Inspirasi
Perguruan Silat Sepakat Tolak Konvoi dan Jaga Kondusivitas Kamtibmas

Kediriselaludihati -Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Bulan Suro 1 Muharram 1448 Hijriah ditegaskan melalui Deklarasi Damai Aman Suro 2026 yang digelar di Rupatama Polres Kediri Kota, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, IPSI, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat se-Kota dan Kabupaten Kediri tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah selama rangkaian kegiatan Suroan dan pengesahan warga baru perguruan silat.
Deklarasi dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., didampingi sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Kediri, Kodim 0809 Kediri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, IPSI, hingga pengurus berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya preventif yang dilakukan aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul saat momentum Bulan Suro.
Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, deklarasi tersebut juga menjadi sarana mempertegas komitmen bersama untuk mengedepankan persaudaraan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati.
Dalam sambutannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa tradisi Suroan merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk bagi keluarga besar perguruan pencak silat. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus dapat berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat luas.
“Kegiatan Suroan merupakan tradisi yang memiliki nilai budaya dan historis yang tinggi. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan para ketua perguruan pencak silat agar menjadi teladan bagi seluruh anggotanya dengan menanamkan nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, penghormatan kepada sesama, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh kesadaran seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar perguruan silat.
“Kedepankan komunikasi, koordinasi, dan penyelesaian masalah secara musyawarah apabila terjadi perbedaan paham di lapangan. Mari kita buktikan bahwa Kota Kediri mampu menjadi contoh pelaksanaan kegiatan Suroan yang rukun, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Maklumat Aman Suro Tahun 2026 oleh Ketua IPSI Kota Kediri yang diikuti seluruh peserta deklarasi. Dalam maklumat tersebut, seluruh perguruan silat menyatakan kesediaan mematuhi sejumlah aturan yang telah disepakati bersama.
Beberapa poin penting dalam maklumat tersebut antara lain larangan menggunakan atribut perguruan saat keberangkatan maupun kepulangan kegiatan, kewajiban mematuhi jadwal keberangkatan, keharusan mendapatkan pengawalan petugas kepolisian selama perjalanan, serta kewajiban seluruh petugas pengamanan internal perguruan untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Selain itu, seluruh peserta kegiatan pengesahan maupun Suran Agung diwajibkan menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan tertutup, serta dilarang menggunakan kendaraan roda dua. Penggunaan pengeras suara atau sound system pada kendaraan rombongan juga tidak diperbolehkan guna mencegah euforia berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam maklumat tersebut juga ditegaskan bahwa ketua cabang masing-masing perguruan bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anggotanya. Seluruh anggota perguruan silat diwajibkan menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan.
Usai pembacaan deklarasi, seluruh perwakilan perguruan silat, IPSI, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan melakukan penandatanganan Deklarasi Damai Aman Suro 2026 yang dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga persatuan dan keamanan wilayah.
Melalui deklarasi tersebut, Polres Kediri Kota berharap seluruh rangkaian kegiatan Suroan, Suran Agung, maupun pengesahan warga baru perguruan silat pada tahun 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, IPSI, dan seluruh perguruan silat diharapkan mampu menjaga stabilitas kamtibmas sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman selama momentum Bulan Suro berlangsung.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan komitmen yang telah kita sepakati hari ini, saya yakin seluruh kegiatan Suroan di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkas AKBP Anggi Saputra Ibrahim. (res/aro)
Inspirasi
Kapolres dan Wakil Wali Kota Kediri Lepas Ratusan Mahasiswa, Ajak Generasi Muda Terus Belajar dan Berkarya

Kediriselaludihati- Sebanyak 128 mahasiswa asal Kota Kediri diberangkatkan menuju Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya untuk mengikuti Apel Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Pemberangkatan berlangsung di Kantor Pemerintah Kota Kediri dan dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha, S.Pd.I., bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.
Para mahasiswa diberangkatkan menggunakan tiga armada bus yang telah disiapkan untuk mengikuti kegiatan Apel Kebangsaan yang diselenggarakan Polda Jawa Timur.
Sebelum keberangkatan, para mahasiswa berkumpul di halaman Kantor Pemkot Kediri sejak pukul 09.00 WIB untuk mengikuti pengarahan, menerima pembagian konsumsi, serta mempersiapkan perjalanan menuju Surabaya.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang bersedia mengambil bagian dalam kegiatan kebangsaan tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa menjadi salah satu wujud kepedulian generasi muda terhadap semangat persatuan dan kebangsaan yang diwariskan melalui peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
“Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan ini. Keikutsertaan kalian merupakan bukti bahwa anak-anak muda mampu bergerak bersama dan selaras dalam semangat kebangsaan,” ujar AKBP Wisnu.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan selama perjalanan dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.
“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga kesehatan, mengikuti aturan panitia, serta menjaga ketertiban selama perjalanan maupun saat mengikuti Apel Kebangsaan di Polda Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat semangat belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Mulai sekarang tanamkan karakter yang baik. Pemuda harus terus belajar dan belajar untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan karakter dan kemampuan yang baik, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” ujar KH Qowimuddin Thoha.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membawa pulang nilai-nilai kebangsaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat persatuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan daerah.
