Inspirasi
Polisi Jagoanku
Inspirasi
Sertijab Dipimpin Kapolda Jatim, Tongkat Komando Kediri Kota Berpindah dalam Semangat Penyegaran Organisasi Polri

Kediriselaludihati – Tongkat kepemimpinan Polres Kediri Kota resmi berganti. AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. yang selama ini memimpin jajaran Polres Kediri Kota mendapat amanah baru di lingkungan SSDM Polri. Posisi Kapolres Kediri Kota selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.
Pergantian tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Kediri Kota yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Sertijab tersebut merupakan bagian dari dinamika dan penyegaran organisasi Polri untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat soliditas institusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 s.d. ST/1340/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.
AKBP Anggi, Kapolres dengan Jejak Prestasi dan Pendekatan Humanis
AKBP Anggi Saputra Ibrahim meninggalkan Polres Kediri Kota dengan berbagai catatan selama masa kepemimpinannya. Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 tersebut dikenal sebagai sosok pemimpin yang menggabungkan ketegasan dalam penegakan hukum dengan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Lahir di Sumedang pada 5 November 1985, AKBP Anggi meniti karier melalui berbagai penugasan di bidang operasional kepolisian. Pengalamannya meliputi fungsi lalu lintas, reserse, hingga jabatan strategis di tingkat kepolisian daerah.
Sebelum menjabat Kapolres Kediri Kota, ia pernah mengemban sejumlah posisi penting, di antaranya Kapolsek Genteng dan Dukuh Pakis Surabaya, Wakapolres Kediri, Wakapolres Tanjung Perak, hingga sejumlah jabatan strategis di Polda Metro Jaya.
Selain perjalanan karier kedinasan, AKBP Anggi juga dikenal melalui prestasi di bidang olahraga kepolisian. Namanya mencuat ketika mewakili Indonesia dalam World Police Pistol Shooting Championship 2018 di Tiongkok dan meraih juara dunia beregu.
Prestasi internasional tersebut kembali ditorehkan melalui ajang World Police & Fire Games (WPFG) 2025 di Alabama, Amerika Serikat, dengan meraih medali emas dan perunggu bersama tim Indonesia pada cabang olahraga golf.
Di tingkat nasional, AKBP Anggi juga meraih Juara III Kategori Presisi Executive dalam Lomba Menembak Kapolda Jawa Timur Cup 2026.
Baginya, prestasi tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kesiapan anggota Polri.
“Setiap prestasi bukan semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” ujar AKBP Anggi.
Kini, AKBP Anggi mendapat penugasan baru sebagai Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Polri, membawa pengalaman kepemimpinan dari Kota Kediri menuju amanah berikutnya.
AKBP Wisnu, Membawa Pengalaman Operasional dan Organisasi
Sementara itu, AKBP Kresno Wisnu Putranto hadir sebagai penerus kepemimpinan Polres Kediri Kota dengan bekal pengalaman panjang di berbagai bidang kepolisian.
Lulusan Akpol tahun 2006 ini memiliki perjalanan karier yang banyak bersentuhan dengan fungsi operasional, penyidikan, serta pembinaan organisasi.
Ia pernah bertugas di berbagai wilayah, mulai dari satuan kewilayahan di Kalimantan Timur, Polda Nusa Tenggara Timur, hingga Polda Metro Jaya. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam menghadapi dinamika keamanan dan persoalan masyarakat.
Di lingkungan Polda Metro Jaya, AKBP Wisnu memiliki pengalaman dalam bidang reserse kriminal dan penanganan perkara narkotika. Ia juga pernah mendapat kepercayaan bertugas di lingkungan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, yang memperkuat pengalamannya dalam tata kelola organisasi dan pembinaan personel.
