Connect with us

Peristiwa

Polsek Kediri Kota Patroli Harkamtibmas ke Timur Stadion Brawijaya

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota melaksanakan Patroli Harkamtibmas diwilayah hukumnya. Kegiatan pada Hari Jum,at 17 Maret 2023 pukul 22.00 WIB s.d selesai.

Tempat kegiatan, di Perbatasan Tepus Kota Kediri, Timur Stadion Brawijaya Jalan A. Yani Kota Kediri. Pintu Barat Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Sepanjang Jalan PK. Bangsa Kota Kediri. Bank Jatim Kota Kediri.Cafe Okui Jalan PK. Bangsa Kota Kediri. SPBU Semampir Jalan Mayor Bismo Kota Kediri. ATM BNI Jalan Mayor Bismo Kota Kediri dan Indomaret Semampir Jalan Mayor Bismo Kota Kediri.

Jumlah personil, Iptu Henry Mudi Y . S.H.,MH. ( Pawas ), Iptu Sumarsongko, S.H. ( Padal ). Aiptu April Prasetyo SH.,MH. Aipda Sony Andian, SH.
M, Aipda Taufik Hidayat SH. Bripka I Gede Arya, SH.

Petugas melaksanakan Patroli Harkamtibmas, menjelang pelaksanaan Liga 1 BRI antara Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya.

“Kegiatan Patroli Berlangsung Tertib, Aman dan lancar,” kata Kapolsek Kediri Kota Kompol Mustakim, S.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Ribuan Penonton Padati Stadion, Polisi Terapkan Pengamanan Berlapis Sesuai Regulasi

Published

on

Kediriselaludihati.com — Pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persik Kediri melawan Persija Jakarta di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (16/5/2026), berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Laga yang dimulai sejak sore hari tersebut dihadiri sekitar 7.195 penonton. Hingga pertandingan usai, situasi stadion dan area sekitar terpantau kondusif.

Pengamanan dilaksanakan mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.30 WIB dengan melibatkan total 670 personel gabungan dari Polres Kediri Kota, TNI, Brimob, Dalmas Polda Jawa Timur, serta sejumlah instansi pendukung.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim memimpin langsung pengamanan bersama Wakapolres Kompol Putu Gede Caka Pratyaksa Ratsuko dan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Apel kesiapan pengamanan digelar pada pukul 12.00 WIB, dipimpin Wakapolres Kediri Kota, dilanjutkan Tactical Floor Game (TFG) guna mematangkan skema pengamanan dan mitigasi potensi gangguan keamanan.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui pemeriksaan ketat barang bawaan penonton di seluruh pintu masuk stadion.

“Seluruh personel harus melaksanakan pengamanan secara profesional, memastikan tidak ada penonton membawa barang terlarang seperti minuman keras maupun senjata tajam,” ujar Anggi dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk mematuhi ketentuan pengamanan pertandingan sebagaimana diatur dalam Perpol Nomor 10 Tahun 2022, termasuk pembagian zona pengamanan.

Pengamanan dibagi dalam empat ring. Ring 1 atau area dalam stadion sepenuhnya berada di bawah kendali steward dan panitia pelaksana, dengan dukungan unsur intelijen dan reserse.

Ring 2 difokuskan pada area pintu masuk stadion dengan pengamanan ketat oleh personel Polri, TNI, Satpol PP, dan unsur pendukung lainnya.

Ring 3 meliputi perimeter luar stadion yang diperkuat personel Brimob, Dalmas, Raimas, serta satuan gabungan pengurai massa.

Sementara Ring 4 berada di simpul-simpul jalan sekitar stadion yang dijaga Satlantas dan Dinas Perhubungan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.

“Kita harus tetap fokus karena pertandingan Persik selama ini memang berjalan aman, tetapi jangan sampai terlena,” kata Anggi.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi menambahkan pengamanan dilakukan sesuai standar regulasi federasi dan kepolisian.

“Sesuai regulasi PSSI, suporter tamu tidak diperbolehkan hadir. Namun apabila ditemukan penonton pendukung lawan, harus dipisahkan demi mencegah potensi kerawanan,” ujarnya.

Pertandingan sendiri dimulai pukul 15.30 WIB, pada laga tersebut, Persija Jakarta berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor akhir 3-1.

Sejumlah pemain inti Persik yang tampil antara lain Husna Al Malik, Jon Toral, Telmo Castanheira, dan Rezaldi Hehanussa. Sementara Persija menurunkan nama-nama seperti Andritany Ardhiyasa, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Witan Sulaeman.

Usai pertandingan berakhir pukul 17.30 WIB, penonton mulai meninggalkan stadion secara tertib. Pada pukul 18.15 WIB, area Stadion Brawijaya dilaporkan telah sepi.

Selanjutnya dilakukan apel konsolidasi pengamanan pada pukul 18.40 WIB yang dipimpin Kapolres Kediri Kota untuk evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, panitia, steward, dan masyarakat yang telah mendukung kelancaran pertandingan.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian pengamanan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini hasil kerja sama seluruh pihak,” kata AKBP Anggi.

