Connect with us

Lalu Lintas

Malam Hari, Polisi Siagakan Tim Urai di Dua Persimpangan Kediri untuk Antisipasi Gangguan Lalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar Blue Light Patrol sekaligus menyiagakan Tim Urai di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng, Rabu (16/9/2026) malam.

Kegiatan mulai pukul 19.00 WIB itu difokuskan pada pemantauan arus kendaraan sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik lalu lintas Kota Kediri.

Patroli dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota Patwal. Petugas menggunakan kendaraan roda empat untuk bergerak dan melakukan pemantauan pada jalur yang menjadi sasaran kegiatan.

Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng menjadi dua titik pemantauan dalam patroli malam tersebut. Petugas mengawasi perkembangan volume kendaraan sekaligus bersiaga melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan Blue Light Patrol diarahkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.

“Blue Light dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan Satlantas.

Selain patroli, keberadaan Tim Urai memungkinkan petugas memberikan respons ketika terjadi peningkatan kepadatan kendaraan di persimpangan. Personel dapat ditempatkan pada titik yang membutuhkan pengaturan agar antrean kendaraan tidak berkembang menjadi kemacetan.

Menurut Septia, pemantauan arus menjadi bagian penting karena kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Personel melakukan pemantauan pada titik yang menjadi sasaran kegiatan dan siap melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan tugas Tim Urai dalam kegiatan tersebut.

Blue Light Patrol juga menempatkan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru pada jalur yang dipantau. Kehadiran petugas di lapangan diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan persoalan lalu lintas.

Simpang Ringinsirah dan Lonceng merupakan titik yang menjadi sasaran patroli Satlantas pada kegiatan tersebut. Petugas melakukan pemantauan langsung terhadap pergerakan kendaraan dan kondisi di sekitar persimpangan.

Patroli dan Tim Urai menjadi dua fungsi yang berjalan bersamaan. Patroli digunakan untuk memantau kondisi jalan dan mengantisipasi gangguan, sedangkan Tim Urai disiagakan untuk menangani kepadatan lalu lintas apabila diperlukan.

Kegiatan malam itu menjadi bagian dari langkah Satlantas Polres Kediri Kota menjaga mobilitas pengguna jalan melalui pemantauan langsung di persimpangan dan kesiapan personel melakukan pengaturan ketika arus kendaraan mulai meningkat. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Tiga Titik di Kota Kediri Jadi Sasaran Patroli, Satlantas Siaga Cegah Balap Liar dan Gesekan Pesilat

Published

on

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar patroli gabungan bersama instansi terkait mulai pukul 23.00 WIB, 17 September 2026, dengan menyasar tiga titik di Kota Kediri. Patroli difokuskan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat, sekaligus melakukan pengaturan dan penguraian arus kendaraan apabila terjadi kepadatan.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah Simpang Empat Alun-alun Kota Kediri, kawasan depan Pasar Grosir Buah Ngronggo, serta Simpang Empat RS Baptis.

Kegiatan diawali dengan apel patroli gabungan sebelum personel bergerak menuju titik yang telah ditentukan.

Patroli dikendalikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan personel Satlantas. Petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas pengguna jalan sekaligus bersiaga melakukan pengaturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mengantisipasi dua potensi gangguan pada malam hingga dini hari, yakni balap liar dan konflik yang melibatkan kelompok perguruan silat.

“Patroli dilaksanakan untuk mengantisipasi kegiatan balap liar maupun konflik perguruan silat, disertai pengaturan dan penguraian arus lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada sasaran kegiatan Satlantas Polres Kediri Kota.

Pemilihan tiga titik membuat personel dapat melakukan pengawasan pada sejumlah kawasan berbeda dalam satu rangkaian patroli. Selain kawasan pusat kota di sekitar Alun-alun, pemantauan dilakukan di Ngronggo dan kawasan Simpang Empat RS Baptis.

Petugas juga mengantisipasi munculnya aktivitas kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya. Jika ditemukan peningkatan kepadatan, personel disiapkan melakukan penguraian agar arus kendaraan tetap bergerak.