Dengan latar belakang tersebut, AKBP Wisnu menghadapi tantangan baru memimpin Polres Kediri Kota, sebuah wilayah yang memiliki karakter sebagai kota perdagangan, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
Penyambutan dan Pelepasan Dijadwalkan di Kota Kediri

Usai pelaksanaan sertijab di tingkat Polda Jawa Timur, rangkaian pergantian kepemimpinan akan dilanjutkan di tingkat Polres Kediri Kota.
Agenda penyambutan pejabat baru sekaligus pelepasan pejabat lama dijadwalkan berlangsung pada Kamis pagi, 30 Juli 2026 di Kota Kediri.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi Polri. AKBP Anggi meninggalkan warisan berupa prestasi, komunikasi sosial, dan pendekatan pelayanan masyarakat, sementara AKBP Wisnu datang membawa pengalaman baru untuk melanjutkan roda pengabdian di Kota Kediri.
Bagi masyarakat Kota Kediri, pergantian tersebut menjadi harapan agar Polres Kediri Kota semakin profesional, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah perkembangan kota yang terus bergerak. (res/aro)
Inspirasi
Bukan Sekadar Hiburan, Waton SAE Jadi Cara Polisi Menanamkan Nilai Budaya dan Cita-Cita Anak

Kediriselaludihati – Suasana berbeda mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Mako Polsek Kediri Kota, Kamis (23/7/2026). Di tengah halaman kepolisian, suara riang anak-anak TK Kemala Bhayangkari 41 dan 42 terdengar saat mereka menyaksikan pertunjukan wayang yang dikemas dengan cara sederhana namun penuh makna.
Melalui program Wayang Karton Sarana Edukasi (Waton SAE), Polres Kediri Kota menghadirkan metode pembelajaran yang dekat dengan dunia anak. Wayang yang biasanya dikenal sebagai bagian dari seni budaya tradisional, kali ini menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kebaikan, keselamatan, serta membangun karakter generasi muda.
Anak-anak yang mengenakan seragam polisi kecil tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan. Tidak hanya para siswa, para guru dan orang tua juga terlihat menikmati kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim hadir langsung mendampingi anak-anak. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Kediri Kota itu menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap pendidikan karakter anak sejak usia dini.
Pertunjukan wayang dimainkan oleh Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono yang tampil sebagai dalang. Dengan tokoh-tokoh wayang berbahan karton, cerita edukatif disampaikan secara ringan dan mudah dipahami.
“Kami melaksanakan Wayang Karton Sarana Edukasi (Waton SAE) sebagai sarana edukasi bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Ini selaras dengan perhatian pemerintah bahwa anak harus kita utamakan sebagai generasi penerus bangsa,” ujar AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim.
Menurut Kapolres, kegiatan tersebut mengusung tema “Sayangi dan Lindungi, Wujudkan Masa Depan Anak”. Tema itu menjadi komitmen Polres Kediri Kota untuk ikut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan, pendekatan budaya melalui wayang telah beberapa kali digunakan dalam kegiatan kepolisian, termasuk dalam kegiatan Cangkrukan Kamtibmas. Melalui cara tersebut, pesan-pesan keamanan, ketertiban masyarakat, hingga keselamatan berlalu lintas dapat diterima dengan lebih mudah.
“Harapannya, apa yang disampaikan kepada anak-anak bisa menjadi memori baik yang melekat. Karena masa depan yang cerah harus dipersiapkan dengan membimbing dan mengarahkan mereka sejak dini,” katanya.
Wayang Karton Membuka Ruang Imajinasi Anak
Usai menyaksikan pertunjukan, anak-anak tidak hanya diajak menjadi penonton. Mereka juga dilibatkan dalam proses kreatif dengan membuat karakter wayang karton sesuai imajinasi masing-masing.
Berbagai profesi dituangkan dalam bentuk wayang, mulai dari dokter, polisi, hingga tentara. Kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan cita-cita sekaligus melatih kreativitas anak.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono mengatakan, penggunaan media wayang bertujuan agar polisi dapat lebih dekat dengan anak-anak sekaligus mengenalkan budaya bangsa.
