Connect with us

Uncategorized

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Propam Polres Kediri Kota Gelar Gaktibplin

Published

on

Sipropam Polres Kediri Kota menggelar penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) sekaligus pemeriksaan kelengkapan kendaraan bagi seluruh anggota. Setiap anggota yang memasuki ksatrian Mapolres Kediri Kota dihentikan untuk kemudian diperiksa satu persatu. Kamis (29/1)

Selain kelengkapan kendaraan sesuai spesifikasi teknis, petugas Sipropam juga mengecek kelengkapan administrasi seperti KTA, SIM, STNK, surat Senpi maupun kelengkapan lainnya. Selain itu, juga memeriksa sikap tampang, mulai dari rambut, jambang, hingga seragam sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasipropam Iptu Bambang Heri Muljono, S.H, menegaskan, kegiatan Gaktibplin yang dilakukan secara mendadak ini merupakan rangkaian dari kegiatan mendukung Operasi Patuh Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari sejak tanggal 26 Oktober 2026 kemarin sekaligus mendukung program Kapolri.

“Iya betul. Jadi Operasi Patuh Semeru ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga bagi anggota Kepolisian sendiri. Sebelum menertibkan orang lain, harus tertib ke dalam terlebih dahulu.” Ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, sama halnya seperti masyarakat pada umumnya, jika ditemukan anggota yang melanggar akan diberikan tindakatan tegas berupa tilang, bahkan diberikan sanksi teguran maupun hukuman tambahan lainnya.

Lebih lanjut Iptu Bambang mengatakan, dalam Operasi Patuh Semeru 2026, jajaran sipropam bertindak sebagai pengawas dan menjalankan fungsi kontrol agar operasi berjalan sesuai dengan relnya sehingga bisa mencapai hasil yang optimal.

“Dari pemeriksaan dan pengecekan hari ini, semua dalam kondisi lengkap. Gaktibplin akan terus kita lakukan setiap saat untuk menjaga kedisiplinan dan integritas anggota.” Pungkasnya.

Continue Reading

Uncategorized

Kapolri Terima Kunjungan Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika

Published

on

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama internasional dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya jaringan kejahatan lintas negara. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Public Security/MPS) di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi kedua negara dalam mengungkap jaringan narkotika internasional. Salah satu hasil kerja sama yang dibahas adalah pengungkapan laboratorium gelap atau clandestine laboratory sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton sabu dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.

Kapolri menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta dukungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC).

“Kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC), sekaligus juga Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendali Narkotik Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Tentunya dalam rangka menjalin kerja sama yang sudah kita lakukan beberapa waktu sehingga dapat mengungkap sebuah jaringan besar clandestine lab di Provinsi Aceh,” ujar Kapolri.

Ia menegaskan, Polri akan terus meningkatkan kolaborasi dengan mitra internasional untuk memutus jaringan peredaran narkotika, termasuk menelusuri pihak-pihak yang berperan sebagai pendana dan pendukung operasional jaringan tersebut.

“Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia. Untuk itu, kami, Pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia,” tegasnya.

Kapolri menambahkan, pengembangan perkara laboratorium gelap di Aceh masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Selain itu, penyidik juga mendalami keterkaitan dengan kasus lain, termasuk pengungkapan yang melibatkan sebuah kapal di wilayah Medan dan seorang warga Malaysia yang diduga berkaitan dengan kepemilikan kapal tersebut.

“Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Dan kami saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang ada di Aceh ini terhadap para pendukung, para pendana, dan juga kaitan dengan jaringan yang satu lagi yang di Medan,” ungkap Kapolri.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus di Aceh merupakan hasil kerja sama penegakan hukum lintas negara yang melibatkan Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.

Ia menjelaskan, otoritas Tiongkok sebelumnya telah melakukan penyelidikan intensif selama sekitar satu tahun terhadap kelompok kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” kata Lan Weihong.

Menurutnya, koordinasi dan pertukaran informasi intelijen antarnegara menjadi bagian penting dalam mengungkap jaringan tersebut. Dalam pengungkapan yang dilakukan pada 21 Oktober 2026, pihak Indonesia menangkap 11 tersangka dan menyita 1,2 ton sabu dari laboratorium gelap di Aceh. Sementara itu, otoritas Tiongkok menangkap tujuh orang yang diduga terkait dengan jaringan tersebut di wilayahnya.

Lan Weihong mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara aparat penegak hukum ketiga negara. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan operasi bersama dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memiliki jaringan lintas yurisdiksi.

“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam pemberantasan narkotika dapat terus ditingkatkan, terutama melalui pertukaran informasi intelijen dan kolaborasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan penyelundupan lintas negara.

