Uncategorized
Polda Jatim Tetapkan Pemilik Penampungan Anak Asuh Sebagai Tersangka Pencabulan
SURABAYA – Polda Jawa Timur membeberkan kronologi peristiwa pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di sebuah rumah penampungan anak asuh yang sebelumnya merupakan panti asuhan di Surabaya yang dilakukan oleh tersangka NK (60).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan tersangka NK(60) merupakan pemilik rumah penampungan anak asuh.
Kombes Pol Dirmanto menjelaskan, penangkapn terhadap tersangka berdasarkan laporan Polisi nomor 165 yang diterima pada 30 Januari 2025.
“Tersangka sudah diamankan oleh tim Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jatim pada Jumat (31/1) pekan yang lalu untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kombes Pol Dirmanto saat Konferensi pers, Senin (3/2/25).
Hasil dari pemeriksaan, lanjut Kombes Dirmanto diduga kuat tersangka melakukan kekerasan seksual secara fisik terhadap korban dengan modus membangunkan korban di malam hari dan membawanya ke kamar kosong untuk melakukan perbuatan asusila.
Dikesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim · Kombes Pol Farman S.H., S.I.K., M.H., mengatakan tindak pidana ini berlangsung sejak Januari 2022 hingga terakhir kali terjadi pada 20 Januari 2025.
“Kasus ini bermula setelah istri tersangka meninggalkan rumah penampungan pada Februari 2022 akibat kekerasan verbal dan psikis yang dialaminya,” terang Kombes Farman.
Sejak saat itu, tersangka mulai melakukan aksi bejatnya terhadap korban yang merupakan penghuni rumah penampungan tersebut.
Masih kata Kombes Farman, awalnya terdapat lima anak yang tinggal di rumah tersebut, namun, setelah insiden kekerasan terungkap, tiga penghuni meninggalkan tempat tersebut dan dua lainnya kini telah ditampung di shelter perlindungan anak.
Dalam hasil ungkap kasus ini, Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya fotokopi legalisir Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran korban, serta pakaian korban berupa mini set hitam dan celana dalam biru muda.
Tersangka dijerat dengan Pasal 81 junto Pasal 76D dan/atau Pasal 82 junto Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
“Ancaman hukuman yang dikenakan bervariasi, mulai dari lima hingga 15 tahun penjara, ditambah sepertiga hukuman jika pelaku merupakan pengasuh anak,” kata Kombes Farman.
Sementara itu Kasubdit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, AKBP Ali Purnomo mengungkapkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh tersangka bersifat fisik dan psikis.
Korban adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sejak kecil diasuh di rumah penampungan tersebut.
Hingga kini, Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
“Kami masih terus mengidentifikasi kemungkinan korban lainnya dengan melibatkan berbagai pihak terkait,” kata Kasubdit Renakta.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada para korban.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak dalam meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan penampungan.
Polda Jatim berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. (*)
Uncategorized
Polri Prihatin Tragedi NTT, Wakapolri Perintahkan Jajaran Turun Langsung Kawal Program Apbn 2026 Agar Bantuan Tepat Sasaran
Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang anak diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga dan tidak mampu membeli alat tulis sekolah.Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi di NTT dan menegaskan Polri tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali.“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk semakin mengoptimalkan berbagai program kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.Wakapolri menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menyiapkan skema APBN 2026 yang sangat komprehensif untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.“pemerintah punya program, siapkan anggaran, dan kita punya semangat gotong royong. Yang harus kita pastikan adalah implementasinya benar-benar menyentuh keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.Ia menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja bersama dan pengawalan yang kuat, target nasional menuju 0% kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan.Wakapolri menjelaskan bahwa langkah Polri mengawal program kesejahteraan ini sejalan dengan masukan yang disampaikan oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, yang menilai Polri memiliki potensi besar untuk membantu menyukseskan kebijakan Presiden melalui jaringan kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat desa.“Arah kebijakan Presiden yang tertuang dalam APBN 2026 sangat relevan untuk disosialisasikan melalui Polri, karena telah menyiapkan program yang sangat lengkap guna membantu masyarakat terhindar dari kemiskinan ekstrem. Tugas Polri adalah memastikan seluruh kebijakan tersebut benar-benar sampai kepada rakyat, tepat sasaran, dan berjalan efektif di lapangan,” tegas Wakapolri.Masukan tersebut menjadi landasan penting bagi Polri untuk bergerak lebih proaktif dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh IndonesiaSebagai langkah nyata, Wakapolri memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat.“Saya instruksikan kepada para Kapolres bersama pemerintah daerah agar lebih banyak turun melihat kondisi objektif di lapangan. Lakukan pendataan keluarga miskin ekstrem secara langsung, bantu verifikasi data, dan dampingi masyarakat agar bisa mengakses seluruh program bantuan pemerintah,” ujarnya.“Polri harus menjadi jembatan kehadiran negara. Jangan sampai ada warga yang berhak menerima bantuan tetapi tidak mengetahui caranya atau kesulitan mengaksesnya,” tegas Wakapolri.Program-Program yang Akan Dikawal PolriUntuk memastikan masyarakat memahami haknya, Polri akan membantu menyosialisasikan dan mengawal berbagai program pemerintah, antara lain:• Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta keluarga;• Bantuan Sembako Rp200 ribu per bulan bagi 18,3 juta keluarga;• Beasiswa PIP, KIP Kuliah, dan Beasiswa Sekolah Rakyat Berasrama;• Bantuan Permakanan bagi lansia dan disabilitas;• Bantuan Anak Yatim Piatu (YAPI);• PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta masyarakat;• Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST);• Subsidi listrik, LPG, BBM, pupuk, dan KUR;• Sertifikat halal gratis bagi UMK;• Uang saku magang bagi fresh graduate;• Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 82,9 juta penerima manfaat;• Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 130,3 juta masyarakat.“Semua program ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Tugas Polri memastikan masyarakat mengetahui, mengakses, dan menerima haknya dengan mudah,” jelas Wakapolri.Wakapolri menegaskan bahwa pengawalan program pemerintah harus nyata hingga ke lapangan.“Pendataan harus akurat, verifikasi harus nyata di lapangan, dan bantuan harus benar-benar diterima oleh yang berhak. Itulah ukuran keberhasilan kita,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPS, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan setiap rupiah APBN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.Menutup arahannya, Wakapolri menyampaikan pesan optimisme kepada seluruh jajaran Polri dan masyarakat.“Kami yakin, dengan kerja keras, kepedulian, dan gotong royong, kemiskinan ekstrem bisa kita atasi bersama. Polri berkomitmen penuh mendukung kebijakan Presiden dan memastikan negara hadir untuk rakyatnya,” pungkas Wakapolri.“Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Dan Polri akan berada di garis depan untuk memastikan itu.”
