Peristiwa
Operasi di depan Mako Mapolsek, Ini Sasaran Polsek Banyakan
Kediriselaludihati.com – Polsek Banyakan melaksanakan ops yustisi penegakan disiplin prokes . Operasi yustisi dalam mendukung pelaksanaan PPKM level 1 polsek Banyakan, Jumat 28 Januari 2022.
Lokasi / sasaran di Jalan Raya Panglima Sudirman depan Mapolsek Banyakan, Kecamatan Banyakan Kediri.. Sasaran warga yang tidak prokes / tidak memakai masker dan memberikan masker.
Adapun hasil ops yustisi pelanggar protokol kesehatan terdiri dari tegoran lisan. 4 orang, membagikan masker 9 .
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolsek Banyakan AKP WAHANA, S.H. (res|aro)
Peristiwa
Silaturahmi dengan PSHT Kota Kediri, AKBP Wisnu Bahas Pembinaan Generasi Muda hingga Ancaman Hoaks dan Judi Online
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengajak organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Kota Kediri memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran pengurus PSHT di Padepokan PSHT Pusat Madiun Cabang Kota Kediri, pada Rabu (21/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB itu juga membahas penguatan komunikasi antara kepolisian dan organisasi pencak silat, pembinaan karakter generasi muda, serta upaya mencegah persoalan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
AKBP Wisnu hadir bersama Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko dan sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota.
Kedatangan rombongan kepolisian disambut Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Kota Kediri Agung Sediana bersama Ketua Dewan Cabang Jusup Supanudju dan jajaran pengurus organisasi.
Dalam sambutannya, Agung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Kediri Kota beserta jajarannya.
Menurut Agung, komunikasi yang selama ini terjalin antara PSHT dan kepolisian menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan dorongan kepada seluruh pengurus dan anggota PSHT untuk terus membangun hubungan yang baik dengan Polres Kediri Kota.
“Kami berharap dengan kedatangan Bapak Kapolres bersama jajarannya dapat memberikan semangat bagi kami untuk selalu bersinergi dengan Polres Kediri Kota,” kata Agung.
Sementara itu, AKBP Wisnu menyampaikan terima kasih atas sambutan pengurus PSHT Pusat Madiun Cabang Kota Kediri.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk organisasi pencak silat.
“Kami berharap dengan Polri bersama masyarakat, kita bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Kota Kediri,” kata AKBP Wisnu.
Menurutnya, organisasi pencak silat memiliki jaringan anggota dan kegiatan yang dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang aman dan tertib.
Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan pengurus perguruan silat perlu terus dijaga agar berbagai persoalan dapat dibicarakan secara terbuka.
AKBP Wisnu juga meminta masukan dari pengurus dan anggota PSHT mengenai situasi keamanan maupun bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.
“Kami juga meminta masukan dari semua warga PSHT dengan harapan dapat membangun komunikasi dan sinergitas,” ujarnya.
Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat diperkuat melalui keterlibatan anggota PSHT dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Semoga niat baik kami dapat diterima dan kami meminta dukungan semua warga PSHT untuk ikut menjaga Kota Kediri,” kata AKBP Wisnu.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan organisasi masyarakat yang memiliki basis keanggotaan di wilayah Kota Kediri.
Selain membahas keamanan, pertemuan juga diarahkan pada peluang kerja sama dalam pembinaan mental dan karakter generasi muda melalui kegiatan pencak silat.
Pencak silat tidak hanya berkaitan dengan keterampilan bela diri, tetapi juga memiliki unsur pendidikan kedisiplinan, pengendalian diri, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota, terutama generasi muda yang mengikuti kegiatan perguruan silat.
Melalui komunikasi antara kepolisian dan pengurus organisasi, pembinaan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga hubungan yang baik antarkelompok masyarakat.
Kepala Bagian Operasi Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi dalam kesempatan itu turut mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi.
Menurutnya, PSHT merupakan salah satu organisasi pencak silat besar yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas anggotanya tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“PSHT adalah organisasi pencak silat yang besar. Saya berharap dapat menjaga nama baik organisasi dan Kota Kediri,” kata Iwan.
Ia juga mengingatkan pengurus dan anggota PSHT agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Peredaran informasi palsu atau hoaks, terutama melalui media sosial, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila diterima dan disebarkan tanpa pemeriksaan.
