Connect with us

Uncategorized

Persiapan Ibadah Tatap Muka, Masifkan Vaksinasi di Tempat Ibadah

Published

on

Tidak hanya di sekolah, Persiapan Tatap Muka (PTM) juga tengah disiapkan di tempat ibadah. Salah satunya melalui percepatan vaksinasi bagi pengurus tempat ibadah, jamaah dan masyarakat di sekitarnya.

Di Kabupaten Sidoarjo, Vaksinasi Merdeka serentak di tempat dan rumah ibadah mulai dimasifkan, Senin (6/9/2021). Seperti yang berlangsung di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jalan Kombes Pol. M. Duryat, Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro turun langsung memantau jalannya vaksinasi Covid-19 bagi pengurus, jemaat dan warga sekitar GKJW Sidoarjo.

“Di GKJW Sidoarjo kali ini, kami sediakan 300 dosis vaksin Covid-19. Tujuannya untuk mempercepat terbentuknya herd immunity bagi masyarakat. Juga sebagai upaya persiapan berjalannya ibadah tatap muka di tempat-tempat ibadah,” jelasnya.

Dengan adanya program Vaksinasi Merdeka serentak di tempat-tempat ibadah, Pendeta GKJW Sidoarjo Kristanto mengapresiasi langkah baik dari pemerintah, TNI dan Polri, dalam hal ini yang diselenggarakan oleh Polresta Sidoarjo.

“Kami akan memulai ibadah tatap muka di September ini, karenanya sangat tepat bila semua yang ada di sini di suntik Vaksin Covid-19, agar terbentuk kekebalan komunal dan kami semua terhindar dari penyebaran Covid-19,” katanya.

Selain vaksinasi di GKJW, dilakukan juga vaksinasi di tempat-tempat ibadah lainnya. Kapolresta Sidoarjo berharap semua pihak mendukung upaya Pemerintah, TNI dan Polri dalam mempercepat terbentuknya herd immunity, agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat segera terputus.

“Selain vaksinasi Covid-19, kami juga berkordinasi dengan pengurus tempat ibadah, supaya tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan dan menerapkan ketentuan jumlah jamaah adalah 50 persen dari kapasitas tempat ibadahnya,” harap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Continue Reading

Uncategorized

Kapolda NTT dan Gubernur Sampaikan Penanganan Gempa Flores: Fokus Evakuasi, Data Korban, dan Cegah Hoaks

