Connect with us

Peristiwa

Penyekatan Bubaran Pencak Dor, Polsek Pesantren Terjunkan Belasan Personilnya di Perbatasan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan pengamanan penyekatan Festival Seni Bela Diri Pencak Dor memperebutkan Piala Bupati Kediri 2024.

Kegiatan itu berlangsung di Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Petugas melakukan penyekatan di Jembatan Wijaya Kusuma di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Diawali dengan apel yang dipimpin Kapolsek Mojo AKP Andang Wastiyono, S.H. Petugas melaksanakan pengamanan dan penyekatan dan pemantauan situasi serta himbauan.

Kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Mojo AKP Andang Wastiyono, S.H. bersama Iptu Agus Budiono. Aiptu Nana Sudiana. Aiptu Suhartono, S.H. Bripka Toni Setyawan P, S.H dan Bripka Adhitya. K. Situasi saat dilaporkan Kamtibmas aman terkendali.

Kegiatan yang sama dilaksanakan oleh Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota.
Petugas melakukan pengamanan kegiatan Penyekatan Pencak Dor. Kegiatan berlangsung, pada Hari Sabtu 8 Juni 2024 pukul 19.00 WIB s/d selesai.

Lokasinya di Perbatasan Blabak – Kandat. Petugas yang melaksanakan, Iptu Sujoko, selaku padal bersama 13 personil Polsek Pesantren dan 12 personil Polres Kediri Kota.

Petugas melaksanakan pengamanan kegiatan Penyekatan Pencak Dor di wilayah hukum Polres Kediri Kota guna antisipasi 3 C.

“Rangkaian kegiatan sementara berjalan lancar aman terkendali,” ujar Kasie Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang S. (res/an).

Continue Reading

Inspirasi

Kapolres Kediri Kota Ajak Komunitas Garda Bersinergi Menjaga Kondusivitas Wilayah

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar silaturahmi dan doa bersama dengan komunitas transportasi online yang tergabung dalam Garda Kota Kediri, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Omahe Dewe, Sumber Jiput, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dengan para pengemudi transportasi daring dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, dan Maxim.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri Kota didampingi Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta jajaran Pejabat Utama Polres Kediri Kota. Hadir pula Penasehat/Ketua DPD Garda Jawa Timur Fikri Nurulhafid (Cak Ri), Ketua Garda Kabupaten Kediri Kurniadi (Ardi), Sekretaris Arnod Yusfiteryananta, dan Bendahara Hengky Puswantoro (Bima Azka).

Pertemuan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi dari perwakilan Garda terkait berbagai persoalan yang dihadapi pekerja transportasi online.

Ketua Garda Jawa Timur Fikri Nurulhafid menyampaikan salah satu perhatian utama komunitas adalah terkait kepastian regulasi bagi pekerja transportasi online. Menurutnya, belum adanya kepastian aturan tersebut membuat sebagian pengemudi masih menunggu kejelasan mengenai perlindungan dan kepastian dalam menjalankan pekerjaan.

Selain persoalan regulasi, Garda juga menyampaikan rencana kegiatan penyampaian aspirasi yang sebelumnya dijadwalkan sore hari. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kegiatan akan dimajukan menjadi siang hari dengan titik kumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) sebelum menuju Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan para pekerja transportasi online yang dinilai memiliki peran penting dalam membantu mobilitas masyarakat.

“Rekan-rekan pekerja transportasi online merupakan sosok yang patut dihargai. Mereka menjadi bagian penting dalam membantu kebutuhan masyarakat, karena mobilitas warga dapat terpenuhi dengan cepat, aman, dan terjangkau,” ujar AKBP Wisnu.

Kapolres juga mengajak komunitas Garda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kediri. Ia mengingatkan agar kejadian kerusuhan yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.

“Kita berharap kejadian tahun lalu tidak terjadi lagi. Sebagai warga Kediri, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan wilayah kita,” katanya.

Menurut AKBP Wisnu, kondusivitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi benteng utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Garda Kota Kediri juga menyampaikan sejumlah persoalan lokal, salah satunya terkait kepadatan arus lalu lintas di Jalan Veteran yang menjadi kawasan sekolah.

Mereka mengusulkan adanya pengaturan kendaraan roda empat pada jam sibuk pagi, khususnya pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB, untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut.

Menanggapi aspirasi itu, Kapolres menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk sekolah dan instansi yang berwenang, untuk mencari solusi terbaik melalui rekayasa lalu lintas.

Selain persoalan lalu lintas, komunitas driver online juga menyampaikan kebutuhan lokasi berkumpul atau titik tunggu di sekitar Stasiun Kota Kediri. Hal tersebut menyusul perubahan fungsi sejumlah warung yang selama ini menjadi tempat singgah pengemudi.

Kapolres menyambut baik masukan tersebut dan mendorong adanya komunikasi bersama antara komunitas, pemerintah daerah, serta pihak terkait agar dapat ditemukan solusi yang tidak mengganggu ketertiban umum.

Kasat Binmas Polres Kediri Kota AKP Cahyo Widodo mengatakan, kegiatan silaturahmi semacam ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dengan kelompok masyarakat.

“Ketika komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan bersama sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan jajaran PJU Polres Kediri Kota kepada komunitas Garda. Kapolres berharap hubungan kemitraan antara polisi dan komunitas transportasi online terus berkembang dalam berbagai bidang.

Menurut AKBP Wisnu, komunitas driver online memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka berada langsung di ruang publik setiap hari. Dengan komunikasi yang baik, mereka dapat menjadi mitra dalam memberikan informasi awal terkait kondisi lingkungan, keamanan jalan, maupun persoalan masyarakat.

