Peristiwa
Petugas Gabungan Rayon 2 Polresta Kediri Patroli Skala Besar
Polresta Kediri – Petugas gabungan dari Rayon 2 Polresta Kediri juga mengadakan kegiatan bersama, Senin, 09 Maret 2020 mulai pukul 22.00 s/d 23.30 wib.
Setelah dilaksanakan apel rayon 2 (Polsek Mojo, Polsek Semen, Polsek Mojoroto) dilanjutkan patroli skala besar, kemudian dilanjut patroli wilayah masing-masing antisipasi 3 C.
Sasaran patrol Bank BRI cab. Mojo Kediri, Bank Jatim cab. Mojo Kediri, SPBU Tambibendo Mojo Kediri, Jembatan WK dan Ponpes Ploso Mojo Kediri.
Pawas Kapolsek Mojo AKP Wahana, SH. Padal, Polsek Mojo : Ipda Endriyono, Polsek Semen : Ipda Agustinus, Polsek Mojoroto : Ipda Edi Prayitno.
Kuat personil : 10 pers, Polsek Mojo : 4 pers, Polsek Semen : 4 pers. Polsek Mojoroto : 2 pers. Handak, Senpi, Sajam dan Narkoba : Nihil.
“Kegiatan patroli dilaksanakan guna tercipta situasi yang kondusip,” kata Kapolsek Mojo, AKP Wahana. (res/an).
Lalu Lintas
Polisi Pastikan Kendaraan AKAP–AKDP Laik Jalan Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026
Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan rampcheck atau inspeksi keselamatan terhadap kendaraan angkutan umum di Terminal Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan menjelang Operasi Ketupat Semeru yang digelar untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Rampcheck yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut difokuskan pada kendaraan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).
Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, ban, hingga kelengkapan administrasi.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP T. Yudho Prastyawan mengatakan, kegiatan rampcheck bertujuan memastikan kendaraan angkutan umum yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan melayani masyarakat.
“Rampcheck ini kami lakukan untuk menjamin keselamatan penumpang. Dari hasil pemeriksaan, seluruh kendaraan yang diperiksa dalam kondisi laik jalan dan memenuhi persyaratan teknis,” ujar AKP Yudho.
Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik pengemudi. Pemeriksaan kesehatan ringan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri guna memastikan para sopir dalam keadaan sehat jasmani dan rohani saat bertugas.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Wassatpel Terminal Tamanan Kota Kediri, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Kediri, Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Mujani, S.H. beserta anggota, serta personel dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Menurut AKP Yudho, sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan. Ia menegaskan bahwa upaya preventif seperti rampcheck menjadi langkah penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan angkutan umum.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 sendiri menitikberatkan pada kegiatan preemtif dan preventif dengan pendekatan edukatif kepada masyarakat, sekaligus pengawasan terhadap sarana dan prasarana transportasi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Terminal Tamanan terpantau lancar, tertib, dan kondusif. Arus keluar masuk kendaraan tidak mengalami gangguan berarti, dan para pengemudi angkutan umum kooperatif mengikuti proses pemeriksaan.
Satlantas Polres Kediri Kota memastikan kegiatan rampcheck akan terus dilaksanakan secara berkala di sejumlah titik strategis guna meningkatkan keselamatan transportasi darat di wilayah Kota Kediri. Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, khususnya selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026. (res/aro)
Lalu Lintas
Polisi Ajak Warga Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026
Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota mengintensifkan upaya edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat melalui kegiatan pembagian brosur dan imbauan tertib berlalu lintas. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Dhoho Plaza, Jalan PB Sudirman, Kota Kediri, Jumat (13/2/2026) pagi.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgas Preemtif jOperasi Keselamatan Semeru 2026 dan jelang Operasi Ketupat Semeru 2026 ini menyasar masyarakat umum yang beraktivitas di pusat perbelanjaan. Sejumlah personel yang dipimpin Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) ISatlantas Polres Kediri Kota Iptu Mujani, SH turun langsung membagikan brosur sekaligus memberikan penjelasan singkat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP T. Yudho Prastyawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya menjelang momentum meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Melalui pembagian brosur dan imbauan langsung, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak hanya patuh aturan, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” kata AKP Yudho di sela kegiatan.
