Lalu Lintas
Mengawal Denyut Kota: Kepemimpinan AKP Yudho di Tengah Dinamika Lalu Lintas Kediri

Kediriselaludihati – Di bawah langit pagi yang mulai terang di kantos Satlantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H.—akrab disapa Yudho—melangkah memasuki lapangan apel dengan ritme yang mantap. Tak ada kesan berlebihan pada sosoknya. Gaya bicaranya tertata, tenang, namun firm. Namun dari ketenangan itu, jelas tersimpan pengalaman panjang dan lapisan-lapisan pemahaman tentang dunia lalu lintas yang tidak dimiliki banyak perwira.
Yudho bukan nama baru di Kediri. Ia pernah bertugas sebagai Kanit Turjawali dan Kaur Regident di kota ini, jauh sebelum kembali diamanahi jabatan Kasat Lantas Polres Kediri Kota pada 02 Desember 2025. Dalam dokumen resmi riwayat hidupnya, perjalanan kariernya tampak berliku—perpindahan dari Polda Jatim, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Sampang, ,Situbondo, dan Nganjuk—membangun rekam jejak kuat sebagai perwira yang tumbuh dari lapangan.
Kini ia kembali ke kota yang pernah menjadi bagian dari perjalanan awalnya. Namun Yudho datang dengan misi baru: menghadirkan pelayanan lalu lintas yang adaptif, dekat dengan warga, dan responsif terhadap dinamika kota transit yang makin padat.
Kediri Kota Transit: “Setiap Henti Ada Denyut yang Harus Dijaga”
Kota Kediri bukan sekadar kota dagang dan pendidikan; ia juga kota transit strategis. Dari barat datang arus kendaraan Nganjuk, dari selatan mengalir dari Tulungagung, dari timur mengalir dari Blitar. Pada akhir pekan, pergerakan ini berubah menjadi gelombang besar yang menuntut kewaspadaan berlipat.
Yudho mengamati dinamika itu sejak lama. Baginya, pola lalu lintas Kediri ibarat nadi yang selalu berdenyut cepat.
“Kesibukan masyarakat sangat tinggi, khususnya Sabtu–Minggu. Karena itu penyebaran anggota sejak pintu masuk kota harus maksimal,” tutur Yudho.
Di bawah kepemimpinannya, Satlantas mulai menerapkan pola penyebaran personel yang lebih strategis.Setiap gerbang kota dijaga, bukan hanya untuk rekayasa lalu lintas, tetapi juga deteksi dini potensi kemacetan.Patroli dan patroli pengawalan (patwal) diaktifkan sesuai jam keramaian. Unit Kamsel diperkuat, bukan dengan pendekatan formal semata, tetapi hadir melalui radio talk, dialog warga, hingga menyapa masyarakat di warung kopi.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Yudho tidak melihat lalu lintas hanya sebagai soal jalan dan kendaraan—tetapi juga interaksi manusia, ritme sosial, dan cara menciptakan rasa aman.
Nomor Telepon Kasat Lantas Dibuka: “Masyarakat Harus Bisa Mengakses Kami Tanpa Batas”
Di tengah budaya birokrasi yang sering dianggap kaku, langkah Yudho membuka nomor telepon pribadinya kepada masyarakat menjadi sinyal perubahan.
“Kalau ada kesulitan terkait lalu lintas, SIM, STNK, laka lantas, atau balap liar, warga bisa langsung menghubungi saya,” tegasnya.
Memberikan akses langsung seperti itu bukan hanya soal transparansi, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Banyak persoalan lalu lintas yang sifatnya mendesak, dan respons cepat menjadi kunci.
Bagi Yudho, pemimpin yang jauh dari masyarakat hanya akan menciptakan sekat ketidakpercayaan. Ia ingin sebaliknya: kehadiran polisi harus terasa, bahkan sebelum warga datang ke kantor polisi.
Merawat Komunikasi Internal: “Para Kanit Adalah Panglima, Saya Hanya Penjalin Irama”
Selain memperbaiki akses pelayanan publik, Yudho menaruh perhatian besar pada kualitas komunikasi internal. Ia menyebut para Kanit—Turjawali, Kamsel, Gakkum—sebagai “panglima-panglima” di lapangan. Mereka bukan hanya pelaksana tugas, tetapi pemimpin kecil dengan ruang inovasi yang harus dihargai.
“Silakan para Kanit berkreasi. Kedewasaan dan keluasan dalam bertugas sangat penting. Kalau ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, baru naik ke saya,” ujarnya.