Karena itu, anggota organisasi diharapkan lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang berkaitan dengan kegiatan perguruan maupun persoalan sosial di masyarakat.
“Kami berharap setiap ada acara ataupun kejadian agar tidak terprovokasi dengan berita hoaks,” ujar Iwan.
Peringatan tersebut menjadi salah satu perhatian kepolisian dalam membangun komunikasi dengan organisasi pencak silat.
Informasi yang tidak terverifikasi dapat memengaruhi hubungan antarkelompok apabila ditanggapi secara emosional atau disebarkan tanpa memastikan fakta yang sebenarnya.
Selain persoalan hoaks, kepolisian juga menyoroti ancaman pinjaman online dan perjudian daring.
Dalam pertemuan tersebut, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota mengingatkan anggota PSHT agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat menimbulkan persoalan keuangan maupun hukum.
“Kami mengingatkan jangan sampai tergiur dengan pinjaman online atau judi online,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Imbauan itu disertai ajakan kepada seluruh anggota organisasi untuk menjaga situasi Kota Kediri tetap kondusif.
Persoalan pinjaman online, terutama layanan ilegal, dan perjudian daring menjadi perhatian karena dapat menimbulkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Melalui komunikasi dengan organisasi pencak silat, kepolisian berupaya memperluas penyampaian pesan pencegahan agar dapat diteruskan kepada anggota di tingkat ranting.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus PSHT Pusat Madiun Cabang Kota Kediri yang membidangi organisasi, teknik, pemberdayaan anggota, hubungan antarlembaga, kerohanian, hingga pengamanan internal.
Di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi Bambang Sutopo, Wakil Ketua Bidang Teknik Suwarto, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Anggota Achmad Fathoni, serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga dan Kominfo Hari Puryanto.
Hadir pula Sekretaris Cabang Duwi Purwantoro, Sekretaris I Suhardi, anggota Dewan Cabang Siswoto, serta pengurus bidang kerohanian Supriadi.
Dari unsur pengamanan internal organisasi hadir Ketua Pengaman Terate (Pamter) Supriyadi.
Sejumlah pengurus ranting juga mengikuti pertemuan, yakni Ketua Ranting Pesantren Combat Dirgantara, Ketua Ranting Kota Sahru Munir, dan Ketua Ranting Mojoroto Mifatkhul Ulum.
Selain itu, hadir pengurus bidang hubungan masyarakat Irvan Kholis dan perwakilan Lembaga Hukum dan Advokasi Eko Budiono.
Sementara dari jajaran Polres Kediri Kota, turut hadir Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, dan Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata.
Kehadiran sejumlah pejabat kepolisian dan pengurus organisasi tersebut membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat dan pembinaan anggota perguruan silat.
Dalam pertemuan itu, kepolisian juga menyampaikan rencana membangun sinergi antara program kerja Polri dan kegiatan PSHT di Kota Kediri pada periode mendatang.
Namun, belum dijelaskan secara terperinci bentuk kegiatan bersama, jadwal pelaksanaan, maupun kesepakatan khusus yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Dengan demikian, silaturahmi tersebut menjadi tahap komunikasi dan penjajakan kerja sama antara kedua pihak.
Bagi kepolisian, hubungan dengan organisasi pencak silat menjadi salah satu bagian dari pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban tanpa mengabaikan peran pembinaan yang dijalankan organisasi.
Sementara bagi PSHT, komunikasi dengan kepolisian dapat menjadi sarana koordinasi ketika menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan anggota maupun masyarakat luas.
Pertemuan ditutup dengan foto bersama sekitar pukul 21.00 WIB.
Seluruh rangkaian silaturahmi Kapolres Kediri Kota dengan pengurus PSHT Pusat Madiun Cabang Kota Kediri berlangsung aman dan kondusif. (res/an)
Peristiwa
Siswa SD dan SMP IIS PSM Kediri Ikuti Pawai Hari Santri, Polisi dan TNI Turut Jaga Keamanan
Kediriselaludihati.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kediri berlangsung melalui kegiatan pawai ta’aruf yang melibatkan pelajar SD dan SMP IIS PSM Kediri di Dusun Gringging, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengambil titik keberangkatan dan berakhir di halaman SMP IIS PSM Kediri.
Pawai ta’aruf menjadi bagian dari kegiatan sekolah dalam memperingati Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tradisi pendidikan Islam kepada para pelajar.
