Peristiwa
Polsek Banyakan Imbau Masyarakat Taat Prokes Dalam Razia Yustisi
Kediriselaludihati.com – Kegiatan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan dan Pamor keris ( patroli bermotor penegakan protokol kesehatan masyarkat ).
Kegiatan berlangsung pada Hari kamis 24 nopember 2022 Jam 20.30 Wib S/d selesai di Wilkum Polsek banyakan telah dilaksanakan kegiatan harkamtibmas dan Yustisi Penegakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 Pergub Provinsi Jatim Nomor 53 Tahun 2020..
Perbup Kabupaten Kediri Nomor 44 tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Upaya Cegah Dan Tanggulangi Covid-19.*
Hadir dalam kegiatan Padal harian Ipda sulistiawan. Melaksanakan giat operasi Yustisi di cafe, pertokon, pom bensin dan tempat ” berkerumun Warga di Wilkum banyakan. Memberikan teguran dgn cara Humanis bagi pelanggar Prokes selanjutnya diberikan Masker untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya disiplin menerapkan Prokes.
Adapun hasil operasi Yustisi pelanggar protokol kesehatan terdiri dari teguran lisan 9 orang.
“Dalam giat operasi Yustisi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata Kapolsek Banyakan Iptu Umar Said SH. (res/an).
Peristiwa
Polisi, TNI dan Polsuska Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan KA Jalan Pattimura Kediri
Kediriselaludihati.com – Aparat kepolisian bersama TNI dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) mengingatkan pengguna jalan agar tidak menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Pattimura, Kota Kediri. Imbauan tersebut disampaikan langsung kepada pengendara yang melintasi kawasan itu, pada Kamis (8/10/2026) pagi.
Kegiatan sosialisasi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Babinsa dan anggota Polsuska.
Petugas memberikan edukasi kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi aturan keselamatan saat melewati perlintasan sebidang antara jalan raya dan jalur kereta api.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. menjelaskan, sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pengendara tidak mengambil risiko dengan menerobos palang pintu ketika kereta api akan melintas.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan bersama Babinsa dan Polsuska melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada pengguna jalan agar tidak menerobos palang pintu perlintasan kereta api,” kata Kompol Bowo.
Ingatkan Bahaya Menerobos Palang Pintu
Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan yang digunakan kendaraan maupun pejalan kaki.
Pada lokasi tersebut, pengguna jalan wajib meningkatkan kewaspadaan karena perjalanan kereta api memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kendaraan bermotor.
Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika terdapat kendaraan atau orang di atas rel.
Karena itu, pengendara harus mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi rambu, sinyal dan petunjuk petugas di perlintasan.
Dalam sosialisasi di Jalan Pattimura, petugas menekankan agar pengendara tidak memaksakan diri melintas ketika palang pintu mulai ditutup atau tanda peringatan kedatangan kereta telah aktif.
Tindakan menerobos palang pintu tidak hanya membahayakan pengemudi dan penumpang kendaraan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.
“Pengguna jalan diimbau mematuhi aturan keselamatan di perlintasan kereta api dan tidak menerobos palang pintu,” ujar Bowo.
Kolaborasi Polisi, TNI dan Polsuska
Sosialisasi tersebut merupakan kegiatan bersama unsur kepolisian, TNI dan Polsuska dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat.
Bhabinkamtibmas berperan menyampaikan imbauan kepada warga dan pengguna jalan. Babinsa mendukung kegiatan di wilayah binaan, sedangkan Polsuska turut memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Kehadiran petugas secara langsung di perlintasan diharapkan membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima pengendara.
Edukasi di lapangan juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan kereta api membutuhkan kepatuhan setiap pengguna jalan, bukan hanya keberadaan palang pintu maupun petugas penjaga.
Pengguna Jalan Diminta Utamakan Keselamatan
Selain menyampaikan larangan menerobos palang pintu, petugas turut mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Pesan kamtibmas disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap keselamatan dan ketertiban di ruang publik.
Laporan kegiatan Polsek Kediri Kota tidak menyebutkan adanya pelanggaran yang ditemukan maupun penindakan terhadap pengendara selama sosialisasi berlangsung.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pendekatan pencegahan melalui edukasi langsung kepada pengguna jalan.
Polsek Kediri Kota mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti ketika tanda peringatan perlintasan aktif, tidak menerobos palang pintu, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel.
Kepatuhan terhadap aturan di perlintasan menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan yang dapat mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian bagi pengguna jalan. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Tamanan Kediri Jalankan Dua Kegiatan Sosial, Penghijauan Makam dan Pendampingan ODGJ
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, melaksanakan dua kegiatan kemasyarakatan, pada Kamis (8/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon beringin di pemakaman umum serta pendampingan pelayanan kesehatan bagi warga dengan gangguan jiwa.
