Peristiwa
Patroli Skala Besar Tim Samapta Prima Polres Kediri Antisipasi Kerawanan JElang pemilu 2024
Dalam rangka pengamanan Pasca penetapan nomor urut Capres dan Cawapres, Polres Kediri Kota Polda Jatim terus meningkatkan kegiatan patroli malam hari sekaligus antisipasi kriminalitas 3C (curas, curat, dan curanmor) dalam rangka Cipta Kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Puluhan personel gabungan terlibat dalam kegiatan ini, yang terdiri dari Sat Samapta Prima Unit Raimas dan Backbone,Pam Obvit,serta Unit Tipiring.
Giat di mulai pukul 23.00 WIB, petugas gabungan mengikuti apel kesiapan di halaman mako Polres Kediri Kota dan lanjut pengarahan oleh Iptu Priyo Hadistyo S.H. mengenai pemetaan rute dan sasaran patroli, sebelum berangkat Apel di akhiri dengan Do’a.
Seijin Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra ,S.I.K., M.SI. Kasat Samapta Iptu Priyo Hadistyo S.H. menjelaskan jika Patroli cipta kondisi bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota tetap kondusif hingga pelaksanaan Pemilu 2024 nanti.
“Kegiatan ini sebagai langkah proaktif dalam memastikan pesta demokrasi berjalan lancar, damai, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Iptu Priyo Hadistyo S.H. pada Sabtu (18/11/2023) hingga minggu (19/11/2023) dini hari.
Pada patroli dialogis ini rute sasaran patroli adalah Area Dermaga brantas,Jalan Protokol, kantor penyelenggara pemilu dan obyek vital seperti kantor KPUD, Kantor Bawaslu dan Gudang Logistik Pemilu dan lanjut Gor Jayabaya Kota Kediri.sasaran operasi cipkon ini dengan memeriksa identitas, barang bawaan dan juga pemeriksaan badan guna mencegah adanya barang berbahaya seperti sajam dan obat-obat terlarang.sepeda motor juga tak luput dari operasi ini untuk antisipasi balap liar yang sering di lakukan anak-anak muda.selama operasi di gelar petugas juga memberi arahan kamtibmas kepada masyarakat agar sama-sama menjaga Kota Kediri agar aman kondusif, serta bila mengetahui tindak kejahatan agar tak segan menghubungi pihak kepolisian.
Dalam patroli Cipkon malam minggu ini tim SAMAPTA PRIMA juga bertemu dengan kegiatan patroli dari Polsek Mojoroto di Area Gor Jayabaya.
Ditambahkan oleh Iptu Priyo selain kantor penyelenggara pemilu, kami juga mendatangi tongkrongan anak muda, Swalayan,warung kopi dan tempat pemukiman warga juga menjadi sasaran patroli Kami agar kami bisa berinteraksi dengan masyarakat, dan berdialog tentang berbagai isu terkait dengan Pemilu 2024.
Lebih lanjut Iptu Priyo mengungkapkan jika kegiatan patroli mengutamakan pendekatan yang preventif, humanis dan penuh kepedulian untuk memahami kekhawatiran dan harapan warga seputar Pemilu.
“Langkah-langkah ini juga sebagai wujud komitmen Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pemilu,”tambahnya
Dengan upaya proaktif seperti ini, kita berharap dapat mencegah potensi konflik, membangun kepercayaan masyarakat kepada POLRI dan memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar serta sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang kuat. Ungkap Perwira Polisi dengan Dua balok Emas di pundak ini..
Selama Kegiatan Patroli skala besar satgas di bawah kendali Kasat Samapta Polres Kediri Kota Iptu Priyo Hadistyo S.H. ini berlangsung aman, tertib dan lancar.
Peristiwa
AKBP Wisnu Sambut Komandan Baru Yonif 521/Dadaha Yodha, Tegaskan Pentingnya Soliditas TNI-Polri
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri acara serah terima jabatan dan lepas sambut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 521/Dadaha Yodha di Markas Yonif 521, Kota Kediri, Sabtu (31/10/2026).