Silaturahmi kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Kapolres Tekankan Latihan Dalmas dan Penguasaan SOP untuk Hadapi Situasi Kontinjensi

Published

on

Kediriselaludihati- Polres Kediri Kota menggelar apel gelar pasukan sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Kediri Kota, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB tersebut digelar di Lapangan Apel Mapolres Kediri Kota dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.

Apel diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota serta Pleton Siaga Dalmas sesuai surat perintah tugas. Kegiatan diawali dengan pengecekan kesiapan personel sebelum dilanjutkan dengan pengarahan pimpinan.

Dalam arahannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyampaikan bahwa apel tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas, terutama apabila menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

“Kegiatan apel pagi ini untuk melihat kesiapsiagaan rekan-rekan dalam menyikapi perintah pimpinan. Kami harapkan kesadaran dan kesiapan seluruh anggota dalam melaksanakan tugas dengan baik dan serius,” ujar AKBP Wisnu.

Kapolres menjelaskan, personel perlu memahami tugas dan posisi masing-masing melalui latihan yang berkelanjutan. Hal tersebut penting agar setiap anggota mampu bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi kontinjensi yang tidak dapat diprediksi.

“Kita akan melaksanakan latihan Dalmas agar seluruh anggota memahami tugas dan posisi masing-masing manakala terjadi situasi kontinjensi,” katanya.

Menurut AKBP Wisnu, kesiapan yang dibangun berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko yang mungkin muncul saat pelaksanaan pengamanan.

“Jika kita sudah siap secara SOP, kemungkinan muncul korban maupun dampak yang timbul dapat kita minimalisir,” tegasnya.

Selain latihan Dalmas, Kapolres juga mengingatkan personel yang memiliki kewenangan menggunakan senjata api agar terus meningkatkan kemampuan melalui latihan menembak.

“Kepada anggota yang memegang senpi, kami harapkan mengikuti latihan menembak untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga meminta para komandan pleton agar memahami secara mendalam SOP serta aturan penggunaan kekuatan kepolisian. Penguasaan aturan tersebut dinilai penting agar anggota memiliki kepercayaan diri dan tidak ragu dalam mengambil keputusan saat menjalankan tugas di lapangan.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan latihan Dalmas yang dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota.

Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk apabila terjadi aksi unjuk rasa yang berpotensi berlangsung di sekitar Mako Polres Kediri Kota.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota memastikan seluruh personel memahami mekanisme pengamanan, pembagian tugas, serta penggunaan kekuatan kepolisian sesuai aturan yang berlaku.

Kesiapsiagaan personel menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap ketentuan hukum. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Bantuan Pangan Dibagikan di Bandar Lor, Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga Tertib Mengantre

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 1.156 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah, pada Selasa (25/8/2026). Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras.

Besarnya jumlah penerima membuat proses pembagian membutuhkan pengaturan agar antrean tidak menumpuk. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor bersama Babinsa turun langsung melakukan pemantauan dan membantu menjaga ketertiban di lokasi.

Pembagian bantuan berlangsung di Aula Kelurahan Bandar Lor sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Warga datang secara bergantian untuk mengambil bantuan yang menjadi hak masing-masing.

Bhabinkamtibmas Bandar Lor Aipda Toni Setiawan mengatakan, kehadiran petugas tidak sekadar melakukan pengamanan. Polisi bersama Babinsa juga berkomunikasi dengan warga dan mengingatkan penerima agar mengikuti mekanisme pembagian yang telah disiapkan.

“Jumlah penerimanya cukup banyak, mencapai 1.156 KPM. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tertib mengantre sehingga pembagian bantuan bisa berjalan teratur dan warga juga merasa nyaman,” kata Toni.

Menurut dia, pengaturan antrean menjadi penting karena dalam waktu yang relatif bersamaan terdapat banyak warga yang datang ke kantor kelurahan. Petugas berupaya mencegah terjadinya penumpukan sekaligus memastikan masyarakat, terutama warga lanjut usia, dapat mengikuti proses pembagian dengan nyaman.

Setiap KPM dalam penyaluran tersebut mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Dengan jumlah penerima mencapai 1.156 KPM, distribusi bantuan di Bandar Lor menjadi kegiatan yang melibatkan cukup banyak warga dalam satu lokasi.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari fungsi pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan.

“Bhabinkamtibmas berada paling dekat dengan masyarakat. Ketika ada kegiatan yang menghadirkan warga dalam jumlah besar, anggota harus hadir untuk membantu, berkomunikasi, dan memastikan prosesnya tertib,” kata Rudi.

Ia menambahkan, pola pengamanan dalam kegiatan sosial lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi juga membantu mengurai antrean serta menyampaikan imbauan secara langsung apabila mulai terjadi kepadatan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa juga mencerminkan kerja bersama tiga pilar dalam mengawal kegiatan di tingkat kelurahan. Koordinasi tersebut dinilai penting, terutama pada kegiatan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Rudi meminta personel di wilayah untuk tetap memperhatikan dinamika selama proses distribusi. Menurut dia, pembagian bantuan bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga menyangkut kenyamanan warga ketika menerima pelayanan.

“Yang harus dijaga adalah prosesnya. Jangan sampai warga yang datang untuk menerima bantuan justru mengalami kesulitan karena antrean tidak tertata. Pendekatannya harus humanis dan membantu,” ujarnya.

Di sela pemantauan, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan pertemuan dengan warga untuk membangun komunikasi mengenai keamanan lingkungan. Masyarakat didorong untuk tidak ragu berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan persoalan maupun potensi gangguan kamtibmas di lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan pola tersebut, kehadiran polisi dalam distribusi bantuan pangan tidak berhenti pada pengamanan kegiatan. Interaksi langsung dengan lebih dari seribu warga menjadi ruang bagi Bhabinkamtibmas untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima melalui proses yang tertib dan teratur. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page