Langkah Yudho bukan sekadar pembagian kewenangan; ia tengah membangun budaya profesional—sebuah organisasi yang berjalan tidak karena tekanan atasan, tetapi kesadaran peran.
Pada apel pertamanya, Yudho menyampaikan pesan yang jarang terdengar dari seorang Kasat Lantas:
“Saya akan mengajak anggota belajar bagaimana bertugas dengan dewasa. Laksanakan tugas pokok sebaik mungkin tanpa saya tekan.”
Ia juga memperkenalkan reward and punishment bulanan, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjaga ritme kinerja tetap sehat dan objektif.
Masalah Malam Hari: Knalpot Brong dan Balap Liar
Jika siang di Kediri padat oleh aktivitas kota, maka malam hari menyimpan tantangan berbeda. Dua gangguan utama terus muncul dari laporan masyarakat. 1.Knalpot brong, yang mengejutkan dan mengganggu ketenangan warga. 2.Balap liar, yang tak hanya melanggar aturan, tetapi mengancam keselamatan. Yudho merespons keluhan itu secara langsung.
“Penegakan hukum harus tetap ada. ETLE dan himbauan tidak cukup kalau tidak dibarengi penindakan,” jelasnya.
Setiap malam Minggu, ia membentuk tim khusus (timsus) yang berpatroli dari sore hingga pagi. Sistem shift tiga jam diberlakukan: sebagian patroli, sebagian istirahat, bergantian hingga situasi aman.
Pendekatan ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang memadukan strategi operasi dengan stamina personel—bukan sekadar menambah jumlah razia.
Jejak Panjang Karier: “Saya Tumbuh dari Lalu Lintas”
Dalam dokumen resmi Polri, riwayat jabatan Yudho menunjukkan kedalaman pengalaman: dari Kanit hingga Kasat Lantas di berbagai kota. Baginya, setiap mutasi bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi proses menempa cara pandangnya terhadap pelayanan publik.
Ia pernah memimpin Satuan Lantas di Sampang, Situbondo, dan Nganjuk—tiga wilayah dengan karakter lalu lintas yang sangat berbeda. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa tugas lalu lintas bukan hanya mengatur, tetapi membaca pola hidup masyarakat.
Kini, kembali ke Kediri, ia merasa mendapat kesempatan “menyambung babak yang belum tuntas”.
Harapan Yudho: Mewujudkan Lalu Lintas Aman, Manusiawi, dan Mendidik
Ketika ditanya apa harapan yang ingin ia capai sebagai Kasat Lantas, jawabannya tegas namun sederhana:
“Keselamatan dan keamanan masyarakat Kota Kediri. Itu prioritas.”
Namun dalam kalimat itu tersimpan visi yang lebih luas.Lalu lintas yang tidak hanya lancar, tetapi mendidik. Penegakan hukum yang tidak represif, tetapi tegas dan adil. Polisi yang tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi menjadi mitra warga dalam pencegahan. Yudho ingin membangun pola lalu lintas yang berkarakter: tertib karena kesadaran, bukan ketakutan.
Kota yang Bergerak Membutuhkan Pemimpin yang Bergerak Bersama
Di tengah perubahan sosial dan pertumbuhan kota yang semakin cepat, Kediri membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami tata aturan, tetapi juga memahami denyut warganya.
Yudho datang dengan pengalaman panjang, pendekatan humanis, dan keberanian membuka ruang komunikasi. Ia menempatkan dirinya bukan sebagai penguasa jalan, tetapi penjaga irama kota. Dan di tengah lalu lintas Kota Kediri yang tak pernah benar-benar berhenti, kehadirannya menjadi tanda bahwa perubahan yang pelan namun pasti sedang bergerak. (res/aro)
Lalu Lintas
Empat Orang Luka, Bus Harapan Jaya Hantam Mobil, Motor, hingga Rumah Warga
Kediriselaludihati – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan Bus Harapan Jaya jurusan Surabaya–Trenggalek terjadi di Simpang Empat Muning, Kota Kediri, Jumat sore (23/1/2026). Insiden tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka serta kerusakan sejumlah kendaraan dan bangunan rumah warga.
Bus melaju dari arah barat atau Terminal Tamanan menuju Tulungagung. Setibanya di persimpangan Muning, bus diduga tetap melaju meskipun lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Akibatnya, bus menabrak satu unit mobil Daihatsu Xenia dan dua sepeda motor yang sedang melintas.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, mengatakan dugaan awal penyebab kecelakaan adalah pelanggaran rambu lalu lintas oleh pengemudi bus.
“Dugaan sementara, pengemudi bus menerobos lampu merah traffic light di Simpang Muning,” kata AKP Tutud Yudho Prastyawan di lokasi kejadian.