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Kalipang Kediri Ingatkan Keselamatan Lalu Lintas dan Transparansi APBDesa
Kediriselaludihati.com – Jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Grogol, Polres Kediri Kota, melaksanakan kegiatan pengawasan dan pendampingan terhadap aktivitas pembangunan serta tata kelola pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Grogol, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta mendorong transparansi dan keselamatan masyarakat.
Bhabinkamtibmas Desa Cerme, Aipda Agus SBW, melakukan sambang ke lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Dusun Glatik, Desa Cerme. Pada kunjungan tersebut, Aipda Agus memantau langsung proses pengecoran bangunan koperasi yang sedang berlangsung.
Selain memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Bhabinkamtibmas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Ia memberikan imbauan kepada pengawas proyek Koperasi Desa Merah Putih agar sisa material bangunan tidak diletakkan di bahu jalan setelah proses pengecoran selesai.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan pengguna jalan, mengingat lokasi pembangunan berada di jalur yang cukup ramai dilalui warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali.
Di lokasi berbeda, Bhabinkamtibmas Desa Kalipang, Aiptu Sugeng Sampir, melaksanakan pemantauan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan APBDesa Semester II Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Kalipang, Kecamatan Grogol.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses evaluasi pengelolaan anggaran desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan dana desa.
Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kepercayaan kepada masyarakat terhadap jalannya pemerintahan desa.
Kegiatan monitoring dan evaluasi APBDesa tersebut berlangsung tertib dan lancar. Tidak ditemukan kendala maupun gangguan keamanan selama pelaksanaan kegiatan.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono menyampaikan bahwa kegiatan Bhabinkamtibmas di wilayahnya merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Menurutnya, peran aktif Bhabinkamtibmas sangat penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas, meningkatkan keselamatan warga, serta memastikan program pembangunan desa berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sambang dan pemantauan tersebut, Polsek Grogol berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjaga demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kecamatan Grogol. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Mojoroto Kediri Dorong Sinergi Warga dan PKL Jelang Bulan Puasa
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, bersama unsur tiga pilar menggelar rapat koordinasi persiapan bazar takjil Ramadhan yang akan dilaksanakan selama bulan puasa. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung aula Balai Kelurahan Dermo, pada Kamis (5/2/2026) siang.
Rapat koordinasi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu dihadiri oleh Lurah Dermo, perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, perwakilan LPMK, Kasi Ekbang, serta paguyuban pedagang kaki lima. Sekitar 60 pedagang direncanakan akan terlibat dalam bazar takjil Ramadhan yang dipusatkan di halaman Balai Kelurahan Dermo.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo Aiptu Suhartono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjalin sinergi dengan masyarakat, khususnya menjelang pelaksanaan kegiatan ekonomi dan sosial selama bulan Ramadhan.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah hal teknis terkait pelaksanaan bazar, mulai dari penataan lokasi, ketertiban pedagang, hingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama kegiatan berlangsung. Bazar takjil diharapkan dapat berjalan tertib, aman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang kaki lima dan warga sekitar.
Aiptu Suhartono mengapresiasi inisiatif paguyuban pedagang kaki lima yang telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan aparat keamanan sejak awal. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas dan memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Terima kasih atas rapat koordinasi yang dilaksanakan dalam rangka persiapan bazar takjil Ramadhan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan mampu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Kelurahan Dermo,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kehadiran Polri, kata dia, bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mendukung kegiatan masyarakat secara positif.
Perwakilan kelurahan dan tokoh masyarakat menyambut baik keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam persiapan bazar Ramadhan tersebut. Mereka menilai sinergi antara aparat, pemerintah kelurahan, dan pedagang sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan kondusif.
Selama kegiatan rapat koordinasi berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Masyarakat memberikan apresiasi positif atas peran aktif Bhabinkamtibmas dan unsur tiga pilar dalam mendukung kegiatan sosial dan ekonomi warga.
Dengan adanya koordinasi sejak awal, bazar takjil Ramadhan di Kelurahan Dermo diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadhan. (res/an)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