Pertemuan bilateral ini menegaskan pentingnya sinergi internasional dalam menghadapi kejahatan narkotika yang semakin kompleks. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, Polri bersama mitra penegak hukum di negara lain berkomitmen mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Continue Reading

Uncategorized

NNCC Tiongkok Apresiasi Polri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional di Aceh

Published

on

JAKARTA – Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC) mengapresiasi kerja sama penegakan hukum antara Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil berupa pengungkapan laboratorium gelap sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Lan Weihong menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif terhadap jaringan kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos untuk dikirim ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Informasi intelijen yang dikumpulkan kemudian dibagikan kepada otoritas Indonesia sebagai dasar penguatan kerja sama penegakan hukum.

“Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” ujar Lan Weihong.

Ia menyebut, operasi yang dilakukan pada 21 Oktober 2026 berhasil mengungkap laboratorium gelap sabu di Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, aparat Indonesia menyita 1,2 ton sabu dan menangkap 11 tersangka. Sementara itu, otoritas Tiongkok juga menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut di wilayah Tiongkok.

Lan Weihong menilai keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas negara dalam membongkar jaringan narkotika yang beroperasi melampaui batas yurisdiksi. Menurutnya, pertukaran informasi intelijen, penyelidikan profesional, dan koordinasi penegakan hukum menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan tersebut.

“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Polri berkomitmen memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas peredaran narkotika, termasuk membongkar jaringan yang berada di balik distribusi narkoba lintas negara. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan di Aceh merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga penegak hukum dengan dukungan mitra internasional.

“Yang mana beberapa waktu lalu kita telah melakukan pengungkapan secara bersama antara Polri, BNN Republik Indonesia, Bea Cukai, dan juga tentunya atas dukungan besar dari NNCC,” ujar Kapolri.

Kapolri menambahkan, pengungkapan tersebut tidak menghentikan proses penyidikan. Polri masih mengembangkan perkara untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berperan sebagai pendukung dan pendana, sekaligus mendalami kemungkinan keterkaitan dengan jaringan narkotika lainnya.

“Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Dan kami saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang ada di Aceh ini terhadap para pendukung, para pendana, dan juga kaitan dengan jaringan yang satu lagi yang di Medan,” tegasnya.

Kapolri menekankan bahwa kolaborasi dengan mitra internasional akan terus ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika yang memanfaatkan jalur lintas negara. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat Indonesia dan kawasan Asia dari ancaman peredaran gelap narkotika.

“Kami sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia,” tutup Kapolri.

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat pertukaran informasi serta kerja sama penegakan hukum dalam pemberantasan narkotika. Sinergi dengan negara mitra diharapkan dapat membantu mengungkap jaringan secara menyeluruh, mulai dari pelaku lapangan hingga pihak yang diduga mendanai dan mengendalikan operasional sindikat.

Continue Reading

Uncategorized

Gelorakan Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Kediri Kota Bagikan Brosur Operasi Patuh Semeru 2026

Published

on

Sebagai upaya preemtif dan edukatif guna menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di jalan raya, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota mengintensifkan kegiatan simpatik dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2026, Rabu (28/10)

Aksi simpatik pembagian brosur dan leaflet imbauan Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) tersebut dipusatkan di kawasan keramaian publik, yakni di Dhoho Plaza mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kehadiran anggota Satlantas di tengah pusat perbelanjaan, serta masyarakat sekitar. Petugas mendatangi satu per satu masyarakat untuk membagikan leaflet dan brosur edukasi berlalu lintas, sekaligus memberikan penjelasan humanis mengenai pentingnya mematuhi aturan berkendara.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan bahwa Operasi Patuh Semeru 2026 mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Pengendara diingatkan untuk selalu menggunakan helm standar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, serta menghindari pelanggaran melawan arus yang berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal

Langkah preventif melalui pembagian brosur ini dioptimalkan Satlantas Polres Majalengka guna menumbuhkan kesadaran kolektif para pengguna jalan, khususnya kelompok pengendara roda dua dan penyedia jasa transportasi publik, agar senantiasa mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama di jalan raya.

Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari SH menegaskan bahwa kegiatan pembagian brosur imbauan Kamseltibcarlantas merupakan wujud komitmen kepolisian dalam mengawal keselamatan masyarakat secara menyeluruh.

“Kegiatan pembagian leaflet dan brosur imbauan Kamseltibcarlantas  dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2026 ini bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui pendekatan preemtif yang humanis ini, kami ingin memastikan kesadaran berlalu lintas warga semakin meningkat sehingga situasi Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Kediri Kota senantiasa aman, lancar, tertib, dan kondusif,” tegas AKP Sundari. 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page