Menurut Septia, kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari langkah pencegahan sebelum aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan pengguna jalan berkembang lebih jauh.

“Kami melakukan pemantauan sekaligus menempatkan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan di titik-titik yang menjadi sasaran patroli,” ujar Septia, berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Antisipasi balap liar menjadi perhatian karena aktivitas tersebut menggunakan ruang jalan yang juga dipakai masyarakat. Sementara potensi gesekan antarkelompok perguruan silat menjadi bagian dari aspek kamtibmas yang dipantau selama patroli.

Karena itu, patroli tidak hanya diarahkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas. Personel lebih dahulu melakukan pengawasan, pengaturan dan langkah pencegahan di lokasi yang menjadi sasaran kegiatan.

Patroli gabungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan malam Polres Kediri Kota untuk mencegah jalan raya digunakan sebagai arena balap liar sekaligus mempersempit peluang terjadinya gesekan kelompok yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Polsanak dan Safety Riding Digelar di Kediri, Satlantas Perkuat Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa TK ABA IX Kota Kediri dan anggota Subdenpom V/2-2 Kediri, Rabu (16/9/2026).

Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), kegiatan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik safety riding serta safety driving bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.

Polsanak berlangsung di McDonald’s Jalan Brawijaya, Kota Kediri, pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama kepala sekolah dan guru mendampingi siswa-siswi TK ABA IX selama kegiatan.

Anak-anak mendapatkan materi mengenai tertib berlalu lintas sejak dini, pengenalan profesi Polri, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta rambu-rambu lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Unit Kamsel menekankan pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini sebagai bagian dari materi utama Polsanak.

Menurut Septia, edukasi keselamatan tidak hanya diberikan kepada pengguna kendaraan. Pemahaman mengenai aturan jalan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak melalui materi yang sesuai dengan usia mereka.

“Pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini menjadi bagian dari materi Polsanak, termasuk pengenalan profesi Polri, APILL dan rambu-rambu lalu lintas,” kata Septia, sebagaimana materi kegiatan Unit Kamsel.

Setelah menyasar anak usia dini, Unit Kamsel melanjutkan edukasi keselamatan kepada anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.

Kegiatan safety riding dan safety driving berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Mako Subdenpom V/2-2 Kediri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Subdenpom V/2-2 Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Kediri, perwakilan Jasa Raharja, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas Polres Kediri Kota serta anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.

Unit Kamsel bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja memberikan materi mengenai keselamatan berkendara. Setelah pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik safety riding di Mako Satlantas Polres Kediri Kota.

Materi juga mencakup imbauan mengenai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Septia menegaskan disiplin pengguna kendaraan menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman.

“Tertib berlalu lintas diperlukan guna terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman,” kata Septia, merujuk pesan yang disampaikan Unit Kamsel dalam kegiatan tersebut.

Dua kegiatan itu menyasar peserta dengan karakter berbeda. Kepada siswa TK, edukasi diberikan melalui pengenalan dasar mengenai rambu, APILL dan aturan lalu lintas. Sementara kepada anggota Subdenpom, materi diarahkan pada penerapan keselamatan berkendara melalui safety riding dan safety driving.

Praktik safety riding menjadi bagian dari pembekalan agar materi keselamatan tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan berkendara yang aman.

Keterlibatan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja turut memperkuat kegiatan edukasi yang dilakukan Satlantas. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan sekaligus memperkuat upaya pencegahan risiko kecelakaan.

Melalui Polsanak, Satlantas mengenalkan aturan jalan sebelum anak-anak memasuki usia berkendara. Sementara melalui safety riding dan safety driving, edukasi diberikan kepada pengguna kendaraan agar keterampilan berkendara berjalan beriringan dengan disiplin terhadap aturan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Kediri Kota memperluas pendidikan keselamatan kepada berbagai kelompok masyarakat, dengan menempatkan kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang aman sebagai bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Satlantas Kediri Kota Masuk Sekolah, Cegah “Jumat Gaul” dan Bekali Pelajar Melawan Hoaks Berbasis AI

Published

on

Kediriselaludihati – Tantangan keselamatan generasi muda kini tidak hanya berada di jalan raya. Telepon pintar yang setiap hari berada di tangan pelajar juga membuka ruang risiko baru: informasi palsu, manipulasi foto dan video, hingga konten berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan.