“Setelah itu, mari bersama-sama membangun Kota Kediri menjadi kota yang MAPAN dan berjaya,” pesannya.
Kegiatan pemberangkatan tersebut juga dihadiri Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, serta Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata.
Setelah mengikuti pengarahan dan doa bersama, seluruh mahasiswa memasuki tiga bus yang disiapkan untuk membawa rombongan menuju Polda Jawa Timur.
Keikutsertaan 128 mahasiswa Kota Kediri dalam Apel Kebangsaan menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang menekankan peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebangsaan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan peserta dari daerah lain serta memperluas pengalaman dalam kegiatan yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan.
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan tidak berhenti pada upacara atau kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan potensi, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.Pemberangkatan rombongan mahasiswa dari Kantor Pemkot Kediri menuju Polda Jawa Timur berlangsung aman dan lancar. (res/aro)
Inspirasi
Ngopi Bareng Warga Mojo, AKBP Wisnu Serahkan Tandon Air Bersih dan Buka Ruang Aspirasi Masyarakat

Kediriselaludihati- Keluhan warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengenai kesulitan mendapatkan air bersih mendapat perhatian Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.
Setelah menerima informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, AKBP Wisnu turun langsung membawa bantuan tandon penampungan dan air bersih untuk masyarakat, Rabu (28/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan di Musala Al-Banna, Desa Ponggok, setelah Kapolres menggelar kegiatan Ngopi Bareng dan Cangkruk Kamtibmas bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) se-Kecamatan Mojo.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 11.40 WIB itu menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus kesempatan bagi warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
AKBP Wisnu mengatakan, bantuan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Ponggok mengenai kondisi kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami warga.
“Kemarin saya bertemu Bhabinkamtibmas Desa Ponggok dan mendapat informasi bahwa desa ini mengalami kekeringan serta krisis air bersih. Kemudian kami mengumpulkan anggota untuk membicarakan apa yang bisa kami bantu bagi masyarakat,” ujar AKBP Wisnu.
Dari pembahasan tersebut, Polres Kediri Kota memutuskan memberikan bantuan berupa tandon penampungan air sekaligus menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Ternyata masyarakat di sini memang sangat membutuhkan air bersih. Karena itu, kami memberikan bantuan tandon dan air bersih. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga Desa Ponggok,” katanya.
Sebelum menyerahkan bantuan, AKBP Wisnu terlebih dahulu bertemu dengan perangkat desa dan masyarakat di Kantor Desa Ponggok.
Pertemuan tersebut dihadiri Plt. Camat Mojo H. Moh. Nurul Hasan, S.T., Kepala Desa Ponggok Yoyok Dudi, jajaran PPDI Kecamatan Mojo, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Turut mendampingi Kapolres, Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, Kasat Reskrim AKP Achad Elyasyarif Martadinata, Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, Kasat Samapta AKP Agung Saifudin, serta Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan.
Dalam suasana cangkrukan, Kepala Desa Ponggok Yoyok Dudi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres beserta jajaran.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan tandon dan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air.
“Kami mewakili masyarakat Desa Ponggok mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Warga kami sangat membutuhkan air bersih. Semoga bantuan tandon air ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yoyok.
Selain persoalan air bersih, Yoyok juga menyampaikan aspirasi mengenai pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi warga desa.
Ia berharap ada mekanisme pendampingan atau koordinasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Bhabinkamtibmas agar warga memperoleh informasi dan pelayanan yang benar tanpa harus menggunakan jasa calo.
Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Wisnu mengarahkan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila membutuhkan informasi mengenai proses pengurusan SIM.
“Terkait pembuatan SIM, untuk menghindari calo, bapak dan ibu bisa berkoordinasi melalui Bhabinkamtibmas Desa Ponggok,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan polisi.
“Kami memiliki layanan 110 yang bisa digunakan masyarakat apabila ada kejadian menonjol. Silakan menghubungi 110, nanti anggota kepolisian terdekat, termasuk Polsek Mojo, dapat segera merespons laporan tersebut,” kata AKBP Wisnu.
Menurutnya, kegiatan Ngopi Bareng dan Cangkruk Kamtibmas bukan sekadar pertemuan antara pejabat kepolisian dan masyarakat, tetapi menjadi sarana untuk mendengar langsung kondisi serta kebutuhan warga.
“Kami hadir di sini untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mengetahui situasi kamtibmas di desa. Melalui kegiatan cangkrukan seperti ini, kami ingin terus membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat,” tuturnya.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolres bersama rombongan bergerak menuju Musala Al-Banna, Desa Ponggok, yang menjadi lokasi penyerahan bantuan.
Setibanya di lokasi, AKBP Wisnu menyerahkan bantuan tandon air secara simbolis kepada Kepala Desa Ponggok dan perwakilan masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran air bersih kepada warga.
Di lokasi tersebut, Yoyok kembali menyampaikan rasa terima kasih sekaligus harapan agar kesulitan air bersih yang dialami masyarakat segera teratasi.
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan krisis air bersih di desa kami segera selesai. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota atas bantuan tandon serta air bersih untuk warga kami,” katanya.
