Connect with us

Peristiwa

Pembukaan Pencak Silat SMEKSA Cup Tahun 2022 di GOR SMKN 1 Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Pembukaan Pencak Silat SMEKSA Cup tahun 2022. Kegiatan, pada Hari Jumat 28 Januari 2022 pukul 08.00 WIB – selesai. Lokasi Gedung Olahraga SMKN 1 Kota Kediri Jl Veteran Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan Ketua Harian IPSI Kota Kediri Siswanto Spd. Kanit BKTM Sat Binmas Polres Kediri Kota IPDA Ali. Ketua Pelaksana Yulianta Candra K Spd. Kepala Sekolah SMKN1 Kota Kediri Drs Hadi Sugiharto Mpd. Perwakilan UPTD Kepala Seksi SMK UPTD Prov Jatim Sodiq Purnomo MSI. Wasit dan Dewan Juti dan Atlit dan Official

SUSUNAN ACARA. Diawali dengan pengecekan Suhu Tubuh dan Penerapan Protokol Kesehatan dilokasi Kegiatan. Pembukaan. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Sambutan Ketua Panitia Yulianta Candra K Spd. Sambutan Kepala Sekolah SMEKSA Drs. Tradisi IPSI Kota Kediri Prosesi Buka Gelanggang. Sambutan sekaligus Pembukaan Ketua Harian IPSI Kota Kediri Siswanto Spd. Doa

“Pelaksanaan Pembukaan Pencak Silat SMEKSA Cup tahun 2022 di Kantor Gedung Olahraga SMKN 1 Kota Kediri berjalan aman dan terkendali,” ujar Kasat Binmas Polres Kediri Kota, AKP PONCO SEPUTRO. (res/an).

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari CFD Dhoho Menuju 71 Tahun Polantas, Satlantas Kediri Kota Gaungkan Keselamatan Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati –Ada suasana berbeda di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Kota Kediri, Minggu (13/9/2026) pagi. Di tengah masyarakat yang menikmati akhir pekan, Satlantas Polres Kediri Kota menghadirkan Pameran Lalu Lintas sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut diikuti Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., para perwira serta anggota Satlantas Polres Kediri Kota.

Pemilihan CFD Dhoho sebagai lokasi pameran membawa kegiatan kepolisian langsung ke ruang publik. Masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan kaki maupun menikmati suasana Minggu pagi sekaligus dapat berinteraksi lebih dekat dengan jajaran polisi lalu lintas.

Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang secara nasional jatuh pada 22 September 2026. Korlantas Polri juga tengah menggelar berbagai kegiatan menyambut peringatan tersebut, termasuk kampanye keselamatan melalui lomba mural dan Polisi Cilik.

Momentum ulang tahun lalu lintas bukan sekadar perayaan institusi. Di balik usia 71 tahun tersebut terdapat perjalanan panjang fungsi kepolisian lalu lintas di Indonesia yang berkembang seiring perubahan kehidupan masyarakat dan transportasi.

Jejak fungsi lalu lintas bahkan dapat ditarik hingga masa Hindia Belanda. Pada 15 Mei 1915 dikenal fungsi Voer Wesen, yang kemudian berkembang menjadi Verkeerspolitie atau Polisi Lalu Lintas. Dalam perkembangannya, fungsi tersebut mengalami berbagai perubahan, termasuk pada masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, salah satu tonggak penting terjadi pada 22 September 1955. Saat itu Kepala Jawatan Kepolisian Negara menerbitkan Order No. 20/XVI/1955 yang secara resmi membentuk Seksi Lalu Lintas Jalan.

Tanggal tersebut kemudian menjadi dasar peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara setiap 22 September. Karena itulah, pada 2026 perjalanan institusi lalu lintas Polri memasuki usia 71 tahun.

Perjalanan selama lebih dari tujuh dekade juga memperlihatkan perubahan besar dalam persoalan yang dihadapi polisi lalu lintas. Jika dahulu tugas banyak bertumpu pada pengaturan kendaraan di jalan, perkembangan kota, pertumbuhan jumlah kendaraan dan tingginya mobilitas membuat persoalan lalu lintas semakin kompleks.

Teknologi kemudian ikut mengubah wajah pelayanan. Korlantas kini mengembangkan digitalisasi pelayanan dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara keselamatan manusia ditempatkan sebagai salah satu orientasi utama transformasi lalu lintas.

Dalam konteks itulah pameran di CFD Dhoho memiliki relevansi. Peringatan ulang tahun tidak hanya ditempatkan dalam ruang seremonial, tetapi dibawa ke tempat masyarakat beraktivitas.

CFD merupakan salah satu ruang yang mempertemukan banyak kelompok pengguna jalan—pejalan kaki, pesepeda, pengendara, keluarga hingga komunitas. Keselamatan lalu lintas pada akhirnya memang tidak mungkin hanya menjadi pekerjaan polisi.

Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, perilaku berkendara, penghormatan terhadap pejalan kaki hingga kesediaan berbagi ruang jalan merupakan bagian dari budaya berlalu lintas yang dibangun bersama.

Rangkaian HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini di berbagai daerah juga diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat. Selain edukasi keselamatan, sejumlah satuan lalu lintas menggelar kegiatan sosial. Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, misalnya, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengemudi sebagai bagian dari rangkaian peringatan tahun ini.

Bagi Satlantas Polres Kediri Kota, pameran di CFD Dhoho menjadi salah satu cara menghadirkan semangat tersebut di tingkat lokal. Polisi lalu lintas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kemacetan, tetapi juga melalui ruang edukasi dan interaksi dengan masyarakat.