Dua persoalan itulah yang dibawa Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota ke SMK PGRI 2 Kota Kediri, Jalan KH Abdul Karim, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Senin (14/9/2026).

Mulai pukul 08.30 WIB, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai larangan aktivitas yang dikenal sebagai “Jumat Gaul”, disiplin berlalu lintas, serta pentingnya menghentikan penyebaran hoaks di tengah perkembangan teknologi AI.

Masuknya dua isu tersebut dalam satu ruang edukasi memperlihatkan perluasan persoalan keselamatan yang dihadapi remaja. Mereka perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan yang benar ketika berada di atas kendaraan, sekaligus bersikap kritis ketika menerima informasi melalui layar telepon genggam.

“Jumat Gaul” dan Risiko di Jalan Raya

Istilah “Jumat Gaul” bukan persoalan baru dalam pengawasan lalu lintas di Kota Kediri. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, Polres Kediri Kota menggunakan istilah tersebut untuk menyebut aktivitas Jumat malam yang berpotensi berkembang menjadi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga aktivitas kendaraan yang mengganggu ketertiban.

Pada Mei 2026, misalnya, Polres Kediri Kota menggelar patroli “Jumat Gaul” dengan sasaran balap liar dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Kodim Selatan dan Watertorn.

Pengawasan kembali dilakukan pada Juli 2026 melalui kegiatan Cipta Kondisi dan Sapa Malam. Polisi menempatkan personel di Simpang Tiga Kodim Selatan, Simpang Tiga Watertorn, Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng untuk mencegah balap liar serta aktivitas “Jumat Gaul”.

Karena itu, pendekatan kepada pelajar menjadi penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kerumunan kendaraan sudah terbentuk di jalan pada tengah malam. Edukasi perlu dilakukan lebih awal, terutama kepada kelompok usia muda yang mulai memiliki mobilitas tinggi dengan sepeda motor.

Pesan yang disampaikan Satlantas di SMK PGRI 2 pun kembali pada prinsip mendasar keselamatan jalan: mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

Slogan “Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan” dengan demikian bukan sekadar kalimat kampanye. Pesan itu menempatkan keselamatan sebagai keputusan pribadi yang harus muncul sebelum seseorang menghidupkan mesin dan memasuki jalan raya.

Ancaman Berpindah dari Jalan ke Layar

Namun sosialisasi kali ini memiliki dimensi lain yang menarik. Satlantas tidak berhenti berbicara mengenai helm, rambu, kendaraan ataupun balap liar.

Para pelajar juga diajak memahami persoalan hoaks di era AI.

Perkembangan generative AI membuat manipulasi informasi memasuki tahap baru. Foto dapat direkayasa semakin realistis, suara seseorang dapat ditiru, sementara video deepfake dapat dibuat seolah-olah memperlihatkan seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juni 2026 bahkan mengingatkan bahwa AI telah membuat konten palsu semakin sulit dibedakan dari kenyataan. Teknologi deepfake dapat meniru wajah maupun suara dan kemudian menggunakannya dalam video manipulatif.

Persoalannya menjadi lebih serius karena pelajar merupakan kelompok yang sangat dekat dengan media sosial dan arus informasi digital.

Komdigi pada Agustus 2026 menekankan bahwa pelajar seharusnya tidak hanya menjadi pengguna ruang digital, tetapi ikut membentuk ruang digital yang aman dan bertanggung jawab. Salah satu prinsip sederhananya adalah memeriksa informasi sebelum membagikannya.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan AI tidak otomatis membuat seseorang memiliki literasi AI.

Pelajar juga perlu memahami batas etika, mengetahui kemungkinan kesalahan keluaran AI, mampu mengenali manipulasi, memeriksa sumber asli serta tidak menjadikan jawaban mesin sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai sebuah informasi.

