Peristiwa
NU Kota Kediri Siap Bersinergi dengan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Kediriselaludihati.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menggelar Resepsi Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU di Gedung Yayasan Al-Asy’ari, Jalan Stasiun No. 4, Kota Kediri, pada Minggu (2/2/2025) malam. Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Kediri, para ulama, serta pengurus NU dari berbagai tingkatan.
Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Pj. Wali Kota Kediri, Dr. Ir. Zanariah, M.Si, Ketua DPRD Kota Kediri, Dra. Firdaus, Wakapolres Kediri Kota, Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., serta perwakilan dari Kodim 0809 Kediri dan Pemerintah Kota Kediri. Wali Kota Kediri terpilih, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., dan Wakil Wali Kota terpilih, Gus Qowimuddin, turut hadir dalam acara yang penuh nuansa kebersamaan ini.
Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abubakar Abdul Jalil, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Harlah NU ke-102 ini menjadi momentum untuk meneguhkan peran NU dalam membangun masyarakat, baik dari segi fisik, spiritual, maupun sosial.
“Kami berterima kasih kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan Harlah NU, mulai dari tingkat ranting hingga cabang. NU terus berupaya membangun komunitas, infrastruktur, serta memperkuat jejaring untuk menghadapi tantangan zaman,” ujar KH Abubakar.
Sebagai bentuk apresiasi, PCNU Kota Kediri memberikan penghargaan kepada ranting-ranting NU dengan kinerja terbaik, di antaranya Ranting Betet (MWC Pesantren), Ranting Ngronggo (MWC Kota), dan Ranting Banjarmlati (MWC Mojoroto). Selain itu, BMT NU Kota Kediri juga menyerahkan Sisa Hasil Usaha (SHU) 2024 kepada PCNU, serta dilakukan penyerahan alat pemadam kebakaran (APAR) dan uang pembinaan kepada tiga MWC NU.
Dalam acara ini, komunitas Santri Demokrasi Kota Kediri turut menyerahkan bantuan berupa televisi 70 inci senilai Rp 10 juta untuk PCNU Kota Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan dakwah digital dan edukasi umat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri terpilih, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa NU memiliki peran strategis dalam membangun harmoni dan kerukunan di Indonesia.
“102 tahun adalah usia yang penuh sejarah. NU telah menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan menjadi benteng bagi umat Islam di Indonesia. Kami mengucapkan selamat Harlah ke-102 NU, semoga tetap jaya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Vinanda.
Senada dengan hal tersebut, Pj. Wali Kota Kediri, Dr. Ir. Zanariah, M.Si., juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran NU dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan di Kota Kediri.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami mengucapkan terima kasih atas kiprah NU dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah di Kota Kediri. Kami berharap sinergi antara NU dan pemerintah terus terjalin demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Zanariah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa NU memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana organisasi ini diharapkan terus menjadi penggerak utama dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan Islam moderat.
“Kami berharap NU tetap kompak dan terus menjadi perekat persatuan umat beragama di Indonesia. Dengan kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru, sinergi antara pemerintah dan NU akan terus diperkuat demi kemajuan Kota Kediri,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan komitmen seluruh elemen dalam membangun kedamaian serta kesejahteraan masyarakat Kota Kediri.
Wakapolres Kediri Kota, Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., yang hadir mewakili Kapolres Kediri Kota, menyampaikan bahwa Polri selalu siap mendukung setiap kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi NU yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Semoga NU terus maju dan berkontribusi untuk bangsa,” pungkasnya. (res/an)
Peristiwa
Tiga Pilar Pesantren Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang Muktamar NU Ke-35 di Jombang
Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berbagai elemen masyarakat mulai menyampaikan dukungan dan doa agar agenda besar organisasi keagamaan tersebut berjalan lancar.
Di Kota Kediri, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren bersama tiga pilar memasang banner ucapan selamat dan sukses pelaksanaan Muktamar NU di halaman Masjid Besar Al Falah, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, pada Jumat (29/8/2026).
Pemasangan banner tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral terhadap pelaksanaan Muktamar NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 14-18 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto bersama unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan pemasangan banner sebagai bagian dari upaya menjaga suasana kondusif serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan penghormatan terhadap pelaksanaan Muktamar NU sebagai forum penting bagi perjalanan organisasi dan kemaslahatan umat,” ujar Aiptu Siswanto.