Published

on

KUPANG – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Penanganan darurat difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi korban, pendataan jumlah korban jiwa maupun luka-luka, pemetaan kerusakan bangunan dan infrastruktur, serta memastikan akses komunikasi dan jalur transportasi tetap terbuka.Gubernur NTT Melkianus Laka Lena mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.“Dengan kondisi yang ada ini, segera mengecek kondisi yang ada di masing-masing daerah. Kerusakan yang terjadi, korban jiwa yang dialami ataupun luka-luka, dan segera memberikan data itu kepada pemerintah provinsi,” ujar Melkianus dalam konferensi pers terkait penanganan gempa Flores.*Kapolda NTT Siapkan Pesawat, Forkopimda Tinjau Langsung Flores*Untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memverifikasi berbagai laporan yang terus berkembang, Gubernur NTT bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda akan bergerak langsung menuju Pulau Flores.Kapolda NTT menyiapkan pesawat khusus untuk mendukung mobilisasi rombongan Forkopimda ke sejumlah wilayah terdampak yang dapat dijangkau.“Kami akan langsung masuk ke Flores dengan pesawat dari Pak Kapolda. Pak Kapolda ada penerbangan pesawat khusus yang kita pakai untuk memastikan beberapa kabupaten yang bisa kami singgahi, memastikan kerusakan yang terjadi,” jelas Melkianus.Menurutnya, peninjauan langsung sangat penting karena data korban dan kerusakan masih bergerak dinamis. Laporan yang diterima pemerintah dari lapangan masih harus diverifikasi sebelum diumumkan kepada publik.“Kami mohon maaf belum bisa menyajikan data detail, karena korban jiwa tadi kami dapat laporan ada tiga orang misalnya, ternyata korban sudah jadi empat, dan seterusnya. Ini kita pastikan dulu,” katanya.*Lima Korban Meninggal Dunia, Data Masih Diverifikasi*Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur NTT menyampaikan data sementara korban meninggal dunia sebanyak lima orang.“Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai,” ungkap Melkianus.Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.Sebagian korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 Wita, saat sebagian warga masih berada di dalam rumah.“Di Manggarai karena memang ini terkait reruntuhan karena kejadiannya di pagi hari pukul 05.58 WITA. Dan itu mungkin banyak dari masyarakat yang masih tertidur belum sempat bergerak,” jelasnya.*Polda NTT Jadi Pusat Informasi Penanganan Bencana*Untuk mencegah simpang siur informasi, Polda NTT disiapkan sebagai salah satu pusat pengendalian dan informasi penanganan bencana.Gubernur mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Kapolda NTT agar informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara terkoordinasi dan berdasarkan data yang telah diverifikasi.“Pusat penanganan bencana nanti, kebencanaan ini ada di Polda NTT,” kata Melkianus.Kapolda NTT juga memutuskan agar perkembangan penanganan bencana disampaikan melalui press release resmi setiap hari bersama unsur Forkopimda.“Pak Kapolda memutuskan setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan bencana agar kita lebih mudah berkoordinasi untuk melakukan proses komunikasi publik maupun penanganan bencana,” ujarnya.Langkah tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat dan media untuk memperoleh informasi resmi mengenai korban, kerusakan maupun perkembangan penanganan gempa.*Kapolda dan Gubernur Ingatkan Bahaya Hoaks*Di tengah situasi darurat, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai tsunami maupun gempa susulan.Gubernur meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas.“Tolong kita jaga betul situasi ini jangan sampai lagi ada informasi-informasi yang meresahkan yang tidak jelas, tidak benar,” tegas Melkianus.Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari lembaga yang berwenang, terutama BMKG untuk perkembangan aktivitas gempa dan BNPB terkait informasi penanganan kebencanaan.Pemerintah menilai penyebaran hoaks dalam kondisi darurat dapat memicu kepanikan, mengganggu proses evakuasi dan menyulitkan petugas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.*Semua Kekuatan Dikerahkan*Penyelamatan dan evakuasi korban menjadi prioritas utama dalam fase awal penanganan gempa.TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi dan berbagai unsur terkait dikerahkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.“Proses awal adalah kita untuk mengevakuasi korban dulu. Semua korban-korban yang memang terkait dengan bencana ini harus kita urus dulu diselamatkan,” kata Melkianus.Setelah proses penyelamatan dan tanggap darurat, pemerintah akan melakukan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil pemetaan kerusakan.*Alat Berat Kontraktor Diminta Buka Akses*Pemerintah juga meminta seluruh kontraktor yang memiliki alat berat untuk turut membantu membuka akses yang tertutup akibat longsor maupun reruntuhan.“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” tegas Gubernur.Alat berat akan diarahkan untuk membuka jalan sehingga tim penyelamat, bantuan logistik dan kebutuhan masyarakat dapat segera masuk ke wilayah terdampak.Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN untuk pemulihan jaringan listrik serta operator telekomunikasi untuk menjaga konektivitas komunikasi di wilayah yang membutuhkan.*Bantuan Logistik Mulai Disiapkan*Dukungan dari pemerintah pusat juga mulai bergerak. Sejumlah kementerian telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.Pemerintah juga mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu mobilisasi dan pemantauan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.Gubernur turut mengajak para pelaku usaha di Flores untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak.“Bantu dulu korban, nanti hitung-hitungan terkait dengan urusan kebencanaan ini nanti bisa belakangan,” ujarnya.Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras untuk dibawa ke wilayah terdampak.*Status Bencana Provinsi, Penetapan Nasional Masih Dikaji*Terkait status bencana, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyetujui penetapan status bencana sesuai kewenangannya.Sementara mengenai kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, pemerintah masih melakukan kajian berdasarkan kondisi riil di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.“Kami akan merespons kondisi lapangan. Jadi kami akan turun sebentar bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, dan jajaran Forkopimda yang lain untuk melihat langsung lapangan,” kata Melkianus.Hasil peninjauan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.“Kalau memang bisa, kita akan teruskan jadi bencana nasional,” tegasnya.*Masyarakat Diminta Tetap Tenang*Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Flores tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.Media massa, pengguna media sosial dan seluruh pihak juga diminta menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat dengan hanya menyebarkan informasi yang telah terverifikasi.Pemerintah bersama Polda NTT dan Forkopimda memastikan perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan data dari lapangan.“Kami akan terus berkoordinasi dan terus update informasi dari lapangan,” ujar Melkianus.Di tengah situasi darurat tersebut, satu pesan menjadi perhatian utama: keselamatan masyarakat adalah prioritas. Evakuasi harus dipercepat, korban harus ditangani, akses harus dibuka dan informasi harus disampaikan secara benar.Pemerintah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait kini bergerak bersama untuk memastikan masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian.#NttPenuhKasih