AI Bukan Musuh, Hoaks yang Harus Dilawan

Edukasi mengenai hoaks berbasis AI juga perlu ditempatkan secara proporsional. AI sendiri bukan teknologi yang harus ditakuti atau dijauhi.

Teknologi tersebut dapat membantu pembelajaran, kreativitas dan produktivitas. Yang menjadi persoalan adalah ketika AI digunakan untuk memanipulasi informasi, menciptakan deepfake, melakukan penipuan atau ketika hasil yang belum terverifikasi langsung disebarluaskan sebagai fakta.

Kepolisian di sejumlah daerah juga mulai memasukkan pemahaman AI dalam edukasi kepada pelajar. Polresta Yogyakarta, misalnya, memberikan pemahaman mengenai manfaat AI untuk pembelajaran sekaligus risikonya, termasuk deepfake, hoaks dan persoalan etika.

Di Jawa Timur, Polres Bojonegoro pada Agustus 2026 memberikan edukasi AI kepada sekitar 200 pelajar. Polresta Banyuwangi juga membekali 300 pelajar MAN 1 Banyuwangi dengan materi antara lain Fighting Hoax with AI, pengenalan AI, penggunaan AI secara etis dan dasar penyusunan prompt.

Satlantas Polres Kediri Kota sendiri sebelumnya telah membawa isu literasi digital kepada masyarakat. Pada Agustus 2026, Unit Kamsel memberikan edukasi pencegahan hoaks kepada pemohon SIM, termasuk pentingnya memeriksa sumber informasi serta keaslian foto dan video sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Kegiatan di SMK PGRI 2 Kediri dengan demikian mempertemukan dua bentuk literasi yang semakin dibutuhkan generasi muda: literasi keselamatan jalan dan literasi digital.

Keduanya memiliki prinsip yang sebenarnya hampir sama.Di jalan raya, seseorang tidak boleh bertindak gegabah karena satu keputusan dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Di ruang digital, seseorang juga tidak seharusnya menekan tombol “bagikan” secara gegabah karena informasi palsu dapat menyebar kepada ratusan bahkan ribuan orang dalam waktu singkat.

Di jalan, pelajar harus membaca rambu sebelum bergerak. Di dunia digital, mereka perlu “membaca rambu” informasi sebelum mempercayainya.

Kemampuan berpikir kritis menjadi benteng penting. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut kemampuan memilah, menganalisis dan memverifikasi informasi sebagai keterampilan penting ketika anak berhadapan dengan hoaks dan konten buatan AI.

Karena itu, langkah sederhana dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari: jangan langsung percaya pada potongan video, periksa siapa sumber pertama informasi, lihat konteks waktu dan tempat, bandingkan dengan sumber resmi atau media kredibel, serta tahan keinginan membagikan informasi ketika kebenarannya belum diketahui.

Komdigi juga mengingatkan bahwa bahkan foto atau video asli dapat menghasilkan informasi menyesatkan ketika merupakan dokumentasi lama yang disebarkan kembali tanpa konteks waktu dan lokasi yang benar.

Edukasi di SMK PGRI 2 Kota Kediri akhirnya membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar larangan.

Generasi muda hidup dalam dua ruang sekaligus: jalan raya yang menuntut disiplin dan ruang digital yang menuntut daya kritis. Kecerobohan pada keduanya sama-sama dapat membawa konsekuensi.

Karena itu, mencegah “Jumat Gaul” dan menghentikan hoaks berbasis AI memiliki satu benang merah: membangun kemampuan anak muda untuk berpikir sebelum bertindak.

Di jalan raya, mereka perlu memastikan tindakannya tidak mempertaruhkan keselamatan. Di ruang digital, mereka perlu memastikan informasi yang dibagikan tidak mempertaruhkan kebenaran dan merugikan orang lain.

Menjadi pelopor keselamatan hari ini, dengan demikian, bukan hanya soal bagaimana seseorang berkendara. Bagi generasi yang tumbuh bersama AI, keselamatan juga berarti mampu menjaga dirinya dan orang lain dari bahaya yang melaju sama cepatnya di ruang digital. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page