Kepolisian memastikan pola pengamanan berlapis seperti ini akan terus diterapkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh penonton maupun peserta pertandingan. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Rombongan 21 Bus Dikawal Aman, Jadi Simbol Solidaritas Buruh dan Penghormatan Nilai Perjuangan

Published

on

Kediriselaludihati.com —Sebanyak 1.100 pekerja asal Kota Kediri tiba di Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Monumen Pahlawan Buruh Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu (16/5/2026).

Rombongan pekerja dilaporkan tiba sekitar pukul 07.15 WIB di Asrama Kodim 0810 Nganjuk setelah sebelumnya diberangkatkan dari Kota Kediri menggunakan 21 unit bus.

Kedatangan pekerja tersebut merupakan bagian dari agenda menghadiri peresmian Monumen Marsinah yang dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Marsinah dikenal sebagai tokoh perjuangan buruh nasional yang menjadi simbol keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial di Indonesia.

Sebanyak 21 armada bus mengangkut rombongan pekerja dari Kota Kediri menuju Nganjuk secara bertahap dan terkoordinasi. Setibanya di lokasi transit, seluruh peserta diarahkan menuju titik kumpul untuk persiapan mengikuti agenda utama di Desa Nglundo.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr Anggi Saputra Ibrahim, S.H, S.IK, M.H mengatakan proses keberangkatan hingga kedatangan rombongan pekerja berlangsung tertib dengan pengawalan dan koordinasi lintas instansi.

“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi pekerja dalam mendukung partisipasi masyarakat pada agenda nasional yang memiliki nilai historis,” ujar AKBP Dr Anggi.

Menurut dia, mobilisasi 1.100 pekerja dari Kota Kediri tidak sekadar perjalanan menuju lokasi acara, tetapi juga mencerminkan solidaritas kolektif buruh dalam menghormati warisan perjuangan Marsinah.

Kegiatan tersebut turut memperlihatkan sinergi antara Pemerintah Kota Kediri, aparat keamanan, dan organisasi pekerja seperti SPSI serta Sarbumusi.

Sebelumnya, pelepasan rombongan di Kota Kediri dihadiri jajaran Forkopimda Kota Kediri, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota, Kapolres Kediri Kota, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kehadiran unsur Forkopimda dinilai sebagai bentuk dukungan institusional terhadap aspirasi pekerja dan penghormatan atas nilai perjuangan buruh di Indonesia.

Secara substansial, pemberangkatan dan kedatangan rombongan pekerja dalam jumlah besar ini menjadi simbol kebersamaan serta penghargaan terhadap sejarah perjuangan kelas pekerja nasional.

Selama proses kedatangan di Kabupaten Nganjuk, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian memastikan pengamanan dan pengawalan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian peresmian Monumen Marsinah selesai dilaksanakan. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Forkopimda Lepas Rombongan Buruh sebagai Bentuk Penghormatan terhadap Perjuangan Hak Pekerja

Published

on

Kediriselaludihati.com — Sebanyak 1.100 pekerja asal Kota Kediri diberangkatkan menuju Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Monumen dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu (16/5/2026).

Pemberangkatan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB di depan Kantor Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, dengan menggunakan 21 unit bus.

Kegiatan pelepasan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, antara lain Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimudin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, pejabat Sekretariat Daerah Kota Kediri, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, unsur TNI, BPJS Ketenagakerjaan, serta organisasi buruh.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa pemberangkatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan perjuangan buruh sekaligus penghormatan terhadap sosok Marsinah.

“Pada kegiatan ini kita memberangkatkan perwakilan 1.100 pekerja dari Kota Kediri menggunakan 21 unit bus untuk menghadiri peresmian Monumen Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk,” ujar Vinanda.

Ia mengatakan Marsinah merupakan simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia yang dikenal gigih memperjuangkan keadilan dan hak dasar buruh.

“Marsinah adalah pahlawan buruh dan simbol perjuangan pekerja. Nilai perjuangan beliau menjadi pelajaran penting bagi kita semua tentang keberanian memperjuangkan keadilan sosial,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Wakil Wali Kota Kediri Qowimudin Thoha sebelum rombongan diberangkatkan secara resmi oleh Forkopimda.

Meski dalam sambutan disebutkan 1.100 pekerja, pada agenda pemberangkatan tercatat sekitar 1.100 pekerja yang dilepas secara simbolis menuju lokasi kegiatan di Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan pengamanan dan pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan aman dan tertib.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi pekerja dalam mendukung agenda nasional sekaligus memberikan penghormatan kepada perjuangan buruh,” ujar Anggi.

Menurut dia, mobilisasi pekerja dalam jumlah besar tidak hanya menjadi agenda perjalanan menuju lokasi peresmian, tetapi juga simbol solidaritas kolektif dalam mengenang perjuangan Marsinah sebagai tokoh hak pekerja nasional.

Peresmian Monumen dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo sendiri dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Agenda tersebut dinilai memiliki makna historis dan simbolis bagi kalangan pekerja, khususnya dalam memperkuat nilai perjuangan, keadilan sosial, dan perlindungan hak-hak buruh di Indonesia.

Selama proses pemberangkatan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan dukungan kelembagaan yang kuat dari Pemerintah Kota Kediri dan unsur Forkopimda terhadap partisipasi pekerja dalam agenda nasional bertema penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page