Kehadiran AKBP Wisnu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi TNI-Polri, khususnya dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kediri.
Pergantian kepemimpinan Yonif 521/Dadaha Yodha berlangsung dari Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata kepada Letkol Inf. Dimas Edhie Furqoni.
AKBP Wisnu turut menghadiri acara tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha, dan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah.
Dalam momentum pergantian kepemimpinan itu, Kapolres Kediri Kota menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Polres Kediri Kota dan Yonif 521/Dadaha Yodha selama kepemimpinan Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata.
“Sinergi TNI-Polri merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan Yonif 521/Dadaha Yodha dan berharap hubungan baik tersebut terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru,” ujar AKBP Wisnu.
Menurutnya, hubungan yang solid antarinstitusi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk pengamanan kegiatan masyarakat dan agenda berskala besar yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Ia menilai pergantian kepemimpinan dalam tubuh TNI merupakan bagian dari kesinambungan organisasi yang sekaligus membuka kesempatan untuk memperkuat kerja sama yang telah dibangun.
“Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata di tempat pengabdian yang baru, sekaligus menyambut Letkol Inf. Dimas Edhie Furqoni sebagai Komandan Yonif 521/Dadaha Yodha. Semoga komunikasi dan kolaborasi antarsatuan semakin kuat,” katanya.
Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata diketahui telah memimpin Yonif 521/Dadaha Yodha selama kurang lebih dua tahun sepuluh bulan. Setelah menyelesaikan masa tugasnya di Kediri, ia mendapat amanah baru sebagai Komandan Kodim 0812/Lamongan.
Sementara itu, Letkol Inf. Dimas Edhie Furqoni sebelumnya bertugas di Divisi 3 Kostrad sebelum dipercaya memimpin Yonif 521/Dadaha Yodha.
Dalam sambutan perpisahannya, Letkol Inf. Rahadyan menyampaikan terima kasih kepada seluruh prajurit, keluarga besar Persit, jajaran Forkopimda, serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama berada di Kediri.
“Keberhasilan saya dalam menjalankan tugas ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan semua pihak. Saya juga memohon maaf apabila selama bertugas ada perkataan maupun perilaku yang kurang berkenan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kota Kediri dan berencana tetap berkunjung meskipun telah berpindah tempat tugas.
“Kami pasti akan sering mampir ke Kediri, karena Kediri memang Ngangeni,” ujarnya.
Sementara itu, Danyonif 521/Dadaha Yodha yang baru, Letkol Inf. Dimas Edhie Furqoni, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun oleh pendahulunya.
Ia juga mengungkapkan bahwa satuannya dijadwalkan kembali melaksanakan penugasan ke Papua pada Mei 2027.
“Kami mohon doa restu agar dapat melanjutkan apa yang telah dibangun sebelumnya dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” kata Letkol Inf. Dimas.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga Kota Kediri agar tetap aman, tenteram, dan kondusif. Diperlukan kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, termasuk keluarga besar TNI. Karena itu, mari terus menjaga sinergi yang telah terbangun,” ujar Vinanda.
Bagi AKBP Wisnu, kesinambungan kerja sama antara Polres Kediri Kota dan Yonif 521/Dadaha Yodha diharapkan semakin memperkuat kesiapan kedua institusi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Soliditas TNI-Polri harus terus dijaga melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama nyata di lapangan. Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Acara lepas sambut tersebut juga diisi dengan penyerahan cinderamata kepada Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata beserta istri sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya selama memimpin Yonif 521/Dadaha Yodha.
Turut hadir Komandan Brigif 16/Wira Yudha Kolonel Inf. M. Sujoko, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Aie Wisnu, serta jajaran Persit Kartika Chandra Kirana dan undangan lainnya. (res/aro)
Peristiwa
Polisi Perketat Pemeriksaan Penonton Persik Vs Persita, Antisipasi Miras, Senjata Tajam hingga Pencopetan
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 464 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan BRI Super League 2026/2027 antara Persik Kediri melawan Persita Tangerang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (31/10/2026).