Kepala SMP IIS PSM Kediri A. Aziz hadir bersama jajaran guru dan siswa dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah guru dari jenjang SD dan SMP IIS turut mendampingi para pelajar selama pelaksanaan pawai.
Untuk menjaga kelancaran kegiatan, Bhabinkamtibmas Desa Grogol Aipda Imam Sugiat bersama Babinsa Serka Ali Mustofa melakukan pemantauan dan pengamanan.
Kehadiran kedua petugas tersebut merupakan bagian dari koordinasi kewilayahan dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya aktivitas pendidikan yang melibatkan anak-anak.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan sejak dimulainya pawai untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman.
“Kami mendukung kegiatan positif yang diselenggarakan lembaga pendidikan dalam memperingati Hari Santri. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa bertujuan membantu menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan, terutama karena pawai melibatkan para pelajar,” kata AKP Andang.
Peringatan Hari Santri memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, khususnya peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Dalam perkembangannya, peringatan Hari Santri tidak hanya diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat.
Pawai ta’aruf menjadi salah satu bentuk kegiatan yang digunakan untuk memeriahkan peringatan tersebut sekaligus memperkuat pengalaman kebersamaan di kalangan pelajar.
Di SMP IIS PSM Kediri, keterlibatan siswa dari dua jenjang pendidikan memperlihatkan bahwa peringatan Hari Santri juga menjadi bagian dari kegiatan pendidikan di sekolah.
Selain memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, pawai tersebut menjadi kesempatan bagi guru dan peserta didik untuk mengikuti peringatan secara bersama-sama.
Sementara itu, keterlibatan Bhabinkamtibmas dan Babinsa diarahkan pada pemeliharaan keamanan serta pemantauan situasi selama kegiatan berlangsung.
“Semangat Hari Santri dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus belajar, menjaga persatuan, dan menghormati sesama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung dengan tertib serta memberikan pengalaman yang baik bagi para pelajar,” ungkap Kapolsek Grogol.
Meski demikian, laporan kegiatan belum merinci jumlah peserta pawai maupun rute jalan yang dilalui dari titik keberangkatan hingga kembali ke halaman sekolah.
Tidak terdapat pula laporan mengenai gangguan keamanan atau kejadian yang menghambat pelaksanaan kegiatan.
Kapolsek Grogol melaporkan bahwa pawai ta’aruf Hari Santri 2026 di SMP IIS PSM Kediri berlangsung tertib, lancar, dan aman.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi lembaga pendidikan di Kecamatan Grogol dalam memperingati Hari Santri Nasional sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah. (res/an).
Peristiwa
Sekitar 400 Suporter PSS Sleman Tiba di Kediri, Polisi Perketat Pemeriksaan Penonton Jelang Pertandingan
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 593 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pertandingan Persik Kediri melawan PSS Sleman dalam kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Kamis (22/10/2026).
Pengamanan diperkuat menyusul kedatangan sekitar 400 pendukung PSS Sleman yang dilaporkan telah berada di kawasan stadion menjelang pertandingan.
Polres Kediri Kota bersama unsur TNI, Brimob, dan sejumlah instansi terkait menempatkan personel di berbagai titik, terutama akses masuk stadion dan kawasan sekitarnya.
Kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi akibat tingginya antusiasme suporter sebelum maupun setelah pertandingan.
Persiapan pengamanan diawali dengan tactical floor game (TFG) atau simulasi taktis penempatan personel pada pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan apel kesiapan pengamanan pada pukul 13.30 WIB yang dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.
Dalam arahannya, Kompol Iwan meminta seluruh personel menjalankan tugas sesuai pembagian wilayah pengamanan yang telah ditentukan.
Pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton menjadi salah satu perhatian utama untuk mencegah masuknya minuman keras dan senjata tajam ke area pertandingan.
“Laksanakan pemeriksaan secara profesional. Jangan sampai penonton yang hadir membawa miras ataupun senjata tajam,” kata Kompol Iwan saat memberikan arahan kepada personel pengamanan.
Menurutnya, langkah pencegahan telah dilakukan sebelum pertandingan, termasuk pemeriksaan barang bawaan suporter dan penempatan petugas di pintu masuk stadion.
Ia mengingatkan setiap perwira pengendali agar memastikan anggotanya berada di lokasi penugasan masing-masing dan menjalankan pengamanan secara bertanggung jawab.