Hal itu menjadi semakin penting karena persoalan keselamatan jalan selalu bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat menjadi pengguna jalan dan setiap keputusan di jalan dapat berpengaruh terhadap keselamatan orang lain.

Peringatan 71 tahun perjalanan Polantas karena itu dapat menjadi momentum untuk melihat kembali makna keberadaan polisi lalu lintas: bukan semata mengatur kendaraan agar bergerak, tetapi memastikan mobilitas masyarakat berlangsung dengan semakin aman dan berkeselamatan.

Dari sejarah pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan pada 22 September 1955 hingga pameran di tengah CFD Dhoho Kediri 71 tahun kemudian, tantangannya terus berubah. Namun satu kepentingan tetap sama—menjadikan jalan sebagai ruang bersama yang aman bagi setiap orang yang menggunakannya. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Tiga Pilar Campurejo Kediri Hadiri Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi Bersama MWC NU Mojoroto

Published

on

Kediriselaludihati.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ruang perjumpaan antara ulama, masyarakat dan unsur pemerintah di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Jumat (11/9/2026) malam, jajaran tiga pilar Kelurahan Campurejo menghadiri peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Pengurus MWC NU Mojoroto.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut berlangsung di Aula MWC NU Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., Kepala Kelurahan Campurejo, Bhabinkamtibmas Campurejo Aiptu Dwi Kiswanto, Babinsa Campurejo serta jajaran pengurus MWC NU Mojoroto.

Peringatan Maulid Nabi menghadirkan KH Anang Darunnajah, Pengasuh Pondok Pesantren Assa’idiyah Jamsaren Kota Kediri, sebagai penceramah.

Kehadiran unsur tiga pilar dalam kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari memenuhi undangan masyarakat. Pertemuan semacam ini sekaligus membuka ruang silaturahmi antara aparat, pemerintah kelurahan, tokoh agama dan organisasi keagamaan di tingkat kecamatan.

Bagi Bhabinkamtibmas, kedekatan dengan tokoh agama dan masyarakat memiliki arti penting dalam membangun komunikasi di lingkungan. Banyak persoalan sosial dapat dicegah sejak awal ketika jalur komunikasi antara warga, tokoh masyarakat dan aparat tetap terbuka.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kebersamaan dan silaturahmi yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan menjadi modal sosial dalam menjaga hubungan antarwarga.

Di wilayah seperti Mojoroto yang kehidupan sosial dan keagamaannya berjalan dinamis, hubungan antara tiga pilar dengan organisasi masyarakat serta para ulama menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan masyarakat yang rukun.

Malam itu, Aula MWC NU Mojoroto bukan hanya menjadi tempat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang silaturahmi, sebuah kebersamaan yang tetap relevan untuk menjaga harmoni kehidupan Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Dari Petungroto hingga Ngampel Kediri, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Tanpa Kehilangan Kebersamaan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di sudut-sudut kampung Kediri. Jumat (11/9/2026) malam, panggung hiburan electone digelar di dua lokasi berbeda, yakni Dusun Suweru, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, serta lingkungan RT 10 RW 02 Kelurahan Ngampel, Kota Kediri.

Musik menjadi bagian dari cara warga merayakan kemerdekaan. Namun di balik panggung hiburan itu, ada pesan lain yang ikut dijaga: kerukunan, persatuan dan rasa aman di lingkungan.

Di Dusun Suweru, warga menggelar hiburan electone bertajuk “Semarak Merdeka Suweru 2026” sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-81. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB.

Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H., hadir melakukan pemantauan sekaligus berbaur dengan masyarakat yang menikmati malam perayaan kemerdekaan.

Momentum berkumpulnya warga tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan yang dibawa tidak berhenti pada persoalan keamanan selama pertunjukan. Warga juga diingatkan mengenai persoalan yang kini dapat masuk ke rumah melalui telepon genggam, yakni judi online dan pinjaman online.

Masyarakat diminta tidak mudah tergiur judol maupun pinjol yang berpotensi membawa persoalan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Bhabinkamtibmas juga membuka komunikasi kepada warga apabila menghadapi persoalan atau membutuhkan bantuan kepolisian.

Pada malam yang sama, suasana perayaan kemerdekaan juga berlangsung di lingkungan RT 10 RW 02 Kelurahan Ngampel, Kota Kediri.

Hiburan electone yang digelar warga dalam rangka HUT RI ke-81 dipantau Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngampel Aiptu Soleh bersama Babinsa sejak pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Di tengah perayaan tersebut, warga diajak tetap menjaga ketertiban sekaligus mempertahankan kerukunan, persatuan dan kesatuan di lingkungan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah kegiatan kampung memperlihatkan bahwa pengamanan perayaan masyarakat tidak selalu harus berjarak. Pendekatan langsung justru membuka ruang komunikasi antara aparat dan warga dalam suasana yang lebih cair.

Perayaan kemerdekaan di Petungroto dan Ngampel memang berlangsung di dua wilayah berbeda. Petungroto berada di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sedangkan Ngampel masuk wilayah Kota Kediri. Namun keduanya berada dalam wilayah hukum Polres Kediri Kota dan membawa semangat yang hampir sama.

Panggung electone akhirnya bukan sekadar tempat menikmati musik. Di sana warga bertemu, tetangga berkumpul dan kebersamaan kampung kembali mendapatkan ruang.

Sebab semarak kemerdekaan tidak hanya diukur dari ramainya panggung. Nilai yang lebih panjang justru terletak pada kemampuan warga menjaga kerukunan setelah musik berhenti dan panggung perayaan kembali dibongkar. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page