Pengamanan melibatkan kepolisian, TNI, instansi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta petugas keamanan pertandingan atau steward. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion hingga kawasan luar yang menjadi jalur pergerakan suporter.
Sebelum pertandingan, jajaran Polres Kediri Kota menggelar Tactical Floor Game (TFG) dan apel kesiapan pengamanan di Stadion Brawijaya, Jalan Ahmad Yani, mulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., untuk memastikan seluruh personel memahami pembagian tugas, zona pengamanan, dan prosedur penanganan apabila terjadi gangguan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag Ops Kompol Iwan menekankan pentingnya pengamanan profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh penonton.
“Seluruh personel sudah ditempatkan sesuai zona pengamanan. Kami meminta setiap petugas menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, terutama dalam pemeriksaan penonton di pintu masuk stadion,” ujar Kompol Iwan.
Menurutnya, pemeriksaan barang bawaan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada penonton yang membawa minuman keras maupun senjata tajam ke dalam stadion.
Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencopetan, terutama ketika penonton berdesakan saat memasuki area pertandingan.
“Pengawasan di pintu masuk harus dilakukan dengan teliti. Selain mencegah masuknya barang terlarang, petugas juga perlu mengantisipasi tindak kriminal yang dapat terjadi ketika penonton berkumpul dalam jumlah besar,” katanya.
Dari total 464 personel gabungan, sebanyak 220 merupakan anggota Polres Kediri Kota dan polsek jajaran. Sebanyak 149 personel lainnya berasal dari unsur bantuan pengamanan, termasuk Brimob, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, serta tenaga kesehatan.
Sementara itu, 95 petugas disiapkan untuk tugas steward dan pemeriksaan badan penonton.
Pengamanan pertandingan menerapkan pembagian zona sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
Pada ring pertama atau area dalam stadion, pengamanan berada di bawah kendali steward. Personel TNI dan Polri ditempatkan di ring kedua dan dapat memberikan bantuan ke area dalam apabila diminta sesuai prosedur.
Adapun personel di ring ketiga dan keempat disiagakan di kawasan luar stadion hingga seluruh rangkaian pertandingan dan kepulangan penonton selesai.
“Petugas steward menjadi unsur utama pengamanan di dalam stadion. Anggota TNI dan Polri berada pada zona yang telah ditentukan dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan,” jelas Kompol Iwan.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya euforia berlebihan dari suporter, baik sebelum maupun setelah pertandingan.
Meski pertandingan Persik Kediri sebelumnya berlangsung tanpa gangguan menonjol, kondisi tersebut tidak boleh membuat petugas mengendurkan pengawasan.
“Kami mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kepadatan penonton dan euforia suporter setelah pertandingan. Semua personel harus tetap fokus sampai kegiatan benar-benar selesai,” ujarnya.
Dalam pengarahan tersebut, petugas juga diingatkan mengenai ketentuan tidak diperbolehkannya kehadiran suporter tim tamu berdasarkan regulasi kompetisi yang disampaikan dalam rapat pengamanan.
Selain itu, personel pengamanan diinstruksikan tidak membawa senjata api selama bertugas di stadion. Senjata api yang terlanjur dibawa harus dititipkan kepada petugas Provos.
Kompol Iwan meminta seluruh unsur pengamanan menjaga koordinasi dan segera melaporkan setiap persoalan kepada perwira pengendali agar dapat ditangani sesuai prosedur.
“Pengamanan pertandingan sepak bola membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami berharap suporter turut menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan mendukung tim kesayangannya dengan cara yang positif,” katanya.
Apel kesiapan pengamanan berakhir sekitar pukul 13.50 WIB. Selanjutnya, personel menempati pos masing-masing sesuai pembagian tugas.
Polres Kediri Kota juga menjadwalkan konsolidasi dan evaluasi setelah seluruh rangkaian pengamanan pertandingan selesai. (res/an)
Peristiwa
Polisi Perketat Pemeriksaan Penonton Persik Vs Persita, Antisipasi Miras, Senjata Tajam hingga Pencopetan
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 464 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan BRI Super League 2026/2027 antara Persik Kediri melawan Persita Tangerang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (31/10/2026).
