Peristiwa
Polsek Grogol Tegur Belasan Pelanggar Protokol Kesehatan
Kediriselaludihati.com – Polsek Grogol, Polres Kediri Kota kembali operasi yustisi dalam penegakkan inpres nomor 6 tahun 2020, perda prov. Jatim Nomor 2 Tahun 2020, Pergub Prov Jatim Nomor 53 Tahun 2020 dan Perbup Kab Kediri Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Upaya Cegah dan Tanggulangi Covid-19.
Aturan lain berupa SE Bupati Kediri No 188.45/343/418.74/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.
Razia diadakan, pada Kamis, 17 Juni 2021, pada pukul 09 00. Wib s/d Selesai. Lokasi yang disasar adalah Pertokoan Ds Wonoasri, Desa Sonorejo dan Pasar Gringging Ds. Cerme Kec. Grogol Kab. Kediri.
Adapun hasil Operasi Yustisi Pelanggar Protokol Kesehatan terdiri dari Teguran lisan 7 orang, Tegoran tertulis 8 orang, membagikan masker 10 buah.
“Situasi saat dilaporkan dalam keadaan lancar terkendali aman,” kata Kapolsek Grogol, AKP Sokib Dimyati. (res/an).
Peristiwa
Upaya Preventif Cegah Kebakaran Hutan dan Pencurian Kayu di Hutan Petungroto Kediri, Polri Perkuat Sinergi dengan Perhutani dan LMDH
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Petungroto, Polsek Mojo, Polres Kediri Kota bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri melaksanakan pemasangan papan imbauan pencegahan pencurian kayu (Pipanisai) dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) di kawasan hutan Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB tersebut dilaksanakan di kawasan hutan Petak 174 dan Petak 175 wilayah Petungroto sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah potensi tindak pidana kehutanan.
Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H. hadir bersama jajaran Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Turut mengikuti kegiatan tersebut KRPH Pamongan Petungroto Rudi Hartono, KAURTK Rudi Sugiarto, Mandor Pamongan Petungroto Yudhi, serta Ketua LMDH Petungroto Sudji.
Papan imbauan dipasang di sejumlah titik strategis yang dinilai rawan dilalui masyarakat maupun aktivitas di kawasan hutan. Melalui papan tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pencurian hasil hutan, pembakaran lahan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri, Perhutani, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan terhindar dari berbagai potensi gangguan.
“Pemasangan papan imbauan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan. Pencegahan menjadi upaya yang sangat penting, baik untuk mengantisipasi kebakaran hutan maupun tindak pidana pencurian kayu,” ujarnya.
Menurut Iptu Mahmud, keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Perhutani, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan yang melanggar hukum. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan kebakaran hutan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Bhabinkamtibmas di desa binaan tidak hanya berfokus pada pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polri, Perhutani, dan LMDH diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kecamatan Mojo. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Pesantren Kediri Bersama Babinsa dan Kelurahan Kawal Arak-arakan hingga Punden Ki Demang
Kediriselaludihati.com – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan Grebeg Suro 1448 Hijriah yang digelar masyarakat Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Selasa (30/6/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi budaya tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu dipusatkan dengan rute dari Sumber Bulus menuju Punden Ki Demang, Kelurahan Tosaren. Pengamanan dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Tosaren Aiptu Yulianto TM bersama unsur Babinsa dan perangkat kelurahan sebagai bagian dari sinergi Tiga Pilar dalam menjaga keamanan wilayah.
Rangkaian Grebeg Suro diikuti masyarakat Kelurahan Tosaren dengan penuh antusias. Selama prosesi berlangsung, personel pengamanan melakukan pemantauan situasi, pengaturan arus masyarakat, serta berkoordinasi dengan panitia penyelenggara untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan keterlibatan Tiga Pilar dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami bersama unsur Tiga Pilar hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi ini penting agar masyarakat dapat melaksanakan tradisi budaya dengan nyaman tanpa mengabaikan aspek keamanan,” ujarnya.
Kompol Siswandi menambahkan, pihaknya juga terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan panitia maupun tokoh masyarakat sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan,” tambahnya.
