Uncategorized
Polres Malang Berhasil Mengamankan Pengedar Shabu dan Ganja Jaringan Malang – Sumatera
MALANG – Jaringan pengedar paketan Ganja disergap Sat Resnarkoba Polres Malang.
Tujuh orang pengedar dan dua orang kurir berhasil diamankan oleh Satresnarkoba Polres Malang dengan barang bukti 7,28 Kg ganja pasokan dari Sumatera dan 36,5 Gram Sabu. hasil .
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam Pers Converence, mengatakan penangkapan 9 tersangka ini hasil 2 minggu pengembangan.
“Ada 9 tersangka, 7 berperan sebagai pengedar, 2 kurir. Dari total 9 tersangka, barang bukti Sabu 36,5 gram dan Ganja 7,28 Kg,” ungkap Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam Pers Converence,kemarin Jumat (25/3/22).
Kali pertama penangkapan tersangka MM (41) warga Randuagung, Kecamatan Singosari pada hari Selasa (9/3/2022) sore di rumah kosong Randuagung Singosari dengan barang bukti ganja seberat 1,017 Kg.
Di hari yang sama, anggota meringkus 2 orang sekaligus di pinggir jalan raya Songgoriti, Kelurahan Songgokerto Kecamatan/Kota Batu.
Keduanya yakni tersangka ABB (29) warga Desa Songgokerto Batu. Petugas menyita 3 poket ganja 2,961 Kg dan sepoket isi 34 gram serta 2 hp. Dan tersangka MAT (23) yang berasal dari Sukoharjo, Nganglik, Sleman petugas menyita HP dan satu unit mobil Ayla.
Pengembangan berlanjut menangkap YA (22) warga Talangagung, Kepanjen, Rabu (9/3/2022) pukul 01.30 WIB di Jalan A Yani Kepanjen. Disita sepoket ganja 1,1 Kg dan sepoket isi 87 gram, ponsel dan sepeda motor.
Lagi, Rabu malam, di pinggir jalan Cengger Ayam, petugas menyergap tersangka HN (27) warga Tulusrejo Lowokwaru Malang. Darinya bukti 5 poket besar seberat 1,1 Kg dan 3 poket Sabu seberat 24,41 gram. Ia diduga pengedar karena memiliki timbangan dan alat hisap.
Kamis (10/3/2022) pukul 10.00, anggota mendatangi kamar kos Tumenggung Suryo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lalu mengamankan KB (32) warga Bunulrejo, Blimbing. Penggeledahan menemukan sepoket ganja 14,32 gram.
Terakhir, Rabu (16/3/2022) pukul 21.00 WIB petugas meringkus AS (35) warga Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ia ditangkap di pinggir jalan Glagahdowo, Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Barang bukti disita berupa sepoket ganja 957 gram dibungkus daun pisang plus kulit jeruk, plastik kresek dan ponsel. Satu lagi tersangka DW (33) warga Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang di lokasi yang sama.
Selain menangkap jaringan pengedar ganja, petugas juga menangkap tersangka pengedar Sabu, Minggu (6/3/2022) pukul 15.30 WIB di Kyai ahmad dahlan, Gondanglegi.
Dari tersangka AF (29) warga Dusun Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, petugas menyita 5 poket Sabu, 2 pipet kaca, alat hisap, sedotan dan timbangan elektrik.
Kapolres Malang menngungkapkan untuk tersangka AF, jaringan Malang. Untuk kasus ganja, dari pembuntutan sampai observasi dan surveilenve diketahui jaringan dari Sumatera,
“Bahwa pengungkapan kasus ini bentuk komitmen kita untuk terus bersama Stakeholder lainnya, memberantas kejahatan. Agar generasi muda terbebas dari narkoba,” terang Kapolres Malang.
Dalam kasus ini, Tujuh tersangka diduga melanggar ketentuan pasal Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 Tahun dan maksimal 20 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.
