Connect with us

Lalu Lintas

Patroli Malam hingga Subuh, Polisi Pastikan Kamseltibcar Lantas di Kediri Kota Tetap Aman dan Lancar

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota terus meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik strategis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan kelancaran arus lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Blue Light Patrol pada Senin malam (22/6) hingga patroli Mahameru Quick Response (MQR) pada Selasa dini hari (23/6).

Kegiatan Blue Light Patrol dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB dengan menyasar kawasan Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng. Patroli menggunakan kendaraan roda empat milik Satlantas Polres Kediri Kota dipimpin Kanit Turjawali bersama personel Patwal.

Selain sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), patroli juga difokuskan untuk memantau kondisi arus lalu lintas pada jam-jam rawan aktivitas masyarakat.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H., mengatakan kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Blue Light Patrol menjadi salah satu langkah preventif yang kami lakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari,” ujarnya, Selasa (23/6).

Menurut Tutud, patroli malam hari juga menjadi sarana pemantauan situasi wilayah secara langsung sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Tidak berhenti pada patroli malam, Satlantas Polres Kediri Kota kembali menggelar kegiatan Mahameru Quick Response (MQR) pada Selasa pagi mulai pukul 06.00 WIB. Patroli menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi kamera Dash Cam tersebut menyisir sejumlah ruas jalan utama di Kota Kediri.

Rute patroli meliputi Jalan Brawijaya, Jalan KDP Slamet, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Sudanco Supriyadi, Jalan Mayjen Sungkono hingga Jalan Mayor Bismo. Jalur tersebut merupakan koridor utama yang setiap pagi dipadati aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar hingga kendaraan distribusi barang.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan kondisi lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan, pelanggaran maupun gangguan kamtibmas yang dapat menghambat kelancaran mobilitas masyarakat.

AKP Tutud menjelaskan bahwa patroli MQR merupakan bagian dari strategi pelayanan cepat kepolisian di bidang lalu lintas.

“Patroli MQR kami laksanakan secara rutin untuk memastikan situasi lalu lintas pada jam sibuk pagi hari tetap terkendali. Dengan dukungan kendaraan yang dilengkapi Dash Cam, petugas dapat melakukan pemantauan lebih optimal sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menambahkan, pengamanan lalu lintas tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kami ingin mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang aman, tertib, dan lancar. Karena itu, patroli dilakukan secara berkesinambungan mulai malam hingga pagi hari. Tujuannya agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi selama pelaksanaan Blue Light Patrol maupun patroli Mahameru Quick Response berlangsung aman dan kondusif. Arus kendaraan terpantau lancar dan tidak ditemukan gangguan menonjol yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Satlantas Polres Kediri Kota memastikan kegiatan patroli preventif akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari Sapa Malam hingga Cipta Kondisi, Polisi Jaga Arus dan Cegah Balap Liar di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar rangkaian pengamanan lalu lintas sejak Minggu (20/9/2026) petang hingga menjelang tengah malam. Personel disebar di sejumlah persimpangan dan kawasan aktivitas masyarakat untuk mengurai potensi kepadatan, kemudian dilanjutkan patroli Blue Light serta cipta kondisi guna mengantisipasi balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB melalui Sapa Malam. Personel piket staf Satlantas ditempatkan pada tujuh titik yang dinilai membutuhkan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan.

Titik tersebut meliputi depan Grand Surya, depan Kediri Town Square, Simpang Tiga Patiunus, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Panglima Polim serta Simpang Tiga sebelah selatan Rumah Sakit Bhayangkara.

Di bawah pengendalian Kanit Turjawali, personel melakukan pengaturan dan penguraian kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan pada Minggu malam.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyebut penempatan anggota dilakukan untuk menjaga pergerakan kendaraan pada sejumlah titik aktivitas masyarakat.

“Sapa Malam dilakukan melalui pengaturan dan penguraian arus untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik Kota Kediri,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 19.00 WIB, pengawasan dilanjutkan melalui Blue Light Patrol di Simpang Empat Lonceng.

Anggota Patwal Satlantas menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pemantauan arus sekaligus mengantisipasi gangguan kamtibmas. Patroli tersebut juga berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali.

Blue Light menjadi bagian dari pengawasan bergerak pada malam hari. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator sekaligus digunakan untuk menunjukkan keberadaan petugas pada ruas yang dipantau.

Menurut Septia, patroli diarahkan untuk menggabungkan pemantauan lalu lintas dengan langkah preventif terhadap gangguan keamanan di jalan.

“Blue Light dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan sasaran kegiatan.

Pengawasan kemudian berlanjut menjelang tengah malam dengan sasaran yang berbeda.