Kedua kegiatan dilaksanakan Aipda Sigit Sutanto dengan melibatkan unsur tiga pilar, Babinsa, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan petugas kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing kegiatan.
Penanaman pohon dimulai sekitar pukul 08.30 WIB di pemakaman umum Kelurahan Tamanan. Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar melakukan penanaman pohon beringin sebagai bagian dari upaya menjaga keasrian dan kesejukan lingkungan pemakaman.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H. menjelaskan, penanaman pohon tersebut merupakan kegiatan bersama unsur kewilayahan untuk mendukung penghijauan lingkungan.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan bersama tiga pilar melaksanakan penanaman pohon beringin di pemakaman umum untuk menjaga keasrian dan kesejukan area pemakaman,” kata Kompol Rudi.
Pemakaman umum merupakan salah satu ruang yang digunakan masyarakat untuk berziarah maupun melakukan kegiatan pemakaman. Keberadaan pepohonan dapat memberikan keteduhan sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Pohon beringin dikenal memiliki tajuk yang dapat berkembang lebar sehingga berpotensi memberikan keteduhan ketika tumbuh besar.
Meski demikian, pertumbuhan akar dan ukuran pohon juga perlu diperhatikan dalam pengelolaannya, terutama apabila ditanam berdekatan dengan makam, bangunan, maupun fasilitas lainnya.
Laporan kegiatan belum menyebutkan jumlah pohon yang ditanam maupun titik penanamannya secara terperinci.
Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Warga
Setelah kegiatan penghijauan, Aipda Sigit Sutanto melanjutkan tugas pendampingan pelayanan kesehatan di wilayah Kelurahan Tamanan.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendampingi petugas TRC dan tenaga kesehatan yang mengunjungi rumah seorang warga dengan gangguan jiwa atau ODGJ.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan dan tindakan injeksi oleh petugas kesehatan.
“Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendampingi petugas TRC dan tenaga kesehatan dalam kegiatan pengecekan kesehatan serta pemberian injeksi kepada warga ODGJ di Kelurahan Tamanan,” imbuhnya.
Pendampingan aparat kewilayahan dalam pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap petugas yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Adapun pemeriksaan dan tindakan medis menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang menangani pasien.
Laporan kegiatan tidak menjelaskan kondisi medis warga, jenis obat yang diberikan, maupun hasil pemeriksaan kesehatan. Informasi tersebut juga merupakan bagian dari data kesehatan pribadi yang perlu dijaga kerahasiaannya.
Kolaborasi Pelayanan Masyarakat
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto menekankan pentingnya kehadiran Bhabinkamtibmas dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Melalui kegiatan bersama unsur kelurahan, TNI, TRC dan tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas dapat mendukung koordinasi pelayanan kepada warga.
Dua kegiatan di Tamanan tersebut menunjukkan bentuk pendampingan yang berbeda, mulai dari pemeliharaan lingkungan hingga dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan penghijauan, koordinasi dilakukan bersama tiga pilar. Sementara pada kunjungan kesehatan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendampingi petugas yang memiliki kewenangan memberikan penanganan medis.
Kerja sama antarunsur kewilayahan diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Selain menjaga keamanan lingkungan, kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara warga, pemerintah kelurahan dan petugas pelayanan masyarakat, termasuk ketika terdapat warga yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan. (res/an)
Inspirasi
Polisi Siapkan Penyekatan dan Larang Konvoi Perguruan Silat Saat Puncak Festival Santri Nusantara di Lirboyo
Kediriselaludihati – Sebanyak 784 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (8/10/2026) malam.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah, gangguan ketertiban, serta potensi konvoi kelompok perguruan pencak silat menuju kawasan pesantren.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, ratusan personel mengikuti apel kesiapan pengamanan di Markas Polres Kediri Kota, Kamis sore.
Apel dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., dan diikuti pejabat utama Polres Kediri Kota, para perwira pengendali serta personel gabungan dari sejumlah satuan.
Lirboyo Bersholawat merupakan puncak rangkaian Festival Santri Nusantara 2026 yang digelar pada 4-8 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Iwan menegaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan melalui rapat koordinasi lintas instansi. Seluruh personel diminta memahami tugas masing-masing dan mengantisipasi potensi gangguan sebelum kegiatan dimulai.
“Saat ini merupakan puncak kegiatan Festival Santri 2026, yaitu sholawatan. Kegiatan ini sebelumnya sudah dilaksanakan rapat koordinasi,” kata Iwan saat memberikan arahan kepada peserta apel.