Pengamanan melibatkan kepolisian, TNI, instansi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta petugas keamanan pertandingan atau steward. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion hingga kawasan luar yang menjadi jalur pergerakan suporter.
Sebelum pertandingan, jajaran Polres Kediri Kota menggelar Tactical Floor Game (TFG) dan apel kesiapan pengamanan di Stadion Brawijaya, Jalan Ahmad Yani, mulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., untuk memastikan seluruh personel memahami pembagian tugas, zona pengamanan, dan prosedur penanganan apabila terjadi gangguan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag Ops Kompol Iwan menekankan pentingnya pengamanan profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh penonton.
“Seluruh personel sudah ditempatkan sesuai zona pengamanan. Kami meminta setiap petugas menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, terutama dalam pemeriksaan penonton di pintu masuk stadion,” ujar Kompol Iwan.
Menurutnya, pemeriksaan barang bawaan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada penonton yang membawa minuman keras maupun senjata tajam ke dalam stadion.
Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencopetan, terutama ketika penonton berdesakan saat memasuki area pertandingan.
“Pengawasan di pintu masuk harus dilakukan dengan teliti. Selain mencegah masuknya barang terlarang, petugas juga perlu mengantisipasi tindak kriminal yang dapat terjadi ketika penonton berkumpul dalam jumlah besar,” katanya.
Dari total 464 personel gabungan, sebanyak 220 merupakan anggota Polres Kediri Kota dan polsek jajaran. Sebanyak 149 personel lainnya berasal dari unsur bantuan pengamanan, termasuk Brimob, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, serta tenaga kesehatan.
Sementara itu, 95 petugas disiapkan untuk tugas steward dan pemeriksaan badan penonton.
Pengamanan pertandingan menerapkan pembagian zona sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
Pada ring pertama atau area dalam stadion, pengamanan berada di bawah kendali steward. Personel TNI dan Polri ditempatkan di ring kedua dan dapat memberikan bantuan ke area dalam apabila diminta sesuai prosedur.
Adapun personel di ring ketiga dan keempat disiagakan di kawasan luar stadion hingga seluruh rangkaian pertandingan dan kepulangan penonton selesai.
“Petugas steward menjadi unsur utama pengamanan di dalam stadion. Anggota TNI dan Polri berada pada zona yang telah ditentukan dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan,” jelas Kompol Iwan.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya euforia berlebihan dari suporter, baik sebelum maupun setelah pertandingan.
Meski pertandingan Persik Kediri sebelumnya berlangsung tanpa gangguan menonjol, kondisi tersebut tidak boleh membuat petugas mengendurkan pengawasan.
“Kami mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kepadatan penonton dan euforia suporter setelah pertandingan. Semua personel harus tetap fokus sampai kegiatan benar-benar selesai,” ujarnya.
Dalam pengarahan tersebut, petugas juga diingatkan mengenai ketentuan tidak diperbolehkannya kehadiran suporter tim tamu berdasarkan regulasi kompetisi yang disampaikan dalam rapat pengamanan.
Selain itu, personel pengamanan diinstruksikan tidak membawa senjata api selama bertugas di stadion. Senjata api yang terlanjur dibawa harus dititipkan kepada petugas Provos.
Kompol Iwan meminta seluruh unsur pengamanan menjaga koordinasi dan segera melaporkan setiap persoalan kepada perwira pengendali agar dapat ditangani sesuai prosedur.
“Pengamanan pertandingan sepak bola membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami berharap suporter turut menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan mendukung tim kesayangannya dengan cara yang positif,” katanya.
Apel kesiapan pengamanan berakhir sekitar pukul 13.50 WIB. Selanjutnya, personel menempati pos masing-masing sesuai pembagian tugas.
Polres Kediri Kota juga menjadwalkan konsolidasi dan evaluasi setelah seluruh rangkaian pengamanan pertandingan selesai. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
