Connect with us

Peristiwa

Operasi di depan Mako Mapolsek, Ini Sasaran Polsek Banyakan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Banyakan melaksanakan ops yustisi penegakan disiplin prokes . Operasi yustisi dalam mendukung pelaksanaan PPKM level 1 polsek Banyakan, Jumat 28 Januari 2022.

Lokasi / sasaran     di Jalan Raya Panglima Sudirman depan Mapolsek Banyakan, Kecamatan  Banyakan Kediri.. Sasaran warga yang tidak prokes / tidak memakai masker dan memberikan masker.

Adapun hasil ops yustisi pelanggar protokol kesehatan terdiri dari   tegoran lisan.      4 orang, membagikan masker    9 .

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolsek Banyakan  AKP WAHANA, S.H. (res|aro)

Continue Reading

Inspirasi

Temui Pengurus PDM Kota Kediri, AKBP Wisnu Ajak Tokoh Agama Bersama Cegah Konflik Sosial

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak tokoh agama memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian untuk menjaga kerukunan serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat AKBP Wisnu bersilaturahmi dengan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung pukul 11.20 hingga 12.30 WIB itu menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota membangun hubungan dengan organisasi keagamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kedatangan AKBP Wisnu bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota disambut Ketua PDM Kota Kediri K.H. Achmad Khoiruddin, M.Pd.I., beserta jajaran pengurus Muhammadiyah.

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kota Kediri.

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, sekaligus menjadi mitra kepolisian dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial.

“Kami datang bersama pejabat utama Polres Kediri Kota untuk bersilaturahmi, memperkenalkan diri, sekaligus mempererat sinergi dengan Muhammadiyah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Wisnu.

Ia menilai hubungan yang baik antara kepolisian dan tokoh agama dapat memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

Terlebih, tokoh agama memiliki kedekatan dengan umat dan berperan dalam menyampaikan pesan-pesan persatuan, toleransi, serta kepedulian sosial.

“Silaturahmi ini merupakan bentuk penghargaan kami terhadap peran para ulama. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mencegah potensi konflik serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” kata AKBP Wisnu.

Menurutnya, menjaga situasi Kota Kediri agar tetap aman, damai, dan religius bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.
Keterlibatan organisasi masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen warga diperlukan agar persoalan yang muncul dapat diidentifikasi lebih awal dan diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Wisnu juga memperkenalkan layanan kepolisian 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan mengenai gangguan keamanan dan ketertiban.

Ia mengingatkan bahwa layanan tersebut dapat diakses masyarakat ketika membutuhkan bantuan kepolisian.

“Apabila masyarakat mengetahui atau mengalami gangguan kamtibmas, silakan memanfaatkan layanan polisi 110. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh anggota kami agar dapat segera dilakukan penanganan di lokasi,” ujarnya.

Kapolres berharap informasi mengenai layanan tersebut dapat turut disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dan jaringan komunikasi organisasi keagamaan.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Kediri K.H. Achmad Khoiruddin menyambut baik kunjungan Kapolres Kediri Kota beserta rombongan.

Ia menyampaikan komitmen Muhammadiyah untuk mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan organisasi keagamaan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis.

Muhammadiyah, melalui berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, memiliki ruang untuk turut menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan ketenteraman lingkungan.

Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan pengurus Muhammadiyah, terutama dalam menyikapi persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kunjungan itu, AKBP Wisnu didampingi Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, Kasat Intelkam AKP Sulaksono, serta Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri.

Sementara dari PDM Kota Kediri hadir Sekretaris Dwi Hari Winarno, Bendahara Yahya Asy’ari, Yudi Karyanto, serta sejumlah pengurus lainnya.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dilanjutkan dengan doa bersama, ramah tamah, serta foto bersama.

