Connect with us

Uncategorized

Luncurkan Program melalui Lagu Polri Presisi

Published

on

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meluncurkan lagu ‘Polri Presisi’. Lagu ini terinspirasi dari program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
Lagu ‘Polri Presisi’ ini diunggah di akun YouTube Siber TV dan Bungur Production seperti dilihat wartawan, Jumat (4/6/2021). Lagu ini berdurasi sekitar 3 menit.

Lirik dan musik lagu ‘Polri Presisi’ ini diciptakan dan diaransemen oleh Ganden Sumarda dan Fransisca Sihombing, Video Direktur oleh AKP R. Dwi Chandra. Sementara bagian vokal diisi oleh Hafiz Pribadi dan sejumlah personel Polri yakni AKP Vivi Siregar, Briptu Ali Nurmansyah, Briptu Yohanes Anton, Bripda Marco Sinaga serta Bripda Intan Ayu.

Tak ketinggalan, seleb Laura Theux dan personel Polri sekaligus YouTuber asal Purworejo Bripka Herman Hadi Basuki alias Pak Bhabin menjadi talent dalam video klip lagu ‘Polri Presisi’ ini.

Lirik lagu ‘Polri Presisi’ ini menggambarkan upaya Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bertransformasi menuju Polri yang Presisi. Berikut lirik lagu ‘Polri Presisi’:

Kami Polri Presisi setia melayani masyarakat Indonesia
Selalu berinovasi memajukan teknologi kepolisian modern
demi bakti pada negeri darah setiaku untuk Indonesia

Prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan
setia berbakti bakti untuk negeri
Polri Presisi

Polri Presisi wujud dari aspirasi harapan masyarakat semua terhadap kami
Kami Bhayangkara melangkah dengan pasti wujudkan harapan bakti
setia kami pada negeri
Polri Presisi untuk Indonesia

Wakabareskrim Polri Irjen Syahardiantono yang menjadi produser lagu ‘Polri Presisi’ ini lantas menjelaskan latar belakang dibuatnya karya ini. Menurutnya ini merupakan bagian dari komunikasi publik.

“Di era digital saat ini, penyampaian pesan melalui audio dan visual adalah salah satu sarana yang baik agar pesan tersebut mudah untuk dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat, salah satunya melalui lagu Polri Presisi,” kata Irjen Syahar kepada wartawan.

Lagu ‘Polri Presisi’ ini, lanjut Irjen Syahar, dibuat dalam rangka mensosialisasikan program dan inovasi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit kepada masyarakat. Program dan inovasi itu antara lain:

  1. Prediktif

Pemolisian Prediktif yang mengedepankan kemampuan anggota Polri untuk memprediksikan situasi dan kondisi yang menjadi isu dan permasalahan serta potensi gangguan Kamtibmas. Inovasi yang diwujudkan yaitu:

  • Patroli Siber.
  • Pusat Informasi Kriminal.
  1. Responsibilitas

Mewujudkan anggota Polri yang cepat tanggap dan proaktif dalam memberikan pelayanan prima serta menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Inovasi yang diwujudkan yaitu:

  • Electronic Traffic Law Enforcement (Tilang online).
  • Call centre 110 Polri.
  • Kampung Tangguh penanganan COVID-19.
  • Bhabinkamtibmas sahabat Masyarakat.
    -Aplikasi SINAR POLRI (perpanjangan SIM melalui virtual account)
    -Aplikasi Penerimaan Anggota Polri
  1. Transparansi Berkeadilan

Mewujudkan Polri yang humanis, transparan, akuntabel dalam memberikan rasa keadilan dan kemudahan pengawasan oleh masyarakat. Inovasi yang diwujudkan antara lain:

  • Pengaduan Masyarakat Online terintegrasi (Dumas Online).
  • SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) secara online.
  • Penyelesaian kasus pidana dengan “Restorative Justice”.
  • Siber TV.
  • Polri TV.
  • E-PPNS Online

Diketahui, Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus menggelorakan semangat personel Polri dalam mewujudkan Polri yang Presisi. Di antaranya dengan terus berinovasi dan memajukan teknologi kepolisian yang modern.

Jenderal Sigit juga meminta jajarannya terus menganalisa dan mengevaluasi kinerja, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis ke depan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Sebelumnya, Jenderal Sigit menyebut kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara saat ini telah meningkat. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak eksternal terhadap Polri terkait capaian kinerja 100 hari Kapolri.

“Capaian kinerja 100 hari Kapolri, secara umum mencapai 100%. Berdasarkan survei Alvara, tingkat kepercayaan masyarakat 86,5 persen dan tingkat kepuasan: 82,3 persen,” kata Sigit saat membuka Rakernis gabungan Divisi Hukum Polri, Divisi Humas Polri, Divisi Hubinter Polri dan Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri pada Kamis (3/6) lalu.

“Wujudkan Polri yang Presisi, Polri yang diharapkan, dan Polri yang dicintai masyarakat sesuai janji saya pada saat uji kepatutan dan kelayakan,” sambungnya.