Selama pelaksanaan Grebeg Suro 1448 Hijriah berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Polri bersama unsur Tiga Pilar mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman selama prosesi berlangsung sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga kondusivitas wilayah. (res/an)
Peristiwa
Rakor Libatkan Lintas Instansi, Bahas Penutupan Jalan, Jembatan Kaliombo hingga Wacana Ring Road Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Pemerintah Kota Kediri bersama Satlantas Polres Kediri Kota dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana penerapan rute kendaraan angkutan barang di Kota Kediri. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi dampak sejumlah proyek infrastruktur yang sedang dan akan berlangsung.
Rapat koordinasi digelar di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kota Kediri, pada Selasa (30/6/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Satlantas Polres Kediri Kota diwakili Kanit Turjawali mewakili Kasatlantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, PUPR Provinsi Jawa Timur, PUPR Kota Kediri, Jasa Raharja Kediri, Satpol PP Kota Kediri, Dishub Kabupaten Kediri, Kepala Terminal Tamanan, UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Bapenda Kota Kediri, LMA HK-2 selaku pengelola jalan tol, PT Permata Alam Sakti, konsultan supervisi, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan Pabrik Gula Pesantren.
Dalam rapat tersebut, peserta membahas tiga alternatif rute angkutan barang yang akan dikaji sebelum diterapkan. Alternatif pertama mengarahkan kendaraan dari arah Blitar melalui Jalan Raya Jegles atau kawasan SPBU Blabak menuju Simpang Lima Gumul (SLG) untuk selanjutnya menuju Pare maupun Surabaya.
Alternatif kedua mengatur kendaraan dari arah Tulungagung agar memasuki jalur JWK dan keluar melalui Simpang Empat Muning menuju arah barat.
Sementara alternatif ketiga mengarahkan kendaraan dari arah Blitar dan Tulungagung yang melintas di Jalan DI Panjaitan menuju Jalan Imam Bahri hingga tembus ke Simpang Lima Gumul sebagai akses menuju Pare dan Surabaya.
Selain pembahasan rute angkutan barang, forum juga membahas sejumlah pekerjaan infrastruktur yang diperkirakan akan berdampak terhadap arus lalu lintas di Kota Kediri.
Salah satunya adalah pekerjaan crossing di Jalan PB Sudirman. Dalam rapat dijelaskan terdapat dua alternatif pelaksanaan pekerjaan, yakni penutupan total jalan selama sekitar 10 hari atau penutupan sebagian badan jalan dengan estimasi pekerjaan selama 25 hari.
PT Permata Alam Sakti selaku pelaksana pembangunan Jembatan Kaliombo menyampaikan bahwa jembatan tersebut ditargetkan sudah dapat difungsikan pada awal September 2026, meskipun pekerjaan penyempurnaan seperti trotoar dan tahap finishing masih akan terus berlangsung.
Sementara itu, pihak LMA HK-2 menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru di Jalan Suparjan akan berdampak pada penutupan ruas jalan tersebut. Jembatan yang semula memiliki lebar sekitar enam hingga delapan meter akan diperlebar menjadi 15 meter. Pekerjaan direncanakan dimulai pertengahan Juli 2026 dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar enam hingga tujuh bulan.
Dalam forum tersebut juga kembali mengemuka wacana pembangunan jalan lingkar (ring road) sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat yang melintasi pusat Kota Kediri.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H. mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dapat berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.
“Rencana penerapan rute angkutan barang ini masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian bersama seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar mampu meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.
AKP Tutud menambahkan, Satlantas Polres Kediri Kota akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam menyusun rekayasa lalu lintas yang adaptif terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur di Kota Kediri.
“Kami mengedepankan koordinasi dan kajian teknis agar setiap perubahan arus lalu lintas memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas orang maupun barang di Kota Kediri,” pungkasnya.
Rapat koordinasi berlangsung tertib, lancar, dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan kajian lanjutan sebelum kebijakan pengaturan rute angkutan barang diberlakukan secara resmi. (res/an)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
