connect with us

Peristiwa

Kompol Rudi Purwanto: Patroli Back Bone Jaga Kondusivitas Wilayah Kediri Saat Aktivitas Sahur

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota menggelar patroli sahur on the road pada Rabu dini hari (11/3/2026) guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya selama bulan Ramadan.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Unit Back Bone Polsek Mojoroto dengan menyasar sejumlah ruas jalan yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat menjelang waktu sahur.

Kegiatan patroli dipimpin oleh AKP Agus Budianto selaku perwira pengendali (Padal) dengan melibatkan personel Aiptu Dodik Eko dan Aipda Tri Retno W. Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sejumlah titik di antaranya Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bundaran Sekartaji, Jalan Kawi, serta Jalan Semeru.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., mengatakan patroli sahur ini merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama bulan Ramadan, khususnya pada waktu menjelang sahur ketika aktivitas masyarakat meningkat.

Menurutnya, patroli difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, penggunaan petasan, konvoi kendaraan dengan membawa sound system besar, maupun tindak kriminalitas lainnya.

“Patroli ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib, sekaligus memantau aktivitas masyarakat yang melaksanakan kegiatan sahur on the road,” ujar Kompol Rudi Purwanto.

Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas selama bulan suci Ramadan.

Selama pelaksanaan patroli berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Mojoroto terpantau aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Temui Petani di Lahan Tebu Tamanan Kediri, Bhabinkamtibmas Minta Pembakaran Sisa Panen Tak Dilakukan Sekaligus

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota mendatangi aktivitas pembakaran daduk atau sisa daun tebu di area persawahan RT 07 RW 01, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Kamis (17/9/2026) pagi. Petugas memberikan edukasi kepada warga setelah menilai pembakaran perlu dilakukan secara hati-hati karena api berpotensi merambat ke lahan lain dan asapnya dapat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan Aipda Sigit Sutanto tiba di area lahan tebu sekitar pukul 07.15 WIB. Ia kemudian menemui warga yang melakukan pembakaran daduk tebu.

Perhatian utama diarahkan pada pengendalian api. Sisa daun tebu yang kering dapat terbakar dengan cepat sehingga warga diminta tidak meninggalkan lokasi ketika pembakaran masih berlangsung.

Sigit juga mengingatkan bahwa persoalan tidak hanya berasal dari api. Asap yang dihasilkan dari pembakaran daduk dapat terbawa angin dan mengganggu warga di sekitar lahan.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan, melalui kegiatan Bhabinkamtibmas pihaknya mengingatkan agar pembakaran sisa tanaman tidak dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lahan dan lingkungan di sekitarnya.q

“Pembakaran harus dilakukan dengan hati-hati karena api bisa merambat ke tempat lain dan asapnya dapat mengganggu kesehatan,” kata Rudi, merujuk pada edukasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas kepada warga.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan alternatif apabila warga tetap melakukan pembakaran daduk tebu. Sisa tanaman disarankan tidak dibakar seluruhnya dalam satu waktu.

Pembakaran, menurut arahan petugas, dapat dilakukan sedikit demi sedikit dan bertahap dalam beberapa kali pelaksanaan untuk mengurangi risiko api berkembang tidak terkendali.

“Jika daduk tebu dibakar, kami mengingatkan agar dilakukan sedikit demi sedikit dan bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar,” ujar Rudi, berdasarkan pesan yang disampaikan di lokasi.

Langkah tersebut terutama ditujukan untuk mencegah api menjalar keluar dari area yang sedang dibersihkan. Warga juga diminta memperhatikan arah asap agar aktivitas pembersihan lahan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan sekitar.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi merupakan langkah pencegahan setelah menemukan adanya aktivitas pembakaran sisa tanaman di area pertanian.

Petugas tidak hanya mengingatkan potensi kebakaran, tetapi juga dampak asap terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, pengelolaan sisa tanaman di lahan pertanian diminta dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan lahan sekaligus keberadaan permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Pemantauan di Tamanan tersebut menjadi pengingat bahwa pembersihan lahan dengan cara membakar membutuhkan pengawasan. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan sisa daun tebu dapat menjadi persoalan ketika merambat ke area lain atau menghasilkan asap yang mengganggu warga. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Bantuan Pangan Tiga Bulan Disalurkan di Kalirong Kediri, Setiap KPM Terima Tiga Karung Beras

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 836 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran penyaluran bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus dan September 2026 yang dilaksanakan di Kantor Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, pada Kamis (17/9/2026). Setiap KPM mendapatkan tiga karung beras dengan jumlah keseluruhan 30 kilogram.

Penyaluran dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan pemerintah desa serta tiga pilar. Bhabinkamtibmas Desa Kalirong Aipda Sugeng Aprianto turut hadir untuk melakukan pemantauan selama proses pembagian bantuan kepada masyarakat.

Bantuan yang dibagikan merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus. Dengan demikian, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras dalam satu kali penyaluran.

