Peristiwa
Mediasi Kasus Dugaan Pelecehan Anak, Bhabinkamtibmas Mrican Berikan Pesan Kamtibmas kepada Ortu dan Masyarakat
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota Aipda Ach. Sodik melakukan patroli sambang.
Kegiatan berlangsung, pada Hari Selasa 9 Juli 2024 pukul 09.00 WIB s/d selesai. Petugas datang ke Gedung Aula Kelurahan Mrican, Mojoroto, Kota Kediri.
Bhabinkamtibmas bersama 3 Pilar Keamanan, anggota PPA dan orang tua anak yang mempunyai problim solving masalah pelecehan/perbuatan yg tidak menyenangkan yang dilakukan oleh teman-temannya bermain.
Serta dilakukan mediasi untuk menyelasaikan permasalahan terhadap anak-anak yang melakukan pelecehan.
Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini, pihak pertama/yang dirugikan sepakat berdamai dengan pihak kedua, pihak ketiga, pihak keeempat, pihak kelima.
Menginggat masih anak-anak kelas 1, 3, 4, dan 5 SD maka kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi serta dan orang tua harus banyak memberikan wawasan yang positif, serta menyampaikan pesan.
Orang tua agar selalu proaktif memantau pergaulan anak terhadapat teman-temannya. Usahakan orang tua memberikan edukasi pengarahan dalam bermain tidak yang aneh-aneh.
Tanamkan rasa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Usahakan HP anak-anak selalu dicek gambar-gambar yang tidak pantas ditonton anak-anak.
Hadir dalam kegiatan ini, Kakel Mrican, Bhabinkammas, Babinsa, Anggota PPA, Kasi Trantib Kelurahan dan orang tua wali anak-anak yang bermasalah.
“Selama Kegiatan berjalan terkendali aman dan lancar,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H. (res/an).
kriminal
Kapolres Kediri Kota Pimpin Upacara PTDH Aiptu Teguh, Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran Hukum

Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) seorang anggotanya, Aiptu Teguh Dwi Anjariyanto, setelah tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan dinyatakan melanggar hukum serta kode etik profesi Polri.
Pemberhentian tersebut ditandai dengan upacara PTDH yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto di Lapangan Apel Mapolres Kediri Kota, Senin (2/11/2026).
AKBP Wisnu menegaskan, institusinya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, disiplin, maupun kode etik kepolisian.
“Ini merupakan bentuk ketegasan. Kami tidak akan ragu-ragu menindak tegas setiap personel yang melakukan pelanggaran hukum dan kode etik Polri,” tegasnya.
Menurut AKBP Wisnu, keputusan pemberhentian tersebut tidak diambil secara tiba-tiba. Sanksi PTDH dijatuhkan setelah melalui serangkaian proses hukum dan pemeriksaan internal sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus yang menjerat Aiptu Teguh bermula dari penyalahgunaan narkoba yang kemudian diproses melalui peradilan umum. Dalam perkara tersebut, yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana penjara selama tiga tahun.
Setelah penanganan perkara pidana, proses penegakan kode etik profesi Polri dilanjutkan melalui mekanisme internal, termasuk pemeriksaan, persidangan etik, hingga tahapan banding.
“PTDH-nya per Oktober ini, karena kami harus menunggu seluruh proses, mulai dari pidana hingga sidang kode etik, pemeriksaan dan banding,” jelas AKBP Wisnu.
Kapolres menegaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memastikan setiap pelanggaran ditangani berdasarkan aturan, tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku.
Ia juga meminta seluruh anggota Polres Kediri Kota menjadikan pemberhentian tersebut sebagai pelajaran agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi.
Menurutnya, pelanggaran yang dianggap kecil tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi awal munculnya persoalan yang lebih serius.
“Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan adalah fondasi keberhasilan dan kehormatan kita bersama. Tingkatkan kedisiplinan pribadi maupun kesatuan untuk mencegah perbuatan yang merugikan serta menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan institusi,” pesannya.
AKBP Wisnu menambahkan, penegakan disiplin bukan semata-mata bertujuan memberikan hukuman kepada personel yang melanggar, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pengawasan internal.
Melalui tindakan tegas tersebut, Polres Kediri Kota ingin menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian memiliki kewajiban yang sama untuk menaati hukum dan menjaga integritas profesinya.
