Connect with us

Inspirasi

Polsek Mojoroto Ajak Warga Jaga Ketertiban dan Hindari Balap Liar Selama Bulan Suci

Published

on

Kediriselaludihati – Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, jajaran Polsek Mojoroto, melaksanakan kegiatan sambang dan Safari Ramadhan di Mushola Al Jariyah, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (26/2/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Suhartono dengan menyambangi jamaah shalat tarawih di Mushola Al Jariyah, yang berlokasi di Jalan Gunung Agung RT 01 RW 02. Dalam kegiatan itu, Bhabinkamtibmas turut bersilaturahmi dengan tokoh agama setempat, di antaranya Ustaz Akhrom selaku imam shalat tarawih.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengimbau jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa dengan memperbanyak ibadah selama bulan suci. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menjaga toleransi antarumat beragama serta saling menghormati demi terciptanya suasana yang harmonis.

Petugas juga menekankan larangan menyalakan petasan atau bahan peledak yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Remaja dan pemuda diimbau agar tidak terlibat perang sarung, tawuran, maupun aktivitas lain yang tidak bermanfaat dan dapat mengurangi nilai ibadah puasa.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan balap liar, kebut-kebutan, atau menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Warga juga diingatkan untuk tidak menggelar kegiatan sahur on the road dengan penggunaan pengeras suara berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dalam aspek pencegahan kejahatan, Bhabinkamtibmas mengingatkan warga agar selalu waspada, memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggal beribadah, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila memperoleh informasi terkait gangguan kamtibmas.

Kegiatan Safari Ramadhan tersebut berlangsung tertib dan aman. Warga Kelurahan Dermo menyambut baik kehadiran aparat kepolisian yang dinilai tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga aktif membangun kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Brigjen Pol Langgeng Purnomo: Kembali pada Jati Diri Bangsa Menjadi Kunci Sukses Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Published

on


Kediriselaludihati – Momentum bersejarah pergantian nama Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dari Koesno menjadi Soekarno diperingati melalui kegiatan budaya bertajuk Ruwat Agung Soekarno yang digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah sekaligus menghidupkan kembali jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. Situs Ndalem Pojok sendiri diyakini sebagai tempat bersejarah ketika nama Koesno diganti menjadi Soekarno semasa kecil.

Acara diinisiasi oleh pengelola Situs Ndalem Pojok bersama Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) dan dihadiri Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, para Kapolres jajaran Polda Jawa Timur eks Polwil Kediri, tokoh lintas agama, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, R.M. Kushartono, mengatakan Ndalem Pojok memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Bung Karno karena di tempat itulah nama Soekarno diberikan oleh Raden Mas Mendung atas restu sesepuh Raden Mas Panji Somohatmojo.

“Melalui Ruwat Agung ini kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar. Kami berharap dapat membangkitkan kembali jiwa Soekarno di dalam sanubari generasi muda demi menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mengantarkan bangsa ini sebagai Imam Perdamaian Dunia,” ujar Kushartono.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pangruwatan bangsa yang dipimpin tokoh lintas agama, dilanjutkan Kirab Jati Diri yang mengarak Tumpeng Keselamatan, prosesi panglukatan atau penyucian patung Soekarno, peresmian monumen perubahan nama Koesno menjadi Soekarno, penandatanganan prasasti, hingga pementasan teatrikal bertajuk Kembang Jagad.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo menyampaikan orasi kebangsaan mengenai pentingnya menghidupkan kembali jati diri bangsa sebagai fondasi menghadapi dinamika global.

Menurut Karobinkar SSDM Polri yang juga menyandang sertifikasi Master Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa dari BNSP itu, konsep Tri Sakti Bung Karno yang meliputi berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Saat ini kita berada di tengah tarik menarik geopolitik internasional, di mana setiap negara mengutamakan kepentingan nasionalnya agar bebas dari pengaruh asing. Untuk mewujudkan kedaulatan politik, pekerjaan rumah seluruh komponen bangsa Indonesia adalah mau dan mampu bergotong royong nasional dalam mewujudkan kemandirian ekonomi terlebih dahulu,” ujar Brigjen Langgeng.

Ia menilai semangat tersebut kini sejalan dengan pelaksanaan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada upaya swasembada pangan, energi, air, teknologi, hingga hilirisasi industri nasional.

Namun demikian, menurutnya keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup hanya ditopang aspek ekonomi, melainkan harus dibarengi penguatan karakter bangsa melalui kebudayaan.

“Kita sedang menghadapi dampak negatif globalisasi dan pengaruh budaya kapitalisme yang tanpa disadari menyuburkan pohon khabitsah dalam diri manusia berupa keserakahan, iri hati, kedengkian, dan berbagai penyakit hati lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meluluhlantakkan moral, hukum, budaya, bahkan keamanan nasional. Solusinya adalah kembali kepada jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Brigjen Langgeng juga mengutip filosofi lagu Indonesia Raya yang menurutnya mengandung pesan mendalam tentang “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Baginya, pembangunan karakter menjadi pondasi utama sebelum membangun berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kembali kepada jati diri bangsa adalah kunci utama. Dengan kebudayaan yang berkepribadian, ekonomi yang berdikari melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta politik yang berdaulat, Indonesia akan siap melangkah menjadi mercusuar imam perdamaian dunia yang abadi,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Ruwat Agung Soekarno, Situs Ndalem Pojok tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah, tetapi juga menjadi media refleksi kebangsaan yang mengajak masyarakat untuk kembali menggali nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa sebagai bekal menghadapi masa depan Indonesia. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Salurkan Bantuan untuk Warga, Kapolres Kediri Kota: Polri Harus Selalu Hadir dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Published