“Kami minta keseriusannya dalam pengamanan kali ini. Perwira pengendali harus bertanggung jawab terhadap anggotanya sesuai dengan lokasi penempatan serta melaksanakan pengamanan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Pengamanan pertandingan sepak bola tersebut mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
Sesuai pembagian zona pengamanan, petugas steward bertanggung jawab terhadap pengamanan di area dalam stadion atau ring satu.
Sementara itu, personel TNI dan Polri ditempatkan di ring dua untuk mendukung pengamanan di kawasan luar area pertandingan.
Personel TNI dan Polri baru memberikan bantuan ke area dalam apabila dibutuhkan oleh petugas steward sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.
“Untuk anggota TNI-Polri berada di ring dua. Apabila tim steward membutuhkan bantuan, anggota TNI-Polri baru membantu ke dalam untuk mengamankan,” kata Kompol Iwan.
Pembagian tugas tersebut dimaksudkan agar pengamanan pertandingan berjalan sesuai kewenangan masing-masing unsur, sekaligus menjaga keselamatan penonton dan kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Selain pengamanan di pintu masuk, aparat juga mengantisipasi pergerakan suporter di sekitar stadion.
Kedatangan sekitar 400 pendukung PSS Sleman menjadi salah satu perhatian dalam pengaturan pengamanan, terutama untuk memastikan mobilitas penonton berlangsung tertib.
Kompol Iwan menegaskan bahwa kondisi pertandingan Persik Kediri di Stadion Brawijaya selama ini relatif kondusif. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat petugas mengurangi kewaspadaan.
“Selama ini pertandingan Persik Kediri di Stadion Brawijaya berjalan kondusif dan aman. Akan tetapi, kita harus tetap fokus pada pengamanan, jangan sampai terlena,” ujarnya.
Ia juga meminta personel mengantisipasi euforia suporter yang berpotensi muncul sebelum dan sesudah pertandingan.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada berlangsungnya pertandingan, tetapi juga situasi di sekitar stadion ketika penonton datang maupun meninggalkan lokasi.
Berdasarkan laporan kesiapan pengamanan, sebanyak 259 personel berasal dari Polres Kediri Kota dan polsek jajaran.
Sementara itu, personel bantuan pengamanan melibatkan satuan Brimob, Kodim 0809/Kediri, Brigif 16/Wira Yudha, Yonif 521/Dadaha Yudha, Denpom, Polres Kediri, dan Polres Tulungagung.
Rincian personel bantuan yang disebutkan dalam laporan meliputi 100 anggota Brimob, masing-masing 25 personel dari Kodim 0809, Brigif 16, dan Yonif 521, empat personel Denpom, 60 anggota Polres Kediri, serta 25 anggota Polres Tulungagung.
Selain unsur TNI dan Polri, pengamanan juga melibatkan petugas dari Satpol PP, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.
Sebanyak 95 petugas steward dan pemeriksa badan juga disiapkan untuk mendukung pengaturan penonton serta pemeriksaan di akses masuk stadion.
Petugas kesehatan dan pemadam kebakaran turut disiagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan keadaan darurat selama pertandingan.
Dalam apel tersebut hadir pula perwakilan unsur penyelenggara pertandingan, termasuk LOC Chairman Tri Widodo, serta para perwira pengendali dari satuan yang terlibat.
Meski demikian, terdapat perbedaan antara angka total personel gabungan dan penjumlahan beberapa rincian satuan dalam laporan pengamanan. Angka 593 personel merupakan jumlah yang disebutkan sebagai kekuatan gabungan utama, sedangkan rincian unsur bantuan dan petugas pendukung masih memerlukan pencocokan lebih lanjut.
Kompol Iwan mengatakan, seluruh personel akan mengikuti konsolidasi dan evaluasi setelah pelaksanaan pengamanan pertandingan selesai.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui pelaksanaan tugas di lapangan dan memastikan setiap perkembangan selama pertandingan dapat menjadi bahan perbaikan pengamanan berikutnya.
Apel kesiapan yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri, selesai sekitar pukul 13.50 WIB.
Hingga apel berakhir, situasi di kawasan stadion dilaporkan aman dan kondusif. Kondisi selama pertandingan maupun setelah penonton meninggalkan stadion belum tercakup dalam laporan tersebut. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