Kapolres berharap seluruh personel semakin memahami tanggung jawabnya sebagai aparat penegak hukum, termasuk menjaga perilaku dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Penegakan aturan terhadap anggota sendiri, menurutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga kehormatan institusi sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. (res/aro)
Peristiwa
Lewat Rejomulyo Bersholawat, Polsek Kediri Kota Dorong Perempuan Berperan Aktif Cegah Kejahatan
Kediriselaludihati.com – Kegiatan lomba Rejomulyo Bersholawat yang diikuti ibu-ibu Muslimat di kawasan Sumber Jiput, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, pada Minggu (1/11/2026), menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo, Polsek Kediri Kota, hadir memantau kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut. Selain menjalin silaturahmi dengan warga, petugas menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada peserta.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya membangun kesadaran untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Masyarakat diajak lebih peduli terhadap situasi di sekelilingnya, mengenali potensi gangguan keamanan, serta melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi tindak kejahatan.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., menilai kegiatan keagamaan seperti Rejomulyo Bersholawat memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan selawat bukan hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian antarsesama. Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kompol Bowo.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan yang memiliki peran besar dalam keluarga dan kehidupan sosial.
Ibu-ibu Muslimat diharapkan dapat menjadi penggerak kepedulian terhadap keamanan, dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang lebih luas.
“Kami mengajak masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Artinya, setiap orang memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan, tidak memberikan kesempatan terjadinya tindak kejahatan, dan peduli terhadap keamanan lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.
Kompol Bowo menjelaskan, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memastikan rumah terkunci saat ditinggalkan, menjaga barang berharga, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap orang atau aktivitas yang mencurigakan.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh apabila mengetahui adanya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Peran warga sangat penting, karena masyarakatlah yang paling mengetahui kondisi lingkungannya. Jika ada persoalan atau potensi gangguan, segera komunikasikan dengan Bhabinkamtibmas maupun kepolisian setempat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kegiatan keagamaan yang mampu mempertemukan warga dalam suasana positif dan mempererat hubungan sosial.
Menurutnya, hubungan yang baik antartetangga dapat membantu membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kami berharap kegiatan seperti Rejomulyo Bersholawat terus menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial. Ketika masyarakat saling mengenal, saling menjaga, dan saling membantu, keamanan lingkungan akan lebih mudah diwujudkan,” kata Kompol Bowo.
Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Kediri Kota terus mendorong komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Kehadiran kepolisian dalam lomba Rejomulyo Bersholawat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran pencegahan tindak pidana. (res/an)
Peristiwa
Temui 750 Jemaat di Kelurahan Dandangan, Wakapolres Kediri Kota Sosialisasikan Layanan Polisi 110
Kediriselaludihati.com – Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K mengajak umat Kristiani dan Katolik terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi Gereja Getsmani dan Gereja St. Yosef di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, melalui program Minggu Kasih, pada Minggu (1/11/2026).
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB tersebut merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Dua gereja yang dikunjungi berada di Jalan Hasanuddin, yakni Gereja Getsmani Nomor 12 dan Gereja St. Yosef Nomor 37.
Rombongan Wakapolres Kediri Kota bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota disambut Pendeta Ed Merdhiriawan, S.K.H., M.Th., dan RM Adhi Wardoyo, C.M.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 750 jemaat, terdiri atas kurang lebih 300 jemaat Gereja Getsmani dan 450 jemaat Gereja St. Yosef.
Dalam pertemuan dengan jemaat, Wakapolres menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kota Kediri.
“Kerukunan antarumat beragama merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu keharmonisan lingkungan,” ujar Wakapolres.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat terwujud hanya melalui kehadiran aparat kepolisian. Partisipasi warga, tokoh agama, dan seluruh unsur masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Melalui program Minggu Kasih, kepolisian berupaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin dengan berbagai komunitas keagamaan.
“Kami ingin kehadiran polisi semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat bersilaturahmi, mendengarkan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan secara langsung,” katanya.
Selain mengajak jemaat menjaga kerukunan, Wakapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan atau menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres turut menyosialisasikan layanan polisi 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk menghubungi kepolisian.
“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban, silakan menghubungi layanan polisi 110. Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Wakapolres juga mengingatkan jemaat agar tetap mematuhi peraturan berlalu lintas ketika menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat bepergian menuju tempat ibadah.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan jalan raya merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Kepedulian terhadap keselamatan merupakan bagian dari upaya menjaga sesama,” ujarnya.
Kegiatan Minggu Kasih tersebut turut didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan Aipda Heppy Endra, S.H., bersama jajaran Polsek Kediri Kota.
Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat di tingkat kelurahan, sehingga berbagai persoalan keamanan dapat disampaikan dan ditangani lebih awal.
Melalui program Minggu Kasih, Polres Kediri Kota berharap hubungan baik dengan tokoh agama dan jemaat terus terpelihara serta semakin memperkuat semangat toleransi di Kota Kediri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