Continue Reading

Uncategorized

Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Degam: Kepercayaan Publik 82,4 Persen Jadi Kado Terindah bagi Polri di HUT Bhayangkara ke-80

Published

on

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, H. Nazaruddin Degam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas 2026 merupakan bukti nyata atas kerja keras dan dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Nazaruddin mengatakan, hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.”Melalui Survei Litbang Kompas, hasil kinerja rekan-rekan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dengan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai angka 82,4 persen,” ujar Nazaruddin Degam di Jakarta, Senin (29/6).Menurutnya, capaian tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Korps Bhayangkara yang pada tahun ini memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Ia menilai tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman bagi seluruh masyarakat Indonesia.”Capaian ini merupakan kado terindah bagi Polri di Hari Bhayangkara ke-80. Semoga kepercayaan yang diberikan masyarakat dapat terus dijaga melalui pengabdian dan pelayanan yang semakin profesional,” katanya.Nazaruddin juga berharap Polri terus memperkuat kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Menurutnya, kehadiran Polri yang semakin dipercaya masyarakat akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan nasional.”Seluruh elemen bangsa menanti selalu darma bakti Polri untuk mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera menuju Indonesia Emas,” tegasnya.Ia optimistis Polri akan terus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja nyata yang profesional, humanis, dan berintegritas. Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Nazaruddin berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat serta terus menjadi institusi yang mampu menjawab harapan publik di masa mendatang.

Continue Reading

Uncategorized

Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono: Kepuasan Publik terhadap Polri Harus Dijaga Melalui Kinerja Profesional

Published

on

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, mengapresiasi meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikator positif yang menunjukkan masyarakat mulai merasakan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Polri, baik dalam pelayanan maupun penegakan hukum.Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6), Hendropriyono mengatakan bahwa tingkat kepuasan publik yang mencapai 82,6 persen patut diapresiasi sebagai hasil dari berbagai pembenahan yang telah dilakukan Polri dalam beberapa waktu terakhir.”Tentu saja kita sangat-sangat senang karena hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap Polri yang mencapai 82,6 persen harus diapresiasi sebagai salah satu indikator bahwa masyarakat merasakan adanya berbagai upaya perbaikan dalam pelayanan dan penegakan hukum,” ujar Hendropriyono.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar. Menurutnya, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat hanya dapat dipertahankan apabila Polri terus menunjukkan kinerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.”Namun kita juga harus menyadari bahwa survei bukan tujuan akhir. Kepercayaan publik harus dipelihara setiap hari melalui kinerja Polri yang profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.Lebih lanjut, Hendropriyono berharap Polri terus memperkuat implementasi konsep Polri Presisi dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, netralitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap proses penegakan hukum.”Harapan saya, sebagaimana harapan masyarakat pada umumnya, Polri semakin presisi dalam penegakan hukum, cepat dan tepat dalam pelayanan, tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan, namun tetap humanis, menghormati hak asasi manusia, serta menjaga netralitas dan integritas institusi,” katanya.Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Hendropriyono juga mendorong Polri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif, akurat, dan akuntabel.”Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan perlu terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin akurat, cepat, dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era modern,” pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Prof. Adrianus Meliala: Survei Litbang Kompas Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Kepolisian

Published

on

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof. Adrianus Meliala, menilai hasil survei Litbang Kompas mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara perlu dipandang sebagai instrumen evaluasi yang konstruktif bagi seluruh lembaga, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, survei opini publik dapat menjadi acuan untuk melihat persepsi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme institusi.

Prof. Adrianus menjelaskan bahwa hasil survei pada dasarnya menggambarkan persepsi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, setiap institusi perlu menjadikan hasil tersebut sebagai bahan introspeksi dan evaluasi untuk terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Survei opini publik merupakan cerminan persepsi masyarakat pada periode tertentu. Karena itu, hasil survei hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus masukan bagi setiap institusi untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas,” ujar Prof. Adrianus di Jakarta, Senin (29/6).

Ia menambahkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi tidak bersifat statis, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pengalaman langsung masyarakat dalam memperoleh pelayanan, pemberitaan di media massa dan media sosial, hingga keberhasilan institusi dalam menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik turut membentuk persepsi masyarakat.

Menurutnya, konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan menjadi kunci utama untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila institusi mampu menunjukkan konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Adrianus mengingatkan agar hasil survei tidak dipandang semata-mata sebagai ukuran keberhasilan ataupun kegagalan suatu institusi. Sebaliknya, hasil tersebut perlu dimanfaatkan sebagai umpan balik yang konstruktif dalam menyusun kebijakan, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memperkuat komunikasi publik.

“Survei sebaiknya tidak dimaknai hanya sebagai ukuran berhasil atau tidaknya sebuah institusi. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil tersebut dijadikan umpan balik untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat komunikasi publik kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap hasil survei Litbang Kompas dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja institusi negara. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pelayanan publik dapat terus terjaga serta meningkat secara berkelanjutan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page