Benturan keras membuat bus terus melaju hingga menghantam dinding rumah warga yang berada di tepi jalan. Rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Sementara itu, kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan berat.
Empat korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendataan identitas korban dan memastikan kondisi kesehatannya.
Proses evakuasi kendaraan, terutama bus, berlangsung cukup lama dan sempat menyebabkan kemacetan di jalur utama Kota Kediri. Petugas kepolisian dibantu warga setempat menggunakan alat berat untuk mengevakuasi bus dari bangunan rumah yang tertabrak.
Sopir bus telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Unit Laka Lantas Polres Kediri Kota. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mendalami penyebab pasti kecelakaan.
AKP Tutud Yudho Prastyawan menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini sesuai prosedur hukum. Ia juga mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan umum, agar selalu mematuhi rambu dan lampu lalu lintas demi keselamatan bersama. (res/aro)
Lalu Lintas
Kasat Lantas: Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas, Pengajuan Pemasangan Rambu Segera Dilakukan
Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) melaksanakan pengecekan rambu-rambu lalu lintas di wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, khususnya di jalur rawan kecelakaan.
Pengecekan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan lokasi sasaran di Desa Pagung dan Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, termasuk ruas Jalan Argowilis. Kegiatan dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota, Iptu Mujani, S.H., bersama anggota Unit Kamsel.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kondisi fisik rambu lalu lintas sekaligus survei lapangan untuk pengajuan pemasangan rambu baru. Hasil pengecekan menunjukkan adanya beberapa rambu yang sudah tidak layak fungsi, baik karena rusak, pudar, maupun tidak terlihat secara jelas oleh pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satlantas dalam menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya.
“Pengecekan rambu lalu lintas ini kami lakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung keselamatan jalan berfungsi dengan baik. Dari hasil survei, kami menemukan beberapa rambu yang kondisinya sudah tidak layak dan perlu segera diperbaiki atau diganti,” ujar AKP Tutud Yudho.
Ia menambahkan, jalur Argowilis dan sekitarnya memiliki karakteristik jalan menanjak, berkelok, serta sering dilalui kendaraan wisata dan masyarakat lokal, sehingga keberadaan rambu yang jelas dan sesuai standar sangat dibutuhkan.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami akan segera mengajukan pemasangan dan perbaikan rambu kepada instansi terkait agar potensi kecelakaan dapat diminimalisir,” lanjutnya.
AKP Tutud Yudho juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di wilayah tersebut serta mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Menurutnya, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada sarana prasarana, tetapi juga pada kesadaran dan disiplin pengguna jalan.
Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Satlantas Polres Kediri Kota memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya preventif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (res/aro)
Lalu Lintas
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Sejumlah Simpang, Arus Kendaraan Dialihkan

Kediriselaludihati -– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota melakukan penutupan Jalan Suparjan Mangun Wijaya pada Jumat (23/1/2026) pagi. Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka pemasangan balok jembatan Tol Kediri–Bandara Dhoho guna menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran proses pekerjaan konstruksi.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas berada di Simpang Empat Sukorame, Simpang Empat Mojoroto Gang 3, serta Simpang Empat Semampir. Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian (waskat dan wasdal), sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, Satlantas memberlakukan penutupan total Jalan Suparjan Mangun Wijaya dari Simpang Empat Sukorame hingga Simpang Empat Mojoroto Gang 3. Selain itu, dilakukan pengalihan arus lalu lintas guna meminimalisir kepadatan dan mencegah terjadinya kemacetan di sekitar lokasi pekerjaan.
Kendaraan besar dari arah Simpang Tiga Iskandar Muda dialihkan menuju Jembatan Semampir atau jalur timur sungai. Sementara itu, bus dan kendaraan besar dari Simpang Empat Semampir diarahkan lurus menuju Jalan Mayor Bismo dan Jalan Diponegoro. Pengalihan juga diberlakukan di Simpang Empat Alun-Alun bagi bus dan kendaraan bermuatan besar menuju Jalan P.B. Sudirman, dengan pengecualian bus umum yang masuk Terminal Tamanan sebelum kembali ke jalur utama. Adapun kendaraan besar dari Simpang Empat Muning diarahkan ke timur menuju Jalan P.B. Sudirman.
Kasatlantas Polres Kediri Kota menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar kegiatan pemasangan balok jembatan tol dapat berjalan aman tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang signifikan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar dengan dukungan personel Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota di sejumlah titik pengalihan arus. Polisi juga mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu sementara dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