Mulai pukul 23.30 WIB, Satlantas menggelar apel cipta kondisi harkamtibmas yang dilanjutkan pengaturan dan pemantauan di Simpang Tiga Kodim Selatan serta Simpang Tiga Water Torn.

Kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat.

Personel Satlantas ditempatkan pada dua titik tersebut untuk memantau aktivitas pengguna jalan sekaligus melakukan pengaturan apabila muncul konsentrasi kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Pada malam hingga menjelang dini hari, kegiatan difokuskan untuk mengantisipasi balap liar maupun potensi konflik perguruan silat dengan tetap melakukan pengaturan dan penguraian arus,” kata Septia, merujuk pada sasaran cipta kondisi.

Tiga kegiatan dalam satu malam tersebut memiliki fokus berbeda. Sapa Malam diarahkan pada tujuh titik untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Blue Light memperkuat pengawasan di Simpang Empat Lonceng, sedangkan cipta kondisi menjelang tengah malam memberi perhatian pada balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Pola pengamanan itu membuat pengawasan lalu lintas menyesuaikan perubahan aktivitas masyarakat berdasarkan waktu. Pada petang hari perhatian diberikan pada titik keramaian dan persimpangan, sedangkan menjelang tengah malam fokus bergeser pada aktivitas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna lainnya.

Satlantas menempatkan pengaturan lalu lintas sebagai bagian dari pencegahan. Balap liar, misalnya, bukan sekadar pelanggaran lalu lintas karena penggunaan jalan untuk adu kecepatan juga dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang melintas.

Karena itu, keberadaan personel pada malam hingga menjelang dini hari diarahkan untuk mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal sekaligus menjaga ruas jalan tetap dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Ribuan Pengunjung Berpotensi Padati Mojo, Satlantas Petakan Jalur dan Kantong Parkir Teras Gubuk Fest 2

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk rangkaian Harlah Teras Gubuk ke-2 di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi di Lapangan Teras Gubuk, Senin (21/9/2026), menyusul dua agenda besar pada 26 dan 30 September 2026, termasuk pertunjukan musik yang menghadirkan Letto dan Dewa 19.

Rapat koordinasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan melibatkan Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kapolsek Mojo dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.

Pembahasan difokuskan pada pengamanan jalur, rekayasa lalu lintas, penempatan personel hingga penyiapan kantong parkir untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan selama rangkaian kegiatan.

Agenda pertama berlangsung 26 September melalui TG Riding Rihlah Wali. Rombongan dijadwalkan menempuh perjalanan dari Makam Syekh Ihsan Jampes menuju sejumlah titik sebelum kembali ke Teras Gubuk.

Rute yang disiapkan melintasi Jong Biru, Simpang Empat Semampir, Kantor Pos, Simpang Empat Nabatiyasa, Simpang Empat Lonceng, Pos Sumur Bor, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Jetis, Simpang Empat Branggahan dan Simpang Tiga JWK.

Rombongan kemudian menuju Pondok Induk untuk melaksanakan ziarah sebelum kembali ke Teras Gubuk.

Satlantas merencanakan penempatan personel pada persimpangan utama, sedangkan personel Polsek dapat ditempatkan pada titik yang lebih kecil. Panitia juga mengajukan pengawalan menggunakan dua kendaraan roda empat dan satu sepeda motor besar.

Perhatian khusus diberikan saat rombongan melakukan ziarah di Pondok Induk. Rekayasa lalu lintas direncanakan pada Simpang Tiga Indomaret dan Simpang Empat Maesan untuk menjaga pergerakan kendaraan di sekitar lokasi.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui hasil rapat koordinasi menyebut pengamanan lalu lintas dipersiapkan sejak sebelum acara karena rangkaian kegiatan menggunakan sejumlah ruas jalan.

“Anggota Satlantas diprioritaskan pada titik-titik besar, sedangkan personel Polsek dapat menempati titik yang lebih kecil. Saat kegiatan ziarah juga diperlukan rekayasa lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada hasil koordinasi tersebut.

Pengamanan lebih besar dipersiapkan untuk Ceremony TG Fest 2 pada 30 September 2026. Dua grup musik nasional, Letto dan Dewa 19, dijadwalkan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut.

Potensi meningkatnya jumlah kendaraan membuat polisi menyiapkan pengalihan arus pada dua titik. Simpang Tiga Indomaret/Bondo Yudo direncanakan dijaga empat personel, demikian pula Simpang Empat Maesan dengan empat personel.

Sementara pengamanan jalur disiapkan di Simpang Tiga Teras Gubuk, Simpang Empat Ploso Mart, Simpang Empat Ploso dan Simpang Tiga Jalan Baru. Masing-masing titik direncanakan ditempati dua personel.