Menurut dia, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi ajakan untuk mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, serta menghindari perilaku berisiko seperti melanggar marka jalan dan berkendara secara ugal-ugalan. Edukasi ini dinilai penting sebagai langkah awal menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 sendiri difokuskan pada kegiatan preemtif dan preventif, dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau lancar dan kondusif. Masyarakat yang menerima brosur tampak antusias dan menyambut baik kehadiran petugas kepolisian, terutama karena edukasi disampaikan secara komunikatif dan humanis.
AKP Yudho menambahkan, Satlantas Polres Kediri Kota akan terus melakukan kegiatan serupa di berbagai titik keramaian sebagai bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Kami berharap, dengan edukasi yang berkelanjutan, kesadaran berlalu lintas masyarakat di Kota Kediri semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” ujarnya.
Kegiatan pembagian brosur ini menjadi salah satu wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus bentuk komitmen Satlantas Polres Kediri Kota dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. (res/aro)
Peristiwa
Laboratorium Sosial Dalam Pemolisian berbasis riset dan keilmuan
Goldstein dalam bukunya Problem Oriented Policing (1979), mengkritik Polisi dalam menjalankan tugas Pokok nya sering terjebak pada tindakan reaktif.
Dalam beberapa kajian tugas Polisi sebaiknya reflektif. Reflektif dari Masyarakat yang dilayaninya. kaonsep pelaksanaan tugas Polisi terkandung beberapa hal yang sangat demokratis bagi stake holdernya, karena di dalam sifat pelaksanaan tugas yang reflektif, terkandung rasa empati, adanya perasaan sebagai bagian dari lingkungannya, sehingga akan lebih bersifat humanis dan sesuai dengan keinginan masyarakat bagai mana seharusnya menjalankan tugas dalam melindungi dan melayani masyarakat yang diejawantahkan dalam bentuk kegiatan melindungi, mengayomi, melayani dan penegakan hukum.
Di era kekinian, era dimana kebebasan masyarakat perlu dilindungi, kemajuan IT terus melesat, penggerusan kearifan lokal yang semakin ekstrim, dan berdampak pada perubahan budaya serta karakter bangsa, di butuhkan penjaminan kebebasan dan kemanan yang reflektif serta prediktif.
Polisi dan pemolisiannya perlu mengembangkan dan menyesuaikan gaya Pemolisian agar adaptif dengan dinamika yang terjadi. Oleh karenanya Polisi perlu asupan dan suplay yang bersifat kekinian utamanya yg bersumber keilmuan, riset dan keakademian.
————
Polisi dan Laboratorium Sosial.
Laboratorium sosial adalah ruang, baik fisik maupun konseptual, yang dirancang untuk mengamati, meneliti, dan bereksperimen dengan dinamika sosial, perilaku masyarakat, serta solusi atas tantangan sistemik. Wadah ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menciptakan inovasi sosial, dan menguji solusi dalam dunia nyata.
Ilmu Kepolisian.
Ilmu kepolisian adalah Ilmu Sosial yang bersifat interdisipliner yang mempelajari fungsi, peran, dan lembaga kepolisian dalam upaya pencegahan kejahatan, dan penanggulangan serta penyelesaiannya, memelihara keamanan, ketertiban umum, serta penegakan hukum. Ilmu ini mengintegrasikan berbagai cabang ilmu seperti kriminologi, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi, dan forensik, dan sebagainya untuk memahami pemolisian, perilaku kepolisian, dan penanganan masalah sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial. (Suparlan, 2001).
Karena ruangnya yang berada dilingkungan sosial, maka Polisi perlu didikung, Berbagai ilmu pengetahuan melalui riset, kajian dan dukungan keakademian untuk melaksanakan tugas pemolisian. Karenanya Polisi Perlu laboratorium
Sosial.
Polisi perlu laboratorium sosial karena tugas kepolisian saat ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum konvensional (penindakan), tetapi juga pada upaya preventif (pencegahan) dan preemtif yang berbasis sosiologis dan humanis, yang bersifat Reflektif bukan reaktif.