Continue Reading

Uncategorized

Polri Bergerak Cepat Merespons Bencana Alam di NTT

Published

on


Jakarta – Polri langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa besar Magnitudo 7,7.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berempati terhadap masyarakat yang terdampak dan memastikan jajaran kepolisian bergerak untuk membantu proses penanganan bencana.

“Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT. Polri bergerak cepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, pertolongan dan penanganan dampak bencana,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima, Polri langsung mendirikan posko pengungsian atau tenda darurat setelah terjadinya gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Hal tersebut untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang terdampak dari bencana itu.

Personel kepolisian juga diterjunkan untuk segera melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban. Kemudian juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan masyarakat. Personel kita di lapangan diarahkan untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Johnny.

Selanjutnya, personel kepolisian juga melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan maupun sarana prasarana lainnya.

Kemudian, mengerahkan personel kepolisian untuk memberikan bantuan medis kepada korban dan masyarakat terdampak gempa lainnya. Polri juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

“Penanganan ini dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Polri terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses evakuasi maupun bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Polri juga melakukan pendataan lanjutan terhadap korban jiwa dan kerugian materiil di wilayah terdampak. Melaksanakan patroli dan pengamanan guna mencegah gangguan Kamtibmas.

Lalu, membantu proses evakuasi masyarakat dan korban di wilayah terdampak. Mendirikan posko terpadu bersama stakeholder terkait. Melakukan pemantauan perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Dan, mengirimkan bantuan logistik.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun petugas di lapangan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah situasi bencana,” pungkas Johnny.

Continue Reading

Uncategorized

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses

Published

on

Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). Di tengah situasi yang masih berlangsung, Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat ke sejumlah titik terdampak.Sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, mengamankan lokasi, membantu masyarakat, serta membuka akses jalan yang terdampak gempa. Perintah tersebut langsung direspons personel dari Batalyon B Pelopor yang bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan hingga kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat wisatawan yang terdampak. Personel juga membantu dua WNA yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya menuju RS Siloam Labuan Bajo.Di Kabupaten Manggarai, personel Brimob turut bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung menuju area yang lebih aman. Personel juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung ke area yang lebih aman. Personel juga membersihkan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bantuan kesehatan bagi warga.Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa. Sementara di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.Dalam proses pencarian di Maumere, ditemukan tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses identifikasi. Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal karena syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.Saat masyarakat masih menghadapi kepanikan pascagempa, Brimob sudah berada di lapangan. Dari evakuasi korban hingga membuka akses jalan, personel Satbrimob Polda NTT dikerahkan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.Penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak gempa serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page