Persoalan parkir turut menjadi pembahasan karena kendaraan pengunjung tidak diharapkan menumpuk di akses menuju lokasi acara.

Lahan milik warga di sekitar kawasan Teras Gubuk direncanakan menjadi kantong parkir dengan pengelolaan melibatkan Karang Taruna.

Akses jalan aspal baru dari jalan raya menuju Teras Gubuk juga harus steril dari kendaraan yang parkir maupun pedagang kaki lima. Langkah tersebut diperlukan agar jalur menuju lokasi tetap dapat digunakan untuk pergerakan kendaraan selama kegiatan.

“Area dan lahan milik warga sekitar akan dimanfaatkan sebagai kantong parkir dan dikelola Karang Taruna. Akses jalan aspal baru menuju Teras Gubuk harus dipastikan bebas dari kendaraan parkir dan pedagang kaki lima,” ujar Septia, berdasarkan hasil rapat koordinasi.

Rencana tersebut membuat pengamanan Harlah Teras Gubuk tidak hanya terpusat di lokasi pertunjukan. Polisi harus mengelola pergerakan kendaraan sejak persimpangan menuju lokasi, jalur yang digunakan rombongan Riding Rihlah Wali, titik ziarah hingga kawasan parkir.

Pemetaan sejak sembilan hari sebelum Ceremony TG Fest 2 menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan personel dan pola pengalihan arus. Rekayasa lalu lintas nantinya terutama diarahkan agar aktivitas masyarakat di sekitar Mojo tetap dapat berjalan ketika arus kendaraan menuju Teras Gubuk meningkat. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari Blue Light hingga Pengamanan Suporter Persik, Satlantas Pantau Lalu Lintas Kediri Jumat Malam

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pengawasan lalu lintas pada Jumat (18/9/2026) malam melalui dua kegiatan, yakni Blue Light Patrol di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng serta pengamanan suporter yang menyambut kedatangan pemain Persik.

Personel ditempatkan dan digerakkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus mencegah kepadatan arus akibat aktivitas suporter.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan Blue Light Patrol. Anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota menggunakan kendaraan roda empat untuk memantau kondisi lalu lintas di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng.

Patroli berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota. Dua persimpangan tersebut menjadi titik pemantauan terhadap pergerakan kendaraan sekaligus aktivitas masyarakat pada malam hari.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyebut Blue Light diarahkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus kendaraan.

“Blue Light dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan melakukan pemantauan arus lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sekitar dua jam kemudian, fokus pengamanan bergeser pada aktivitas suporter Persik Kediri.

Mulai pukul 21.00 WIB, personel Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota diterjunkan untuk mengamankan suporter yang menyambut kedatangan pemain Persik di wilayah Kota Kediri.

Kehadiran suporter menjadi perhatian petugas karena konsentrasi massa dan kendaraan berpotensi memengaruhi arus lalu lintas. Personel kemudian melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi munculnya kepadatan pada ruas yang dilalui maupun menjadi lokasi berkumpulnya suporter.

Pengamanan tersebut juga berada di bawah kendali Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.

Septia mengatakan pengamanan diarahkan pada dua aspek sekaligus, yakni menjaga aktivitas penyambutan pemain tetap terkendali dan mempertahankan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat lainnya.

“Personel melakukan pengamanan suporter yang menyambut pemain Persik, mengantisipasi gangguan kamtibmas serta memantau arus lalu lintas untuk mengurangi potensi kepadatan,” ujar Septia, berdasarkan sasaran kegiatan Satlantas.

Pengamanan tidak hanya berorientasi pada kelompok suporter. Petugas juga memperhatikan pengguna jalan lain yang tetap beraktivitas ketika penyambutan berlangsung.

Pola tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam pengamanan. Konsentrasi kendaraan pada satu kawasan dapat memengaruhi ruas di sekitarnya sehingga personel Turjawali disiapkan untuk melakukan pengaturan ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Sebelumnya pada sore hari, Persik Kediri bermain imbang 1-1 melawan Arema. Pertandingan itu juga menarik perhatian pendukung Persik di Kota Kediri, termasuk sekitar 100 orang yang mengikuti nonton bareng di wilayah Mojoroto.

Rangkaian pengamanan Jumat malam akhirnya mencakup dua karakter kegiatan berbeda. Blue Light difokuskan pada pengawasan rutin di persimpangan, sedangkan mulai pukul 21.00 WIB personel memberi perhatian pada pergerakan suporter yang menyambut pemain Persik.

Dengan pola tersebut, Satlantas menempatkan pengawasan lalu lintas sebagai bagian dari pengamanan aktivitas masyarakat, terutama ketika kegiatan yang menghadirkan banyak orang berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalan. (res/aro)

4

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page