784 Personel dari Berbagai Satuan
Pengamanan Lirboyo Bersholawat melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kota Kediri.
Berdasarkan laporan pengamanan, kekuatan personel terdiri atas 350 anggota Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, 100 personel Kodim 0809/Kediri, 90 personel Satbrimob Polda Jawa Timur, 30 personel Brigif Wirayudha, serta 90 personel Yonif 521 Kediri.
Selain itu, terdapat 90 personel Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, empat anggota Subdenpom, 20 personel Satpol PP Kota Kediri, dan 10 petugas Dinas Perhubungan Kota Kediri.
Seluruh kekuatan tersebut disiapkan untuk mendukung pengamanan kegiatan yang diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaah.
Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan sekitar 50.000 orang akan menghadiri Lirboyo Bersholawat.
Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan petugas, terutama pada jalur menuju pesantren dan titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Polisi Antisipasi Konvoi Perguruan Silat
Salah satu perhatian utama dalam apel pengamanan adalah kemungkinan kedatangan kelompok perguruan pencak silat yang melakukan konvoi menuju kawasan Lirboyo.
Iwan meminta personel mengantisipasi potensi tersebut melalui pengawasan dan koordinasi dengan kepolisian di wilayah sekitar Kediri.
“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, kegiatan Lirboyo Bersholawat merupakan acara keagamaan sehingga peserta diminta mengikuti ketentuan yang telah disiapkan penyelenggara.
“Dalam kegiatan ini tidak diperbolehkan ada atribut perguruan. Yang diperbolehkan masuk adalah yang berpakaian busana muslim,” katanya.
Kepolisian juga menyiapkan langkah penyekatan untuk mencegah konvoi kelompok perguruan menuju lokasi acara.
Menurut Iwan, koordinasi dengan polres wilayah sekitar telah dilakukan untuk mendukung pengamanan tersebut.
“Kita juga berkoordinasi dengan polres samping untuk membantu melakukan penyekatan,” ujarnya.
Personel diminta mengarahkan kembali rombongan yang datang untuk melakukan konvoi menuju wilayah masing-masing.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan mengantisipasi pertemuan kelompok massa di sekitar kawasan pesantren.
Personel Diminta Tetap Berada di Titik Pengamanan
Selain mengantisipasi konvoi, Iwan memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan personel selama bertugas.
Petugas diminta segera menempati lokasi pengamanan masing-masing setelah waktu Magrib.
“Saya minta setelah Magrib rekan-rekan sudah berada di titik masing-masing,” kata Iwan.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak meninggalkan lokasi tugas sebelum ada instruksi resmi dari pimpinan pengamanan.
“Pencabutan personel menunggu perintah. Jangan sampai belum ada perintah, rekan-rekan sudah meninggalkan titik,” tegasnya.
Arahan tersebut diberikan untuk memastikan pengamanan tetap berjalan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan pergerakan jemaah dapat dikendalikan.
Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), yakni simulasi taktis untuk memantapkan pemahaman petugas terhadap penempatan dan pola pengamanan.
Melalui kegiatan tersebut, personel memperoleh gambaran mengenai pembagian tugas dan koordinasi antarsatuan selama pengamanan berlangsung.
Pengamanan Dipersiapkan Sejak Rapat Koordinasi
Sebelumnya, Polres Kediri Kota telah menggelar rapat koordinasi pengamanan Festival Santri Nusantara 2026 pada Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari pengaturan arus kendaraan, lokasi parkir, jalur masuk jemaah, pelayanan kesehatan, hingga jalur evakuasi.
Panitia juga menyiapkan 503 personel pengamanan internal yang direncanakan ditempatkan pada 47 titik di dalam dan sekitar kawasan Pondok Pesantren Lirboyo.
Dalam koordinasi tersebut, pengamanan kepolisian difokuskan pada kawasan luar pesantren, terutama ruas jalan dan persimpangan yang berpotensi mengalami kemacetan.
Panitia sebelumnya juga menyampaikan rencana penutupan jalan di sekitar lokasi mulai pukul 17.00 WIB.
Kendaraan jemaah akan diarahkan menuju lokasi parkir yang telah disiapkan, sementara jalur evakuasi harus dijaga agar tidak terhalang kendaraan.
Kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech menjadi salah satu agenda puncak Festival Santri Nusantara 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum.
Dengan pengerahan ratusan personel gabungan, kepolisian memprioritaskan pengamanan jemaah, pengaturan lalu lintas, pencegahan konvoi, serta koordinasi antarsatuan hingga kegiatan selesai.
Masyarakat yang akan menghadiri acara diimbau mengikuti arahan petugas, mematuhi pengaturan lalu lintas, dan tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