“Melalui metode ini mereka bisa mengetahui proses membuat wayang, mengenal budaya, serta memiliki imajinasi dan mimpi untuk mewujudkan cita-citanya,” ujarnya.
Menurut Bowo, anak usia TK dan PAUD lebih mudah menerima pesan melalui media visual. Apa yang mereka lihat dan alami dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter positif.
“Anak-anak usia TK dan PAUD lebih senang dengan sesuatu yang visual. Pesan yang diberikan lebih mudah dicerna dan akan menjadi pengalaman yang melekat dalam ingatan mereka,” ungkapnya.
Melalui Waton SAE, Polres Kediri Kota menunjukkan bahwa pendekatan kepolisian tidak selalu harus dilakukan dengan cara formal. Dengan sentuhan budaya dan kreativitas, polisi hadir sebagai sahabat anak yang ikut menjaga, mendidik, dan menyiapkan generasi masa depan. (res/aro)
Inspirasi
“Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok”, Ajakan Rawat Kepedulian Antarwarga
Kediriselaludihati-Polres Kediri Kota menghadirkan pendekatan berbeda dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui pertunjukan Wayang Cangkrukan, pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) disampaikan dengan memanfaatkan kekuatan budaya lokal yang dekat dengan kehidupan warga.
Pagelaran tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Kota, Jalan A. Yani, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jumat malam (17/7/2026). Lakon yang dibawakan mengangkat tema “Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok”, sebuah filosofi Jawa yang menggambarkan bahwa kepedulian, gotong royong, dan hubungan baik antarwarga merupakan kekuatan utama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polres Kediri Kota, pemerintah kecamatan, unsur TNI, kepala kelurahan se-Kecamatan Kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan RT/RW, LPMK, Karang Taruna, Linmas, serta tokoh masyarakat.
Tidak sekadar menjadi tontonan, Wayang Cangkrukan menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat. Melalui cerita pewayangan yang dikemas ringan, warga diajak memahami pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, serta menyelesaikan persoalan lingkungan secara bersama-sama.
Pagelaran tersebut dibawakan oleh Ki Dalang Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. yang juga menyisipkan berbagai pesan tentang pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan keamanan.
“Melalui Wayang Cangkrukan ini kita bisa saling bertukar informasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Harapannya, kita bersama-sama mewujudkan Kediri yang mapan, Kediri yang ngangeni, aman, dan kondusif,” ujar Kompol Bowo.
Menurutnya, filosofi “Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok” memiliki makna bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui batas fisik, tetapi melalui kepedulian sosial.
“Lingkungan yang masyarakatnya saling mengenal, peduli, dan mau membantu akan lebih kuat menghadapi berbagai persoalan dibandingkan lingkungan yang hanya memiliki pembatas secara fisik,” jelasnya.
Dalam cerita wayang yang disampaikan, digambarkan kehidupan masyarakat dengan berbagai persoalan, termasuk tekanan ekonomi yang dapat memicu seseorang melakukan tindakan melanggar hukum. Namun, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui kepedulian warga, kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta semangat saling membantu.
Polres Kediri Kota menilai pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan kepolisian kepada masyarakat. Seni pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan membangun kedekatan emosional antara polisi dengan warga.
Kompol Bowo menyebut konsep tersebut sebagai bagian dari art policing, yaitu pendekatan pemolisian yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media komunikasi publik.
“Polri hadir bukan hanya ketika ada persoalan hukum, tetapi juga hadir untuk membangun hubungan dengan masyarakat. Melalui budaya, pesan-pesan kamtibmas bisa diterima dengan lebih mudah dan lebih dekat dengan kehidupan warga,” katanya.
Melalui Wayang Cangkrukan, Polres Kediri Kota berharap nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan komunikasi antarwarga semakin kuat. Sebab keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, budaya lokal menjadi jembatan untuk menciptakan Kota Kediri yang aman, harmonis, dan kondusif. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