Jumlah penerima yang mencapai 836 KPM membuat proses distribusi melibatkan banyak warga. Petugas melakukan pemantauan untuk mendukung proses pembagian sesuai data penerima yang telah ditetapkan.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan, Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar melakukan pendampingan selama bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat.

“Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar hadir dan memantau penyaluran bantuan pangan alokasi Juli, Agustus dan September 2026 kepada 836 keluarga penerima manfaat,” kata Priyo, merujuk laporan kegiatan tersebut.

Menurut Priyo, pemantauan dilakukan untuk mendukung proses distribusi bantuan yang melibatkan ratusan penerima dalam satu lokasi.

“Setiap KPM menerima tiga karung beras dengan jumlah keseluruhan 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan,” ujarnya, berdasarkan data penyaluran bantuan.

Dengan jumlah 836 KPM dan alokasi 30 kilogram untuk masing-masing penerima, total beras yang dialokasikan dalam penyaluran tersebut mencapai sekitar 25.080 kilogram atau 25,08 ton.

Bantuan pangan tersebut menjadi tambahan pasokan beras bagi keluarga yang masuk dalam daftar penerima manfaat. Penyaluran tiga alokasi bulanan sekaligus membuat penerima memperoleh hak bantuan Juli, Agustus dan September dalam satu rangkaian distribusi.

Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut tidak bertindak sebagai penentu penerima maupun pelaksana program bantuan. Kehadiran kepolisian difokuskan pada pendampingan dan pemantauan proses penyaluran bersama unsur pemerintahan setempat.

Distribusi bantuan di Kantor Desa Kalirong menjadi salah satu penyaluran bantuan pangan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Tarokan. Dengan ratusan keluarga datang untuk menerima beras, ketepatan data dan pengaturan proses pembagian menjadi bagian penting agar setiap alokasi dapat diterima oleh KPM yang telah tercatat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Lahan Dandangan Kediri Jadi Lokasi Penerapan Advanced Agriculture System, Petani dan PPL Kota Kediri Terlibat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kelompok Tani (Poktan) Adil Makmur mulai menerapkan sistem pertanian modern atau Advanced Agriculture System di lahan persawahan Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan penyuluh pertanian, petani, mahasiswa, serta unsur TNI-Polri untuk memantau penerapan pola pertanian dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan.

Kegiatan tersebut diikuti penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kota Kediri bersama anggota Poktan Adil Makmur. Hadir pula Badrun selaku Katim Ker Kota Kediri, Robi dari BRMP Tas Malang, PPL Kelurahan Dandangan Rifka, Ketua Poktan Adil Makmur Tukimen, mahasiswa PKL UNIK Kota Kediri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan.

Penerapan sistem tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pola pertanian yang lebih modern kepada petani. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada tahap penanaman, tetapi juga mencakup perawatan tanaman hingga proses pemanenan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan Aipda Heppy Endra melakukan sambang sekaligus memantau kegiatan Poktan Adil Makmur bersama para penyuluh pertanian.

Dalam pertemuan dengan petani, Heppy mendorong kelompok tani untuk terus meningkatkan pola penanaman, perawatan dan pemanenan, sekaligus mempertahankan kebersamaan antarpetani dalam mengelola kegiatan pertanian.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan pendampingan Bhabinkamtibmas dilakukan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat di wilayah binaan.

“Poktan didorong terus meningkatkan pola penanaman, perawatan hingga pemanenan, sekaligus tetap menjaga keguyuban antarpetani,” kata Bowo, merujuk pesan yang disampaikan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran seluruh PPL se-Kota Kediri membuat kegiatan di lahan Poktan Adil Makmur tidak hanya menjadi aktivitas kelompok tani setempat. Lahan pertanian tersebut sekaligus menjadi ruang praktik dan pertukaran pengetahuan mengenai penerapan sistem pertanian modern.

Petani dapat melihat langsung penerapan pola tanam sekaligus berdiskusi dengan tenaga penyuluh mengenai pengelolaan tanaman pada setiap tahap produksi.

Keterlibatan mahasiswa PKL juga membuka ruang pembelajaran langsung di lahan pertanian. Mereka dapat mengamati bagaimana pendekatan pertanian modern diterapkan bersama petani dan tenaga penyuluh.

Menurut Bowo, peran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut lebih diarahkan pada pendampingan dan membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif.

“Bhabinkamtibmas melakukan sambang dan monitoring kegiatan Poktan Adil Makmur bersama penyuluh pertanian. Komunikasi dengan petani juga terus dibangun di wilayah binaan,” ujarnya, berdasarkan laporan kegiatan tersebut.

Penerapan Advanced Agriculture System di Dandangan menjadi bagian dari upaya penyuluh pertanian memperkenalkan pengelolaan budidaya yang lebih modern kepada kelompok tani. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada penerapan di lapangan, mulai pola penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses panen.

Bagi Poktan Adil Makmur, kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi anggotanya untuk mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh sekaligus mengembangkan cara pengelolaan lahan tanpa meninggalkan kerja bersama yang selama ini menjadi kekuatan kelompok tani. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page