Empat tersangka disebut terakhir, diduga melanggar pasal 114 ayat (1) sub Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman Minimal 5 Tahun dan maksimal 20 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar. (**19/hms)
Uncategorized
Menembus Jalan Terjal, Polri Hadir Membawa Harapan: Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa
Nagekeo — Di tengah sulitnya akses akibat bencana gempa bumi 7,7 SR, semangat untuk hadir dan membantu masyarakat tidak menyurutkan langkah Polri. Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama Tim Gabungan Satgas, menyalurkan bantuan dari Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. kepada warga terdampak gempa di Desa Wajomara dan Kampung Natakupe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.Perjalanan menuju kedua wilayah tersebut bukanlah hal yang mudah. Kondisi geografis yang berada di kawasan lembah serta akses jalan yang dipenuhi longsoran baru pascagempa menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan.Khusus untuk mencapai Kampung Natakupe, perjuangan bahkan harus dilanjutkan dengan menyeberangi sungai yang cukup luas karena belum terdapat jembatan penghubung. Tim harus turun langsung ke sungai dan rela berbasah-basahan demi memastikan bantuan dapat tiba dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi Kapolres Nagekeo dan Tim Gabungan Satgas. Langkah demi langkah ditempuh dengan satu tujuan: memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap merasakan kehadiran negara di tengah bencana.Bantuan dari Kapolda NTT tersebut kemudian diserahkan secara langsung kepada warga terdampak gempa. Wajah haru dan penuh syukur tampak dari masyarakat yang menerima bantuan.Bagi warga, kehadiran Kapolres Nagekeo bersama personel Polri bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana.“Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Nagekeo yang sudah datang langsung ke tempat kami. Kami sangat terharu, karena kondisi jalan sulit, tetapi Bapak-bapak Polisi tetap datang untuk melihat dan membantu kami,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.Kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti nyata bahwa pelayanan dan kepedulian tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan akses.Jarak yang jauh, jalan yang terjal, longsor dan derasnya sungai bukan alasan untuk berhenti melangkah. Di tengah duka akibat gempa, Polri memilih untuk hadir, mengetuk pintu warga, membawa bantuan dan menyalakan kembali harapan.Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menembus segala rintangan. Sebuah langkah sederhana yang bagi masyarakat di pelosok terdampak bencana memiliki arti yang sangat besar: Polri hadir, Polri peduli, dan masyarakat tidak pernah berjalan sendiri.
Uncategorized
Polri Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Kerirea
Ende — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bersama Polres Ende terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026. Kali ini, bantuan sosial disalurkan kepada warga terdampak di Kampung Tanda Bheza, Desa Kerirea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.Penyerahan bantuan sosial dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Bantuan sosial dari Kapolda NTT dan Kapolres Ende tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakapolres Ende Kompol Ahmad, S.H., didampingi Kasat Narkoba Polres Ende, Kapolsek Nangapanda, serta KBO Satintelkam Polres Ende.Bantuan sosial dari Kapolda NTT diberikan kepada 50 warga berupa 50 bingkisan dan 25 dus air kemasan. Sementara bantuan dari Kapolres Ende diberikan kepada 50 warga berupa 50 bingkisan dan 25 dus air kemasan.Dengan demikian, secara keseluruhan Polri menyalurkan bantuan kepada 100 warga terdampak gempa berupa 100 bingkisan dan 50 dus air kemasan.Wakapolres Ende Kompol Ahmad, S.H., mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak gempa. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga dan menjadi penyemangat bagi masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana,” ujar Kompol Ahmad.»Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Ende juga menyempatkan diri mengunjungi rumah salah satu warga terdampak, Lasianus Satu. Rumah permanen milik warga tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian dinding dalam rumah yang belum diplester akibat gempa bumi.Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran Polri untuk melihat secara langsung kondisi warga dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana.Kompol Ahmad menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, khususnya dalam masa tanggap dan pemulihan pascabencana.“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Polri akan terus berkoordinasi dan hadir memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.»Atas bantuan yang diberikan, Sekretaris Desa Kerirea mewakili pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Kapolda NTT, Kapolres Ende, dan seluruh personel Polri yang telah memberikan perhatian kepada warga terdampak gempa.Kegiatan penyerahan bantuan sosial Polri tersebut selesai sekitar pukul 13.30 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Uncategorized
Kapolri Tinjau Baktikes Di Gedung Kspsi Jatim, Layanan Kesehatan Dihadirkan Untuk Pekerja Dan Masyarakat
SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri dalam rangkaian peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8/2026).Baktikes menghadirkan berbagai pelayanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat, mulai dari *poli gigi, penyakit dalam, mata, kandungan, hingga pelayanan kesehatan umum*.Kegiatan tersebut menargetkan pelayanan kesehatan kepada *1.000 orang* sesuai jenis layanan yang disiapkan.Kehadiran pelayanan kesehatan tersebut sejalan dengan harapan Kapolri agar Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur tidak hanya difungsikan sebagai pusat kegiatan organisasi buruh, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja.*”Saya berharap gedung ini tidak hanya menjadi kantor bagi KSPSI AGN, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi perjuangan pekerja,”* kata Kapolri.Gedung yang baru direvitalisasi tersebut juga telah dilengkapi klinik kesehatan sebagai salah satu fasilitas pelayanan, selain ruang organisasi, ruang rapat, aula, minimarket, serta ruang pemberdayaan UMKM.Menurut Kapolri, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan dan konseling bagi pekerja, termasuk menjadi tempat untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan secara dialogis.Selain Baktikes, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bakti Sosial Polri berupa penyaluran *1.500 paket sembako* kepada masyarakat penerima manfaat serta *20 paket tas dan alat tulis kepada anak yatim*.Rangkaian kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat menjadikan gedung baru KSPSI sebagai pusat aktivitas yang tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi pekerja dan masyarakat sekitar.
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