Melalui pertemuan tersebut, Polres Kediri Kota berharap komunikasi dengan organisasi keagamaan semakin terbuka sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani melalui kerja sama dan pendekatan yang mengedepankan dialog.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan menempatkan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra dalam menjaga kerukunan serta keamanan Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Lewat Program Poliran, Kapolres Kediri Kota Dorong 105 Bhabinkamtibmas Bantu Warga Tingkatkan Keterampilan Kerja

Published

on

Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota berupaya membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki kerja sama dengan lembaga pelatihan keterampilan untuk membuka peluang peningkatan kemampuan kerja bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., saat mengunjungi Neptune Cruise, lembaga pelatihan perhotelan, kapal pesiar, dan kewirausahaan di Jalan Hasyim Ashari Nomor 49, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB itu merupakan bagian dari program Quick Wins 100 hari Kapolri melalui kegiatan Polisi Peduli Pengangguran.

AKBP Wisnu mengatakan, kepolisian ingin mengambil peran dalam membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan peluang mereka memasuki dunia kerja.

“Kami datang ke sini untuk menindaklanjuti arahan Kapolri terkait program Quick Wins 100 hari, salah satunya Polisi Peduli Pengangguran. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi pengangguran di Kota Kediri,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, upaya pencegahan gangguan kamtibmas perlu dibarengi dengan perhatian terhadap persoalan sosial, termasuk keterbatasan akses masyarakat terhadap pekerjaan dan keterampilan.

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto serta sejumlah pejabat Polres Kediri Kota.

Rombongan diterima Direktur Neptune Cruise M. Nabil Ronardi, perwakilan agen kapal pesiar dan hotel luar negeri Lalu Zulkifli, perwakilan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Irsyad, serta jajaran staf lembaga pelatihan tersebut.

Direktur Neptune Cruise M. Nabil Ronardi menjelaskan bahwa lembaganya didirikan oleh H. Koesworo dan kini dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Menurut Nabil, Neptune Cruise menerima sekitar 200 peserta pelatihan setiap tahun, dengan periode penerimaan siswa baru pada Januari dan Juni.

Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari Kediri dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Jawa, termasuk Riau dan Kalimantan.

“Setiap tahun kami menerima sekitar 200 siswa. Mereka tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari luar kota hingga luar Jawa,” kata Nabil.

Ia menjelaskan bahwa Neptune Cruise berfokus pada pembekalan keterampilan, terutama untuk kebutuhan industri perhotelan dan kapal pesiar.

Nabil menegaskan bahwa lembaganya bukan perusahaan penyalur tenaga kerja, melainkan lembaga pendidikan dan pelatihan yang mempersiapkan kemampuan peserta sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami bukan lembaga penyalur tenaga kerja. Kami mempersiapkan keterampilan dan keahlian para siswa agar memiliki bekal untuk bekerja, khususnya di bidang perhotelan dan kapal pesiar,” ujarnya.

Selain memberikan pelatihan, Neptune Cruise juga membantu alumni memperoleh informasi dan akses menuju peluang kerja, termasuk di sektor perhotelan dan kapal pesiar luar negeri.

Nabil menyebut sejumlah alumninya telah bekerja di industri perhotelan, termasuk sebagai resepsionis dan tenaga dapur atau chef.

Lembaga tersebut juga pernah bekerja sama dengan lembaga pendidikan di Kampung Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa asing peserta pelatihan.

Ke depan, Neptune Cruise merencanakan pengembangan program Desa Talenta pada 2027 untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di desa-desa sekitar.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan keterampilan, tidak hanya bagi peserta dari luar daerah, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitar lembaga.

Menanggapi paparan tersebut, AKBP Wisnu melihat adanya peluang untuk menghubungkan masyarakat yang belum bekerja dengan lembaga pelatihan keterampilan.

Ia menyebut Polres Kediri Kota memiliki 105 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa dan kelurahan dalam wilayah hukumnya.

Keberadaan para Bhabinkamtibmas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelatihan kerja dan memberikan informasi mengenai lembaga pendidikan keterampilan yang tersedia.