Laboratorium sosial berfungsi sebagai pusat analisis perilaku, dinamika, dan konflik sosial di masyarakat untuk menciptakan keamanan yang lebih efektif.
Beberapa alasan utama mengapa polisi memerlukan laboratorium sosial.
Deteksi dan mintigasi Konflik Sosial.
Laboratorium sosial memungkinkan polisi untuk memetakan wilayah rawan, mengidentifikasi potensi konflik, dan menganalisis akar permasalahan sebelum kekerasan fisik pecah.
Pemecahan masalah Sosial.
Polri dituntut menjadi problem solver(penyelesai masalah) dalam konflik sosial masyarakat, bukan sekadar penindak hukum.
Permasalahan yang timbul dalam masyarakat, pada dasarnya kunci penyelesaian nya juga ada dalam masyarakat itu sendiri. namun perlu pihak yang dapat menjembatani, Polisi yang berada dalam ruang masyarakat sosial adalah “Ilmuwan Sosial” yang berada dalam laboratorium sosial. keberadaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam masyarakat itu sendiri (Living laboratory). keberadaan di ruang sosial diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan dg lingkungannya sehingga mampu melakukan berbagai pendekatan saat terjadi permasalahan sosial. Pendekatan sosial membantu polisi menemukan solusi yang lebih humanis dan kolaboratif.
Memahami Dinamika Komunitas.
Dengan metode laboratorium sosial, polisi dapat mempelajari perilaku masyarakat, budaya lokal, dan struktur sosial untuk mempermudah pendekatan kepada berbagai komunitas (community policing).
Rekomendasi berbasis Riset dan analisis Akademik
Hasil analisis dari laboratorium sosial memberikan data empiris yang akurat bagi kepolisian untuk merancang strategi operasional yang tepat sasaran, yang didasarkan pada karakteristik wilayah, bukan sekadar asumsi.
Hasil Riset , pengujian dan analisis dari laboratorium sosial dapat memberikan rekomendasi berdasarkan fenomena dan gejala empiris. sehingga pengambil kebijakan akan dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat
Meningkatkan Profesionalisme
Pendekatan sosiologis membantu anggota Polri meningkatkan profesionalisme, khususnya dalam menangani konflik yang kompleks, sehingga pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat menjadi lebih Humanis dan reflektif.
Menjawab tantangan Tugas Kepolisian.
Dalam rangka tindaklanjut transformasi Polri agar lebih Profesional dan humanis pelaksanaan tugas dan menyiapkan calon anggota Polisi dalam Proses pendidikan, keberadaan Laboratorium Sosial bagi Polisi dapat menjadi salah satu alternatif dan jawaban bagaimana menyiapkan yang Profesional dan Humanis.
Polri saat ini sedang merencanakan dan membangun Laboratorium Sosial Kepolisian dan Pusat Studi Kepolisian dengan bekerja sama dengan berbagai Perguruan tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri Maupun Perguruan tinggi Swasta di Seluruh Indonesia. Saat ini telah ditandatangani 74 (tujuh puluh empat) Nota Kesepahaman antara Polri dengan PTN dan PTS.
keberadaan lembaga ini diharapkan dapat medorong percepatan terwujudnya Profesionalisme Polri dan model pemolisian berbasis Riset dan kajian Akademik.
Laboratorium Sosial sebaiknya jangan hanya dipahami dalam pengertian teknis semata, tetapi perlu dipahami sebagai ruang hidup atau “living Laboratory”. Tempat dimana Calon Polisi belajar memahami, mengalami, dan merefleksikan realitas kehidupan sosial, sehingga saat bertugas reflektif terhadap perkembangan dan permasalahan sosial sehingga lebih mengedepankan empati dan simpati saat bertugas dalam mewujudkan keteraturan sosial.
Keberadaan Laboratorium sosial, merupakan salah satu implementasi dari Democratic Policing, dimana Polisi dalam melakukan pemolisiannya harus mengakomodir stake holdernya agar tidak kontraproduktif dalam melaksanakan tugas pokoknya.
Str’90
Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