Bagi AKBP Wisnu, informasi yang diperoleh anggota Bhabinkamtibmas dari masyarakat harus menjadi perhatian agar kepolisian dapat memahami persoalan nyata di wilayah tugasnya.
Karena itu, ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas terus terjalin, tidak hanya ketika muncul persoalan keamanan, tetapi juga saat warga menghadapi kesulitan sosial.
“Jika ada permasalahan, silakan disampaikan kepada kepala desa atau anggota kami, Bhabinkamtibmas. Harapan kami, sinergi dan komunikasi seperti ini terus terjalin dengan baik,” ujar AKBP Wisnu.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga agar berbagai persoalan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan jalan keluarnya bersama.
Kegiatan penyerahan bantuan kemudian dilanjutkan dengan Ngopi Bareng bersama warga Desa Ponggok.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota tidak hanya menyalurkan bantuan untuk meringankan kesulitan air bersih, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai kebutuhan pelayanan kepolisian dan kondisi keamanan lingkungan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.40 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (res/aro)
Inspirasi
AKBP Wisnu: Polisi Jogo Sekolah Harus Jadi Sahabat Siswa, Cegah Persoalan Remaja Sejak Dini

Kediriselaludihati- Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Polres Kediri Kota menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap generasi muda. Melalui penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah, kepolisian menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Penyematan tersebut dilakukan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Kediri Kota, Rabu (28/10/2026).
Upacara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB itu diikuti pejabat utama Polres Kediri Kota, para Kapolsek jajaran, personel kepolisian, aparatur sipil negara, serta anggota Polisi Jogo Sekolah.
Dalam rangkaian upacara, dilakukan pembacaan Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, penyematan ban lengan kepada perwakilan Polisi Jogo Sekolah, serta pembacaan Ikrar Pelajar Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menegaskan bahwa Polisi Jogo Sekolah merupakan bagian dari inisiatif Polda Jawa Timur melalui Satuan Tugas Preemptive Strike yang mengedepankan pendekatan pencegahan dan edukasi di lingkungan pendidikan.
“Polda Jawa Timur telah menginisiasi Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah. Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah gerakan preventif dan edukatif yang menyentuh akar rumput di lingkungan sekolah,” ujar AKBP Wisnu dalam amanatnya.
Menurutnya, keberadaan Polisi Jogo Sekolah diharapkan mampu membangun sistem pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pelajar.
Program tersebut tidak hanya menempatkan kepolisian sebagai unsur pengawasan, tetapi juga sebagai mitra sekolah dalam mendampingi perkembangan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Hari ini kita menyatukan komitmen untuk satu tujuan mulia, yaitu mewujudkan sekolah yang aman serta membentuk pelajar yang tertib, disiplin, dan terlindungi,” katanya.
AKBP Wisnu menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, dan pelajar.
Kepada polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah, ia meminta agar kehadiran mereka tidak menciptakan jarak dengan siswa.
Sebaliknya, anggota kepolisian diharapkan mampu membangun kedekatan, menjadi tempat berbagi persoalan, serta memberikan pendampingan ketika pelajar menghadapi kesulitan.
“Jadilah teladan dan sahabat bagi para siswa. Dekati mereka dengan hati, dengarkan keluh kesah mereka, dan lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin sebelum potensi gangguan kamtibmas meluas,” tegas AKBP Wisnu.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan di lingkungan sekolah tidak selalu dapat diselesaikan melalui tindakan disiplin atau penegakan hukum semata.
Komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dalam amanatnya, AKBP Wisnu juga memberikan perhatian khusus kepada kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK).
Menurutnya, sekolah memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter sekaligus mendeteksi perubahan perilaku peserta didik.
“Kepada kepala sekolah dan guru BK, Anda adalah benteng moral di sekolah. Sinergi yang kuat antara sekolah dan Polri akan memastikan bahwa setiap riak permasalahan remaja dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi terbaik secara persuasif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus mengedepankan kepentingan dan perlindungan pelajar, sehingga setiap persoalan dapat ditangani dengan pendekatan yang mendidik.
Tidak kalah penting, Kapolres juga mengajak para pelajar, khususnya pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.
Para pelajar didorong menjadi agen perubahan yang mampu memberikan contoh positif kepada teman sebaya.
“Khusus untuk para pelajar generasi bangsa, pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah kalian. Jangan ragu untuk merangkul teman-temanmu,” pesan AKBP Wisnu.
Ia juga meminta para pelajar memiliki kepedulian terhadap situasi di lingkungan sekolah dan tidak membiarkan persoalan yang berpotensi merugikan teman-temannya berkembang tanpa penanganan.
Penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah dalam peringatan Sumpah Pemuda memiliki makna penting karena menempatkan keselamatan dan masa depan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polres Kediri Kota berupaya menerjemahkan semangat tersebut ke dalam langkah nyata berupa pendampingan, pembinaan, serta penguatan komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.
Program ini sekaligus menjadi implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan melibatkan sekolah dan pelajar sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan penyematan Polisi Jogo Sekolah diakhiri dengan doa serta foto bersama.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tertib. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