Menurutnya, keberadaan tempat ibadah seperti Masjid Besar Al Falah juga menjadi ruang yang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kebersamaan dan menjaga hubungan harmonis antarwarga.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan, kegiatan yang melibatkan unsur tiga pilar merupakan bagian dari pendekatan kemasyarakatan dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang rukun dan kondusif,” kata Kompol Siswandi.
Pemasangan banner tersebut disaksikan oleh jamaah Masjid Besar Al Falah. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan menjadi bagian dari dukungan masyarakat Kota Kediri terhadap pelaksanaan Muktamar NU 2026. (res/an)
Peristiwa
Sinergi Tiga Pilar Pesantren Kota Kediri Kawal Kegiatan Sosial, 700 Porsi Makan Dibagikan untuk Jamaah
Kediriselaludihati.com – Semangat berbagi kepada masyarakat kembali mewarnai suasana Jumat di Masjid Besar Al Falah, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Melalui kegiatan Jumat Berkah, Yayasan Berkah Sholawat/YAM membagikan sekitar 700 porsi makan siang gratis kepada jamaah dan masyarakat yang hadir, pada Jumat (29/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut mendapat pemantauan dan pengamanan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto bersama unsur tiga pilar Kelurahan Pesantren serta piket fungsi Polsek Pesantren.
Pembagian makanan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung motto “Maksiat Minggat, Kambing Domba Sehati” sebagai bagian dari pesan kebersamaan dan kepedulian sosial.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto mengatakan, kehadiran aparat dalam kegiatan masyarakat bertujuan memberikan rasa nyaman sekaligus memastikan kegiatan sosial berjalan tertib.
“Kami bersama tiga pilar hadir untuk mendukung kegiatan positif masyarakat serta menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain jamaah Masjid Besar Al Falah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, dan berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat perlu terus didukung karena menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan warga.
“Kegiatan positif seperti ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian antarwarga,” kata Kompol Siswandi.
Kegiatan Jumat Berkah tersebut berlangsung di Masjid Besar Al Falah Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dengan diikuti jamaah masjid dan masyarakat sekitar. (res/an)
Peristiwa
Sinergi Tiga Pilar Desa Sidomulyo Kediri Perkuat Pencegahan Stunting Melalui Musyawarah Desa
Kediriselaludihati.com – Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping masyarakat, dan unsur keamanan. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, berbagai pihak menggelar Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026 sebagai forum untuk membahas persoalan kesehatan masyarakat secara partisipatif.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (28/8/2026) di Balai Desa Sidomulyo tersebut dihadiri unsur tiga pilar desa, perangkat desa, kader kesehatan, serta sejumlah pihak terkait bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo Bripka Adhityatama Kurniawan bersama Babinsa dan pemerintah desa turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting.
Dalam forum tersebut, peserta melakukan musyawarah untuk menggali berbagai persoalan yang menjadi faktor penyebab stunting di wilayah Desa Sidomulyo. Selain itu, sejumlah usulan masyarakat juga dihimpun sebagai bahan penyusunan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Kepala Desa Sidomulyo Damam Hidayat mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah desa tetapi juga keluarga dan masyarakat.
“Permasalahan stunting harus ditangani bersama dengan melihat akar persoalannya, mulai dari pola asuh, kesehatan ibu dan anak, hingga pemenuhan kebutuhan gizi,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo Bripka Adhityatama Kurniawan menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial masyarakat merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga.
“Kami hadir untuk mendukung kegiatan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui sinergi bersama pemerintah desa dan unsur terkait,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sidomulyo Damam Hidayat, Bhabinkamtibmas Bripka Adhityatama Kurniawan, Babinsa Serka Endro Sutanto, Bidan Desa Sidomulyo Erni, Koordinator PLKB Kecamatan Semen Untari, perwakilan Puskesmas Semen Cintya, perwakilan BPD Desa Sidomulyo, pendamping kecamatan dan desa, perangkat desa, serta kader kesehatan.
Melalui forum rembug stunting ini, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat menyusun langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan stunting sehingga kualitas kesehatan generasi mendatang dapat terus ditingkatkan. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
