Peristiwa
Pemkot dan Aparat Pastikan Haflah Akhirussanah di Ponpes Al Islah Kediri Berjalan Aman dan Khidmat
Kediriselaludihati.com – Ratusan santri dan undangan menghadiri Haflah Akhirussanah sekaligus Khatmi Alfiyyah yang digelar Pondok Pesantren Al Islah, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (6/2/2026) malam. Kegiatan keagamaan yang diikuti sekitar 200 peserta itu berlangsung khidmat dan aman dengan pengamanan terbatas dari aparat setempat.
Acara yang dilaksanakan di lingkungan Ponpes Al Islah, Jalan KH Hasyim Asy’ari, tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, tokoh agama, hingga aparat keamanan. Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimudin Toha, serta para pengasuh pondok pesantren dari Kediri dan luar daerah.
Pengasuh Ponpes Al Islah, KH Zubasuzaman Toha, mengatakan bahwa Haflah Akhirussanah dan Khatmi Alfiyyah merupakan agenda tahunan sebagai bentuk syukur atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan keagamaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam penguasaan kitab Alfiyyah sebagai dasar ilmu nahwu,” ujar Zubasuzaman di sela kegiatan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membangun karakter generasi muda. Menurut dia, pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan kerukunan sosial di Kota Kediri.
“Pesantren adalah pilar penting dalam menjaga moral dan akhlak masyarakat. Pemerintah Kota Kediri akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang memberi dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia,” kata Vinanda.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, aparat kepolisian bersama unsur terkait melakukan pemantauan dan pengamanan terbatas. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Kidul, Aiptu Sugiono, turut melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan kondusif. Alhamdulillah, kegiatan Haflah Akhirussanah ini berlangsung lancar tanpa gangguan,” ujar Rudi Purwanto.
Selain unsur kepolisian, kegiatan juga dihadiri Camat Mojoroto Abdul Rahman, Lurah Bandar Kidul Herro Sudarmawan, serta sejumlah tokoh agama, di antaranya KH M Ashifa’ Hamida Mujahid dari Nganjuk dan KH Abdul Hamid Abdul Qodir.
Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Pondok Pesantren Al Islah terpantau aman dan tertib. Panitia dan aparat setempat memastikan arus kedatangan dan kepulangan peserta berjalan lancar, sehingga kegiatan keagamaan tersebut dapat berlangsung khidmat sesuai harapan. (res/an)
Peristiwa
Tasyakuran Pembangunan Gedung PCNU Kota Kediri Tahap II Berlangsung Khidmat
Kediriselaludihati.com – Istighosah dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 sekaligus tasyakuran pembangunan gedung PCNU tahap II digelar di Kantor PCNU Kota Kediri, pada Jumat malam (6/2/2026). Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh pengurus NU, tokoh agama, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kota Kediri.
Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama dan istighosah sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan satu abad NU serta progres pembangunan gedung PCNU yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga dimaknai sebagai sarana mempererat silaturahmi dan konsolidasi warga Nahdliyin. Sejumlah tokoh menekankan pentingnya peran NU dalam menjaga nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berkontribusi terhadap persatuan bangsa.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, aparat kepolisian bersama unsur terkait melakukan pemantauan di lokasi kegiatan. Kehadiran petugas dilakukan secara humanis guna memberikan rasa aman kepada jamaah.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono mengatakan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung aktivitas masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif karena memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah,” kata Bowo.
Ia menambahkan, sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan damai di Kota Kediri. Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Kantor PCNU terpantau kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.(res/an).
Peristiwa
Dari Aksi Lingkungan hingga Edukasi Pelajar, Kegiatan Sosial Warnai Kediri Kota
Kediriselaludihati.com – Kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan mewarnai kegiatan sosial yang digelar di sejumlah kelurahan di Kota Kediri, pada Sabtu (7/2/2026). Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, aparat kelurahan, TNI, dan Polri terlibat langsung dalam aksi bersih lingkungan hingga kegiatan edukasi bagi pelajar sekolah dasar.
Di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri, puluhan mahasiswa KKN UNP bersama warga dan unsur tiga pilar menggelar kerja bakti membersihkan sampah di bantaran Sungai Brantas sejak pagi hari. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mencegah dampak kesehatan akibat penumpukan limbah rumah tangga.
Selain membersihkan sampah, kegiatan juga diisi dengan pembagian paket sembako kepada warga serta edukasi mengenai bahaya limbah sampah bagi kesehatan dan lingkungan. Warga diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di aliran sungai.
Lurah Semampir Moch. Tohir mengatakan, keterlibatan mahasiswa dan aparat dalam kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. “Lingkungan bersih tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Perlu kesadaran bersama agar sungai tetap terjaga dan tidak menjadi sumber penyakit,” ujarnya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kegiatan edukatif juga berlangsung di Kelurahan Manisrenggo. Bertempat di gedung serbaguna kelurahan setempat, mahasiswa KKN UNP Kediri menyelenggarakan lomba cerdas cermat tingkat SD dan MI se-Kelurahan Manisrenggo. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari unsur tiga pilar yang turut memantau jalannya acara.
Lomba cerdas cermat tersebut bertujuan menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan wawasan pelajar sejak usia dini. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi perlombaan yang dikemas secara interaktif dan edukatif.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Manisrenggo Aipda Bintoro Atmojo menyampaikan bahwa kegiatan positif seperti ini perlu terus didukung. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para pelajar agar tetap rajin belajar dan menjauhi perilaku negatif. “Pendidikan adalah bekal utama masa depan. Anak-anak harus terus didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan sosial dan edukatif yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat kepedulian lingkungan, tetapi juga membangun kedekatan antara aparat dan warga.
Seluruh rangkaian kegiatan di Kelurahan Semampir dan Manisrenggo berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pemerintah setempat berharap aksi sosial dan edukasi tersebut dapat memberi dampak berkelanjutan, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kediri. (res/an)
Peristiwa
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Libatkan Warga dan Pemerintah Kelurahan Setonopande Kediri
Kediriselaludihati.com – Upaya mengurangi sampah dari sumbernya terus didorong di Kota Kediri. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri bersama Pemerintah Kelurahan Setonopande menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Zero Waste Tahun 2026, pada Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Abdi Praja, Kantor Kelurahan Setonopande, Jalan Sultan Agung, tersebut diikuti perwakilan RT, perangkat kelurahan, mahasiswa KKN, serta unsur pendamping dari TNI dan Polri. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah ramah lingkungan sejak dari rumah tangga.
Lurah Setonopande, Farida Nofiati, mengatakan bahwa, persoalan sampah menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai konsep zero waste penting agar warga tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memahami cara memilah dan mengelolanya.
“Gerakan zero waste ini kami harapkan bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Sugito. Ia menjelaskan tentang dampak sampah terhadap lingkungan serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan warga, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan plastik sekali pakai, serta pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.
Sugito menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah. “Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi kebiasaan yang harus dibangun secara konsisten,” katanya.
Mahasiswa KKN-T UNP Kediri yang terlibat dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa sosialisasi zero waste menjadi salah satu program kerja utama mereka selama menjalankan pengabdian di Kelurahan Setonopande. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya komunitas peduli lingkungan di tingkat kelurahan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, aparat keamanan setempat turut hadir melakukan pemantauan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Aiptu Syaifudin Yuri menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara warga, pemerintah, dan mahasiswa,” ujar Aiptu Syaifudin Yuri.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Kelurahan Setonopande berharap sosialisasi ini dapat berlanjut dalam bentuk aksi nyata, sehingga gerakan zero waste benar-benar menjadi budaya di tengah masyarakat Kota Kediri. (res/an).
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