on


Kediriselaludihati – Semangat Hari Bhayangkara ke-80 bertajuk “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” diwujudkan Polres Kediri Kota melalui kegiatan bakti sosial di Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Polri sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Bakti sosial dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., para pejabat utama Polres Kediri Kota, serta Taruna Akademi Kepolisian Tingkat III Batalyon 58 Ksatriya Hawin Sarwahita yang sedang menjalani latihan kerja di Polres Kediri Kota.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan implementasi nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Kehadiran Kapolres beserta jajaran dan para taruna disambut antusias oleh warga Desa Kanyoran yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan aparat kepolisian.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan bakti sosial menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema ‘80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat’, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang semakin baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kapolres juga menegaskan keikutsertaan Taruna Akademi Kepolisian dalam kegiatan sosial tersebut memiliki nilai strategis sebagai bagian dari proses pembentukan karakter calon perwira Polri.

“Melalui kegiatan seperti ini, para taruna dapat belajar langsung memahami kehidupan masyarakat, memiliki kepekaan sosial, serta menanamkan jiwa pengabdian sejak dini. Harapannya, ketika nanti bertugas sebagai perwira Polri, mereka mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi turut berpartisipasi menyerahkan bantuan kepada warga dan berdialog secara langsung dengan para penerima manfaat. Keterlibatan Bhayangkari menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan dan sosial yang dijalankan Polres Kediri Kota.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Kediri Kota dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui bakti sosial tersebut, Polres Kediri Kota kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta mengimplementasikan semangat Hari Bhayangkara ke-80 sebagai institusi yang mengedepankan pelayanan, kepedulian, dan pengabdian demi terciptanya keamanan serta kesejahteraan masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Polres Kediri Kota Matangkan Pengamanan Doa Bersama dan Pengesahan 279 Calon Warga PSHT

Published

on

Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan kegiatan doa bersama dan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota dan Kabupaten Kediri Pusat Madiun di Rupatama Mako Polres Kediri Kota, Kamis (11/6/2026).

Rakor yang dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K. tersebut dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, pengurus PSHT, IPSI, Satpol PP, Dishub, hingga para kapolsek jajaran. Pertemuan ini digelar sebagai langkah antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan doa bersama dan pengesahan warga baru berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pemaparannya, panitia PSHT menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama akan dilaksanakan pada 15 Juni 2026, sedangkan pengesahan warga baru digelar pada 16 Juni 2026. Sebanyak 279 calon warga akan mengikuti prosesi pengesahan, terdiri dari 206 laki-laki dan 73 perempuan.

Ketua PSHT Cabang Kediri Pusat Madiun juga menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan, mulai dari titik kumpul peserta, jalur keberangkatan menuju padepokan, hingga pengaturan pengamanan bagi para pendamping dan pamter.

“Kami telah mengimbau seluruh calon warga, pamter, dan saudara-saudara dari luar daerah agar tidak melakukan konvoi maupun euforia saat datang ke Kota Kediri,” ujarnya dalam forum rakor.

Sejumlah titik yang berpotensi menjadi kerawanan juga dipetakan dalam rapat tersebut, di antaranya kawasan Simpang Empat Bence dan wilayah Kedungsari, Tarokan. Untuk itu, seluruh unsur pengamanan sepakat meningkatkan koordinasi dan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi menegaskan bahwa hasil Rakor Aman Suro 2026 di Polda Jawa Timur menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan PSHT tahun ini.

“Kami berharap seluruh peserta yang akan mengikuti pengesahan menggunakan kendaraan tertutup. Ketua cabang juga kami minta membuat video imbauan agar tidak ada konvoi maupun euforia dari masing-masing daerah menuju Kota Kediri,” tegasnya.

Menurutnya, kepolisian akan menyiapkan pola pengamanan dan pengawalan pada jalur-jalur yang dilalui peserta. Pengawalan akan dilakukan secara berlapis guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Masukan juga disampaikan sejumlah kapolsek wilayah. Kapolsek Tarokan mengusulkan penggunaan jalur alternatif yang lebih aman guna mengurangi potensi kerawanan. Sementara Kapolsek Banyakan meminta agar pengamanan internal PSHT diperkuat, khususnya pada wilayah yang menjadi lintasan peserta.

Dari unsur TNI, Pasi Ops Kodim 0809 Kediri Kapten CTP Laudi Hermanto menegaskan kesiapan Kodim untuk mendukung seluruh rangkaian pengamanan.

“Kodim 0809 siap membantu pengamanan kegiatan doa bersama maupun pengesahan warga baru PSHT. Kami berharap seluruh jajaran PSHT ikut membantu menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan mengapresiasi koordinasi yang selama ini dilakukan oleh pengurus PSHT dengan aparat keamanan.

“Kami mengapresiasi karena setiap kegiatan selalu dikoordinasikan dengan baik. Kami berharap imbauan kepada anggota di tingkat bawah terus diperkuat agar tidak ada konvoi dan kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” katanya.

Ketua IPSI Kota Kediri dalam kesempatan yang sama menyatakan kesiapan seluruh unsur perguruan silat yang tergabung dalam IPSI untuk turut mendukung terciptanya situasi aman selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Melalui rakor tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan koordinasi dalam rangka menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan doa bersama dan pengesahan warga baru PSHT.
Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga seluruh unsur organisasi dan masyarakat yang terlibat.

“Tujuan utama kita adalah menciptakan kegiatan yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis seluruh rangkaian doa bersama dan pengesahan warga baru PSHT dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Rakor berakhir pada pukul 11.40 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page