“Kami memiliki 105 personel Bhabinkamtibmas di desa dan kelurahan wilayah hukum Polres Kediri Kota. Mereka bisa diberdayakan untuk mendata dan membantu warga yang belum bekerja agar mendapatkan informasi serta kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan seperti di Neptune,” kata AKBP Wisnu.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan berbagai pihak yang memiliki program pemberdayaan.

Meski demikian, pelaksanaan pendataan dan fasilitasi pelatihan tetap memerlukan koordinasi lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan calon peserta dan kapasitas lembaga pelatihan.

AKBP Wisnu juga membuka ruang masukan dari lembaga pelatihan maupun pelaku usaha mengenai langkah yang dapat dilakukan kepolisian dalam mendukung penanganan pengangguran.

“Jika ada saran dan masukan terkait penanganan pengangguran di Kota Kediri, silakan disampaikan kepada kami. Kami akan berupaya membantu semaksimal mungkin agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres bersama rombongan juga meninjau sarana dan prasarana pelatihan di Neptune Cruise untuk melihat fasilitas yang digunakan dalam pembekalan keterampilan peserta.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan sinergi antara kepolisian dan lembaga pelatihan kerja melalui program Poliran.

Melalui pendekatan tersebut, Polres Kediri Kota berharap dapat memperluas peran kepolisian dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga dengan membantu menghubungkan warga kepada peluang pengembangan keterampilan.
Program Polisi Peduli Pengangguran sekaligus menjadi bagian dari implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan menempatkan persoalan sosial dan kebutuhan warga sebagai perhatian bersama. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Sasar Pengunjung Pusat Perbelanjaan, Polisi Bagikan Brosur Keselamatan Berlalu Lintas di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota memperluas sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mendatangi kawasan pusat perbelanjaan. Kali ini, petugas membagikan brosur keselamatan berlalu lintas di Samudra Supermarket Dhoho Plaza, Jalan PB Sudirman, Kota Kediri, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan informasi mengenai sembilan sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian kepolisian selama operasi berlangsung.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan agar masyarakat semakin memahami aturan lalu lintas dan risiko kecelakaan akibat perilaku berkendara yang tidak tertib.

“Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kami mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga di tempat-tempat aktivitas masyarakat agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak orang,” ujar AKP Septia.

Sembilan sasaran pelanggaran yang disosialisasikan meliputi penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) tidak sesuai standar, melawan arus lalu lintas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta menggunakan helm yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

Menurut AKP Septia, sejumlah pelanggaran tersebut memiliki potensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengetahui jenis pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, tetapi juga memahami pentingnya mengubah kebiasaan berkendara.

“Jangan menggunakan ponsel ketika mengemudi, hindari melawan arus, dan selalu gunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Kami juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai kendaraan bermotor,” katanya.

Pembagian brosur di kawasan Dhoho Plaza menjadi kelanjutan dari kegiatan edukasi yang sebelumnya dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota pada Selasa (27/10/2026).

Selain sosialisasi, pada Rabu (28/10/2026) Satlantas juga melaksanakan patroli preventif di sejumlah persimpangan, antara lain kawasan Jembatan Brawijaya, Jalan Veteran, Bandar Ngalim, dan Alun-Alun Kota Kediri.

Patroli dan pembagian brosur tersebut merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Kehadiran petugas di jalan ditujukan untuk mencegah pelanggaran, sementara sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

AKP Septia menegaskan bahwa tujuan utama operasi adalah membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib, bukan sekadar meningkatkan jumlah penindakan.

“Harapan kami, masyarakat tetap disiplin meskipun Operasi Patuh Semeru telah berakhir. Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebiasaan setiap hari karena satu pelanggaran dapat menimbulkan risiko bagi banyak orang,” ujarnya.

Satlantas Polres Kediri Kota mengimbau seluruh pengguna jalan untuk memeriksa kelengkapan kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan sebelum melakukan perjalanan. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page